NovelToon NovelToon
Bencana Sihir

Bencana Sihir

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Tentang Ulama, di benak Tumang ialah seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan. Tanpa sayu, parau dan Lelah memberikan nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya. Seperti perkataan Malaikat Jibril, “Ulama adalah Pelita dunia dan akhirat.”
Selain berkelana mencari dambaan hati, Tumang juga selalu berusaha memperbaiki diri dan berusaha sabar, Ridha dengan apa yang di dapat dari karunia Allah serta selalu berbuat Kebajikan. InsyaAllah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegagalan melepas perahu harapan

"Tum, Aya, Joko dan Wali Dimana ya?"

Butet menyangga tubuh Tumang. Sesekali dia mendengar suara ringisan Tumang yang menahan lukanya. Guratan di wajahnya sudah menggambarkan guratan kesakitan hingga dia sulit berkata. Tumang berencana menyelamatkan Butet terlebih dahulu.

Dari jarak jauh, Cahaya matahari menembus sela ranting dan dedaunan pepohonan. Suara deru ombak yang memecah batu karang bercampur gemuruh angin yang mengubah suasana sekitar.

"Ngg nggak ada tsunami kan Tum? Kita ma uke Pantai?" tanya Butet.

Sudah dua pertanyaan yang di ajukan akan tetapi tidak ada jawaban apapun. Tumang melepas kenangan pahit di hari ini Bersama Butet. Seolah-olah hatinya mulai goyah enggan mengucap satu nama yang dia tunggu selama ini. Surtinik tidak pernah sedikit pun menoleh padanya, bukan pula di dalam benak Tumang sedang menghitung-hitung besar pengorbanan Butet melewati malam mengumpankan Tubuh yang hampir di cabik-cabik serigala.

"Si Butet atau si Surtinik? Aku hanya menginginkan yang terbaik dan tetap di jalan yang baik dengan status halal di hadapan Allah" gumam Tumang.

"Tet, di dekat dermaga sana hanya ada satu perahu kecil khusus penjaga pantai serta merangkap menjadi pria yang di tugaskan membawa atau membeli keperluan pemondokan. Aku mendengarnya sendiri dari nek Sirih yang membisikkan kecil pada ku Ketika meminta pertolongan dari kejaran pria berbaju hitam. Disitu aku menyesal melepaskan Paijo. Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini sebelum menemukan mereka semua"

"Nggak, aku mau kita sama-sama menyelamatkan mereka.."

Bukan drama atau kisah romantic percintaan di dalam kisah nyata, getar hati yang di rasakan tumang di tambah berdekatan yang bukan muhrim aja sudah membuat Tumang merasa berlumuran dosa. Dia juga merasa sangat bersalah pada Butet yang berani menyentuh kulitnya walau hanya untuk membantunya berjalan.

"Tet, aku butuh bantuan mu."

"Apaan, jangan yang aneh-aneh ya. Aku ini wanita yang mempertahankan harga diri ku. Atau kau mau memelet ku ya? Ku hajar kau!"

Plakk

"Aduh beneran aku di hajar! Padahal Cuma minta tolong carikan kayu yang cukup kuat atau apapun asal bisa membantu ku berjalan sendiri"

"Huhh! Nggak boleh!"

Tumang tidak gencar berharap keselamatan Butet, batas waktu pemberangkatan akan di mulai pada Tengah hari. Tumang tidak mau mereka di ketahui sip ria penjaga. Dia mengerahkan kekuatan terakhir untuk mendorong Butet masuk ke dalam kapal. Butet tanpa sengaja menekan luka di punggung Tumang, dia juga mencengkram kuat ujung bajunya.

"Kamu mau menyelesaikan semuanya sendiri dengan keadaan gitu?" ucap Butet lirih, suaranya mengecil sembari meneteskan air mata.

"Tum! Haloo!!"

Mereka menoleh mendengar suara teriakan laki-laki yang ada di dekat bebatuan pesisir Pantai. Semakin mendekat, Keleng salah satu santri di saung tiga tersenyum lebar menghampiri mereka. Ternyata dia tidak sendirian, ada Rati di belakangnya. Laju larinya sangat cepat sampai mendahului.

