Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Go Liong.
"Baiklah kalau itu maunya kakek, tapi jangan salahkan aku ya! Kalau terjadi apa apa dengan tempat ini!" Ucap Tio Buki lalu mulai menghantam dinding goa itu dengan ilmu Petir yang baru saja diwarisi oleh Kakek Hua San.
Duarrrrrr....
Bunyi ledakan dahsyat terdengar ditempat itu, dinding goa tempa terkena hantaman Tio Buki barusan bolong besar dan pukulannya itu mengenai sebuah batu besar. Terlihat batu itu hancur berkeping keping.
Tio Buki tercengang ditempatnya, mulutnya terbuka lebar. "Luar bisa ilmu petir ini! Begitu dahsyat" Membatinnya.
Tio Buki langsung berlutut di depan kakek Hua San.
Bangunlah Tio, Jangan pernah berlutut kepadaku. Aku hanyalah manusia biasa dan bukan Thian. Berlutut lah kepada Thian dan kedua orang tuamu dan juga gurumu" Ucap Hua San.
"Tapi kek, aku sudah menganggap kakek sebagai kakek guru dan juga pengganti kedua orang tuaku" Ucap Tio Buki.
"Sudahlah. Ayo bangun" Ucapanya.
"Iya, kek!"
"Ayo duduk sini ada yang ingin kakek ceritakan lagi kepadamu" Ucapnya.
Tanpa terasa sudah berapa jam Kakek Hua San bercerita mengenai perjalanan hidupnya, juga mengenai murid murtadnya, Xio Lung dan juga mengenai guru barunya Xio Lung, Mo Li Ci yang memiliki ilmu abadi yang tidak bisa di bunuh. Mo Li Ci ini bergelar Dewi siluman.
"Oh ya Tio. Sebelum kakek menghembuskan nafas terakhir, hancurkan mulut goa ini ya! Kakek ingin beristirahat ditempat ini dengan tenang" Ucapnya.
"Baik kek!"
"Sekarang pejamkan matamu dan kakek akan mewariskan satu ilmu lagi. Ilmu ini bernama Meraga Sukma. Ilmu ini tidak bisa dilihat oleh siapapun, kamu bisa masuk kemanapun yang kamu suka. Ingat jangan pernah mengeluarkan ilmu ini jika kamu kepepet" Ucap Hua San.
Tio Buki segera memejamkan matanya dan kemudian kakek Hua San meniup mulutnya kearah kepala Tio Buki.
Terlihat seluruh tubuh Tio Buki diselimuti hawa dingin dan hingga dia berubah jadi patung es. Tidak beberapa lama kemudian hawa dingin itu perlahan lahan mencair dan normal kembali.
"Didalam tubuhmu sekarang telah kakek alirkan ilmu Meraga Sukma. Jika kamu ingin mengeluarkannya cukup kamu ucap mantra dan berubah. Maka ilmu itu akan merespon dengan cepat. Apa kamu mengerti Tio" Ucapnya.
Tio Buki tidak menjawabnya, hanya menganguk saja. Dia masih bingung ditempatnya.
Setelah membuka matanya, dia mendapati kakek Hua San sudah mati dan tidak bernafas lagi.
Kakek....!" Teriak Tio Buki, lalu dia membopong tubuh Hua San yang sudah tidak bernyawa lagi kesebuah batu besar dan membaringkannya. Cukup lama dia duduk menemani mayat kakek gurunya, kemudian dia berdiri.
Setelah menyelesaikan semuanya, Tio Buki pun pergi dari tempat tersebut.
Ketika dia tiba di sebuah desa dan sedang duduk makan disebuah rumah makan kecil, tiba-tiba Tio Buki dikejutkan dengan kedatangan seorang kepala desa menghampiri kearahnya.
"Maaf anak muda, apakah kamu yang bernama Tio Buki yang bergelar pendekar aneh?" Tanya pria paruh baya itu.
Tio Buki tidak menjawab dan asik menyantap makanannya.
"Tuan pendekar, namaku GO Liong. Aku kepala desa ditempat ini. Maaf telah menggangumu" Ucap pria paruh baya itu.
Tio Buki melihat kearah Pria paruh baya itu dan bertanya.
"Dari mana kau tau nama dan gelarku?" Tanya Tio Buki mengambil gelas berisi air dan meminumnya.
"Aku berjumpa dengan tiga orang pendekar dan membawa satu mayat saudara seperguruannya. Dari merekalah aku tau namamu beserta gelarmu dan mereka menceritakan bahwa kau bisa membantu aku" Ucap Go Liong.
"Bantuan? Apa yang bisa aku lakukan, tuan kepala desa?" Tanya Tio Buki.
Bersambung ke episode selanjutnya.....