Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Pluk!
Tanpa sadar, Helena menjatuhkan ponselnya saat melihat penampilan Arjuna yang sedang mengenakan kemeja berwarna putih dan celana panjang hitam. Benar-benar terlihat sangat tampan. Sampai membuat matanya tak berkedip sedikitpun.
"Mengapa? Apa ada yang aneh dengan penampilanku?" tanya Arjuna, dia merasa heran saat melihat reaksi Helena yang tiba-tiba menjatuhkan ponselnya gara-gara melihat penampilannya.
Helena buru-buru mengambil ponselnya. Lalu segera mengalihkan pandangannya.
"Kamu terlihat tidak jelek-jelek amat. Jadi tidak masalah," jawabnya dengan ketus.
Arjuna langsung meraba-raba wajahnya sendiri. Padahal di zamannya, dia adalah seorang pangeran yang terkenal dengan ketampanannya. Banyak putri dari kerajaan lain yang tertarik padanya dan ingin dijodohkan dengannya. Tapi Arjuna saat itu belum siap untuk menikah.
Dan untuk pertama kalinya ada yang bilang jelek. Apakah mungkin selera para wanita di zaman modern telah berbeda?
"Sepertinya aku memang tidak cocok dengan pakaian tipis dan aneh seperti ini. Aku memang lebih cocok memakai pakaian kerajaan," celetuknya.
Beberapa pelayan yang ada disana langsung menutup mulut, menahan tawa saat mendengar perkataan Arjuna, hal tersebut membuat Helena malu.
Wajah Helena langsung memerah, dia segera menjelaskan. "Kebetulan dia adalah seorang pemain teater genre kolosal. Jadi terbiasa memakai pakaian kerajaan."
Setelah urusan selesai, Helena segera membawakan Arjuna keluar dari butik.
"Setelah ini, kita akan bertemu dengan keluarga aku. Jadi jangan membuat aku malu, kamu cukup diam saja. Ikuti semua arahanku, oke?"
Arjuna hanya mengangguk, tanpa berkata-kata apa.
Helena diam-diam melirik wajah Arjuna, dia merasa pria itu memang terlihat jauh lebih tampan jika diam seperti itu.
Helena menggelengkan kepala. Segera mengkoreksi kata-kata di dalam pikirannya. Maksudnya, Arjuna tidak terlalu jelek jika jika tidak banyak bicara."
...***************...
Malam ini di sebuah mansion yang sangat megah dan luas, terlihat semua anggota Keluarga Niroga sedang makan malam bersama.
Axel dan Reno nampak tak bersemangat untuk menyentuh makanan di piringnya. Karena mereka masih sangat khawatir dengan dengan nasib Helena yang sampai sekarang belum ditemukan juga.
Zora dan Nova diam-diam saling melirik, seakan saling memberikan sebuah isyarat. Kemudian Zora memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
"Pa, sampai sekarang Mama sangat sedih, karena kita masih belum menemukan keberadaan Helena juga. Tapi, Papa harus sadar waktu itu terus berjalan. Sampai sekarang posisi direktur di Rumah Sakit Niroga kosong. Papa tahu sendiri kan, akhir-akhir ini ada beberapa pasien yang komplen dengan pelayanan di rumah sakit. Jika sampai kini gak ada yang memimpin rumah sakit, nanti perusahaan kita yang akan rugi."
Dia menambahkan. "Sampai kini Rumah Sakit Niroga masih masuk dalam jajaran pertama sebagai rumah sakit terbaik. Tapi jika kinerjanya terus menurun, lama-lama reputasi rumah sakit akan hancur. Karena itu, kita harus segera menentukan direktur di rumah sakit itu."
Axel masih terdiam sambil menimbang-nimbang perkataan istrinya. Setelah dia berpikir secara matang, dia merasa apa yang diucapkan oleh istrinya itu memang benar, Rumah Sakit Niroga memang sangat membutuhkan seorang pemimpin.
Zora melanjutkan, "Lagipula... besok adalah batas akhir penentuan syarat jabatan. Salah satu syaratnya harus menikah, jika Helena kembali pun tidak akan memenuhinya syarat itu, karena disini hanya Nova satu-satunya orang yang memenuhi semua syarat."
Nova hanya tersenyum lebar. Dia sudah lama ingin menempati posisi itu. Sedangkan Reno hanya diam, karena dia tidak mungkin ikut campur dengan urusan keluarga istrinya.
Axel menghela nafas dalam-dalam. Apa yang dikatakan Zora memang masuk akal, Rumah Sakit Niroga memang harus segera mendapatkan sosok pemimpin. "Baiklah kalau begitu."
Lalu, dia menatap Nova. "Nova, kamu harus bersiap-siap untuk..."
"Maaf, aku pulang terlambat."
Semua orang yang ada disana tersentak kaget saat mendengar suara itu. Karena mereka sangat mengenal betul sang pemilik suara.
Mereka terbelalak saat melihat Helena yang sedang menggandeng seorang pria yang sangat tampan, membuat Nova yang sedang minum langsung tersedak.
"Uhuk!"
"Uhuk!"
"Uhuk!"
Air yang tadi diminumnya langsung muncrat keluar dari hidung dan mulut, menyembur tepat ke wajah ibunya yang duduk di sebelahnya.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...