Season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Kau bukan lawanku! kau lebih cocok menjadi budak ku!" ucap Arthur menyerang Jonathan dengan brutal.
'Kelasss!' ucap Son.
'Itu baru keponakan ku!' teriak Aron sangat bangga.
Boommm...
Boommm...
Boommm...
Prok..prok..prokk...
Tepukan tangan dari Devin langsung menghentikan serangan Arthur yang sangat brutal itu.
"Cukup! kau bukan lawan yang sepadan!" ucap Devin tersenyum puas.
"Sampah!" ucap Arthur menarik kembali Susano'o nya.
"Wuhuuu! aku suka keributan!" teriak Brian sangat senang.
"Sekali lagi aku lihat kau menjadi berandalan, jangan harap matahari akan menyapamu." bisik Arthur dengan senyuman mengerikan.
"Kemari!" panggil Devin.
Arthur pun meludahi wajah Jonathan lalu berjalan menghampiri Devin.
"Besok, datang kemari, kita ada job portal kelas Naga! Debut Tim Beast dan Tim Senior yang sudah lama vakum." ucap Devin.
"Aku dengannya?" tanya Arthur merujuk pada Jonathan.
"Tidak, kau akan di pasangkan dengan Brian di Tim Beast." jawab Julian.
"Kau siap?" tanya Arthur pada Brian.
"Kapanpun!" jawab Brian menyeringai.
"Kita tunjukkan besok!" ucap Arthur melakukan tos tinju dua tangan khas persahabatan mereka.
"Aku jadi tertantang begini!" ucap Riski merasakan kembali nafsu bertarung nya.
"Pulanglah, maaf ya jadi mengganggu waktu istirahat mu." ucap Julian menepuk pundak Arthur.
"Tenang saja, aku santai kok, lagian di rumah cuma nonton TV sambil rokokan." jawab Arthur mengibaskan tangannya.
"Arthur! maaf atas serangan Jo tadi ya, tante jadi merasa bersalah karena gagal mendidik dia." ucap Sintia menghampiri Arthur.
"Bukan salah tante kok, ini salah Jo yang gak bisa ngatur arah jalannya. Akibatnya jadi tersesat gini deh, tapi mudah-mudahan dia sadar dan kembali ke jalannya." ucap Arthur.
"Biar kami karantina lagi, anda dan keluarga bisa ikut mengawasi juga." ucap Julian.
"Semuanya, saya minta maaf atas kelakuan putra saya." ucap Bruno meminta maaf pada seluruh member guild.
"Anaknya di ajarin sopan santun dong om! anak kok kayak berandalan! gak punya adab!" ucap Cinta mencibir.
"Iya! gak sopan!" ucap Siska.
"Maafkan Jonathan ya, saya mewakili Jonathan meminta maaf sebesar-besarnya." ucap Bruno.
"Makasih bro, udah sadarin adikku. Aku gak tau harus kasih apa buat tanda terimakasih ini, kalau gak ada kau aku dah bingung mau minta tolong ke siapa." ucap Bobby memeluk Arthur.
"Ahh! santai aja, dia udah aku anggap adikku sendiri, jadi ini kewajibanku juga buat menyadarkan dia. Cuman kelakuannya udah di luar batas banget." ucap Arthur.
"Dia emang gambaran sahabat terbaik, keknya semua orang pingin punya sahabat kayak dia dah." bisik Aldo pada Joni.
"Berharga banget punya sahabat kayak dia." jawab Joni.
"Ya udah, aku pulang dulu ya." ucap Arthur berlalu pergi.
Karena situasi sudah kembali kondusif, mereka pun kembali masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang TV.
Jonathan di sidang di sana oleh para member guild, mereka semua mengatakan keresahannya atas tingkah laku Jonathan. Jonathan yang sudah sadar pun meminta maaf dan berjanji akan berubah.
Di rumah, kini Arthur sedang rebahan sambil memandangi foto Olivia di ponselnya. Ada ratusan foto kebersamaan antara Arthur dengan Olivia di ponselnya.
"Secepatnya aku akan datang." gumam Arthur memeluk ponselnya lalu tidur.
Keesokan harinya, setelah olahraga Arthur pun pergi mandi. Dia memandangi tititnya yang besarnya di atas rata rata yaitu 20cm dan berdiameter 5cm.
"Ini ***** spek pekob njir!" gumam Arthur terkekeh.
[Punya Jordi bos hahahaha!]
'Zet penonton! huuuu! otak cabul!' ucap Son.
[Aku kan ikut bos nonton!]
"Hey!" seru Arthur kesal.
[Hahaha! tidak bos bercanda!]
Selesai mandi, Arthur memakai baju hunternya lalu berangkat ke basecamp mengendarai mobil hadiah dari Zet dulu.
"Gini ya rasanya naik mobil mahal!" ucap Arthur cengengesan.
[Udah lumayan cocoklah jadi orang kaya bos!]
'Ya! tidak seperti dulu yang norak! alay!' ucap Son.
"Maklumlah! orang kaya baru!" ucap Arthur terkekeh geli.
Sesampainya di basecamp, Arthur pun memarkirkan mobilnya di garasi, dia menyapa Ando si satpam sebelum masuk ke dalam.
