Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
Antonio menjadi geram. Wajahnya memerah menahan malu sekaligus murka.
Tanpa memedulikan rasa sakit yang mungkin dirasakan istrinya, ia mencengkeram pergelangan tangan Grizla dengan kuat, lalu menariknya paksa menuju sudut restoran yang sepi, jauh dari jangkauan pandangan teman-teman Grizla.
"Kamu ini apa-apaan sih, Grizla?!" desis Antonio tajam.
"Lepas, Antonio! Sakit!" Grizla mencoba menghentakkan tangannya, namun cengkeraman Antonio justru semakin mengerat.
"Sakit kamu bilang? Hatiku lebih sakit melihat kelakuanmu! Kamu malah bawa teman, dan ujung-ujungnya malah aku yang harus traktir! Kamu sengaja ingin memiskinkan aku, hah?!" Antonio menuding wajah Grizla, menahan suaranya agar tidak menggelegar dan memancing perhatian orang-orang yang lewat.
"Kalau duitku habis bulan ini, kita mau makan apa? Bagaimana dengan cicilan rumah? Bagaimana dengan cicilan mobil yang jatuh tempo minggu depan? Mikir kenapa, Grizla! Pakai otakmu!" katanya geram.
Grizla mengusap pergelangan tangannya yang memerah setelah Antonio akhirnya melepaskan cengkeramannya.
Ia menatap suaminya dengan tatapan dingin, sama sekali tidak gentar. "Oh, jadi sekarang kamu perhitungan sama temanku? Padahal mereka..."
Belum sempat Grizla menyelesaikan kalimatnya, suasana sunyi di sudut itu pecah oleh suara tawa yang sangat familier.
Dari arah pintu masuk restoran, datang tujuh orang ibu-ibu sosialita dengan pakaian yang luar biasa heboh, perhiasan emas bergelantungan mencolok, dan gaya yang terlihat norak.
Di depan gerombolan itu, berdiri Widya.
"Jeng! Ayo sini, sebelah sini!" panggil Widya setengah berteriak, melambaikan tangannya yang penuh dengan gelang keroncong ke arah teman-temannya.
Melihat ibunya datang membawa pasukan, Antonio langsung tertegun. Amarahnya pada Grizla mendadak membeku, berganti dengan rasa syok yang luar biasa.
Rombongan ibu-ibu itu pun mendekat ke meja besar di tengah restoran dengan langkah anggun yang dipaksakan.
"Wah, Jeng Widya, restonya mewah banget ya? Enggak salah nih kita makan di sini?" tanya salah satu temannya, bertubuh tambun dengan lipstik merah menyala.
"Aduh, Jeng Lastri, jangan kayak orang susah deh. Ayo jeng, buruan duduk. Langsung dipesan dong menunya! Malam ini aku yang traktir semuanya. Tenang aja, anak kesayangan ku yang bakal bayar nanti," sahut Widya sembari mengibaskan kipas tangan mahalnya.
"Wah, seriusan, Jeng? Asyik dong!" timpal ibu-ibu yang lain saling berbisik heboh.
Widya menegakkan dadanya, memamerkan senyum paling lebar yang ia miliki. "Kalian tahu sendiri kan, Antonio anakku itu hebatnya seperti apa? Bulan ini dia baru saja dapat bonus 40 juta lho! Makanya, uang segini mah kecil buat dia."
"Oh ya? Astaga, beruntung banget ya punya anak sukses kayak Antonio. Kalau begitu, bisa dong kita pesan menu seafood yang paling mahal sepuasnya?" tanya Jeng Lastri dengan mata berbinar-binar.
"Iya, iya, pesan aja! Nggak usah sungkan-sungkan. Pesan apa saja yang paling kalian suka, biar pelayannya catat semua," kata Widya tersenyum jemawa, tanpa tahu bahwa anak kandungnya sedang berdiri tidak jauh dari sana dengan wajah pucat.
Di sudut sepi, Grizla yang menyaksikan pemandangan itu perlahan menoleh ke arah Antonio.
Rasa kesal di wajahnya kini hilang, ia tersenyum miring dengan rasa puas.
"Lihat, kan?" bisik Grizla, suaranya terdengar begitu manis namun menusuk. "Bagaimana menurutmu, Suamiku yang terhormat?"
Antonio hanya bisa mematung, tenggorokannya mendadak kering kering.
"Ibu kandungmu sendiri aja bawa rombongan sirkus sebanyak itu, Antonio. Dan dengar sendiri kan? Mereka mau pesan makanan paling mahal di restoran ini," sindir Grizla penuh kemenangan.
Ia melipat kedua tangannya di dada, menatap Antonio yang kini mulai berkeringat dingin. "Sementara temanku? Cuma tiga orang lho. Dan total makanan yang mereka pesan bahkan nggak akan sampai sepersen dari total bon yang bakal dihabiskan oleh teman-teman ibumu itu. Sekarang coba katakan lagi padaku... siapa yang sebenarnya berniat memiskinkan kamu?"
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..