"Tum, jangan katakana apapun pada mereka. Ingat pesan ku" bisik Butet.

"Kalian mau kemana? Tet, kamu mau kabur dari pemondokan?"

"Apakah? Kalian tidak mau menyelesaikan apa yang sudah kalian mulai? Terutama kau Tumang. Kau seolah-olah telah fasih menyebut segala isi ayat Nya" suara Rati terdengar mengerikan. Tumang merasakan aura iblis bersemayam di jiwanya. Di dalam benak, tidak putus atau Lelah mengucapkan beribu kali ayat kursi.

Rati menjauh, jari telunjuknya masih dengan posisi menunjuk. Butet meraih tubuh Rati yang rasanya sedingin butiran salju. Pupil matanya berubah seluruhnya memutih, senyuman Rati menyeringai lalu lalu memiringkan kepala.

"Rat, Rat!" Butet berhadapan semakin mendekat.

"Jangan kau berani menyakiti umat Allah yang beriman. Wahai iblis, sesungguhnya engkau adalah musuh manusia!"

Sementara di tempat lain, Sirih tidak berani melangkah sedikitpun dan menutup rapat-rapat pintunya. Dia telah terlepas dari maut, tapi kehilangan satu kaki seperti manusia yang telah mengalami kegagalan, kesedihan yang mendalam, frustasi hebat dan setiap hari mental berubah mengalami kegagalan, kesedihan yang mendalam, frustasi hebat dan setiap hari mental berubah semakin memburuk.

"Apakah, aku masih bisa mengingatkan orang-orang yang ada di salam sana? Tidak ada yang salah dengan pesantren itu, bangunan yang telah lama di tinggal dan ikatan yang menyalah gunakan kekuasaan lain lah di sebut iblis perusak manusia dan memerintahkan makhluk halus menggoda, menyesatkan orang-orang. Aku terpaksa berbohong pada anggota Brewok. Kematian ku kali ini tidak boleh sia-sia"

Sirih membatin Panjang. Dia mengintip dari sela rongga kecil, dia berpikir mencari cara yang manjur meskipun dia mengetahui kalau jelmaan sosok lain dari Kliwon dan para pengikutnya pasti akan membunuhnya jika mengetahui kenyataan.

Jasad Paijo menghilang, di dalam rumah Sirih yang lama itu semuanya di sembunyikan untuk menutupi jejak apapun. Sedang Aya setelah terjatuh dari jurang, di menutup mata selamanya.

"Tum, aku nggak mau mengikuti petunjuk arah dari si Rati" ucapnya melengos ketus.

"Kita nggak bisa tawar-menawar walau aku tau si Aya lagi kesurupan. Berlari saja susah, apapun yang terjadi tetap kau harus menyelamatkan diri mu sendiri. Aku akan mengalihkan pandangannya"

"Tum, aku tau apa maksud mu dan Butet. Sejujurnya, aku di suruh Rati untuk menemui kalian agar membawa Kembali ke pondok."

Tumang merasa kebingungan dan ketakutan dalam situasi yang semakin mencekam. Tumang merasa detak jantungnya semakin cepat berdegup, setiap detik terasa seperti berat seberat gunung yang menekan dadanya. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin kegelapan yang tak berujung, tanpa ada cahaya yang menyinari jalan keluar.

Rati dan Keleng terus mendekati mereka dengan langkah yang mantap, wajah mereka menggambarkan ketenangan yang mengerikan. Sorot mata mereka terasa menyiksanya, seolah-olah mereka bisa membaca setiap pikiran dan rahasia yang tersembunyi dalam hati Tumang dan Butet.

Tumang mencoba menahan napasnya, berusaha memikirkan rencana untuk melarikan diri atau setidaknya menghadapi mereka dengan tenang. Tetapi pikirannya terasa kacau balau, terombang-ambing di lautan ketakutan yang mendalam.

"Tum, kita harus bergerak cepat. Kita tidak boleh tinggal di sini lebih lama," bisik Butet dengan nada gemetar.