"Mobil baru mas?" tanya Ando yang kagum dengan mobil Arthur.
"Jelas! keren gak?" tanya Arthur bergaya.
"Mantep ini! keren keren!" jawab Ando mengacungkan dua jempolnya.
"Hahaha! ya udah, aku ke dalem dulu ya." ucap Arthur.
"Iya iya silahkan mas." ucap Ando.
Arthur menyapa Diki yang sedang asik bermain PS dengan Andi di ruang TV.
"Kevin mana dik?" tanya Arthur.
"Di ruang rapat cok! ngapain kau disini bodoh! cepat kesana!" jawab Diki kesal.
"Gak ada kabar kabar anjink!" ucap Arthur langsung berlari menuju ruang rapat.
Saat membuka pintu, Arthur melihat di dalam sana sudah diisi lengkap tim Senior dan Brian.
"Ih ih ih! telat!" ucap Brian sambil menguap.
"Macet bro." ucap Arthur tos dengan mereka semua.
"Naik apa?" tanya Julian.
"Mobil lah! masa anak The Devil's miskin! gak masuk bro!" jawab Arthur lalu tertawa geli.
"Muka muka miskin gini gak cocok naik mobil!" ucap Kevin.
"Anjink!" umpat Arthur kesal.
"Duduk duduk!" ucap Devin.
Julian pun menghidupkan proyektor dan mulai menjelaskan tentang portal yang akan mereka tangani.
"Portal kelas Naga, menurut perdiksiku portal ini berisi ratusan ribu monster kelas Naga ke bawah. Tapi kemungkinan besar isi portal ini ada beberapa monster kelas Raja Iblis dan Kaisar Iblis. Entah itu bos nya atau pengawal bosnya." ucap Julian.
"Kita akan masuk dengan dua tim berjumlah 9 orang." tambah Julian.
"Untuk formasi?" tanya Riski.
"Kita, tim Senior hanya sekedar mengcover dua anak bodoh ini. Cover dengan menunjukkan aksi tipis-tipis." jawab Julian.
"Berarti mereka berdua di depan, kita di belakang cover?" tanya Henry.
"Betull!" jawab Julian.
"Okelah kalau gitu!" ucap Henry setuju.
"Kalian dah dapat seragam belum?" tanya Lidia yang juga ikut rapat.
"Belum." jawab Arthur.
"Nanti saja ya habis selesai misi, baju sama jubahnya ada di basecamp sebelah." ucap Lidia.
"Santai saja." jawab Arthur.
"Basecamp sebelah?" tanya Riski bingung.
"Iya, gudang merchandise guild." jawab Lidia.
"Oalahh!" ucap Riski baru tau kalau gudang sebelah di jadikan basecamp anak anak juga.
"Baiklah! begitu saja, sekarang kita sarapan dulu!" ucap Julian.
Mereka pun keluar dari ruang rapat menuju ruang makan untuk sarapan bersama.
"Hari ini kemana?" tanya Diana.
"Ke taman kota, ada job kelas Naga, sekalian lemesin otot-otot." jawab Kevin.
"Tim Senior?" tanya Diana.
"Sama Tim Beast, debut mereka berdua." jawab Kevin.
"Oalah, bunda kira cuma Tim Senior doang." ucap Diana.
Di saat yang lain sedang asik ngobrol, Arthur malah melamun sambil makan sedikit demi sedikit seperti tidak nafsu makan.
"Kau kenapa?" tanya Brian yang duduk bersebelahan dengan Arthur.
"Enggak, cuma sedikit pikiran aja." jawab Arthur tersenyum tipis.
"Kau mikirin Olivia?" tanya Brian sambil makan.
"Itu salah satunya, masih ngerasa bersalah aja ninggalin dia di sana." jawab Arthur.
"Santai ajalah, pasti dia ngerti posisimu sekarang. Dia bukan anak anak kayak kita bro." ucap Brian menenangkan Arthur.
"Iya sih, tapi aku takut cok." ucap Arthur menghela nafas berat.
"Yakin aja, percayakan padanya. Tugasmu itu hanya percaya, sisanya serahkan pada Olivia. Beres, sesimpel itu bro. Kata kata itu yang aku tanamkan ke hubunganku sama istriku." ucap Brian.
"Haihhh...ya udahlah ya." ucap Arthur menghela nafas berat.
"Kamu kenapa nak?" tanya Aurora yang duduk berhadapan dengan Arthur.
"Kepikiran uang bensin hehehe...mobil mahal pasti bensinnya juga mahal." jawab Arthur cepat.
"Anjink! percuma kau beli mobil mahal kalau gak ada duit buat bensin!" ucap Riski.
"Ada sih ada bro! cuma mahal! anjink lah!" ucap Arthur.
"Nanti juga terbiasa." ucap Jonathan.
Mereka sarapan dengan lahap sambil ngobrol ringan ngalor ngidul. Selesai sarapan, Tim Senior dan Tim Beast pun berangkat ke Asosiasi untuk mengambil kertas tugas.
Bersambung...
req lanjutan anak dari si arthur ama isabela dungs😁