Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.
Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.
“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.
Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alysia 30
Damian masuk ke dalam mobil, mengunci pintu, dan membiarkan ketenangan sesaat menyelimutinya sebelum badai berikutnya menghantam. Dia tahu, langkah yang baru saja di ambil di rumah orang tua Alysia adalah awal dari perang terbuka. Dia tidak lagi bersembunyi.
Damian memacu mobilnya kembali ke kantor, namun kali ini dengan pikiran yang jauh lebih jernih.
Sesampainya di lobi, atmosfer kantor terasa berbeda baginya. Rasanya Damian ingin segera pergi meninggalkan tempat yang penuh tipu daya dan kemunafikan ini. Terutama dari ibunya.
"Pak Damian, maaf di dalam ruang tamu ada Pak Kuncoro dan Bu Berlian. Mereka menunggu anda dari lima belas menit lalu! Sepetinya mereka..."
Helen sang sekretaris, salah satu orang kepercayaan ibunya segera menghampiri Damian dengan wajah yang di buat-buat khawatir. Namun, tanpa menjawab atau melirik ke arah Helen, Damian segera melangkahkan kakinya menuju ruang tamu tempat dua orang munafik berada di sana.
"ck! Sok cool sekali sih kamu Damian! Padahal aku tahu kamu juga nggak cinta sama istri kamu yang jelek itu! Aku dan Berlian juga jauh lebih cantik Aku!" dengus Helena kesal.
Damian berjalan dengan tegap dan penuh percaya diri menuju ruang meeting. Di dekat pintu luar, Rian sudah menunggunya. Damian memberi kode agar dia juga masuk ke dalam ruang tamu bersamanya. Rian yang paham mengikuti langkah atasannya.
Di sana, sudah menunggu Berlian, dan Pak Kuncoro. Wajah mereka tidak lagi menyiratkan wibawa, melainkan kemarahan yang meluap-luap yang siap mele-dak kapan saja.
"Damian! Berani-beraninya kamu mengabaikan panggilan kami!" teriak Berlian saat Damian baru saja melangkah masuk tanpa diundang.
Damian menutup pintu rapat-rapat, menguncinya dari dalam. Dia berdiri tegak, tangannya terselip di saku celana, menatap keduanya dengan pandangan dingin yang membuat mereka sedikit tersentak. Di sebelahnya ada Rian juga yang berdiri dengan tegak.
"Apa kamu mengira kalau aku sedang bermain-main dengan ucapanku, Damian? Sampai kamu mengabaikan keinginan putriku?" Pak Kuncoro bicara dengan penuh emosi.
"Keinginan apa? Untuk menemaninya ti-dur tanpa adanya ikatan pernikahan? Maaf aku bukan pria murahan! Bahkan menemaninya makan malam saja sudah membuat aku malu pada diriku sendiri. Sehingga setiap setelah makan malam dengan anakmu itu aku harus tidur di ho-tel dan berbohong pada istriku. Agar dia dan anakku tak menci-um bau wanita murahan yang baru saja ku temani makan malam karena paksaanmu dan ibuku!" jawab Damian lantang, tegas dan tanpa ada lagi tunduk pada mereka berdua hanya karena keduanya pemegang saham yang cukup besar di perusahaan.
"Kau! Kau bilang apa? Kau bilang aku wanita murahan? Lancang sekali mulutmu itu Damian! Aku memang menginginkanmu! Dan aku juga tahu pernikahanmu itu juga tak normal kan? Kau tak mencintai istrimu! Dan bahkan istrimu adalah wanita mandul yang tak bisa memberikan keturunan untukmu!" teriak Berlian.
"Kata siapa istriku Mandul dan aku tak mencintainya? memangnya kamu ada dalam pusaran rumah tanggaku?" jawab Damian walau hatinya berdenyut.
Ternyata dia baru menyadari sikapnya yang dingin kepada Alysia bisa di lihat dengan jelas oleh orang luar. Selama ini dia benar-benar sudah menyakiti hati istrinya. Dan selama enam tahun Alysia bahkan tak pernah mengatakan rasa sakit hati yang dia rasakan dari perlakuan dan pandangan orang-orang terutama ibunya sendiri. Ternyata dia sering datang menemui Alysia dan membuatnya sakit hati.
"Kau pikir aku main-main dengan ucapanku, Damian? Aku sudah bilang, aku akan menarik seluruh modal jika kamu tidak segera menyelesaikan masalah internal ini dan berhenti bertingkah seperti anak kecil yang merajuk!"
