NOVEL Ke.8 berjudul: SUGENG RAWUH
Bukan inginku untuk menjadi berbeda dan Serena adalah temanku dari alam yang berbeda. Teman dengan palung rahasia yang mendorongku ke dalam kegelapan nan pekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MUSNAH [ END ]
Setelah beberapa hari beristirahat, tubuh Karin berangsur pulih. Karin meminta maaf kepada kedua orang tuanya serta memohon ampunan kepada yang maha kuasa. Karin benar-benar bertaubat. Ia bersyukur masih diberikan kesempatan sebelum ajal menjemput. Baik Karin mau pun kedua orang tuanya tidak lagi mau menempati rumah hasil dari memuja setan. Mereka sepakat untuk membeli rumah baru dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari rumah itu menggunakan uang tabungan ayahnya. Meski begitu, batinnya merasa jauh lebih bahagia.
Seperti yang telah diduga, harta benda yang diperoleh dari hasil memuja setan habis dengan perlahan. Setiap hari, ada saja anak buah Karin yang melaporkan kabar yang tidak mengenakkan. Mulai dari banyak customer yang complain, menurunnya jumlah customer hingga terjadinya kebakaran di beberapa cabang salonnya. Bahkan, makin kesini makin parah saja. Semua salonnya sama sekali tidak memiliki pelanggan. Alhasil, Karin memberhentikan seluruh karyawannya dan menutup bisnis salon miliknya. Karin juga menjual tanah beserta rumah besarnya untuk memberikan pesangon kepada seluruh karyawannya. Sementara lahan yang ia gunakan sebagai salon hanyalah ia sewa sehingga ketika masa sewa telah habis, maka kembali kepada pemiliknya.
"Tidak apa-apa Karin, masih banyak waktu untuk memulai semuanya dari awal," ucap ibunya menenangkan.
"Iya buk."
Sejak saat itu, Karin memulai karirnya dari nol lagi. Ia membuka salon kecil di halaman rumahnya. Tentu tidak seramai dahulu tapi semua terasa damai dan nyaman. Kedua orang tuanya selalu mendukung. Demikian juga dengan Agam dan Nanda yang sempat tercengang mendengar cerita dari Karin. Namun, keduanya bersyukur dan selalu memberikan dukungan kepada sahabat baik itu.
...🍁🍁🍁...
Di tempat lain, kehancuran juga dialami oleh seluruh pengikut sekte sesat. Setelah kepergian Karin, mereka tidak dapat mencari pengganti yang mana akibatnya adalah kehancuran bagi mereka sendiri. Harta yang selama ini dimiliki, musnah dengan cepat. Ada saja penyebabnya hingga akhirnya mereka bangkrut dan terpuruk. Tak berhenti sampai di sana, anak keturunan mereka pun mati dengan sebab yang tidak jelas.
Mereka tahu betul bahwa nyai akan mengambil semuanya sebagai balasan atas ketidakmampuan para pengikut sekte dalam memenuhi syarat yang ia ajukan. Namun, selama ini selalu berjalan dengan baik. Tidak pernah terpikir oleh mereka kalau Karin sang penerus pemimpin malah berbalik arah dan memilih untuk bertaubat. Waktu untuk mencari pengganti pun terlalu singkat. Mereka tidak bisa mendapatkannya. Alhasil beginilah nasib mereka. Semua yang disayang telah tiada. Tinggal sebatang kara meratapi nasib yang tak jarang berakhir menjadi orang gila. Karin hanya bisa menatap dalam diam melihat kehidupan para teman-temannya dahulu. Ia tidak bisa berbuat banyak. Ada trauma tersendiri yang bersarang dalam dirinya. Dia benar-benar tidak ingin lagi untuk terlibat atau pun berhubungan kembali dengan orang-orang yang telah menjerumuskannya ke dalam kegelapan.
...🍁🍁🍁...
Hal serupa turut dialami juga dengan anak keturunan ndoro Retno yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Mereka turut menuai hasil dari perbuatan ibunya. Satu persatu anak dan cucu ndoro Retno mengalami sakit yang tidak bisa didiagnosa. Parahnya hanya dalam hitungan jam, mereka akan mati dengan kondisi melotot dengan lidah menjulur keluar. Seolah-olah ada yang mencekiknya.
Beberapa diantaranya, meninggal karena kecelakaan. Kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa. Kematian ini terjadi berturut-turut. Dalam satu bulan, sudah ada lima nyawa yang melayang membuat bu Niken, salah satu anak ndoro Retno merasa curiga. Berbekal firasat yang tidak enak, ia mencari orang pintar. Berkonsultasi dengannya hingga akhirnya, ia mengetahui semuanya.
Bu Niken terduduk lemas. Sungguh tidak pernah terlintas dibenaknya kalau ibunya akan sedemikian hilang akal hingga nekad memuja setan. Sayangnya, semua sudah terlambat. Bu Niken mengalami kecelakaan hebat usai pulang dari rumah orang pintar yang telah membeberkan seluruh fakta tentang ibunya. Kecelakaan itu merenggut nyawanya, sama seperti yang lainnya. Tak lama setelahnya, nyawa-nyawa berikutnya melayang, satu persatu hingga tiada satu pun keturunan ndoro Retno yang tersisa. Karin menghela napas panjang ketika mendengar kabar kematian dari cucu terakhir ndoro Retno. Tangannya bergetar, jantungnya berdegup dengan kencang.
...🍁🍁🍁...
Hari-hari pelik pun berlalu. Seluruh pengikut sekte beserta anak keturunannya telah musnah semuanya. Tinggallah Karin yang tetap teguh pada taubatnya. Perlahan merintis kembali usahanya. Meski pelan tapi pelanggan mulai berdatangan. Kehidupannya pun berangsur membaik. Betapa pun kelam masa lalu seseorang, asal ia mau bertaubat dan taubatnya diterima, Alloh akan selalu membukakan jalan untuknya. Alloh akan membantunya untuk bangkit dan kembali berdiri dengan tegak.
...🍁 TAMAT 🍁...
^^^🍁 Alhamdulillah, Novel Ketujuh sudah kelar, Semoga kalian gak bosan ya baca tulisan-tulisan saya 😁^^^
🍁 Terima Kasih atas dukungan kalian selama ini 😘😘😘 dan nantikan judul novel selanjutnya ya.. 😉
...🍁 Salam Manis Dari Penulis 🍁...
...🍁Siyuk Sie🍁...
Thanks thor 😘🙏😍