NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Ku Mencintaimu

Dan Akhirnya Ku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa Modern / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:44k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alesha Neova

Monika seorang mahasiswi jurusan kedokteran disuatu universitas swasta yang bolak-balik harus berurusan dengan pihak kepolisian karena melanggar aturan lalu lintas, membuatnya bertemu dengan Evan seorang polisi tampan yang membuatnya terjebak dalam situasi yang sulit. Namun dari situasi sulit itulah yang membuat mereka harus berpura-pura untuk saling mencintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alesha Neova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Seperti Biasanya

Sore hari menjelang adzan maghrib alarm pengingat waktu sholat diponsel Evan berbunyi hingga membangunkan Evan yang tengah tertidur lelap. Evan memanglah pria tampan yang sholeh, tak pernah ia meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sesibuk apapun ia dengan pekerjaannya, ia tak pernah meninggalkan sholat wajibnya.

Deringan suara alarm dari ponsel Evan membangunkannya, kini Evan terbangun dan duduk dipinggiran tempat tidur. Melihat waktu pada jam yang berada di dinding kamarnya, kini waktu menunjukkan pukul 17.45 WIB. Sudah memasuki waktu sholat maghrib, dengan segera Evan bergegas ke kamar mandi untuk mandi membersihkan badannya.

Evan menyalakan shower yang berada di kamar mandinya, berdiri dibawahnya dan membiarkan semburan air yang keluar dari shower itu membasahi rambut dan juga tubuhnya. Semburan air yang keluar terasa dingin dan menyegarkan tubuh Evan. Selesai mandi ia segera menuju ruang ganti, diambilnya baju koko berwarna putih tulang dan sarung bermotif kotak-kotak yang segera ia kenakan untuk sholat maghrib berjamaah bersama kedua orang tuanya.

Evan segera menuruni anak tangga lalu menuju mushola kecil yang berada di rumahnya untuk melakukan sholat berjama’ah bersama kedua orang tuanya. Selesai sholat maghrib, mereka bertiga Evan, pak Erlangga, dan juga bu Nirmala duduk di ruang keluarga untuk berbincang sekalian menunggu waktunya sholat isya tiba.

Mereka duduk di sofa yang berada di ruang keluarga tersebut, dengan sigap mengetahui para majikan di rumah itu tengah mengobrol disana, tanpa diminta bi Atun asisten rumah tangganya menghidangkan minuman panas dan juga kue sebagai cemillannya. Kali ini bi Atun membawakan tiga buah cangkir berisi minuman panas, dua cangkir berisi air putih panas untuk pak Erlangga dan juga bu Nirmala, sedangkan cangkir yang satunya berisi teh manis untuk Evan. Kenapa cangkir untuk pak Erlangga dan juga bu Nirmala berisi air putih yang panas bukan berisi teh manis yang panas, karena waktu sore tadi mereka berdua sudah menikmati secangkir teh manis terlebih dahulu, jadi agar tidak terlalu banyak mengkonsumi gula berlebih bi Atun membawakan secangkir air panas.

Mereka bertiga mengobrol ringan, menceritakan tentang pekerjaan mereka masing-masing dihari ini. Pak Erlangga yang dengan semangatnya menceritakan tentang prospek bisnis barunya, bu Nirmala yang menceritakan tentang ramainya pengunjung yang datang ke butiknya, sedangkan Evan kali ini lebih banyak diam memilih menjadi pendengar cerita kedua orang tuanya.

Melihat Evan yang terlihat tak seperti biasanya, bu Nirmala pun bertanya pada putra semata wayangnya.

“Evan, bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini nak?” Tanya bu Nirmala yang duduk disamping Evan sambil memegang bahu putranya itu.

Bukannya langsung menjawab pertanyaan dari ibunya, Evan malah terlihat sedikit sedang melamun, seperti sedang memikirkan sesuatu.

Bu Nirmala yang melihat putranya seperti itu pun kembali bertanya.

“Nak, apa kamu baik-baik saja?” Tanya bu Nirmala sambil menggoyang-goyang bahu putranya.

“Eh iya mah, kenapa?” Jawab Evan sedikit kaget sambil menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal itu.

“Kamu melamun dari tadi, apa ada masalah?” Tanya bu Nirmala.

“Enggak kok mah, enggak ada masalah.” Jawab Evan datar.

“Pekerjaan kamu bagaimana, lancar?” Tanya bu Nirmala lagi.

“Lancar kok mah, hanya saja tadi ...” Jawab Evan yang tiba-tiba menjeda perkataannya.

“Tadi kenapa Van?” Ucap pak Erlangga yang ikut mendengarkan penuturan putra semata wayangnya itu.

“Tadi Evan enggak sengaja nabrak perempuan waktu di pengadilan, dia jatuh dari tangga hingga terpental ke bawah pah.” Ucap Evan yang menceritakan kejadian siang tadi.

“Astaghfirllah.. lalu bagaimana keadaan perempuan itu nak, kenapa kamu bisa sampai seceroboh itu?” Ucap bu Nirmala yang terkejut bukan main mendengar penuturan dari putranya itu.

