NovelToon NovelToon
HOME

HOME

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

"Pulanglah, Nak!" Caroline menghubungi Sarah dan memintanya pulang. Sudah bertahun-tahun Sarah meninggalakan rumah seorang rumah seorang pembunuh berantai, kini ia kembali. Kembali menghadapi cinta yang dia miliki untuk ayahnya dan tubuh yang di kubur di sana.

Ada rahasia yang belum terungkap di dasar Mile Stone yang terkenal kejam. Sarah harus menghadapi, dan mencari tahu apa yang sebenaranya tersembunyi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Hancurnya lukisan-lukisan James membuat Sarah waspada, takut kalau-kalau pria itu menabuh genderang perang dan kembali mengacak-acak kamarnya. Sarah bersembunyi di lemari pakaiannya ia siap menghadapi malam dan siap menghadapi James dengan sebuah tongkat kasti bersamanya, yang begitu nanti James mencul di kamarnya, Sarah bisa langsung memukulnya.

Sepanjang malam Sarah terjaga, tak ada tanda-tanda kedatangan James, bahkan hingga pagi menjelang. 'Mungkin dia menyerah,' batin Sarah sembari tersenyum, ia berharap James menyerah dan tak menginginkan rumahnya lagi.

Rasa lega Sarah seketika hilang ketika ia mendengar derit dari rangka tempat tidurnya, Sarah pun mengintip dari pintu lemari, ia melihat sudut tempat tidur terangkat dari lantai. Gerakannya sama sekali tidak mulus, seperti sebuah video yang dipercepat. Rangka tempat tidur terangkat dan jatuh dengan bunyi berderak yang membuat gigi Sarah bergetar.

Sarah melihat sesosok makhluk mengerikan berwarna merah dengan urat-urat gelap, dan daging segar yang tampak di sekujur tubuhnya. Jari-jarinya begitu panjang, mulutnya memenuhi kepala sehingga Sarah bertanya-tanya di mana letak otaknya jika kepalanya hanya berisi mulut.

'Ini adalah rumahku, aku tidak takut pada apa pun saat ini, tidak sekarang dan selamanya,' batin Sarah, ketika melihat mulut makhluk itu menganga dan dipenuhi air liur kental beraroma buah yang familiar bagi Sarah. Sarah menjentikkan jarinya empat kali, dan menghela napas lega saat makhluk itu bergerak keluar dari kamarnya, tapi seketika Sarah teringat akan ibunya yang terbaring di ruang makan.

Ketika Sarah keluar dari lemarinya, ia mendengar erangan keras dari ruang makan tempat tidur ibunya. Ruangan itu sangat gelap dan pekat, hal yang tak pernah terjadi sebelumnya, tak ada seberkas sinar mentari pun yang masuk. Aroma buah yang sangat familiar semakin tercium dari pintu.

“Jangan. Tolong.” Kaki Sarah membawanya melintasi pintu masuk lebih cepat dari yang ia kira, ia mengulurkan tangannya ke dalam kegelapan ruang makan dan menampar dinding sampai tangannya menemukan tombol lampu.

Apa pun yang terjadi antara Caroline dengan makhluk dari bawah tempat tidur, Sarah ingin melihatnya, ia harus melihatnya. Saklar lampu menahannya seperti ritsleting yang macet. Sarah menekannya, kuat dan mantap. Setelah berkali-kali menekan tombol, akhirnya lampu berkedip-kedip, lalu terang. Sarah mengerjap karena cahaya yang tiba-tiba itu, matanya menyesuaikan diri untuk melihat apa yang ada di dalam mulut ibunya.

Kepala Caroline dimiringkan ke belakang, mulutnya menganga. Ada cairan abu-abu gelap mengalir di dagu, leher, dan dadanya. Tenggorokan dan dadanya bekerja seperti kontraksi otot seekor ular yang sedang makan. Dua pasang jari milik makhluk di bawah tempat tidurnya, terlalu panjang dan terlalu tajam terkumpul di antara bibir ibunya seperti bunga yang menyembul dari dalam vas.

Sarah mendengar bunyi serak dari dalam tenggorokan ibunya, kemudian tubuh Caroline terangkat sekali lagi. Jari-jari itu menghilang di antara bibirnya, masuk ke dalam mulutnya, tenggorokannya, dan kemudian hilang.

