Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.
Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.
Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Kota Celaya berubah mencekam seperti kota yang terlupakan, darah menyelimuti setiap sudut kediaman keluarga Luca.
Tiga hari setelah kematian sang istri, Dante membantai habis seluruh keluarga sang istri dengan kekejaman yang tak terkira, menembaki tubuh mereka tanpa ampun dan menggantung mayat-mayat berlumuran darah itu di depan pintu utama.
Bukan tanpa alasan pria itu melakukan hal mengerikan seperti itu, karna kematian Clark memang disebabkan oleh Marco (ayah Clark) yang bekerja sama dengan Andrew, musuh bebuyutannya.
Marco memanfaatkan ulang tahun ke-54nya untuk mengadakan pesta perjamuan, di mana kehadiran Clark yang adalah putri bungsu dari mendiang istri pertama pria itu menjadi tumpuan perhatian.
Tanpa diduga, Dante yang datang hanya berdua dengan Clark sudah menjadi target incaran mereka sejak awal. Peluru yang ditembakkan salah sasaran hingga menembus tubuh Clark yang berdiri tepat di sampingnya.
Dante awalnya tidak menyadari apa yang terjadi, tak ada suara letusan senjata api yang menyebalkan di ruangan itu. Namun ia merasa aneh ketika Clark yang selama ini selalu menjaga jarak padanya mendadak mencengkram lengannya dengan kuat. Tatapan Dante menyala tajam ketika dress Clark yang seputih salju tiba-tiba tercatat merah oleh darah yang mengucur.
Tanpa sempat terkejut atau berpikir siapa pelakunya, Dante dengan cepat membopong Clark di kedua lengannya dan melarikan diri menuju mobil, meninggalkan ruangan yang langsung berubah kacau dengan teriakan histeris dan kepanikan ketika tamu menyadari ada korban penembakan.
Kini, peluru lain tepat menembus kepala Marco, mengakibatkan darah mengucur deras membanjiri wajah pria tua itu. Tubuh kakak dan ibu tiri Clark juga ikut digantung berdampingan dengan mayat pria itu.
Keluarga Renato kini sudah tamat, Dante hanya menyisakan putri tertua alias kakak kandung Clark yang bernama Chlara.
Perempuan yang Dante tahu sangat menyayangi istrinya itu tersenyum penuh kepuasan melihat wajah ketiga mayat itu. Baginya, itu adalah balasan yang pantas.
Selama hidupnya, ayah kandungnya adalah manusia sampah yang hanya membuat Clark, ibunya, dan dirinya terluka. Pria bajingan itu menipu ibunya dengan memanfaatkan cinta tulus wanita itu untuk merampas hartanya.
Setelah semua keinginannya tercapai, ia memperlakukan mereka seperti budak, menahannya pada bangunan kecil di sudut kediaman, lalu membawa jalang peliharaannya dan putrinya lain ke dalam rumah sehingga membuat penderitaan sang ibu semakin parah, sang ibu akhirnya depresi dan mati bunuh diri.
"Astaga.. apa dia benar-benar suamiku?"
Clark menatap sekelilingnya, saat ini ia hanya bisa berbicara sendiri karna tak ada yang bisa melihat arwahnya yang masih berkeliaran di sekitar Dante.
Dante yang sudah selesai melakukan pembalasan bagi Clark, kini duduk di kursi dekat jendela besar yang menghadap taman, itu merupakan tempat yang paling Clark sukai untuk bersantai semasa ia hidup.
Dengan jari yang menggenggam cincin di jari manisnya, Dante kembali menyesap alkohol yang sudah beberapa hari ini menemaninya.
Pria itu tampak kuyuh dan menyedihkan, sangat berbeda dari Dante yang Clark kenal.
Clark dilanda kebingungan. Ia tak habis pikir mengapa sampai saat ini belum ada malaikat maut yang menjemputnya, mengapa ia masih dibiarkan berkeliaran di dunia fana dan harus melihat pria yang selama 5 tahun ia takuti karena wajah datar dan rumor buruknya.
Dante yang ia kenal adalah sosok mafia kejam yang tak punya hati. Bagaimana bisa pria seperti itu kini terlihat begitu terpuruk? Apakah ia menangisi kematiannya?
Sejauh yang Clark tahu, Dante tidak pernah memperhatikannya semasa ia hidup. Mereka menikah hanya karena ayahnya memiliki hutang kepada Dante, dan Clark hanyalah tumbal untuk melunasi semua utang itu.
Selama 5 tahun pernikahan, karena rumor yang beredar, Clark selalu berusaha menghindari Dante. Dan sepertinya pria itu juga tak ambil pusing, mungkin terlalu sibuk dengan urusannya sehingga sengaja mengabaikannya.
Bahkan selama itu, Dante tidak pernah sekali pun menyentuhnya lebih jauh. Hanya satu kali ia menangkap lengannya ketika Clark tersandung.
"Heran deh, malaikat kok nggak dateng jemput aku ya? Padahal aku nggak merasa punya penyesalan yang belum terselesaikan deh.. atau mungkin ini karna Dante yang belum mengikhlaskan aku ya?," pikir Clark yang hanya bisa pasrah dengan keadaannya sekarang.
😱😱😱😱
sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
😅