Tumang mengangguk, mencoba menemukan keberanian di dalam dirinya. Dia menggenggam erat tangan Butet, memberikan dukungan yang tak terucapkan.

Namun, sebelum mereka bisa bergerak, Rati dan Keleng sudah berdiri di depan mereka. Aura kegelapan terasa menyelimuti sekitar mereka, membuat udara terasa semakin mencekam.

"Tidak ada tempat untuk kalian lari," ucap Rati dengan suara yang menggetarkan jiwa. "Kalian telah memulai perjalanan yang tidak dapat dihindari, dan sekarang kalian harus menghadapinya."

Tumang dan Butet terdiam, tak bisa berkata apa-apa. Mereka merasa seperti diseret ke dalam aliran air yang menghanyutkan, tanpa memiliki kendali atas nasib mereka sendiri.

"Tetapi kami tidak bersalah! Kami hanya ingin menyelamatkan teman-teman kami," ucap Butet dengan suara bergetar.

Rati tersenyum sinis, seolah-olah menikmati ketakutan yang melanda Tumang dan Butet. "Tidak ada yang bersalah di sini, tetapi setiap tindakan memiliki konsekuensinya sendiri. Dan kalian harus menghadapi konsekuensi dari perbuatan kalian."

Tanpa aba-aba lebih lanjut, Rati dan Keleng melangkah mendekati Tumang dan Butet. Mereka berdua merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk yang tak berujung, tanpa ada harapan untuk bangun dari kengerian yang mereka hadapi.

Dalam kegelapan yang menyelimuti mereka, Tumang dan Butet merasakan bahwa mereka akan menghadapi ujian yang lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan. Dan satu-satunya harapan yang mereka miliki adalah keberanian dan keteguhan hati untuk menghadapinya dengan tegar.

