Nagita Mahendra harus menerima kenyataan pahit jika ternyata dia telah di hianati oleh tunangan dan sahabatnya. Setelah mengetahui semuanya, Nagita menjadi lebih dingin dan berniat membalaskan sakit hatinya. Di saat yang sama, ada seorang laki-laki yang bernama Damian Wijaya klien dari ayahnya. Di menawarkan diri untuk membantunya dengan berpura-pura menjadi kekasih Nagita. Hingga hubungan pura-pura itu berlangsung lama, dan membuat hati Nagita kembali bisa merasakan indahnya cinta. Bagaimana kisah Nagita yang harus berjuang melupakan kisah cintanya kepada Damian setelah mengetahui jika ternyata laki-laki itu sudah mempunyai seorang tunangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viar05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Damian Menemui Orang Tua Nagita
"Pagi Ma?" sapa Damian, lalu duduk di depan Soraya.
"Ya ampun Damian, wajah kamu kenapa?" tanya Soraya terkejut.
"Tidak apa Ma! Ini hanya luka kecil." Ucap Damian enteng.
"Apa terjadi sesuatu semalam?"
Kemudian Damian menceritakan semua yang terjadi, dia tidak ingin membuat mamanya tambah khawatir.
"Kenapa bisa begitu? Apa kamu punya musuh Damian?"
"Aku tidak tahu Ma, Adnan masih menyelidiki semuanya." Ujar Damian.
"Semoga saja secepatnya mereka menemukan siapa dalang di balik
semuanya." Ucap Soraya.
"Iya Ma,"
Damian tidak mungkin mengatakan yy.jika Brian orang nya. Dia tidak mau kembali membuat mamanya syok.
Jam delapan pagi Brian sudah berada di kantornya, kali ini dia tidak terlalu sibuk jadi bisa bersantai sejenak. Adnan masuk membawa berkas yang di minta oleh Damian.
"Maaf Pak ini yang Anda minta," ucap Adnan.
"Apa kamu sudah mendapatkan berita dari mereka?" tanya Damian sambil membuka berkas yang diberikan oleh asisten nya.
"Mereka belum mau bicara Pak!"
"Sial! Kita temui mereka sekarang juga. Aku ingin lihat apa mereka masih bisa menutup mulutnya." Ucap Damian lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya.
Adnan mengikuti kemana bosnya pergi. Mereka berdua sedang menuju ke sebuah gudang yang sudah terbengkalai, dan hanya Damian dan anak buahnya saja yang bisa masuk ke sana.
Mereka langsung menunduk hormat saat Damian baru datang di sana.
"Selamat siang Bos!" ucap orang kepercayaan Damian lalu menberikan jalan untuk Damian.
"Siapa yang menyuruh kalian semua?" tanya Damian tanpa basa-basi.
Namun hening tidak ada jawaban, membuat Damian tersenyum.
"Jadi kalian lebih memilih mereka menderita!" ucap Damian sambil memperlihatkan sebuah sekolahan. Membuat Salah satu dari mereka terlejut.
"Apa maumu?" tanya laki-laki itu akhirnya membuka suaranya.
"Aku hanya ingin tahu siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu." Jawab Damian santai sambil memainkan pisau kecil di tangan nya.
"Aku akan mengatakan nya, tapi aku mohon jangan ganggu mereka." Pinta laki-laki itu.
"Tergantung jawabanmu. Jika memuaskan, aku akan melepaskan mereka dan menjamin keselamatan keluarga kalian." Tutur Damian.
"Brian yang menyuruhku, dia membayarku mahal untuk mencelakai mu." Ungkap laki-laki itu lagi.
"Jadi benar! Si br*ngs*k itu dalangnya." Ucap Damian.
"Sekarang dimana laki-laki itu berada?" tanya Damian meminta kepastian.
"Di sebuah apartemen di jalan Kenanga, dia tinggal di unit 15."
"Bagus! Aku suka jawabanmu. Kalian ikut dengan ku sekarang, dan sisanya kalian bereskan mereka berdua." Perintah Damian, lalu pergi bersama Adnan dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan, Damian hanya diam. Hingga mereka sampai di sebuah gedung ynag tidak terlalu besar, namun terlihat nyaman. Anak buah Damian segera keluar dari mobil dan masuk kedalam gedung itu, sedangkan Damian masih menunggu di mobilnya. Tidak lama, anak buahnya keluar dan masuk kembali kedalam mobil.
"Apa ucapannya benar?"
"Iya Bos! Tapi Brian memakai identitas palsu, karena tidak ada ynag bernama itu di sana." Ucap anak buahnya.
"Biarkan mereka bersenang-senang dulu, dan tetap awasi mereka."
"Baik Bos!"
Damian memutuskan untuk kembali ke kantornya. Dia ingin memikirkan rencana untuk memberi pelajaran untuk Brian.
*****
Malam ini Nagita benar-benar tidak bisa tidur, sejak mimpinya semalam. Dia merasa selaku gelisah dan terus ingat dengan laki-laki yang menjadi ayah dari bayinya itu.
