Demi melunasi hutang sang ayah, Aira terpaksa menjadi istri kedua Reyhan. Seorang CEO yang mencari istri untuk melahirkan anaknya. Hal ini dikarenakan sang istri dinyatakan mandul dan takkan bisa memiliki keturunan.
Namun, setelah menikah, Aira malah menemukan sebuah rahasia besar yang akhirnya mengubah semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngidam lagi
"Kenapa kamu gelisah terus, sih!" Raya melirik Aira dengan tatapan kesalnya. Sedari tadi, Aira terus gelisah dan tidak tenang sedari mereka menonton televisi.
"Maa, Ma, aku hanya....sedang itu....anu." Aira bingung harus berkata apa.
"Katakan saja, Aira, kamu ini kenapa kok kok bikin kesal" Raya semakin kesal melihat Aira bertele-tele.
"Itu, Ma, anu, aku....bayiku ingin seblak yang di gang depan." Akhirnya Aira mengutarakan keinginannya.
"Ya ampun, ingin seblak saja sampai gelisah begitu! Indiiii!" panggil Raya pada pelayannya itu.
"Iya, Nyonya," ujarnya setelah datang mendekat.
"Tolong belikan seb..."
"Ma, anu, bukan begitu. Aku ingin beli sendiri. Aku mau melihat bagaimana prosesnya," ucap Aira dengan tatapan ragu. Sejujurnya dia sangat takut jika Ibu mertuanya marah padanya.
"Ya sudah, Indi, panggilkan Reyhan," ucap Raya hingga membuat Aira tertegun. Mau apa memanggil Reyhan?
"Ya, Ma, kenapa?" sapa Reyhan setelah beberapa saat.
"Temani Aira beli seblak di depan. Dia ngidam ingin melihat bagaimana pembuatan seblak itu."
"Tapi, Ma, bagaimana kalau orang-orang lihat? Mereka akan tahu jika Aira adalah...."
"Bilang saja adik sepupu atau saudara dari kampung. Begitu saja repot. Makanya berani berbuat harus berani bertanggung jawab!"
"Iya, Ma, ayo, Ai," ajak Reyhan pada sang istri.
Mereka pun pergi ke gang depan dengan menaiki mobil karena jaraknya yang lumayan jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Sesampainya di sana, hanya ada beberapa orang yang tak dikenal Reyhan sedang mengantri.
"Pak, seblak satu, ya," ucap Reyhan pada si penjual.
"Untuk siapa, Mas?"
"Untuk adik ini," ujar Reyhan sambil menunjuk Aira.
"Baiklah, Mbak dan Mas-masnya. Boleh tidak jika saya membuatkan pesanan untuk bumil ini," ucap sang penjual.
"Tidak apa-apa, Pak. Dia kan sedang hamil. Sini, Dik, duduk," ucap salah seorang pria yang memberikan bangku yang didudukinya pada Aira.
"Terima kasih, Mas," ucap Aira sambil menundukkan dirinya di atas bangku.
"Setelah mereka selesai membelinya dan Aira melihat prosesnya, mereka pun bermaksud untuk pulang. Akan tetapi, malang sekali karena tiba-tiba sepasang mata yang sejak dari tadi memperhatikan mereka pun datang dan menepuk bahu Aira hingga dia berbalik.
"Astaga!" Aira terkejut setengah mati karena melihat seorang yang tak disangka akan ada di sini.
"Laras?" Aira menutup mulutnya saking tak percaya. Sepupunya ada di sini. Sudah pasti dia akan terkena masalah jika hal ini sampai bocor ke daerah rumah orang tuanya.
"Kamu? Kamu hamil, Ra?" tanya Laras yang juga syok melihat keberadaan Aira yang sedang hamil besar.
"Ras, aku bisa jelaskan. Kamu jangan salah paham. Aku...."
"Aku nggak sangka ya kalau kamu itu perempuan nggak bener. Kamu pacaran sama om-om terus hamil, Ra? Ya ampun, kamu itu kok jadi perempuan mur*han banget sih." Laras menatap perutnya yang mulai membuncit.
"Tidak, Ras, aku bisa jelaskan. Ini semua ti....."
"Aku akan bilang ke semua orang kalau kamu itu simpenan om-om! Biar semua orang tau kalau kamu perempuan nggak bener!"
"Siapa dia?" tanya Reyhan penasaran.
"Dia Laras, Mas, sepupuku," ucap Aira dengan tatapan ragu.
Reyhan pun memerhatikan bangunan di belakang Laras. Seorang pria juga baru keluar dari halaman bangunan itu dengan sepeda motornya. Dia melihat ke arah mereka seperti sedang menunggu Laras.
"Kamu mau mengatakan ini pada semua orang? Baik silakan, kami juga bisa mengatakan pada orang tuamu bahwa kamu dan pacarmu baru saja keluar dari hotel murah itu." Reyhan menunjuk hotel yang baru saja ditinggalkan Laras dan Bayu, kekasihnya.
"Eh, anu...itu, aku nggak dari hotel, kok." Laras menggelengkan kepalanya mencoba untuk meyakinkan mereka bahwa dia tidak dari hotel itu.
"Aku kenal dengan pemilik hotel ini. Jika aku ingin, aku bisa meminta CCTV tempat ini."
bikin greget sj km Ihhh 😤 mau"nya Di gtuin Sama sera klo sy jd km,sdh terjd gni ya trima konsekuensinya gk peduli lg Sama omongan tetangga dll nya asalkn anak" sy berada Sama sy seklipun hrus Cerai dr laki" tersbt aplg mama mntu memihak Sama sy gtu auto sypun gk segampang itu malahan brni melawan sy.
Enak sj, mrk yg memulai permainan dn sy mau di jdkn korbnnya trus oh tdak justru sy akn buat keadaan itu terbalik spya tau rasa sndri Gimna rasanya kehilangan dn sadar dgn kebodahn nya sndri.