Ditinggalkan calon suami tanpa sebab tepat detik-detik dihari pernikahan membuat Arkana harus terpaksa menggantikan adiknya menikah dengan wanita yang tidak dia cintai padahal dirinya sendiri sudah memiliki kekasih.
Keyra menerima pernikahan ini lantaran tidak ingin membuat nama keluarganya malu. walaupun keduanya sama-sama tidak saling mencintai tetapi keduanya sepakat untuk bekerja sama saling menerima layaknya sepasang suami istri sampai Keenan ditemukan dan kontrak pernikahan mereka berakhir.
Disaat keduanya sudah sama-sama memiliki rasa nyaman, tiba-tiba Keenan dan kekasihnya Arkan datang secara bersamaan. Lantas bagaimana pernikahan mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Sampai di apartemen Keyra mencari keberadaan suaminya.
" Mas, kamu di dalam?" Panggilannya sambil mengetuk pintu.
Sekali, dua kali Keyra memanggil tak ada jawaban. Karena penasaran Keyra pun membuka pintu kamar Arkan, tetapi dia tidak mendapati suaminya disana. Keyra melangkah masuk untuk mencari di kamar mandi, mungkin saja laki-laki itu ada di sana.
" Mas." Saat Keyra hendak mengetuk pintu kamar mandi. Tiba-tiba pintu itu terbuka dan keluarlah Arkan yang baru saja selesai mandi.
Laki-laki itu nampak sangat segar, tubuh kekar yang masih basah, rambut acak-acakan membuatnya semakin tampan saja. Sejenak Keyra terpesona, sorot matanya memandang tubuh indah suaminya, perut sixpack yang banyak kotaknya, ingin Keyra menyentuhnya bahkan tanpa sadar tangannya bergerak sendiri.
" Keras," ucapnya tanpa sadar, tangannya meraba dada yang bidang itu lalu turun ke perut.
" Jangan di teruskan, Key." Dengan cepat Arkan menghentikan tangan Keyra, ini berbahaya.
Keyra yang baru sadar langsung melotot matanya. Buru-buru dia menarik tangannya dan membalikkan badan. Wajahnya sudah sangat merah apalagi saat ini Arkan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
" A-aku minta maaf," ucap Keyra malu. " Apa yang sudah aku lakukan?" Dia mengerutuki kebodohannya.
Arkan tersenyum, laki-laki itu memeluknya dari belakang.
" Sebenarnya boleh kok kalau kamu mau pegang lama-lama, hanya saja adikku bakalan tidak tahan," bisiknya.
" Adik?" Ulang Keyra, dia menoleh dan langsung di hadiahi kecupan di pipi oleh Arkan.
Padahal dia pulang ke apartemen lebih dulu lantaran hatinya sangat kesal dengan Keyra yang masih betah menunggu Keenan rumah sakit. Dan sekarang rasa kesel itu hilang seketika melihat daerah ada di apartemennya.
" Adik aku sebenarnya sudah bangun loh dari tadi," bisiknya kembali.
Keyra bener-bener tidak mengerti. " Adik yang mana? Keenan!"
Seketika Arkan langsung melepaskan pelukannya mendengar nama Keenan di sebut oleh Keyra. Moodnya berubah tidak baik hingga hawa dingin itu terasa di kamar itu.
" Apa cuma Keenan yang ada di pikiran kamu?" Tanyanya dengan nada datar dan dingin.
" A-aku ..."
" Keluarlah," usirnya.
" Mas ..."
" Pergilah, Keyra! Bukannya kamu ingin menemaninya, lantas untuk apa kamu pulang?" Ucapnya marah dengan nada tinggi. Arkan menghadap ke jendela. Arkan membuang nafas kasar.
Keyra merasa tidak enak, apalagi melihat amarah Arkan semakin membuatnya menyesal. Keyra langsung melangkah cepat dan memeluk suaminya itu dari belakang.
" Maafkan aku, bukan maksudku begitu Mas. Aku hanya ingin bertanya sesuatu padanya setelah dia bangun." Keyra menjelaskan.
Arkan memutar balik tubuhnya menatap Keyra.
" Maksud mu, apa kamu tidak bakalan balik sama Keenan?" Tanyanya memastikan.
Keyra menggeleng pelan, memang nyatanya dia tidak ada niat lagi untuk kembali bersama Keenan.
" Walaupun Keenan dinyatakan sudah sembuh?"
Keyra mengangguk yakin, dia yakin dengan pilihannya. Antara cinta dan nyaman, maka Keyra lebih memilih nyaman. Sebab itulah dia tidak ingin kembali pada Keenan dan tetap bersama Arkan laki-laki yang sudah membuat hari-harinya berubah.
" Apa itu artinya sekarang kamu memilihku? Dan tidak akan menyesalinya?" Kembali ingin memastikan. Arkan menatap lekat kedua bola mata istrinya itu.
Keyra kembali mengangguk yakin. " Iya Mas, aku memilih kamu. Karena sejujurnya aku sudah sangat nyaman saat bersama denganmu, aku tidak ingin kita berpisah Mas. Karena aku sudah jatuh cinta padamu!"
Keyra tak merasa malu mengungkapkan cintanya. Dia tidak ingin terus mengundang perasaannya yang sudah mulai tumbuh dan tidak ingin juga membuat Arkan menjadi salah paham, sebab dari itulah dia langsung mengutarakan perasaannya.
Arkan tersenyum lalu dia langsung mencium lembut bibir istrinya sebagai jawaban bahwa dirinya memiliki perasaan yang sama.
wes ganti critone ?