Bagaimana tidak terkejut, jika putranya menceritakan bahwa ia telah menabrak seorang perempuan dari tangga sampai tubuh perempuan itu terpental ke bawah, otomatis bayangan seorang ibu pasti terjadi sesuatu yang serius pada wanita yang ditabrak oleh putranya itu.

“Perempuan itu mengalami luka-luka dibeberapa bagian tubuhnya, tapi yang paling parah kakinya terkilir sampai tidak bisa jalan.” Ucap Evan yang kembali menceritakan kejadian siang tadi.

“Ya ampun Evan, lantas kamu membawanya ke rumah sakit?” Tanya pak Erlangga dengan tatapan yang serius.

“Enggak pah, perempuan itu kesal dan tidak mau Evan tolong. Jadi tadi Evan Cuma mengantarnya ke parkiran mobil saja.”

“Evan, papah tidak pernah mengajarkanmu untuk tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang telah kamu perbuat, kenapa kamu tidak membawanya ke rumah sakit?” Ucap pak Erlangga yang sedikit kesal dengan penuturan putranya.

Huuh.. papah, bukannya aku yang tidak tanggung jawab tapi perempuan itu yang tidak mau aku tolong. Gerutu Evan dalam hati.

“Nak.. memang kronologi kejadiannya tadi bagaimana, kenapa kamu bisa sampai menabraknya?” Bu Nirmala kembali bertanya dengan nada yang lembut sembari duduk disamping Evan dan memegang tangannya.

“Singkat cerita tadi Diana nelpon waktu Evan lagi ada diruang sidang, karena suaranya tidak jelas jadi Evan keluar untuk mencari tempat yang tidak terlalu ramai. Waktu Evan hendak turun ke lantai bawah tiba-tiba Evan nabrak perempuan itu. Dia salah satu orang yg akan mengikuti sidang pagi tadi karena minggu kemarin ia kena tilang saat razia lalu lintas, begitu ceritanya mah.” Jelas Evan menceritakan kronologi kejadian sisng tadi pada bu Nirmala.

Mendengar penuturan dari putranya, bu Nirmala menghela nafas panjang sembari mengusap bahu gempal milik putranya itu sambil menasihatinya.

“Nak, nanti kamu bilang sama Diana ya, kasih tahu dia kalau disaat jam-jam kerja jangan dulu menghubungimu. Harusnya dia mengerti, kalau kamu sedang bekerja tidak perlu menelponmu jika bukan benar-benar ada sesuatu yang penting.”

Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut mamahnya Evan hanya terdiam, tidak lalu menjawabnya. Ia sesekali memandang raut muka mamahnya, terlihat ada yang berubah dari mimik wajahnya. Entah, apa yang tersirat dalam pikiran mamahnya, Evan tidak mau menerka-nerka.

Suasana ruangan menjadi sedikit hening, hanya terdengar suara dari televisi yang dibiarkan menyala. Kini bu Nirmala duduk diam disamping Evan, sementara Evan juga sama-sama Diam. Ia bingung hendak bercerita apa, melihat sepertinya mood mamahnya sedikit berubah setelah mendengar cerita Evan tadi.

Tidak seperti biasanya mamah seperti ini, tidak mungkinkan kalau mamah marah sama Diana gara-gara cerita tadi? Gumam Evan dalam hati sembari melayangkan pandangannya kesembarang arah.

Satu jam telah berlalu kini waktu menunjukkan pukul 19.10 WIB, bi Atun masuk ke ruang keluarga dan memberitahu kalau hidangan makan malam telah siap dihidangkan.

Seperti biasa, keluarga pak Erlangga melakukan ibadah sholat isya terlebih dahulu sebelum mereka melakukan makan malam.

1
Sri Lestary
kelamaan u nya
Sri Lestary
lanjut kak
DHe AngeL's
nice 👍
Sri Lestary
ditungguin gak up load² sik kak
Sri Lestary
kok blm up lg kak😭
Sri Lestary
😭kok lama kak up ny
padahal dah ditungguin lho😪
Sri Lestary
kok belum up lg sich kakk...jadi sedih n kecewa nich😪
DLK HASAN haha
jika
Sri Lestary
kakk...sibuk ya?
kok blm up lagi sich?
Sri Lestary
apa gak ada kelanjutannya ya?🤔
Sri Lestary
kok belum up lg kak...😭 ditungguin nich😪🙏
Sri Lestary
kok blm up lg kak??
Sri Lestary
lanjut kak...seru nich...jgn lama² up nya
Titi SyahRani
mantap kk
Kusmiati
lanjut donk...
Dina She Mamora
lanjut thor
Marga Biri
aku menunggu kelanjutannya kapang dong.....??🙏🏻🙏🏻🙏🏻
laksamana Radithya Tolo
ditunggu kelanjutannya kak
Marga Biri
so sweet
Marga Biri
aku penasaran akan kelanjutamx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!