Demi menyelamatkan perusahaan dan hidup suaminya. Renata terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya harus menikah dengan rekan bisnis suaminya. Berpisah dengan orang yang kita cintai, memang sangat menyakitkan. Pil pahit pernikahan harus dirasakan oleh keduanya saat memutuskan untuk merelakan cinta mereka.
Akankah mampu Renata menjalani nya?penasaran? Yuk langsung baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @melaniptri__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TJC EPISODE 28
PART 21+
EPISODE DEWASA! YANG TIDAK SUKA, HARAP LANGSUNG SKIP.
"Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu mas??" Renata bertanya karna melihat wajah Rey sedikit tertekuk.
Rey menatap tajam ke arah Renata, Dia menarik pinggang Renata. "Sepertinya aku harus mengkvkum mu sayang..."
Bukannya takut, justru Renata malah mengalungkan tangannya ke leher Rey. "Dan aku akan menanti hukvman itu," jawab Renata dengan manja nya.
Tanpa di duga, Rey mengangkat tubuh Renata. Dia membawa istrinya itu meninggalkan pesta pernikahan mereka, Beberapa tamu tertawa ringan melihat kedua pengantin itu.
"Anak sama bapak emang sama aja, kagak tahan mulu." Sahut Mama Widia sambil melirik suaminya.
Tuan Bram tertawa ringan, Dia memeluk istrinya. "Ya, bagaimana bisa aku tahan dengan istriku yang cantik ini."
Blush!
Kedua pasangan pasutri berumur itu sungguh masih terlihat sangat romantis dan hangat.
Melihat tingkah kedua orangtuanya, Canika menggelengkan kepalanya.
Dia melanjutkan kembali makannya, Namun pandangan pertama yang dia lihat adalah sekertaris Wildan yang menghampiri nya.
Gluk!
Canika menelan ludahnya, Dia gelagapan saat Wildan menghampirinya.
"Ini undangan dari teman anda, Nona." kata itu keluar dari mulut Wildan, Setelah mengatakan itu dia langsung pergi dari hadapan Canika.
Canika membuka undangan yang diberikan oleh Wildan, "Why??"
Canika menelpon Imel.
Canika: "Hallo? Mel?"
Imel: "Iya, hallo. Ada apa Can??"
Canika: "ini undangan dari lo?" Tanya Canika sambil mengsend foto undangan.
Imel: "Oh, Itu undangan dari Rhido,"
Canika: "Cih, Buat apa lo ngasih gua undangan ini??"
Imel: "yaelah can, Udah masalalu biar masalalu. Udah pokoknya lu harus dateng!"
Tut...
Imel memutuskan telpon,
"Shiit!!" Umpat Canika, Dia menatap sinis ke arah undangan mantannya itu.
Dia memilih untuk membuang undangan itu ke kotak sampah. Semenjak kejadian di LA, Canika memutuskan untuk mengakhiri hubungan nya dengan Rhido.
Sedangkan itu, Kini kedua pengantin sudah berada di dalam kamar.
Renata di buat cengo dengan penampilan kamarnya, Dia langsung turun dari pangkuan Rey.
"Wah..." kagum Renata, Dia melangkahkan kakinya melihat sekeliling kamar yang sudah di hias.
Rey tersenyum, Dia memeluk tubuh Renata dari belakang, Dia menaruh dagunya di leher jenjang Renata.
"Kamu suka??"
Renata menganggukkan kepalanya, "Aku suka!"
Rey memejamkan matanya sambil menghirup aroma tubuh Renata yang menjadi candu baginya, Tanpa sadar dia menciptakan cap kepemilikan.
"Aahh!!"
Mendengar suara itu, Tentunya Rey menjadi semangat ekstra. Dia membalikan tubuh istrinya dan langsung melum.at bibir manis Renata.
"Eum..."
Rey melum.at habis bibir Renata, Dia menekan tengkuk Renata untuk memperdalan Taut.an nya.
Rey melepaskan tautan itu, Sesaat kemudian, Keduanya saling pandang.
"are you ready to start the battle dear?" Tanya Rey dengan sorot mata yang menahan gejolak, Dia menatap Renata dengan penuh cinta.
Renata gelagapan menjawabnya, Di hanya menganggukan kepalanya.
Mendapatkan lampu hijau dari Renata, Rey kembali menyambar bibir manis Renata.
Dia menuntun Renata untuk ke kasur, Tanganya tak tinggal diam, Dia ikut bergerak di atas tubuh Renata.
Kini ci*man itu berpindah ke leher dan telinga Renata, Rey mulai menghi.Sapnya dengan kuat. Membuat sang pemilik kesusahan menahan suaranya.
"Ach!!!" Pekik Renata saat Rey menghi.sap dengan kuat.
Rey mengecup bibir Renata, Dia beralih menatap Renata.
"Pelan-pelan, Disini ada Baby." Pinta Renata, karna dirinya sudah cukup hapal dengan aksi suaminya itu.