Mata Sarah menelusuri jejak lembap dari cairan hitam tebal yang mengikuti jari-jari itu, masuk ke dalam mulut dan lubang hidung ibunya dan menghilang. Sarah berdiam diri di ambang pintu, tangannya membekap mulutnya. “Mom?” ucapnya dengan suara yang begitu lembut hingga telinganya sendiri pun tak mendengarnya dengan jelas.

“Sarah,” suara Caroline terdengar serak, ia berkedip beberapa kali, sebaab noda gelap menutupi matanya. “Aku bilang tolong jangan, aku tidak ingin kamu masuk ke sini. Aku... aku tidak ingin kamu melihatku seperti itu. Kamu tidak seharusnya melihatnya.”

“Ya Tuhan,” bisik Sarah.

"Tapi sepertinya sudah terlambat, kau sudah melihatnya."

...****************...

Sarah terus mengamati makhluk itu yang mengangkat tangan ibunya ke mulutnya dan menyentuh sudut-sudutnya, menyapu noda abu-abu yang lengket seolah-olah sedang merapikan lipstiknya sembari mengeluarkan suara-suara yang tak asing di telinga Sarah.

Itu adalah suara ibunya, dulu ia mengira itu adalah suara dari penyakit ibunya, tapi sekarang suara itu adalah suara makhluk dari bawah tempat tidurnya. “Keluar dari tubuh mommy,” bisik Sarah. "Keluarlah." Sarah tak ingin makhluk itu mengganggu ibunya.

“Keluarlah dari mommyku,” bentak Sarah ketika makhluk itu tersenyum padanya seolah mengejeknya. Sarah terpaku di tempatnya berdiri, seolah-olah di papan lantai ada tangan yang mencengkeram pergelangan kakinya. Hal itu membuatnya teringat akan kelumpuhan pada tidurnya, yang tidak bergerak. Sarah bertanya-tanya apa kelumpuhannya yang pernah ia alami karena makhluk itu?

Makhluk itu tertawa, dan Sarah tidak tahu apakah itu tawa ibunya atau bukan. Sudah lama sekali ia tidak mendengar tawa ibunya yang sesungguhnya. “A—aku melihatmu masuk ke dalam tubuh mommy. Sudah berapa lama kau berpura-pura menjadi mommy?”

Senyuman menghilang dari wajah ibunya. "Oh," ucapnya. “Tergantung kau mendefinisikan kata 'mati' itu sendiri seperti apa."

Sarah mengerutkan keningnya, ia sama sekali tak mengerti apa yang makhluk mengerikannitu katakan. "Ketika ada bagian dari tubuhnya mulai membusuk, aku akan membantu memuluskan semuanya. Puncak kondisi memburuknya ketika aku meneleponmu dan memintamu pulang."

"Kau yang meneleponku?"

Makhluk mengerikan itu mengangguk. "Ya, aku membutuhkan bantuanmu untuk membereskan rumah ini. Tapi ngomong-omong, ini akan segera berakhir, kita harus membicarakan—”

“Apa maksudmu ini akan segera berakhir?" Sarah mencengkeram tepi piyamanya. “Apa karena mommy akan betul-betul meninggal?”

Makhluk itu mengerucutkan bibir ibunya. “Oh, Sarah,” ujarnya. “Dia sudah mati saat makan malam pertama yang kamu hadiri di sini."

Sarah ingat itu, ia ingat semuanya. “Itulah sebabnya kamu tidak membutuhkan apa pun. Makanan, air, bantuan pergi ke kamar mandi?"

"Ya, kurang lebih seperti itu." Ketika makhluk itu tertawa Sarah mendengar suara pintu depan terbuka, namun ia tak menghiraukannya sebab sudah pasti James.

"Sarah, apa kau ingat kejadian di ruang bawah tanah malam itu, bersama Brandon? Aku yang membuat luka di perutnya semakin dalam sebab aku haus. Ayahmu sudah beberapa hari tak memberiku darah."

Mulut Sarah menganga, pantas saja posisi pisaunya berbeda dari yang ia letakan. "Sayangnya kau dan ayahmu datang lebih dulu, jadi aku tidak bisa meminum darahnya lagi," lanjut makhluk itu.

"Jadi kau minum darah? Apa kau juga menghisap darah mommy?" ia teringat akan kotak jus yang kemarin ia ambil di kulkas untuk ibunya.

