NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Menantu

Diamnya Seorang Menantu

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Aku hanya akan bertahan sampai titik kesabaranku habis dan jika waktu itu sudah tiba maka jangan salahkan aku bila akhirnya memilih untuk menyerah. Aku tidak mau bertahan pada orang yang tidak bisa menghargai keberadaanku dan tidak peka pada perasaanku. Sudah cukup banyak yang aku korbankan untukmu dan jika kau hanya menganggap semua perjuanganku hanyalah hal sepele. Lantas, salahkah jika aku menyerah?

Menikah itu berjuang bersama. Bukan berjuang sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DSM-28

Kutaruh sendok dengan gerakan cukup kasar. Selera makan yang barusan menggebu pun kini lenyap sirna sudah. Bahkan, aku sama sekali tidak ingin menghabiskan makanan tersebut.

"Katanya si Janda bekerja di kota, kenapa sekarang udah di kampung lagi? Tidak betah ya?"

Yuni, istri baru Mas Ashraf itu, duduk dengan santai di depanku. Senyumnya terlihat meledek dan mampu membuatku merasa jijik. Bagaimana bisa wanita itu tidak tahu malu padahal status jandaku itu juga ada sangkut paut dengannya. Jika bukan karena berselingkuh, mungkin aku masih mempertimbangkan keutuhan rumah tanggaku bersama Mas Ashraf.

Walaupun sudah kehilangan selera makan, tetapi aku mencoba untuk tetap menghabiskan sisa nasi dalam piring. Jangan sampai mubazir. Kubiarkan saja Yuni mengoceh. Kuanggap ia adalah anjing menggonggong.

Sangat pas, bukan?

Upsz!!

"Di mana Mas Ashraf?" tanyaku tanpa rasa bersalah. Padahal aku sangat malas jika harus menyebut nama lelaki itu, tapi sengaja kulakukan untuk membuat Yuni merasa panas. Ingin sekali kulihat wanita itu cemburu.

"Untuk apa kau mencari Mas Ashraf? Pasti kau mau mengemis minta balikan. Iya 'kan!" Suara Yuni terdengar seru. Sepertinya wanita itu sudah mulai terpancing.

"Tidak, untuk apa minta balikan sama dia. Untuk apa aku memungut barang bekas yang pernah kupakai. Bukankah kau tahu kalau barang bekas itu tempatnya di tempat sampah?" Aku menimpali dengan santai.

Jika dulu aku diam, sekarang tidak lagi. Harus kul lawan siapa saja yang sudah berani membuatku terluka.

"Satu hal yang harus kau ketahui, Yun. Biarpun aku ini janda, setidaknya aku ini janda berkelas. Bukan perawan murahan yang suka sama laki orang." Rasanya puas sekali berbicara seperti itu.

Aku sama sekali tidak merasa bersalah meskipun ucapanku ada yang melukai hati Yuni. Yang kulakukan adalah membalas mereka. Terkesan kejam, memang. Tapi, aku pun tidak akan menyakiti siapa pun jika orang itu tidak menyakitiku terlebih dahulu.

Kulihat kepalan tangan Yuni memukul meja. Bahkan, gigi wanita itu terlihat bergemerutuk. Bukannya takut, aku justru tersenyum sinis saat melihatnya. Jika Yuni hendak bersandiwara di depan umum maka aku pun akan melakukan hal yang sama. Agar kita impas.

Namun, ternyata tidak seperti itu. Yuni justru bangkit dan hendak pergi dari sana. Padahal wanita itu sejak tadi belum memilih makanan satu pun. Kubiarkan saja dan kucoba untuk bersikap tidak peduli.

"Yun! Ada yang ketinggalan!" teriakku

Menghentikan langkah Yuni. Kulihat wanita itu berbalik dan menatapku curiga. Namun, aku tetap berusaha terlihat tenang. "Aku lupa menanyakan satu hal. Bagaimana keadaan Ibu Sumarni, mantan Ibu Mertuaku. Apa dia masih baik padamu? Atau hanya baik di saat awal saja?"

Kutarik bibirku tersenyum sinis. Rasanya sangat puas melihat Yuni yang makin kelihatan kesal. Tanpa menjawab apa pun, Yuni langsung berjalan menghentak dan pergi dari sana.

"Dasar! Dia pikir aku akan kalah? Tidak akan!"

***

Waktu terus berlalu aku mulai betah bekerja di toko tersebut. Walaupun bosku sangat disiplin, tetapi aku suka. Justru makin bersemangat apalagi jika menatap wajahnya yang tampan itu.

Ah! Astaga. Pikiranku terlalu jauh. Jangan sampai aku bertindak seperti wanita murahan.

Setelah pertemuan dengan Yuni kala itu pun, aku tidak lagi bertemu dengannya. Mungkin wanita itu sudah kapok, tapi aku tidak peduli dengannya.

"Ira."

aku yang saat itu sedang menata barang pun terkejut ketika mendengar panggilan sang atasan. Aku segera mendekat ke sana. Berdiri menunduk di depannya sambil mendengarkan apa pun perintahnya. Namun, saat aku mendongak, kulihat ada satu bungkus besar kasur bayi yang terjatuh. Segera ku dorong tubuh bosku secepat kilat dan kami pun jatuh dalam posisi saling bertindih. Bukan hanya itu, bahkan kami saling bertatapan seperti dalam adegan sinetron.

Ya Tuhan, ini tidak aman untuk jantungku.

1
Rita Juwita
luar biasa...
Violet
Tdk harus ratusan chapter, cukup baca karya ini sat set sat set merangkum smua drama kehidupan didunia nyata apa adanya. Cukup percaya saja jika kita berani utk move on pastinya akan ada kebahagiaan yg sbnarnya yaitu terbebas dr sgala toxic.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Ran Aulia
Luar biasa
Yunerty Blessa
walaupun karya kak thor singkat tapi sungguh mantap sekali 👍👍..... teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. senang nya Ira hidup bahagia bersama Danu dan anaknya.. makasih kak thor 👍👍
Yunerty Blessa
syukur lah Ira sudah melahirkan baby..dah tiada gelaran mandul untuk nya..
Yunerty Blessa
Ira hamil tu.. sungguh topcer sekali Danu
Yunerty Blessa
siap pak Danu....moga dengan pernikahan ini Ira cepat hamil..
Yunerty Blessa
balasan buat kamu bu Sumarni dan Ashraf..
Yunerty Blessa
beruntung ada seseorang yang membantu Ira dan pasti nya Pak Danu
Yunerty Blessa
jangan mau Ira kalo Ashraf minta rujuk..
Yunerty Blessa
apakah anak Yuni bukan anak Ashraf..mana tau hamil dulu baru nikah dengan Ashraf..
Yunerty Blessa
biarkan saja Ira.. yang penting kau senang
Yunerty Blessa
jangan mau ditindas saja Ira..lawan mereka kembali..
Yunerty Blessa
yes akhirnya Ira terlepas juga dari 2 manusia durjana..... Ashraf pasti menyesal..
Yunerty Blessa
menyerah dan pergi saja Ira..apa lagi mertua setan mu setuju kalo Ashraf menikah dengan Yuni pelakor..
Yunerty Blessa
seperti nya mertua mu Ira menyokong kalo Ashraf dekat dengan Yuni..hati² bisa jadi Yuni pelakor
Yunerty Blessa
takutnya. Ashraf makin dekat dengan Yuni..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Ira..tapi Ashraf saja yang mau.. tidak tau apa yang dialami oleh Ira
Yunerty Blessa
tinggalkan saja suami seperti itu Ira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!