NovelToon NovelToon
Bos Perkasa Mengejar Istri Nakal yang Kabur

Bos Perkasa Mengejar Istri Nakal yang Kabur

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:228k
Nilai: 5
Nama Author: misshel

Demi terbebas dari tekanan Melia—ibunya, Olla memutuskan menikah dengan pria pilihan Melia bernama Alvin. Seorang pengusaha muda yang begitu kaku dan sombong.


Ia memberikan semuanya, agar di hari yang sama dia bisa melarikan diri dan hidup bebas.


Namun, kaburnya Olla setelah malam pertama, justru membawa petaka bagi Alvin Perkasa. Bagi Alvin, Olla adalah syarat mutlak agar dia bisa merebut kembali perusahaan warisan milik ibunya yang kini dikuasai oleh ayah dan kakak tirinya.

Bermacam cara Alvin lakukan, hingga akhirnya dia berhasil menemukan Olla, tetapi wanita itu justru selalu berhasil kabur setiap kali Alvin berusaha membawanya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon misshel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mati Langkah

Lapangan golf cenderung sepi di jam segini, tapi Andika sudah siap memukul bola. Ia begitu tenang seperti pohon besar yang tetap tenang meski badai sedang mengamuk. Ia tahu, sedang banyak perbincangan mengenai dirinya saat ini.

"Rupanya terlihat baik-baik saja tidaklah cukup." Andika bergumam saat mengayunkan stick golf penuh tenaga. Ia membuang napas saat melihat arah bola melambung.

Bola mendarat di tempat yang ia inginkan sehingga ia tertawa kecil. "Masih lumayan pukulanmu, Sayang."

Andika mengelus pelan stick golfnya yang mengkilat.

Rupanya, Edwin—orang yang ditargetkan Andika sedang memerhatikannya sejak tadi. Sejak kedatangan Andika, Edwin diam-diam mencuri pandang.

Dan seolah memang momen ini yang Andika tunggu, pria itu seperti notice kalau sedang diperhatikan sehingga ia menoleh tidak sengaja ke arah Edwin.

Andika tersenyum lalu dengan langkah yang dibuat setertarik mungkin dengan keberadaan pria itu, ia menghampiri Edwin.

"Rasanya mimpi semalam bukanlah kebetulan atau pertanda, tapi memang karena saya merindukan anda." Andika bersikap formal seolah jarak yang ada tidak membuatnya lancang. Hubungan mereka renggang—ingat ini selalu.

Edwin hanya menggerakkan kepala pelan sebagai jawaban. Ia kembali meminta stick yang tadi dipoles oleh sekretarisnya.

Ketika siap memukul bola, Edwin berkata. "Anda bilang, sampai kiamat Alvin tidak akan mampu memimpin perusahaan istri anda, ah, mendiang Nyonya Grace."

Andika tertohok diam-diam. Jadi beberapa orang masih ingat ucapannya tempo lalu rupanya. Pantas mereka berkasak-kusuk. Namun, pria itu tertawa pelan.

"Barang saja setiap waktu nilainya berubah, Pak Edwin ... manusia juga! Alvin sudah cukup membuktikan dirinya!"

Desing suara stick dan bola terpukul menjeda obrolan dingin keduanya.

Edwin mengawasi bolanya. Sebenarnya dia tidak peduli mau menyasar kemana bola itu. Dia hanya butuh di sini. Mencari entah apa yang bisa membuatnya tenang.

"Padahal, saya tidak pernah melihat Alvin berusaha. Sedikit lebih kuat saja tidak pernah." Edwin menatap Andika. "Anda memberikannya?"

Andika menunduk, senyumnya masih bertahta. Ia menata susunan katanya agar tidak terdengar kesal apalagi memihak.

"Jika iya, apa ini akan membuat anda senang?"

"Bisa ya, bisa tidak!" jawab Edwin seraya menatap kembali ke hamparan rumput yang sedikit menguning. "Kesenangan saya, tergantung apa keuntungan yang saya dapatkan dari anda dan Alvin! Besarnya juga tergantung banyak yang mana!"

Keuntungan pastinya. Andika tersenyum. "Saya jungkir balik membuat kualitas produk kami terjaga, pelayanan kami tetap prima ... tapi akan lain cerita jika berada di bawah pemimpin baru."

Edwin menoleh.

"Sekalipun dia sudah berusaha sangat keras, tapi pengalaman dan ujian dibawah tekanan tentu berbeda setiap orang kan? Usia tidak bisa membohongi." Andika mendekat selangkah. Andika cukup paham bagi Edwin; tidak ada keuntungan, artinya tidak ada kerja sama.

