NovelToon NovelToon
Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ijun Sibarani

Kisah nyata dari propinsi Sumatera Yunita (nama samaran) adalah gadis plin-plan yang selalu dibodohi pria , kepalsuan, asmara,cinta, bahkan nafsu birahi para pria menyelimuti kehidupan nya , gagal gagal trus dalam bercinta ,bergelut di dunia malam hingga menjadi janda ...apakah yunita menemukan cinta sejati nya ? , apakah impian nya akan terwujud? smoga menjadi inspirasi kita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ijun Sibarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WMB 28

Hari ini hari minggu, siang hari ini aku dan teman-teman berjanji untuk bertemu disebuah sungai yang dijadikan penghuni desa tempat pariwisata.

Inilah keakraban kami bertemu hanya memakai lisan dan kata-kata,jam yang ditentukan aku berjalan menuju jalan tikus dibelakang kebun sawit.

"Dah lama Yun?,Indar,Merry,Debby mana?" ucap Wati yang sampai ditempat janjian.

"Ahk belum datang,tunggu saja disimpang ini kita,kan semalam sudah bilang kumpul disini" jawab aku sambil kepanasan karena cuaca kebetulan terik.Menunggu mereka tidak terasa karena sambil mengobrol dengan Wati.

"Ciee baju baru" ucap Wati pada Indsr yang berjalan mendekati kami.

"Iya don,kita kan mau lihat yang bening-bening disana,mana tau ada Hahaha" sahut Indar tertawa renyah.

"Hemm"

Wati menghembus nafas panjang karena ucapan Indar, kami semua berjalan menuju tempat itu,setelah sampai ditempat tujuan kami mencari tempat tongkrongan.

"Oik toke acem nih,gubuknya full,kebawah saja kita,diatas sudah full " ujar Merry kepada Indar.

Pinggiran sungai ini disediakan gubuk-gubuk terbuka untuk pengunjung,bentuk gubuk seperti joglo terletak dilereng- lereng tingkat, ada yang diatas berjejer-jejer,ada juga sampai kebawah.

"Dibawah saja lah kan lebih enak dekat sungai" ajak Wati yang sudah berkeringat karena jalan kaki.

Kami memutuskan semua berjalan kebawah, ternyata ada yang kosong,biasa toke kami Indar yang bayar.

"Woi duet aku habis lah,Huhuhu tadi ditempat duit jualan Mama aku kosong " ucap Indar garuk kepala jadi pusing.

"Begitu kalau maling pasti mama kamu sudah curiga,kau sering ambil duit ditempat jualan" sambung Wati cengengesan.

"Hahahaha namanya lagi apes,woi coba kau lihat sebelah kanan,ada cowok tuh banyak,

siapa tau kita bisa makan gratis " ucap Indar melirik Wati secara Wati tukang meloroti cowok.

"Hhaha ingat kau kejadian kmarin kita lari dari siboneng Koko karena sudah kenyang" sambung aku jadi terbahak.

"Haahah kapan?,kok enggak ajak-ajak aku kalian" ucap Merry heran.

"Kau diajak ikut kata kau pesta kemaren Oon " sambung Wati melihat Merry yang cemberut.

Sewaktu kami ngobrol digubuk yang kami sewa tanpa makanan karena bokek,seorang pria mendekati kami membuat kami kernyit dahi dan sok jual mahal.

"Yunita"

Laki-laki itu menyebut nama aku, membuat teman-teman saling pandang dan heran,aku diam terpaku merasa tidak kenal.

"Lupa ya sama abang?"

Laki-laki itu meyakinkan aku lagi membuat aku berfikir kenalan dimana.

"Kayak nya kenal aku,tapi dimana ya?!" Balas aku sambil mengingat lagi wajah lelaki uang dihadapan aku.

"Alah kamu masa lupa dulu waktu adek SD pernah ikut taekwondo diekolah abang,kitakan satu perguruan?" laki-laki itu meyakin aku sekali lagi.

