NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13. bertemu calon mertua

Mendengar ajakan yang begitu enteng keluar dari mulut Arjuna, Laila langsung berdiri dari bangkunya sambil mendengus kesal.

“Dasar orang stres!” sergahnya, lalu tanpa menoleh lagi ia melangkah cepat meninggalkan tempat itu.

Arjuna yang mendengar kata-kata itu justru tertawa terbahak-bahak . Baru kali ini ada seorang gadis yang berani menyebutnya stres, Rasanya makin tertantang dan makin merasa tertarik.

Segera ia berdiri, berlari menuju motornya dan menyalakan mesinnya. “La, tungguin!” serunya sambil melaju perlahan menyusul langkah Laila.

Namun Laila sama sekali tidak menghiraukan panggilan itu. Ia terus berjalan kaki dengan wajah masam, mulutnya tidak berhenti menggerutu sendiri.

“Dasar mentang-mentang ganteng, seenaknya nembak gue kek nawarin permen aja!”

Ia mempercepat langkahnya, berusaha mengabaikan kehadiran Arjuna yang terus membayang di sampingnya. Arjuna sengaja mengendarai motornya sangat pelan agar tetap sejajar dengan langkah Laila.

“Hei, kenapa marah? Kan gue cuma nawarin loh” godanya santai.

Tiba-tiba Laila berhenti melangkah, berbalik dan menatap tajam tepat ke mata Arjuna.

“Heh Junaedi, dengar baik-baik ya!,gue bukan kaya cewek cewek lo ya, yang gampang mau sama lo."

Setelah meluapkan kekesalannya, ia kembali melengos dan melanjutkan perjalanan.

Arjuna tetap mengikuti dari samping, mendengar gerutuan pelan yang masih keluar dari mulut Laila.

" baru juga tadi kenalan masa langsung di tembak, deket juga ngga. asal tembak aja."

Mendengar itu, sudut bibir Arjuna terangkat membentuk senyum licik.. "Oh jadi lu mau deket sama gue dulu baru jadian gitu? oke...mulai sekarang kita harus nempel terus ya, kemana-mana kita harus bareng, oke."

“Ihh! Apaan sih! udah sana pergi, ngga usah ngikutin gue!” kesal Laila makin memacu langkahnya.

Di tengah keributan itu, lewatlah seorang abang penjual bakso yang melihat mereka dari seberang jalan. Dengan suara lantang ia berteriak memberi nasihat.

“JANG SEMANGAT!! SEMOGA PACARNYA NGGA NGAMBEK LAGI!”

Mendengar ucapan itu, Arjuna langsung tersenyum sumringah seolah mendapat dukungan.dan ia membalas ucapan abang bakso. "SIP BANG, DO'AIN BIAR PACAR GUE NGGA MARAH LAGI." yang hanya di balas dengan acungkan jempol

Wajah Laila seketika memerah padam karena malu. Ia tidak menyangka orang asing malah mengira mereka berpasangan.

“udah, ayo naik. Jalan kaki sampai rumah jauh lho, nanti capek. Gue antar aja sampai depan rumah,” ajak Arjuna sambil memiringkan motornya agar lebih mudah dinaiki.

Mau tidak mau, Laila akhirnya mengalah. Dengan gerakan canggung ia menerima uluran tangan Arjuna dan naik ke jok belakang, duduk dengan posisi menjaga jarak sejauh mungkin.

Sesampainya di depan gang menuju rumahnya, Laila segera menepuk punggung Arjuna. “Berhenti di sini aja! Gue turun di depan gang ini.”

Arjuna menoleh bingung. “Lho, rumah lo di dalam gang? Kalau gitu gue antar sampai depan rumah lo aja, nggak enak ngebiarin lo jalan sendiri.”

“nggak usah, cukup sampai sini aja. Masuknya jauh, jalannya sempit juga,” tolak Laila.

Namun Arjuna tetap bersikeras, dan akhirnya Laila kembali kalah. Motor itu melaju perlahan masuk menyusuri gang yang sempit dan berdebu.

Begitu sampai di depan rumahnya yang sederhana, Arjuna berhenti dan menatap sekeliling. Rumah itu terlihat mungil, terbuat dari tembok setengah dan papan, namun terlihat sangat bersih dan rapi. Di dalam hatinya, rasa kagumnya terhadap Laila makin bertambah. Di lingkungan sekolah yang penuh dengan anak-anak orang kaya, Laila tidak pernah merasa rendah diri, tetap berprestasi, dan tetap memegang harga dirinya tinggi.

Lamunannya terpecah saat suara lembut memanggil dari ambang pintu.

“Loh, Neng baru pulang? Ibu kira kamu langsung ke tempat kerja, kok masih pakai seragam sekolah?” tanya Bu Ami, ibunya Laila, sambil tersenyum ramah.

“Iya Bu, hari ini Laila libur kerja,” jawab Laila singkat.

Bu Ami lalu memindahkan pandangannya ke arah Arjuna yang berdiri di samping putrinya. Matanya melebar sedikit terkejut melihat ketampanan pemuda itu.

“MasyaAllah, ganteng sekali anak muda ini. Ini pacarnya Laila ya? Kok baru sekarang dibawa ke rumah?” tanya Bu Ami sambil menepuk pundak putrinya dengan lembut.

Lalu ia tersenyum ramah dan melambaikan tangan memberi isyarat masuk. “Ayo Nak, silakan masuk. Kebetulan Ibu baru saja selesai masak banyak hari ini, makan dulu ya sebelum pulang.”

Arjuna segera mendekat dan mencium punggung tangan Bu Ami dengan sopan, membuat wanita itu makin terkesan.

Sebelum Arjuna sempat menjawab, Laila sudah menyela cepat. “Cuma teman biasa aja Bu, bukan pacar. Dan Arjuna kayaknya juga harus langsung pulang, banyak tugas sekolah. ya kan Jun?” katanya sambil menyenggol lengan Arjuna dengan isyarat mata.

Namun Arjuna hanya bertukar pandang sekilas dengan Laila sambil tersenyum tengil, lalu menoleh kembali ke Bu Ami.

“Wah, kalau boleh mampir saya sangat senang Bu. Kebetulan perut saya udah keroncongan dari tadi, belum sempat makan apa-apa sejak pulang sekolah,” jawabnya santai sambil mengelus perutnya yang tertutup seragam sekolah.

Laila langsung melototkan matanya lebar-lebar, tapi hanya dibalas cengiran tidak bersalah oleh Arjuna.

“Yaudah kalau begitu, silakan masuk. Di dalam juga sudah ada Ayahnya Laila yang sedang beristirahat,” ajak Bu Ami lagi.

Arjuna melangkah masuk dengan percaya diri, mengikuti langkah ibu itu. Sementara Laila hanya bisa menghela napas panjang, menyadari hari ini ia kembali harus menghadapi tingkah laki-laki yang satu ini lebih lama dari yang ia bayangkan.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!