1
Sipah
👍
Cika
pendukung setia Tumang
Orchid
menyala boss Que 🔥🔥🔥🔥/Angry//Angry//Angry//Angry/
Gofar
orang ganteng nggak takut hantuuu
Titian 🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
Zero
terseret dalam aliran yang gelap dan mencekam, dihadapkan pada misteri dan ketegangan yang tak terduga. detail-detail yang menggigit, dan saya merasakan adrenalin memuncak saat mengikuti petualangan karakter-karakter yang menghadapi ancaman supranatural. Tidak hanya itu, tetapi juga terpesona oleh pengembangan karakter yang mendalam, yang membuat saya merasa terhubung dengan perjuangan dan ketakutan yang mereka alami. Bahkan setelah cerita berakhir, bayangan-bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang terus memikirkan apa yang benar-benar terjadi di balik setiap kejadian. Ini adalah pengalaman membaca yang lengkap dan memuaskan bagi penggemar cerita horor, dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang penulis akan ciptakan selanjutnya.
Senam santai klub 🍸👯🎶
Sungguh, tak ada kata-kata yang bisa cukup untuk menggambarkan betapa dramatis dan memikatnya cerita ini! Setiap halaman dipenuhi dengan emosi yang menggebu-gebu, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang penuh dengan intrik dan konflik yang mendalam. Ketegangan antara karakter-karakter utama begitu kuat, dan konfrontasi-konfrontasi yang mereka hadapi memompa adrenalin saya hingga mencapai puncaknya. Saya merasa seperti sedang menonton drama epik yang dipenuhi dengan kegembiraan, kesedihan, kebencian, dan cinta yang begitu kuat sehingga membuat saya terhanyut dalam lautan emosi yang tak terduga. Tidak hanya itu, tetapi penulis juga berhasil menghadirkan latar belakang yang begitu kaya dan mendalam, memperkuat konflik internal dan eksternal yang dihadapi oleh setiap karakter. Saya bisa merasakan intensitas dari setiap keputusan yang mereka buat dan konsekuensi yang harus mereka hadapi sebagai akibatnya. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus terpikat oleh cerita ini, memikirkan tentang nasib para karakter dan pertempuran-pertempuran yang mereka lalui. Ini adalah salah satu karya yang akan saya simpan dalam ingatan saya untuk waktu yang sangat lama, sebagai pengingat akan kekuatan cerita yang bisa merangkul dan memukul jiwa manusia. next up
crafmay💠
Saya tidak bisa menahan napas saat membaca cerita ini! Dari awal hingga akhir, ketegangan dan rasa takut terus menggigit saya, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang gelap dan mencekam. Setiap adegan diisi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Penulis berhasil menciptakan atmosfer yang begitu tebal sehingga saya bisa merasakan kehadiran kegelapan di sekeliling saya bahkan ketika saya hanya membaca kata-kata di atas kertas. Saya juga sangat terkesan dengan karakter-karakter yang begitu kompleks dan mendalam. Mereka tidak hanya menjadi korban dari cerita horor ini, tetapi juga memiliki lapisan-lapisan emosi dan kehidupan yang membuat saya merasa terhubung dengan mereka. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus memikirkan tentang dunia yang telah diciptakan oleh penulis, mencoba mencerna semua twist dan plot twist yang mengguncang ekspektasi saya. Ini adalah salah satu pengalaman membaca yang paling intens dan memuaskan bagi saya, dan saya tidak sabar untuk membaca karya-karya lain.
Pak popon
Setiap adegan dipenuhi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam alur cerita yang gelap dan tak terduga. Saya tidak bisa melepaskan diri dari teka-teki yang dihadirkan oleh penulis, dan setiap kali saya pikir saya sudah tahu apa yang akan terjadi, twist dan plot twist baru mengguncang ekspektasi saya. Hal ini membuat saya terus ingin membalik halaman dan menelanjangi rahasia yang tersembunyi di balik setiap kejadian. Bahkan ketika cerita sudah berakhir, saya masih terus memikirkan karakter-karakter dan latar belakang mereka, mencoba menyusun potongan-potongan puzzle untuk memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Keseluruhan, pengalaman membaca ini tidak hanya menegangkan dan mencekam, tetapi juga sangat memuaskan dan membuat saya ingin kembali untuk menggali lebih dalam lagi. Penulisnya benar-benar memiliki kemampuan untuk menarik perhatian pembaca dan menjaga mereka terlibat dalam cerita hingga halaman terakhir.
Vensa 🍇grape
terus dihantui oleh ketegangan yang memikat dan atmosfer yang begitu gelap. Setiap adegan dipenuhi dengan ketegangan yang membuat bulu kuduk saya merinding, dan saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang mencekam dan menakutkan. Deskripsi tentang kejadian-kejadian supranatural dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketakutan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah menutup buku, bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, dan saya merasa sulit untuk tidur dengan tenang malam ini. Penulisnya benar-benar memiliki bakat dalam menciptakan kisah-kisah yang menggugah imajinasi dan merangkai detail-detail yang begitu mengerikan. Saya bisa merasakan getaran horor yang menggelora bahkan setelah cerita berakhir. Sungguh pengalaman membaca yang memuaskan, meskipun juga mencekam dan menegangkan!
Area zona
bulu kuduk saya merinding dari awal hingga akhir. Narasinya begitu menghantui dan atmosfernya begitu gelap, sehingga saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang gelap dan menakutkan. Setiap deskripsi tentang kejadian misterius dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketegangan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah selesai membaca, bayang-bayang cerita ini masih menghantui pikiran saya, membuat saya sulit untuk tidur dengan tenang malam ini.
Hanum Anindya
Tumang!
Balung seharusnya suruh dzikir saja biar nggak ketasukan setan atau apa gitu. jangan biarkan jiwa kita kosong apalagi saat kondisi kita dalam ketakutan seperti itu. Tukang dan teman teman seharusnya kalian baca surat pendek saja biar para setan nggak bisa mendekati kalian.
Hanum Anindya
Baca komentar semuanya maaf saya simpulakn sendiri, seharusnya Tumang dan teman teman yang masih hidup minta bantuan pak ustad supaya bencana sihir yang dilakukan oleh setan setan bisa dimusnahkan.
Hanum Anindya
Aku heran banget sama tulisan kakak😊🙏, kalau baca tulisan kakak hatiku meleleh banget, sempurna banget secara tulisan yang kakak buat. pantes lah kalau tulisan kakak bagus 👍, semangat terus ya kak. maaf jarang komen dan nonggol sibuk di dunia nyata dulu, sampai pekerjaaan di dunia maya terbengkelai. tapi jujur banget kadang kangen baca tulisan tulisan kakak yang penuh semangat.