"Oh iya baru ingat,abang dodo ya?,kalau lagi sparing suaranya paling kuat" Jawab aku sudah ingat siapa dia.

"Abang ngapai disini?" Tanya aku lagi sementara teman-teman ngobrol satu sama lain.

"Ini dek lagi lihat anggota mukuli batu di sungai,diborong untuk aspal batunya" balas Dodo sambil duduk disebelah aku.

"Woi ternyata toke,mangsa ini" bisik wati kekuping aku membuat aku geleng kepala.

"Diam dulu slow kau " jawab aku mentoyong wajah kepala Wati.

Dodo bercerita dengan aku sampai berbusa- busa,sementara situyul-tuyul ini mengambil kesempatan meminta makanan kekedai,

sepertinya ini hari aku yang dijadikan tumbal ajang makan geratis teman-teman.

"Bang makanlah abang,masa kami saja yang makan indomie kuah ini,sementara abang yang bayar" ucap Indar merasa tidak enak.

"Iya dek pesan lagi sana biar kenyang,eeh kalian kalau haus pesan saja teh manis dingin?" ucap Dodo malaj menawarkan semuanya buat Wati dan teman lain jadi sibuk memesan makanan terus.

"Wah abang tau saja kami pengen itu,masa air putih yang diminum" ucap Mery kerakusan makan terus.

"Tidak usah sungkan,ambil saja dik tidak apa" Kata Dodo tersenyum manis.

Situyul-tutul ini enak makan lahap terus sementara aku tumbal dilupakan,

malah mereka siap makan semua pamit pergi jalan -jalan cuci mata sama jantan lain.

"Kami tinggal dulu ya bentar saja kesitu " ucap Wati bisik padaku.

"Hemm"

Aku hanya menggeming saja dan geleng kepala karena semua teman pamit satu persatu selesai makan.

"Awas nanti pulang kalian smua ya" Gumam aku kesal.

Aku jadi berdua duduk sama Dodo digubuk tersebut, Dodo wajah bulat manis bibir bayi , tapi Sayang cebol pendek,tinggi badan Dodo hampir imbang sama tinggi aku, rambut Dodo juga ikal-ikal Dodo bukan type aku.

"Yun kok diem saja ?" ucap Dodo memecah keheningan saat kami sekelak terdiam.

"Ini aku ngomong kalau abang tanya " jawab Aku dengan candaan.

"Yun enggak nyangka abang dulu lihat kau hitam tomboi lagi, bisa jadi cantik begini, kulit juga jadi bersih.!" ujar Dodo melihati wajah aku terus,buat aku tidak nyaman.

"Ahk abang bisa saja,mulai deh gombal" jawab aku melirik saja kearah wajah dodo.

"Kalau bukan kau yang bayar makan teman-teman aku,sudah dari tadi aku tinggal kau disini" batin aku memaksakan duduk berdua dengan Dodo padahal tidak nyaman sekali.

"Abang mau tanya sudah punya pacar Yun" Kata Dodo cengengesan.

" deg deg "

"apa lagi cowok ini sudah lama enggak jumpa ujung- ujungnya bicara soal pacar, nanti pasti nembak aku" Batin aku menyimpulkan sendiri ucapan Dodo.

"Hem gimana ya,aku sudah jomblo bang?" jawab aku sambil melirik saja.

"Oh begitu,malam minggu besok abang boleh enggak kerumah?" Dodo terus ajak ngobrol aku.

Hatiku malas sekali menjawab terus perkataan Dodo,malah duduk nya semakin rapat lagi digubuk ini membuat aku tidak nyaman sama sekali,ini semua demi teman-teman karena kami semua bokek.Terpaksa basa basi saja.

"Boleh bang kalau untuk main- main saja" jawab aku senyum terpaksa.

"Ok entar abang datang, kalau begitu abang pamit ya soal mau lihat anak buah kerja, entar gak becus kalau tidak diawasi" Ucap Dodo sambil berdiri dari duduk.

