Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.
Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.
Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.
Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter — 19.
Suasana ruang rapat Romanov malam itu jauh lebih dingin daripada biasanya.
Leon Romanov duduk di kursi utama. Antonio berdiri di dekat jendela sambil menatap hujan yang belum juga reda. Lorenzo datang paling akhir, masih mengenakan pakaian yang berlumuran sedikit bercak darah karena baru kembali dari membersihkan sisa-sisa anak buah Moretti yang melarikan diri.
Velicia memasuki ruangan sambil membawa sebuah map hitam, seluruh mata langsung tertuju kepadanya.
"Aku sudah menerima laporan lengkap penyerangan di rumah sakit."
Velicia meletakkan map itu di atas meja, Antonio membuka isinya. Puluhan foto, daftar nama. Rekaman CCTV dan rute pelarian.
Antonio mengangkat alis. "Lengkap sekali."
Velicia mengangguk pelan, tatapannya berhenti pada satu foto Michael. Pria itu terlihat berada tidak jauh dari lokasi penyerangan. Namun di bawah foto tersebut terdapat catatan lain.
"Michael menembak tiga anak buah Moretti demi menyelamatkan target."
Leon ikut membaca laporan itu. "Lalu?"
"Michael memang ikut bekerja sama dengan Moretti." Velicia menarik napas pelan. "Tapi perintah penculikan, bukan berasal darinya."
"Apa bedanya? Tetap saja dia musuh!" Antonio mendengus
Velicia tidak membantah. "Benar, sekarang dia memang musuh kita. Tetapi aku tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan emosi."
Semua tahu, itulah alasan mengapa Velicia jauh lebih berbahaya dibanding kebanyakan bos mafia. Ia tidak pernah mencampurkan dendam pribadi dengan strategi perang.
Sementara itu, Michael sedang berada di mansion Kensington ketika Aaron masuk tergesa-gesa.
"Tuan."
"Ada apa?"
"Romanov mengirim seseorang.“
Michael langsung berdiri. "Biarkan dia masuk."
Seorang pria bersetelan hitam memasuki ruangan, di dadanya tersemat lambang keluarga Romanov. Ia berjalan tenang, lalu meletakkan sebuah amplop hitam di atas meja.
"Tuan Michael Kensington."
"Dari Nona Velicia Romanov."
Michael langsung membeku, tangannya sedikit bergetar saat mengambil amplop tersebut.
"Nona Velicia juga menitipkan pesan. Nona berkata, karena Tuan tidak pernah bersedia melepaskannya secara baik-baik... maka beliau memilih menyelesaikannya melalui jalur hukum. Dan... satu pesan lagi dari Nona besar. 'Mulai hari ini, kita tidak lagi memiliki hubungan selain sebagai orang tua biologis Vincenzo. Selebihnya, kita adalah musuh.'"
Kalimat itu menghantam Michael jauh lebih keras daripada peluru yang pernah menembus bahunya. Musuh, Velicia kini secara resmi menganggapnya sebagai musuh.
Pria utusan membungkukkan badan singkat. "Laporan sudah saya sampaikan."
Ia berbalik pergi, tidak ada sedikit pun rasa hormat kepada Michael. Karena di mata Romanov, pria itu tidak lagi pantas disebut keluarga.
Aaron berdiri beberapa meter di belakang, dia tidak berani menginterupsi.
Di balik hujan yang semakin deras diluar sana, dua kekuatan besar mulai bersiap menghadapi perang yang jauh lebih besar. Tidak ada lagi jalan untuk kembali, karena kini bukan hanya perebutan wilayah yang dipertaruhkan. Melainkan harga diri, keluarga, dan cinta yang telah berubah menjadi kebencian.
Markas Moretti Syndicate dipenuhi aroma mesiu dan darah.
Di atas meja panjang terbentang peta wilayah kekuasaan dunia bawah. Beberapa titik diberi tanda merah, menandakan wilayah yang dalam tiga minggu terakhir jatuh ke tangan Romanov.
Dante Moretti berdiri dengan wajah gelap.
"Aku tidak menyangka Leon bergerak secepat ini."
Salah seorang kapten menelan ludah. "Kita kehilangan tiga gudang senjata, dua jalur distribusi, dan satu pelabuhan."