"Kamu kenapa belum tidur Sayang?" tanya Melissa saat ingin mengantarkan sudu hamil untuk putrinya.
"Aku belum ngantuk Bunda!" jawab Nagita bohong.
"Tumben kamu belum ngantuk, biasanya kamu paling tidak bisa tidur malam-malam. Ada masalah apa? Ceritalah Sayang, jangan memendam nya sendirian." Ucap Melissa.
Nagita langsung memeluk bundanya, "Maafkan aku Bunda! Tapi aku ingin bertemu dengan Damian." Ucap Nagita sambil menangis.
"Bukannya kamu tidak mau bertemu sama dia?" tanya Melissa.
"Semalam aku bermimpi buruk tentang Damian Bunda, aku takut sekali." Tutur Nagita.
"Jadi seharian ini kamu tidak fokus gara-gara mikirin dia?"
"Iya Bunda, bahkan bayi didalam perutku tidak bisa diam dari tadi Bunda. Apa yang harus aku lakukan Bunda?" ucap Nagita lirih.
"Kamu tenang dulu Sayang, bunda janji bakalan bantuin kamu. Sekarang kamu tenang dulu, dan istirahatlah. Jangan lupa minum susunya dulu!"
"Iya Bunda terima kasih."
"Sama-sama Sayang!"
Nagita segera meminum susunya sampai habis. Setelah itu Melissa keluar dari kamarnya Nagita. "Apa yang harus aku lakukan Tuhan!" batin Melissa merasa bingung.
"Bunda kenapa seperti orang bingung?" tanya Arjuna yang baru saja pulang bersama ayahnya.
"Nagita!" ucap Melissa.
"Apa yang terjadi dengan Nagita Bunda?" timpal Dion ingin tahu.
Mereka lalu duduk dan menceritakan tentang keinginannya Nagita.
"Apa dia serius ingin menemui laki-laki itu Bunda? Bukannya dia membencinya?" tanya Arjuna.
"Hus kmau itu kalau bicara suka ngelantur. Mungkin Nagita bilang begitu, tapi itu hanya di bibir saja. Buktinya dia sampai menangis karena merindukan ayah bayinya." Ucap Melissa.
Ketika mereka sedang mengobrol, seorang pelayan datang dan mengatakan jika di luar ada Damian yang ingin bertemu dengan Dion dan Melissa. Membuat ketiganya heran, kamidian tersenyum.
"Sepertinya kontak batin mereka begitu kuat Bunda." Ucap Arjuna.
"Ya sudah, ayah sama Bunda kamu mau temuin calon menantu kita Arjuna." Canda Dion, lalu berjalan menuju ke luar rumah bersama istrinya.
"Siap Ayah!" ucap Arjuna.
Kini Damian sudah duduk berhadapan dengan orang tuanya Nagita.
"Apa kabar Damian? Ada hal penting apa yang membuat kamu datang kesini malam-malam begini?" tanya Melissa membuat Damian merasa gugup. Jujur, dia lebih baik menghadapi kliennya yang jutek sekaligus daripada bertemu orang tua Nagita.
"Maafin aku Tante, Om jika sudah lancang datang menemui kalian. Aku ingin meminta izin untuk bertemu dengan Nagita Om, Tante!" ucap Damian.
"Apa hubungan kalian?" tanya Dion tanpa basa-basi.
"Saya mencintai Nagita Om," jawab Damian tegas.
"Sejak kapan?"
"Sejak pertama kalinya bertemu waktu itu Om?"
"Apa ada yang terjadi dengan kalian?" selidik Dion.
"Maafkan aku Om, waktu itu aku pernah meniduri Nagita. Dan aku sudah berniat ingin bertanggung jawab sama Nagita, tapi dia menolaknya dan malah menyuruhku untuk melupakan semuanya." Tutur Damian."
"Bukannya kamu sudah punya tunangan?"
"Itu bukan keinginanku Om? Sekarang aku berniat ingin meminta izin Om sama Tante untuk melamar Nagita."
"Apa Nagita mau sama kamu?"
"Aku sedang berusaha untuk meminta maaf sama dia Om, tapi Nagita masih belum mau menemuiku."
Hening sejenak! Damian merasa harap-harap cemas menunggu jawaban dari orang tuanya Nagita.
"Kami selaku orang tua tidak bisa mengambil keputusan begitu saja Damian. Tapi jika memang Nagita menerimamu, kami akan memikirkannya lagi."
"Iya Damian, tante setuju dengan ayahnya Nagita.
"Baik, terima kasih banyak Om, Tante! Kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Damian pamitan.
"Iya Damian sama-sama! Kamu hati-hati di jalan."
Damian mengangguk! Tanpa mereka ketahui jika Nagita sedang mendengarkan pembicaraan mereka bertiga. Nagita meremas ujung bajunya, dia tidak menyangka jika Damian akan mendatangi orang tuanya.
ku kasih bunga Thor biar semangat up nya💪🔥
d tnggu jdohnya arkana,biar ga jd playboy trs...😁😁😁