"Aku akan melakukannya dengan perlahan," Kata Rey.
Keduannya pun kembali berciiuman, sebelum Rey mengarahkan adik kecilnya untuk bertemp*r didalam goa.
Rey mulai menekan adik kecilnya untuk masuk ke dalam sana, Dia memejamkan matanya saat adik kecilnya ini dirasa sangat menjepit.
"Aah..." Akhirnya suara itu keluar dari bibir Renata saat Rey berhasil memasukan adik kecilnya.
Cup...
Rey mengecup kening Renata, Setelah beberapa saat terdiam, Rey mulai bergerak.
Rey memaju mundurkan adik kecilnya secara perlahan, Sedikit demi sedikit agar tidak terlalu melukai Renata dan calon baby nya.
Namun sedetik kemudian keggilaan Rey kembali, Dia menambahkan temponya dengan cepat dan cepat bahkan cepat.
Membuat Renata memeluk Rey, Dia mendessah kuat saat Rey menghujaninnya dengan cepat.
"Agh... Aghh..."
"Ah.... Ini terlalu sempit!!"
"Sempit sekali sayang!" Celoteh Rey yang tampa sadar menyebut Renata dengan sayang, Renata tidak mendengar itu karna dia kelimpungan dengan gerakan Rey.
"Uuhhh... Ummmm... Pe-pelan pelan!!! Ahhh... Re-Rey!!!" Pekik Renata.
Rey terus menggerakan pinggulnya, Membuat si empunya kembali mendessah kuat. "Milikmu ini sangat sempit! Aku menyukainya.. Ah.."
Renata tak habis pikir dengan Rey, Tadi dia bilang akan perlahan tapi kini? ahh!!
Renata sungguh kelimpungan, Dia dibuat tak berdaya oleh Rey. Permainan Rey sungguh membuat Renata ampun, Sakit dan nikmat dia rasakan bersamaan.
Renata tak munafik, Dia menikmati itu. "Ah... Ta-tahan.. Ak-aku agh... Ma-mau pi.. Pis..."
"Keluarkan saja, Jangan kamu tahan." Jawab Rey dengan menambah kembali kecepatannya.
Entah berapa kali Renata sampai di puncaknya, Yang jelas Rey sungguh membawanya terbang ke awan.
Rey benar benar liar kali ini. Dia tidak membiarkan Renata untuk beristirahat sekalipun, Dia terus melanjutkannya dengan beberapa gaya.
Erangan demi errangan terus terdengar di kamar Renata, Untungnya Kamar ini sudah kedap suara. Hawa dingin dikamar itu, Kini sudah berubah menjadi hawa panas setalah kegiatan panas itu.
Entah berapa kali Rey melakukannya kepada Renata, Yang jelas efek jamu yang dibelikan oleh Papa nya itu sungguh sangat membuat Rey menggebu, Belum lagi Rey juga bingung karna efek jamu ini ternyata kuat, Bisa-bisa Renata besok tidak bisa berjalan.
"Maafkan aku sayang... aah... ta-tapi.. ahh..." Rey terus bergerak, Rasanya tubuhnya spontan bergerak cepat dan cepat!!
"Aaah... emmmm... pe-pelan... pe-lannn!!"
"Agh... Agh... Agh... Ini sungguh nikmat... Ahh....." Rey menambah temponya sampai kini dia sampai di puncaknya,
"AAAAggHHHHH..." Erangan kuat keluar dari bibir Rey, Dia mengeluarkan lahar panasnya diluar.
"Terimakasih istriku, maafkan aku. maaf juga baby," Ucap Rey yang telah mengakhiri kegiatannya, Dia mengecup kening Renata.
Lagi dan lagi hati Renata rasanya berdetak dengan kencang, karna kelelahan akibat pertempuran hebat itu Renata langsung memejamkan matanya.
Pagi hari sudah menyapa, Kini pandangan pertama yang Renata tangkap adalah sosok wajah suami nya.
Rey! ya Rey sekarang sedang tertidur pulas dengan memeluk Renata, Nafas Renata berat saat merasakan Rey memeluknya dengan erat.
Renata membalikan posisi tidurnya, Kini dia berhadapan dengan Rey, suaminya.
Renata mengamati wajah tampan Rey, "Kamu sangat tampan Rey, I love U..." Lirih Renata.
Cup...
"i love u too,"
DEG!
Renata memekik terkejut saat Rey ternyata sudah bangun!!
Rey kini berada di atas tubuh Renata.
"Ahhh... tidak!!! lepaskan!!!"
"No! kamu yang memulainya sayang!"
Dan terjadilah, Pagi hari diawali dengan kegiatan anu anu.
----------------
Hay, Salam hangat dari author. mohon dukungan dan support nya dari kalian semua untuk novel author!
LIKE+KOMEN+VOTE!!
RATE BINTANG 5 DAN BERI BUNGA JUGA🌹🌹
Ayo dukung author,