"Perjanjian yang kubuat bersama ayahmu adalah dia akan memberikan banyak darah untukku, ketika dia tidak bisa lagi memberiku darah karena dia di penjara, aku mengambil darahnya di sana, lalu yang terakhir adalah ibumu. Aku menghisap darah ibumu tidak sekaligus, dan aku memerlukan bantuan jus buah untuk memyamarkan aroma darah."

Air mata Sarah mengalir deras di wajahnya, ingin rasanya ia menghampiri makhluk itu dan membunuhnya tapi kakinya masih terpaku di lantai, ia sama sekali tak dapat menggerakannnya.

"Itulah yang di namakan penebusan, orang tuamu harus membayarnya dengan ketika mereka tidak bisa memberiku darah."

Sarah menekankan kedua telapak tangan ke matanya hingga bintik-bintik putih terang berkobar di balik kegelapan kelopak matanya yang tertutup. Sarah memikirkan rambut yang menyumbat saliran kamar mandi, suara-suara di bawah kolong tempat tidurnya, pisau yang berada di kamarnya, hingga suara di pipa saluran bawah tanah, itu semua adallah ulah dari makhluk mengerikan yang ada di hadapannya. "Oh kau sungguh sangat mengerikan, apa kau juga akan membunuhku setelah kau selesai dengan mommy?"

1
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku gk ngerti maksud james ini apa?
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
apa maksud Caroline, gk boleh anak nya memanggil mommy
Dwisya Aurizra
alhamdulillah akhirnya ibu Brandon berdamai dengan keadaan dan mau menerima sarah dan bayinya, eh... namanya Rey... tapi bukan Reysa kan, soalnya itu nama gadisku... tapi kalo iya juga aku seneng kok
Irma: Rey aja mba, cwo anaknya.
total 1 replies
Dwisya Aurizra
itu kodok apa katak, ah...lupa ... 🤦‍♀️🤦‍♀️
Dwisya Aurizra
ooh jadi itu alasannya, tetap... ingin yg pertama😁
Dwisya Aurizra
akhirnya sarah dan Brandon berjodoh 😍😍
Dwisya Aurizra
jadi terlihat lebih hidup 😍
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wahhhh baru ini baca cerita Ka Irma dari awal sampai akhir dibikin tegang...
semua dibikin teka teki smpai mnuju bab2 akhir...

Ga ada clue alasan atau apa yg melatarbelakangi Samuel melakukan pesugihan/kejahatan...membuat reader mencoba menebak nebak apa yg terjadi 🤭🤭

Overrall ceritanya seru dan menarik..
pesan dari cerita ini.., hiduplah dengan rasa syukur yg telah Tuhan berikan..jangan pernah brrsekutu pada jin utk menghalalkan segala keinginan kita.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Alhamdulillah..akhirnya luluh juga ibunda Brandon.. dan mau menerima sarah dan cucunya...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
waahhh akhirnya Sarah dan Brandon menikah..
akhir yg bahagia utk mereka
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Ahhh....Akhirnya ibunya pergi jugaa....😥😥😥
tp paling tidak Sarah bs melihat wajah ibunya yg sperti dulu
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Mngkinkah di dalam perjanjian Samuel dengan mahluk itu..tidak boleh menyakiti Sarah? jd ketika mahluk tsb menyakiti Sarah..miles stone bergetar ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
isshhh bayanginnya ini gmna yaa...😱😱😱😱🙉
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Lalu James? apa James tau mngenai mahluk ini ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
mengerikannn..jd selama ini mahluk itu masih ada...karena ayahnya dipenjara, akhirnya ibunya Sarah yg berkorban.
Apakah ini alasan ibunya Sarah..agar sarah pergi dan jangan pulang ke rumah? agar tidak diambil darahnya...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagaaa..jadi Caroline sdh tiada dan selama ini mahluk itu yg masuk kedalam yubuh ibunya...😱
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
maksudnya ini Caroline diapain ?
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
ya ampuunnn mahluk apalagi ini...?
apa dia mahluk yg menyebabkan ayahnya Sarah melakukan pesugihan..
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
maksud hati ingin menolong ayahnya malah ternyata ayahnya ditangkap utk melindungi Sarah...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Ohhh jadi Ayahnya Sarah mengakui kesalahan krn tidak mau Sarah ditangkap
berarti selama ini Sarah juga tauu klu ayahnya melakukan pesugihan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!