"Ya Abang makasih ya"

Aku melihat Dodo membayar bon makan kami semua padahal jumlah kami banyak dan lagi teman-teman meminta makanan yang ada diwarung terus.

"Dek abang pamit dulu ya,cepat pulang dek , malam minggu abang main kerumah" Dodo melangkah pergi dari hadapan aku.

"Ya bang hati-hati ya bang" Basa basi aku sambil menghembus nafas lega.

"Fiuh..."

Aku jadi sendirian didalam gubuk sambil makan indomie kuah yang mulai dingin karena sedari tadi Dodo nyerocos terus seperti bebek,jadi baru sekarang aku menikmati ini semua.

"Oik baru makan kau?,sudah pulang toke itu?" ucap Wati dan teman lain sudah datang sepuas bermain.

"Gila lah kalian,kalian jadikan aku tumbal" jawab aku sambil mengunyah makanan.

"Sekali-kali enggak apalah senangi kawan " ucap Indar sambil menepuk bahu aku.

"Kau ditembak enggak? , biasa kalau laki-laki loyal sama kita pasti ada mau nya?" ucap Wati sembari duduk disamping Merry.

"Pas yang kau bilang,malam minggu dia mau datang main kerumah aku " jawab aku sambil geleng kepala.

"Sudah buka aja hati kamu,walau sepertinya kau enggak suka, untuk hibur-hiburan saja , biar enggak jomblo, disini kan kau yang jomblo " sambung Indar dengan ide gilanya.

"Iya Yun betul itu,aku tau Dodo bukan type kamu,jangan larut kau dalam kesedihan nanti jadi jomblo akut lho" sambung Merry tersenyum menutup mulut.

"Ya terserah kalian,nanti aku fikirkan " Balas aku sambil menarik nafas panjang.

"Nah gitu lah baru kawan kami Hahaha" sambung Wati sambil tertawa renyah.

"Pantatt kalian semua " ucap aku sambil mendengus kesal.

Setelah kami puas berjalan-jalan dan ngobrol

kami memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing hari juga semakin sore.

-----------------------------------------------------------------

*Malam Minggu*

 

Tidak terasa juga malam minggu muncul lagi, seperti janji Dodo dia akan datang kerumah aku, kawan-kawan aku sudah cari tempat masing-masing,sedangkan aku menunggu Dodo didepan rumah.

"Samlekom " ucap Dodo sudah berdiri didepan kerumah.

" deg deg deg "

Aih mampos aku,Dodo masuk kedalam rumah,apa Dodo tidak takut dimakan mama aku hidup-hidup,berani-beraninya terang-terangan datang kerumah aku,buat jantung ini mau copot.

"Aih abang jangan masuk,aduh kacau kali abang ini"ucap aku mendorong tubuh Dodo hingga mentok diteras rumah.

"Enggak sopan dek,mau bawa adek keluar enggak izin dulu sama orang tua kamu" ucap Dodo sambil senyum.

Karena suaru aku Mama yang tidak tau Dodo datang,mama langsung berjalan dari dapur sampai kedepan teras rumah.

"Siapa Yun? " tanya mama muka killer nya dipasang saat melihat Dodo.

"Saya Dodo,kawan dek Yunita ,maaf Ibu saya datang kesini " jawab Dodo dengan tenang.

"Masak air sana buatkan Teh"

Entah kenapa Dodo bisa masuk duduk disofa ruang tamu,apa mama aku malam ini belum minum obat,sampai menyuruh aku buatkan Teh buat Dodo lagi.Dengan jantung yang terus tak menentu aku berjalan kearah dapur.

Teh siap aku buat saat didapur lalu aku melangkah menuju ruang tamu untuk menghidangkan Teh tersebut.

"Ohh yang punya batu tangkahan dibawah , adek siadam ya kamu?, kenallah ibu, minum nak tehnya" ucap Mama dengan ramah buat aku heran.

