Kaileya telah susah payah bangkit dari keterpurukan masa lalu, kini berhasil membangun kariernya. Namun, sekarang dia dihadapkan dengan pilihan sulit. Dirinya harus memilih antara karier atau buah hati karena atas desakan agensinya.
Bagaimana caranya ia harus bisa memilih antara dua pilihan yang begitu sulit?
Ditengah perjuangan melawan semua tantangan. Justin Killer seorang laki-laki dari masa lalu yang kehadirannya tak pernah diinginkan, kini kembali ke dalam hidupnya. Dia mencoba masuk untuk menjadi bagian di antara Kaileya dan kedua anaknya.
Lantas, langkah apa yang harus Kaileya ambil? Apakah dia akan meninggalkan kariernya? Ataukah dia akan meninggalkan buah hatinya demi mempertahankan karier?
Lalu, apakah kehadiran Justin akan diterima kembali oleh Kaileya atau malah sebaliknya?
Tolong Dibaca Setiap Bab Baru Update, ya!
Jangan ditabung. Don't be silent readers 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sisakata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
“Kamu tau gak Kaileya ke mana?” tanya Kevin pada Mira.
Kini kedua anak manusia itu sedang berjualan beriringan di lobi perusahaan hendak menuju lift yang nantinya akan membawa mereka ke lantai atas.
“Gak tau, kan, Kaileya belum datang. Hari ini jadwal dia agak siangan juga,” balas Mira seadanya, sepertinya perempuan itu belum tahu maksud dari pembicaraan Kevin.
“Bukan itu maksud aku,” sela Kevin. “Semalam Kaileya gak ada di rumah, dia gak pulang.”
“Serius kamu?” tanya Mira memastikan. “Jangan gitu bercandaannya.” Mira kembali memprotes ucapan Kevin.
“Nggak becanda, Mir. Semalam pak Justin suami dia telpon aku, nanyain Kailey,” sahut Kevin kembali memperjelas berita tentang tadi malam.
Semalam Kevin sudah menghubungi semua rekannya, hanya saja Mira yang tidak sempat ia hubungi karena terlanjur ketiduran, alhasil pagi inilah Kevin batu mengatakan langsung pada perempuan manajer itu.
“Terus Kaileya ke mana, ya?” Mira bertanya-tanya, tetapi ia mendapatkan balasan gelengan dari laki-laki di sampingnya.
Mira ikut berpikir ke mana modelnya itu. Pasalnya kemarin Kaileya permisi padanya untuk istirahat, setelah itu ia tidak menemui wanita itu lagi, bahkan hingga jam pulang kerja.
“Pak Arya tau gak masalah ini?” tanya Mira was-was.
“Ya, tau semalam gue ada nanya sama beliau juga,” balas Kevin enteng.
“Aduh, pasti bakal ada hot news baru, nih,” kata Mira sambil geleng-geleng kepala, karena ia yakin jika masalah sudah menyangkut agensi dan model, maka pasti akan debut di akun julid media sosial.
Setelah perbincangan singkat keduanya, Kevin dan Mira memasuki sebuah lift yang di sana sudah diisi oleh banyak karyawan lainnya. Tak butuh waktu lama lift tersebut tiba di lantai delapan, di mana tempat para karyawan menikmati sarapan mereka terlebih dahulu. Lantai delapan dibuat khusus area istirahat, cafetaria, dapur seduh para karyawan Grace Agency.
Kevin, Mira, dan beberapa karyawan yang lainnya juga ikut keluar dari sana. Mereka sama-sama berjalan menuju cafetaria, yang mana akan melewati area dapur karyawan. Namun, baru beberapa langkah mereka berjalan menjauh dari lift, suara ricuh nan gaduh terdengar ke telinga. Hal itu membuat mereka semua bertanya-tanya, ada apa gerangan di depan sana?
Tidak ingin rasa penasaran terlalu membuncah, Mira dan Kevin mendekati area dapur yang sudah dikelilingi oleh banyak karyawan perusahaan pagi ini. Tampak mereka sedang berbisik-bisik satu sama lain.
“Waw … apa ini, ternyata ada orang yang berduaan di dapur semalaman!”
Suara pekikan tersebut dan sangat bisa dikenali itu semakin mendorong keingintahuan Mira dan Kevin. Keduanya membelah kerumunan orang-orang yang mengepung pintu akses menuju dapur karyawan.
“Vineta, ada apa pagi-pagi kamu teriak?” tanya Mira merasa aneh dengan model senior, yang kini sedang menjadi pusat perhatian.
“Apa? Ternyata kalian belum tau kelakuan model kesayangan kalian itu?” Vineta menggelengkan kepalanya menatap Mira dan Kevin.
“Kamu kenapa, sih?” Kevin tak sabaran dengan informasi yang akan dikatakan Vineta.
“Lihatlah model kesayangan kalian itu. Dia ketahuan sedang berduaan di dapur sepanjang malam bersama OB agensi!” seru Vineta heboh sambil meminggirkan badannya dari pintu dapur agar semua orang bisa melihat bagaimana keadaan Kaileya dan OB tersebut di dalam sana.
“Kaileya?”
Jelas saja semuanya terkejut dengan pemandangan yang baru mereka lihat. Di mana Kaileya yang sudah meringkuk lemas di atas lantai. Tidak cukup sampai di situ, hal yang lagi-lagi membuat semua orang terkejut adalah sang office boy tersebut yang sudah tidak lagi menggunakan pakaian atasannya. Di mana atasan laki-laki itu kini sudah berada di sisi tubuh Kaileya.
Hal tersebut semakin membuat sebagian orang-orang di antara mereka menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang terlihat pada seorang Kaileya Jennata.