"Tapi bukan berarti, jika Demian menjadi presdir di sana, saya akan tetap bekerja sama, Pak Andika!" Edwin menyerahkan tongkat golf ke tangan sekretarisnya, lalu melepas sarung tangan. "Yang berkerabat dan bersahabat hanyalah Indira Grace dan orang tua saya, saya tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka kendati saya mewarisi usaha ayah saya."

Andika semula ingin mendekat lalu menepuk pundak Edwin, tetapi rupanya ia harus mengurungkan semua niatnya. Edwin tetap tidak mudah.

"Maafkan yang terjadi di masa lalu, Edwin! Wika bukan satu-satunya wanita di dunia—"

"Anda benar, Pak ... saya bisa memilih siapa saja selain dia. Dan jujur saja, saya menjauhi anda bukan karena Wika lagi. Bagi saya, Wika sudah mati!" Edwin segera berlalu, membiarkan Andika memikirkan sendiri kenapa dia bisa menjauhinya.

"Kau penipu busuk, Andika!" Edwin mengulurkan tangannya ke arah sekretaris yang sejak tadi kerepotan mengimbangi gerakan cepat Edwin.

Sekarang pun demikian. Sampai Edwin menoleh dan menatap sekretaris wanita yang baru bekerja tiga bulan lamanya.

"Sudah ku bilang, kau harus latihan bergerak cepat!" Edwin menatap ke bawah, dimana wanita 30an tahun itu menunduk dan mencari serampangan ponsel mahal miliknya.

"Kau harus aku training sendiri!" gumam Edwin. "Lumayan buat selingan!"

Edwin menghela napas lalu melambaikan tangan ke arah sopir pribadinya. Pria itu bergerak cepat dari arah belakang dan mengulurkan ponsel miliknya.

"Alvin sudah menunggu, kenapa kau ikut berhenti di sana!"

Pria itu membungkuk, lalu berlari menuju pintu keluar. Ia tidak paham, kenapa bosnya terlihat tidak senang, padahal dia biasa gembira pulang dari tempat ini.

***

Alvin melihat kedatangan Edwin lalu segera menyambutnya.

"Sebaiknya kau segera beres kan pria tua itu, Vin! Muak aku melihatnya kesana kemari dengan rambut palsunya itu!" Edwin misuh-misuh.

"Kau lebih berhak agar wanita incaranmu segera menjanda." Alvin bisa tertawa dan santai di hadapan Edwin, sahabatnya. "Tapi lebih baik, setelah dia janda, menikahlah dengan wanita baik-baik, campakkan Wika seperti dia mencampakkan kamu!"

"Savage ide kamu, Vin!" Edwin menepuk pundak Alvin dan segera duduk di meja yang dipesan Alvin. "Bagaimana pun, aku hargai dia sebagai ayah kandungmu. Wika tidak terlalu berarti bagiku."

"Pastikan saja perasaanmu sudah tidak ada ke Wika, baru aku jandakan dia!" Alvin menyesap minumannya.

"Ketika dia lemah, sebaiknya kamu bereskan sekalian! Jangan membuang waktu atau kau akan rugi sendiri! Meski Demian tolol, tapi Ayahmu pintar."

Alvin mengangguk. Ia paham benar soal itu.

"Ngomong-ngomong, istri kamu trending hari ini!" Edwin segera mengulurkan tangan dan mengisyaratkan dengan jari ke sekretarisnya. Tapi sayang, lagi-lagi ponsel Edwin masih harus dicari.

"Pak, ponsel anda mungkin tertinggal di mobil!" Sekretaris itu pucat pasi.

Edwin menggeram tapi ia mencoba bersabar. Namun tetap saja, Alvin tertawa dibuatnya. Edwin seumur hidup, belum pernah dibuat menunggu atau bersabar. Dan sekretaris itu tampaknya sedang mengajari Edwin dua hal itu.

"Ah, sial!" Edwin berdiri lalu menyeret wanita itu ke arah kamar mandi.

Alvin tersenyum sinis melihat kelakuan sahabatnya yang putus cinta tapi tidak mengaku itu. Ia membiarkan saja. Toh Edwin selalu memberi kompensasi atas service yang didapatnya.

Dan 20 juta bukan uang yang sedikit. Alvin tidak peduli, justru ia penasaran pada apa yang Edwin katakan. Lalu ia membuka ponsel untuk mencari tahu dimana istrinya trending.

Rupanya, video Olla dipagari orangnya menyebar di kalangan tertentu.

"Ini nggak benar!" Ia mengkhawatirkan kecepatan jempol netizen belakangan ini.