Aku sengaja meletakan garam didalam Teh tersebut supaya Dodo cepat pulang, karena sebenarnya aku tidak suka akrab dengan Dodo.

"Uhuk uhuk" dodo batuk saat icip Teh buatan aku,buat aku tersenyum menutup mulut.

"Lah kenapa do? " Tanya Mama heran dan kernyit dahi.

"Enggak apa Ibu,Tehnya enak" Kata Dodo sembari seka bibirnya sendiri.

"Alasan,padahal asin dibilang enak" Batin aku kesal.

Entah kenapa sikawan ini berani minta izin pada mama bawa aku keluar rumah, mama malah memberi izin buat aku heran, sepertinya dodo pintar ambil hati mama aku.

"Jangan lama- lama ya Dodo, jam sepuluh sudah pulang" ucap Mama saat didepan pintu utama.

"Iya bu,kami jalan-jalan saja sambil nonton keyboard" jawab Dodo

Kami berdua keluar dari rumah diperjalanan Dodo bercerita terus aku diem saja,rasa didalam hati tidak bisa dipaksakan,aku berdoda didalam hati semoga waktu ini malam cepat berlalu.

"Dek kok melamun" Dodo merasa kalau ceritanya tidak direspon Yunita.

"Enggak ahk aku dengerin abang cerita kok" Jawab aku sambil tersenyum tipis.

"Dek duduk situ yuk" ucap Dodo menunjuk sebuah bangku didekat pohon rambung.

"Terserah " jawab aku singkat merasa jenuh sekali.

Kami berdua jadi duduk dibangku panjang,

aku teringat bangku ini saat dulu bersama Riandi,ternyata bangku ini masih ada disini,

bangku yang pernah menjadi saksi bisu aku

jadi dilema saat duduk diatasnya.

"Dek ngomong dong ,diem saja kayak batu" kata Dodo jadi tidak enak.

"Bingung mau bilang apa bang " jawab aku merasa risih.

"Dek abang boleh pegang tangan adek,izin abang,enggak dikasih ya enggak apa" Kata Dodo berwajah memelas.

"Hemmm"

Aku hanya bergumam saja,terserahlah Dodo mau pegang tangan juga tidak apa,aku memang tidak ada rasa.

"Dek kitakan sama- sama sendiri,mau enggak jadi pacar abang ?" Tanya Dodo dengan pengharapan.

Rasa berdebar juga tidak ada jantung ini saat ditembak Dodo, pusing juga kalau hati tidak suka begini.

"Abang tidak salah cakap begitu?,apa abang mau terima aku apa adanya?,abang enggak tau kabar- kabar tentang aib aku?" jawab aku supaya Dodo tidak tertarik pada aku.

"Lah panjang ya ....abang sudah tau dek,tapi enggak masalah itu masa lalu adek,abang terima apa pun kekurangan kamu dek" ujar Dodo dengan tersenyum.

"Huhuh...aku kira dia akan mentah mendengar tragedi aku dahulu,ternyata tidak" Batin aku kesal.

"Ok lah kita jalani dulu bang,aku mau" jawab Aku dengan terpaksa.

"Yes,yes aku diterima- diterima " sambil bergoyang Dodo dengan girangnya.

Sebenarnya aku tidak mau,tapi aku coba membuka hati,siapa tau secara perlahan luka ini menghilang dengan sendirinya.

Kami berdua melanjutkan ngobrol lagi,aku sih biasa saja,cuma Dodo yang berlebihan,tidak terasa sudah pukul sepuluh malam aku jadi girang karena akan pulang.

Dodo mengantarkan aku pulang dan pamit kepada mama,didepan rumah saat aku antar Dodo pulang lelaki ini langsung mencium kening aku,lalu saat bibirnya hendak mencium bibir aku.

"Maaf bang masih baru jadian,nanti kalau sudah lama,abang boleh kok cium bibir aku " Penolakan halus dariku.

"Ya sudah enggak apa dek,tapi kalau besok abang datang jangan lah teh manisnya asin" Dodo memijat hidung aku.