Maaf ya kak🙏😊💕
Area zona
terbawa suasana dengan narasi yang mendalam tentang kegelapan yang mengancam seluruh desa. mau jerit tapi udah kolot. ntar liat orang q jadi terkesan lebay. tapi memang edisi horor versi level 3.
Kalender Merah
aliran gelap dan keputusasaan yang menghantui desa terpencil itu. Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan mencampur adukkan darah kebusukan si Kliwon dan Boncel!
namun juga menegaskan bahwa kegelapan itu tidak terkalahkan. Selain itu, interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah lapisan kompleksitas pada cerita, dengan pembaca dibawa pada perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian dan keberanian yang tersembunyi. Kesimpulannya, komentar tersebut berhasil menarik perhatian pembaca dan membangun suasana yang mencekam.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
penggambaran yang kuat tentang kegelapan yang mengancam dan perjuangan Butet untuk menemukan cahaya di tengah-tengahnya, pembaca dihadapkan pada konflik yang mendalam antara keberanian dan ketakutan. Interaksi antara Butet dan nek Sirih juga menambahkan dimensi baru pada cerita, mengundang spekulasi tentang rahasia yang tersembunyi di dalam rumah tua itu.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
gambaran yang horor tentang desa terpencil yang terkutuk, di mana kegelapan dan misteri menguasai setiap sudutnya. Dengan Butet menjadi korban terbaru dari kegelapan yang menghantui, suasana ketakutan semakin menyelimuti pembaca, membangkitkan rasa ingin tahu dan ketegangan yang mendalam.

Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan memberikan dorongan pada narasi, namun nasibnya yang tragis menegaskan bahwa kekuatan jahat itu tidak terbendung. Suara-suara mengerikan yang menggema dari rumah tua yang terkutuk menambah lapisan ketegangan yang mencekam, sementara ketidakberdayaan warga desa yang terperangkap dalam cengkeraman kegelapan menciptakan atmosfer yang memicu adrenalin.

Interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah kompleksitas pada cerita, dengan kehadiran tokoh tua tersebut memberikan nuansa yang lebih dalam terhadap rahasia yang tersembunyi di balik kegelapan itu. Ketegangan mencapai puncaknya ketika suara gemuruh yang menakutkan kembali menggema, memotong keheningan malam dengan kekerasan yang menakutkan, meningkatkan ketidakpastian dan kecemasan pembaca.

Dengan setiap langkah yang diambil Butet dalam usahanya untuk melawan kegelapan, pembaca merasakan ketegangan yang semakin memuncak, sementara suara tawa jahat Kliwon dan pengikutnya menggema di antara bayangan-bayangan gelap, menambah ketakutan yang menyelimuti pikiran.❤️
keke kenya
menggambarkan suasana misteri dan ketakutan yang menghantui desa terpencil. Cerita itu membangun ketegangan dengan baik dan menunjukkan perjuangan Butet dalam menghadapi kegelapan yang mengancam. Tersirat juga konflik internal Butet dalam memutuskan langkah selanjutnya, terutama ketika dia berinteraksi dengan nek Sirih.
keke kenya
Sungguh menegangkan! Saya merasa seperti ikut terseret ke dalam kegelapan yang menakutkan bersama Sirih. Bayangkan betapa mencekamnya situasi Sirih, dikejar oleh kegelapan dan ketidakpastian di setiap langkahnya.
Sirih harus benar-benar kuat untuk bertahan menghadapi semua ancaman yang muncul dari kegelapan. Di bab ini si Butet liat si nenek menapak di atas tanah nggak?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!