"Tidak hanya itu." Kapten lain membuka map baru. "Banyak organisasi kecil mulai memutus kerja sama dengan kita."
Dante memukul meja. "Romanov sedang membuat kita terisolasi."
Saat itulah pintu terbuka, Michael masuk bersama Aaron. Seluruh mata memandang sang Bos Kensington.
Dante tersenyum tipis. "Kau datang."
Michael duduk tanpa ekspresi. "Aku datang bukan untuk berbasa-basi, aku ingin rencana."
Dante langsung membuka peta.
"Romanov terlalu kuat kalau diserang langsung."
"Lalu?"
"Kita hancurkan orang-orang yang menopangnya."
Michael mengernyit. "Dalam perang mafia, kekuatan bukan hanya jumlah pasukan, tetapi logistik."
Dante menunjuk beberapa titik.
"Seluruh jalur distribusi Romanov dijaga Lorenzo. Kalau Lorenzo sibuk... kita menyerang sisi lain."
Michael mengangguk pelan, ia benar-benar ikut menyusun strategi melawan keluarga tempat Velicia dilahirkan.
Namun di sudut hatinya, masih tersisa keraguan.
...*****...
Romanov Estate.
Antonio melempar sebuah map ke atas meja.
"Pergerakan Moretti mulai berubah."
Leon membuka laporan.
"Mereka berhenti bertahan dan mulai menyerang."
"Mereka membidik logistik." Velicia ikut membaca isi laporan.
Lorenzo tersenyum tipis. "Berarti mereka mulai memakai otaknya."
Antonio mendengus.
"Sayangnya... mereka terlambat."
Velicia menatap peta beberapa saat, kemudian menunjuk salah satu pelabuhan. "Mereka akan menyerang di sini."
"Kenapa?" Antonio mengangkat alis.
"Karena ini terlihat paling lemah."
Lorenzo tersenyum. "Padahal itu jebakan."
Velicia mengangguk.
"Biarkan mereka datang, jangan mencegahnya."
Antonio langsung memahami maksud adiknya. "Kita habisi semuanya sekaligus."
Tatapan seluruh keluarga berubah dingin, perang tidak lagi bisa dihindari.
Dan kali ini... Romanov memilih menjadi pemburu.
Tengah malam di pelabuhan Timur. Puluhan truk Moretti bergerak tanpa suara, Michael berada di mobil paling depan.
Aaron melihat jam. "Tiga menit lagi."
Dante menyeringai.
"Begitu gudang itu jatuh, Romanov kehilangan jalur laut."
Michael tetap diam, namun ketika mereka memasuki kawasan gudang, lampu tiba-tiba menyala. Seketika seluruh area terang benderang, Michael langsung mengangkat kepala.
Kosong, tak ada barang di dalamnya. Tidak ada kontainer satu pun, gudang itu kosong.
"JEBAKAN! PERGI...!" Dante berteriak.
"Terlambat." Suara dingin terdengar dari atas crane, semua orang mendongak.
Lorenzo Sullivan berdiri di sana, tangannya dimasukkan ke saku. Tatapannya setenang biasanya. Di belakangnya... ratusan anggota Romanov perlahan muncul dari berbagai arah. Mereka telah mengepung seluruh pelabuhan.
"Selamat datang." Antonio berjalan dari sisi kiri.
Leon muncul dari arah lain. "Kalian tepat waktu."
"Mundur!" Michael mengepalkan tangan.
Namun, suara ledakan mengguncang pelabuhan.
BOOM!!
Jembatan keluar hancur, seluruh pasukan Moretti kini terjebak. Lorenzo perlahan turun dari tangga besi, setiap langkahnya membuat suasana semakin mencekam. Tatapannya berhenti tepat pada Michael.
"Kalau kau datang sebagai tamu, aku akan menyambutmu. Tapi malam ini..." Lorenzo mencabut pistolnya. "...kau datang sebagai musuh."
Michael ikut mengangkat senjatanya.
Dua bos mafia kini berdiri saling berhadapan. Suasana begitu sunyi, tak seorang pun berani bergerak. Semua tahu, satu peluru saja akan menjadi awal perang besar yang sesungguhnya.
apa g nyesek tuh Michael 🤣🤣🤣🤣🤣🤣