"Hhahaaahah" Aju tertawa renyah dan menutup mulut.

Dodo akhirnya pulang lalu aku masuk kedalam kamar,saat aku didepan pintu kamar

mama menghampiri aku.

"Gimana ?,baikan dia ?,mama kenal abangnya itu,nah gitu dong gentelmen,gitu baru cowok datang minta izin baek- baek diantar pulang pamit jadi kita di hargai " ketus mama sambil berjalan masuk kedalam kamar depan.

"Mama inilah,apa-apa mau tau aja lho" jawab aku jadi kesal.

"Gitulah kalau kau dibilang yang bagus,melawan saja entah kapan berubahnya kau " ketus Mama didepan pintu kamar mama.

Aku diam saja sambil menggerutu kesal,memang aku tidak pernah cocok kalau bercerita dan tukar pikiran dengan mama,mending aku diam saja dan tidur dengan tenang malam ini.

-------------------------------------------------------------------

Hari berganti hari Dodo selalu datang dua minggu sekali,malam kamis dan malam minggu dia datang untuk kencan dengan aku.

Polisi juga belum dapat titik temu

tentang Wijaya,sampai kapan ini selesai entahlah...aku juga tidak tau.

Hari ini tepat ulang tahun aku,Dodo janji datang untuk merayakannya,baru kali ini sih cowok rayakan ulang tahun aku ketepatan ini malam minggu.

"Samlekom "

Dodo datang membawa kue tar besar, dia bawa satu orang teman juga,tidak berapa lama kawan-kawan aku juga datang karena aku juga mengundang mereka.

Setelah selesai kami makan bersama aku terkejut Dodo membelikan aku sebuah hadiah.

"Wah baek kali bang,aku dapat cowok kayak kau keplaminan pun mau aku " ucap Wati membuat Dodo tersenyum.

"Hemm naik nanti kupingnya " Balas aku sambil melirik Dodo.

Aku buka hadiah tersebut, aku terpesona melihat sebuah cincin emas bermata satu ternyata cincin emas ini pemberian DoDo.

"Wah cantik Yun,aku mau lah minta sama Rafa " ucap Indar jadi halusinasi.

"Ahahaah minta sama Rafa,dia saja anak sekolah kayak mana mau beli cincin emas,mangkanya cari yang sudah mapan kayak bang Dodo" Balas Merry mengusap wajah Indar.

"Tolor makan saja kue kamu itu" sambung Indar jadi kesal dan buang muka pada Merry.

Dodo memakaikan cincin tersebut dijemari tangan aku,aku tersenyum dan tersipu malu begitu baiknya Dodo padaku,tapi kenapa aku masih saja belum ada rasa sama cowok pendek ini.

Kawan-kawan pamit izin pulang aku tau itu alibi mereka saja,padahal mereka mau kencan sama cowok masing-masing,walau begitu aku mengerti mereka semua.

Rumah jadi sepi karena semua pada pamit pergi,karena ada keyboard dikampung sebelah Dodo mengajak aku menonton.

"Ayo kita nonton dek" kata Dodo sambil bangkit dari duduknya.

"ya aku sudah lama tidak nonton keyboard,enggak usah minta izin mama bang,mereka juga sudah kondangan" kataku sembari menyiapkan sendal hak.

"Ow gitu, ok deh" Dodo memakai sepatu kulit dengan penampilan rapi, membuat kemeja yang iya pakai matching dengan sepatu kulit tersebut.

Kami berjalan kaki berdua, sepertinya Dodo jadi minder karena aku kelihatan lebih menonjol saat berjalan.

"Dek abang pendek ya ?" ucap Dodo merasa tidak percaya diri.

"Kenapa bang?" aku merasa heran dan kernyit dahi.

"Coba kita berdiri sejajar tinggian siapa?" kata Dodo menghentikan langkah aku.