“Kenapa kau bisa tahu jika Kaileya ada di sana?” tanya Kevin tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Wanita yang semalam ia cari-cari, tiba-tiba sudah berada di kantor pagi hari dan tanpa datang terlebih dahulu.
“Apa Kaileya terkurung di sana tadi malam?” tanya Kevin penuh selidik.
“Kenapa kau tanya padaku, mana aku tahu. Aku tidak mengurungnya,” bantah Vineta tegas, yang padahal Kevin tidak ada menuduh sama sekali.
Kevin, laki-laki itu setelah melihat keadaan Kaileya, dia langsung mengambil benda pipih dalam saku celananya dan segera menghubungi suami dari rekan kerjanya itu.
Mira berjalan melewati Vineta yang berdiri penuh di depan pintu masuk dapur untuk menghampiri Kaileya.
“Kailey, kamu bisa dengar aku?” tanya Mira pelan dan tidak mendapatkan sahutan apa pun dari lawan bicaranya.
Kembali lagi pada Vineta yang masih dengan menyuarakan apa yang mereka lihat pagi ini. Seorang Vineta bukanlah menyuarakan sebuah bukti.
“Ini yang kalian katakan model papan atas kalian?” tanya Vineta remeh. “Bahkan sekarang dia sudah merusak nama agensi kita!” tekan Vineta lagi di setiap kata-katanya.
Suasana di sekeliling dapur semakin gaduh, apalagi dengan ditambah pekikan Vineta yang semakin mendukung suasananya untuk para paparazi yang tersembunyi untuk membuat gosip dan rumor baru tentang para model.
“Hati-hati kalau bicara, Vineta,” peringat Kevin pada wanita itu. “Kau bisa saja dibawa ke ranah hukum atas pencemaran nama baik. Jangan dulu menuduh jika tidak ada bukti yang konkrit.” Kevin kembali mengingatkan Alvineta.
Ketika Vineta akan membalas perkataan Kevin, tiba-tiba seorang laki-laki gagah datang membelah lautan manusia yang mengelilingi area dapur. Dia adalah Justin, ketika Kevin menelponnya tadi, laki-laki itu memang sudah dalam perjalanan menuju agensi yang menaungi istrinya, karena ia ingin memeriksa sendiri secara langsung keberadaan istrinya.
“Di mana istriku?” tanya Justin dengan napas yang masih terengah-engah.
Kevin menunjuk ke arah dalam dapur, di mana Kaileya dan office boy itu berada.
Justin mengikuti arah tunjuk Kevin, tanpa mengulur waktu Justin langsung memasuki ruangan tersebut dan tanpa peduli jika tubuh tegapnya menabrak wanita yang sengaja berada di sisi pintu.
Justin tiba di dalam sana dengan diikuti oleh Kevin. Baik Justin dan Kevin, kini dengan jelas bisa melihat bagaimana kondisi Kaileya dan bagaimana kondisi pria yang bersama dengan Kaileya, yang tidak lagi berbusana.
Dengan cepat Justin bertumpu lutut untuk memeriksa keadaan istrinya. Ia memperhatikan wanitanya yang kini sudah terkapar lemas di atas lantai lepas dan tanpa alas.
Kaileya memaksa untuk membuka matanya. Ia menatap wajah suaminya yang begitu dekat dengannya.
“Justin, aku gak kuat,” lirih Kaileya sambil merintih kesakitan.
Justin seketika melihat ke arah office boy yang ada di sana.
“Ini gak yang seperti kalian liat, saya gak ngelakuin apapun pada model Kaileya,” ujar OB tersebut dengan nada takut.
Siapa yang tidak akan takut dengan tuduhan seperti itu, bahkan dengan melihat aura amarah Justin saja sudah membuat orang menciut.
“Kita ke dokter, Sayang,” ujar Justin dan langsung mengangkat tubuh lemas istrinya.
Justin kembali melewati kerumunan manusia yang kini sudah memberikan dirinya space jalan untuk menuju jalan keluar. Dengan gagah seorang Justin membawa sang istri yang terkapar lemas di dalam gendongannya.
Kevin dan Mira sempat mengatakan jika mereka akan mengunjungi Kaileya nanti, sebelum setelahnya Kaileya dibawa pulang oleh Justin—suaminya.
Keadaan kembali ricuh sesaat Justin menghilang dari pelupuk mata. Mereka tidak berani mengeluarkan suara ketika Justin tiba tadi. Oleh karena itu, begitu Justin pergi, mereka kembali membisik-bisikkan tentang Kaileya.
“Udah, semuanya gak perlu lagi memperpanjang kejadian ini. Ini pasti ada kesalahpahaman antara model Kaileya dan office boy yang terjebak di dalam dapur!” seru Kevin memberitahukan kepada seluruh karyawan, agar mereka tidak menelan mentah-mentah kejadian tersebut.
“Sekarang semuanya bisa bubar, karena sebentar lagi pak bos akan datang!” pekik Mira memerintahkan mereka agar membubarkan barisan, karena sebentar lagi atasan mereka akan mengunjungi perusahaan.
Kevin kembali menghadap Vineta. “Kamu, Vineta lebih baik tutup mulut. Jangan suguhi mereka dengan fakta yang tidak jelas seperti ini. Jangan ada lagi aku dengar kamu menjelekkan Kaileya, mengerti?”
“Yang ku katakan adalah benar. Jadi, tidak ada salahnya aku berbicara,” balas Vineta penuh percaya diri.
“Jika kau masih memperbesar berita bodoh ini, maka siap-siap aku akan membongkar rahasia mu,” ancam Kevin pada Vineta.
“Aku gak ada rahasia,” sahut Vineta kembali.
Kevin tersenyum smirk. “Lalu bagaimana dengan yang di hotel dua minggu lalu? Bukankah kau itu wanita malam, Vineta?”