Damian tertawa kecil, suara yang terdengar sangat meremehkan.
"Tarik saja, Pak Damian jika memang anda menginginkan hal itu!" jawab Damian santai.
"Apa? Apa kamu sudah gi-la Damian? Kamu tahu berapa persen saham yang di miliki Papa di perusahaan ini kan? Jangan terlalu egois dan juga sok menjadi suami yang mencintai istrinya!"kesal Berlian.
"Kamu tinggal menceraikan dia dan menikah denganku! Apa salah dan susahnya! Toh kalian tak saling cinta! Dan soal Arkhasa, dia sudah mulai besar dan pastinya mengerti. Kalau ibunya berganti!"
Damian tertawa cukup keras untuk pertama kalinya membuat ayah dan anak itu heran. Tawa Damian menggema di ruang tamu yang kedap suara itu, dingin dan penuh dengan nada sarkasme yang tajam. Ia menghentikan tawanya sejenak, lalu menatap Berlian dan Pak Kuncoro secara bergantian dengan tatapan yang seolah merobek topeng keserakahan mereka.
"Pernikahan yang tidak normal, katamu?" Damian melangkah maju satu langkah, membuat Berlian refleks mundur.
"Justru pernikahan itu adalah satu-satunya hal yang membuatku tetap waras di tengah lingkungan penuh lintah seperti kalian."
Damian menoleh ke arah Rian.
"Rian, siapkan dokumen pembatalan kerja sama investasi dengan Pak Kuncoro dan grup perusahaannya. Tapi sebelum itu adakan rapat darurat bersama dewan direksi dalam satu jam. Dari sekarang!"
"Baik, Pak Damian," sahut Rian tegas, langsung membuka tabletnya dan mulai mengetik dengan cekatan.
"Apa kamu sudah gi-la Damian? Ibumu pasti akan murka dan marah besar padamu jika tahu Papa benar-benar menarik seluruh saham dan juga membatalkan kerjasama!" Teriak Berlian mulai merasa panik.
Tak mengira jika Damian sekarang akan lebih berani. Biasanya jika dia menyebut nama Bu Chintya dia akan tunduk dan kembali menuruti keinginan mereka. Ada apa dengan Damian saat ini? Kenapa dia berubah.
Wajah Pak Kuncoro memucat, lalu berubah merah padam.
"Kau benar-benar sudah gila, Damian! Perusahaanmu akan hancur dalam semalam jika aku menarik modal itu! Kamu pikir kamu bisa memutar roda perusahaan sebesar ini tanpa sokongan dana kami?"
"Dulu mungkin iya," potong Damian tenang.
"Kau! Tunggu saja Bu Chintya sedang dalam perjalanan ke sini, dia pasti akan benar-benar marah dan murka padamu!" Berlian benar-benar tak habis fikir dengan semua tindakan dan ucapan Damian.
"Baguslah kalau ibu juga sudah menuju ke sini. Jadi Rian tak perlu repot-repot menghubunginya datang untuk rapat bersama dewan direksi. Silahkan kalian bisa tunggu di ruang meeting yang akan di mulai satu jam lagi. Panggil juga tim ahli kalian untuk berjaga-jaga! Kita akan hitung-hitungan yang cukup sulit dan agak rumit!" ujar Damian melangkah keluar dari ruang tamu dengan santai setelahnya.
"Kau! aku pastikan kamu akan menyesal Damian!" teriak Berlian murka tapi Damian tak peduli dengan ancaman dan teriakan Berlian.
biar dy juga merasakan apa yg km rasakan Selama 6th Alysia ,,
cowok yg kayak gini nich...yg berpotensi menghancurkan rumah tangga sendiri,usia boleh dewasa tapi sifatnya yg masih belum dewasa....cerai aja sich alysia,di luar sana masih banyak laki-laki yg lebih dari si Damian,ngapain kamu masih mempertahankan laki laki yg masih belum selesai sama masa lalunya...cuman buang waktu juga nyakitin dirimu sendiri aja.
bukti kan dg tindakan mu
6th sia sia buang waktu.
cerai trus upgrade diri ntar semoga dpt jodoh yg lebih Dr Damian. yg penting gk di setir ortu plus laki yg terbuka dng masa lalu serta yg sdh moveon.
jika km tlah melihat kesungguhan serta bukti bahwa Damian bnr2 berubah ,, baru deh kesempatan mau km kasih atau gx ,,
terlalu takut kehilangan harta Dunia ,,
skraaang yg perlu km lakuin hanya memperbaiki semua ny Damian sblm bnr2 terlambaat