Uppps aku lebih tinggi dari pada Dodo Aku lupa kalau Dodo pendek cuma 156 tinggi badan Dodo,kenapa aku pakai hak heels ini duh.

"Ayo bang pulang sebentar,aku ganti sendal saja " ucap aku merasa tidak enak.

"Sudah jauh dari rumah,sudah enggak apa udah terlanjur" kata Dodo melanjutkan lagi berjalan begitu juga dengan aku.

Sedikit malu jalan bersama Dodo seakan jalan dengan kurcaci sedangkan aku putri saljunya,beda kalau jalan dengan Anto atau Riandi pasti mereka lebih tinggi dari aku walau aku pakai hak heels.

Kasihan juga Dodo sudah sebulan pacaran dengan aku belum pernah aku kasih firskiss, mau gimana lagi sampai sekarang aku belum ada rasa padahal Dodo tajir dan perhatian.

Aku dan Dodo ambil tempat duduk dibelakang keyboard sembari melihat penyanyi yang lagi bersenandung diatas pentas,Dodo meminta izin untuk memegang jemari aku.

"Adek haus?" Dodo sangat perhatian,dia memang baik bisalah diacungi jempol.

"Ya sedikit bang"Jawab aku sedikit sungkan dengan dia,aku takut semua apa yang iya beri jadi tidak enak seakan balas jasa saja tanpa dilanda rasa cinta.

"Sebentar ya"

Dodo pergi membeli minuman pada aku, sementara aku duduk sendiri menikmati hiburan yang ada didepan mata.

------------------------------------------------------------------

Artinya:

Kayak : sepertinya,persis.

Toke : orang yang mempunyai uang banyak.

enggak : Tidak.

Tolor : telur (ejekan)

1
Jamal Hamadi
perem puan Kuwat tu Yunita
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kK💐💐
Rustin
sampai disini aja...
Meiry Apriani
Gk ada
Nawan Damanik
srg = Siregar
siringo ringo
Leandra Arasy
juna kali nih jd suami yunita haha
Leandra Arasy
yunita gampang jatuh cinta..
Leandra Arasy
maaf ya yunita jg egois klunmemang menyadari siapa dirinya harusnya dia tegar..menghadapibkenyataan
Nova Tumoka
pengrnya yunita sma Andre😢
Puteri Yang Hilang
paok kali ah si Yunita,,dah di kasih tau jg msih ada longor
Afhy Ardiansyah
baru kali ini baca novel suka banget,,,,emang klo knyataan gitu endingnya nya,gk sesuai sma apa yg kita inginkn,,💪💪💪
Leandra Arasy
udh ada yg mau nikahin msh layanin yg gak jls
Leandra Arasy
penasaran
Herlis Parlingga
kirain Udah SMA... ternyata oh baru mau Lulu's SMP
Rafa Papua
yunita d dunia nyata masih hidupkah Thor?
Rafa Papua
yunita berkali kali maen ama cwok tp kok gak hamil y
Lasmini Cetar21
kata katanya Thor perbaiki,hihi
kadang Mak,kdang mama dan masih bnyak lagi
Nureti
hai kak 👋
sukses iya untuk karyanya

jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek.

Terimakasih 🙏
Oppo A12
bingung bacanya
Ayu siregar
maaf ya para pembaca selama ini saya tidak membalas pesan atau chat grop kalian,saya juga sibuk didunia real, novel ini sudah hampir semua saya rubah situs berbau pornonya, karena novel ini sudah dikontrak pihak mangatoon, saya berterima kasih atas suport dan dukungan kalian semua, jangan lupa like nya agar novel ini naik keatas,saya juga merubah sedikit cara bahasa dan penulisan nya, soal sebagian orang tidak paham karena penulisan bahasa sumatera.hanya sebagian belum saya perbaiki, karena saya bekerja seharu hari mengurus suami dan keluarga🙏🙏🙏
PATRALOVA: Excusme
Izin promo thor
Kuy mampir ke karyaku judulnya
'PAK CEO PEMIKAT HATI'

Makasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!