1
YPermana
miss ini kapan dilanjut?? 🥺🥺🥺
Daniah Andini
astagaaa, aku sudah sejauh ini, ternyata Hiatus setahun lamanya?
ada apa dengan kak misshel?
tumben2an ini
Daniah Andini
POV Olla: pegang erat aku vin, jangan pernah lepaskan, kalau kamu melepasku aku yang akan mencengkerammu menemprlimu bagai lintah agar kamu tak mudah melepasku
Daniah Andini
panji semoga berusaha menyelamatkan nyawa ool
Daniah Andini
sukurin sajalah, habis keras kepala bgt
Daniah Andini
Andika tidak waras yah, Alvin bukannya anaknya, sedang Demian hanya anak bawaan
Daniah Andini
Karena tujuan pernikahannya dari awal sudah salah, Ola capek ke ibunya, Alvin untuk syarat mengambil harta warisan ibunya
Sofiyana Sofi
karyamu sungguh bagus banget thor,, dilanjutin aja ceritanya thor,, biar pembacanya senang,, semoga autor selalu sehat, dan dapat update terus ceritanya.. kami para pembaca selalu mengunggu karya² u thor.. lanjutin ya Thor agar tidak menggantung ceritanya.. satu² dulu yg diselesaikan ceritanya thor,,
Rita Tanti
Luar biasa
Ayachi
Thorrr, Lanjutin dong thorr karyanya yang ini, plisss, gantung bangettt😭 udah hmpir setahun loh thorrr karyanya ga up lgi, pliss thorr up lgi😭🙏🥺💞
Ayachi
Thorr udah setahun lohh😭 kenapa ga di lanjuttin?😭 Hubungan Olla dan Alvin Masi dalam kesalahpahaman, Alvin pikir Olla Masi ingin bebas sperti saat olla belum mencintainya dulu, TPI Alvin ga TW Olla udah ada rasa sama dia, teruss Olla pake lupa lgi taruhan yg dia buat sama Alvin mengenai Wika, jdinya Olla mikir Alvin ga butuh dia lgi... Waduhh stidaknya jangan gantungin disaat mereka hubungan mereka belum baik² sja dong thorrr 😭 mana Alvin Masi belum sadarkan diri lgi, dihh gantung banget... mana udah setahun lagi, ini beneran ga mw dilanjutkan Thorr?😭 ceritanya lebih menarik dari kisahnya Dinka jujur😭💞
Ayachi
sindrom Stockholm klo ga salah
Ayachi
ANJIRRttt sakit jiwa, gada hati. Rill udah gada hati, ga tau diri, ga tau malu lagi. HEYY! Andika is just Grace's driver! Cuma gelandangan yg di angkat derajatnya dan apa? bukannya bersyukur dan berterimakasih malah ngelunjak, membunuh, bahkan tanpa belas kasih menyiksa anak kandung hanya karena lahir dari wanita yg dia ambil harta dan nyawanya, udah gitu tiap peringatan kematian Grace malah berpesta pora. GILAAA Rill sih GILAA. Rumah sakit jiwa atau penjara harusnya tempatnya
Ayachi
Jelas Olla emosi pas tahu, Damian dan Andika dengan tega meracuni orang² di desa demi mempertahankan harta yg bukan milik mereka, entah gimana Olla bisa tahu
Ayachi
Jika di logika kan, Cinta tidak ada kaitannya dengan bisnis, bisnis yah bisnis itu hal material yg tidak bisa di hubungkan dengan perasaan pribadi seseorang yg bersifat privasi, dalam bisnis jika memakai perasaan tanpa melihat keuntungan yah bukan bisnis menguntungkan malah merugikan dan hanya orang bodoh yg melakukan bisnis tapi mau merugi.

Hanya karena wasiat harus memiliki pasangan baru dapat mewarisi bisnis tersebut, bukti nyata seperti buku nikah sudah cukup untuk memenuhi syarat. Hal seperti cinta tidak dapat dijadikan syarat karena sesungguhnya perasaan adalah suatu hal yg tak bisa di lihat, bisa dibuktikan tapi tetap tidak diketahui bukti tersebut tulus atau tidak.

Jadi, si tua Andika dan Damian kalian yg tidak memiliki perasaan dan hanya dibutakan harta harusnya lebih paham hal tersebut tapi malah sok² bijak/baik + sok tau menilai pernikahan seseorang demi mempertahankan yg bukan milik kalian. Sudah Jelas Tololnya + tak Tau malunya deh😏
Ayachi
Si Alvin mau sok²an kuat nahan gitu, emng Lo Cassanova, yg pro? Rasain tuh lemes dibuat olla
Ayachi
Oll, brani Skali kmu😭 Polisi loh itu yg kamu ancemm😭😭
'Nchie
ya kalian memang serasi. Olla Alvin ..sama di curangi keluarga sendiri
'Nchie
jangan metong dong Olla kasian Alvin...meskipun sama2 gilanya tapi kalian cocok😂
'Nchie
cerita Olla malah seru banyak ngakaknya...Sony . Sony ..kasian banget kamu 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!