NovelToon NovelToon
SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:803.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salam Kenal

Rianti adalah seorang istri yang setia, harus menerima kenyataan pahit kalau dirinya telah dikhianati oleh suaminya.

Rianti tak menyangka, Ringgo suaminya yang sangat dicintainya tega bermain api di belakangnya. Ringgo tega menodai dan menghancurkan mahligai rumah tangga yang telah mereka jalani bersama.

Setelah mengetahui perselingkuhan suaminya, seketika rasa cinta Rianti hilang berubah menjadi dendam membara. Demi membalas sakit hatinya, Rianti rela bersabar dan bertahan bersama suaminya.

Rianti berusaha sepenuh kemampuannya mencari cara untuk menghancurkan suami dan wanita yang telah menghancurkan surganya.

Setelah berpikir keras, akhirnya Rianti menemukan cara untuk menghancurkan keduanya. Hari demi hari dilalui Rianti,perlahan namun pasti setiap rencana Riantipun berhasil.

Rianti meninggalkan dan menggugat cerai kepada Ringgo setelah benar-benar menguras hartanya. Setelah resmi bercerai
Rianti mual-mual setelah dicek, ternyata dia hamil. Betapa bahagia Rianti, kehamilannya ya menjadi sumber kekuatan bagi Rianti. Akankah kebahagiaan lain akan segera menghampirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salam Kenal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28:Aku Pasti Bisa Membongkar Kelicikanmu

"mas lewati bank, kita berhenti di depan saja." Aku berkata pada mas Roland ketika hampir sampai di bank yang kami tuju.

Aku melihat mas Ringgo yang sedang turun dari mobilnya, sungguh membuatku terkejut setengah mati. Aku sungguh tidak menyangka akan melihatnya disini, sekarangkan masih jam kantor belum saatnya untuk makan siang.

"kenapa kita tidak berhenti di depan Bank saja dik? bukankah tujuan kita tadi mau ke bank? mas Roland melontarkan pertanyaan beruntun, mungkin heran dengan yang aku lakukan.

"tidak apa-apa mas, aku hanya ingin memeriksa kembali kelengkapan surat-surat sebelum masuk ke bank." Aku menjawab memberikan alasan yang masuk akal kepadanya. Aku berusaha menutupi Masalah yang sekarang ada di depan mataku.

Semenjak mengetahui mas Ringgo selingkuh dariku, aku mulai belajar untuk berbohong untuk membalas perbuatannya kepadaku. Dia begitu pintar berbohong hanya seraya tersenyum, aku harus hati-hati menghadapinya. Aku yakin bisa bongkar semua kelicikan mas Ringgo tepat pada waktunya, saat itu tiba dia tidak akan bisa berbohong lagi untuk menutupi semua kebusukannya.

"dimana kita sebaiknya berhenti dik" mas Roland bertanya kepadaku, dia bingung harus berhenti dimana. Aku memandang sekeliling mencari tempat yang tepat untuk berhenti.

Aku melihat sebuah warung sarapan pagi tidak jauh dari bank. Aku merasa tempat itu sangat pas untuk mengawasi mas Ringgo, dari warung itu bisa terlihat dengan jelas yang dilakukannya di bank. Mas Ringgo sangat mencurigakan aku harus menyelidiki apa yang dia lakukan disaat jam kantor begini.

"kita berhenti di warung depan saja mas." Aku menunjuk ke warung yang di sana" aku menjawab seraya menunjuk, diapun mengarahkan motornya ke sana.

"kita sudah sampai dik, silahkan turun" mas Roland mempersilahkan aku turun dari motornya. Aku segera turun dan menyerahkan helm yan kupakai kepadanya. Aku segera masuk ke dalam warung, dan mengawasi mas Ringgo dari kejauhan.

Aku tidak melihat mas Ringgo, mungkin dia telah masuk ke bank. Aku duduk bersandar di kursi, sambil terus memandang ke arah parkiran yang ada di halaman bank tersebut.

"dek Rianti..." mas Roland berkata mengagetkanku, aku terkejut mendengar suaranya yang tiba-tiba.

"iya mas, ada apa" tanyaku singkat seraya mengernyitkan kening heran kenapa mas Roland masih di sini.

"ongkos ojeknya belum dibayar dek" mas Roland berkata seraya tersenyum enggan kepadaku. Aku terkejut mendengar pengakuannya, seketika aku merasa sangat malu sekali kepadanya. Aku terlalu fokus menyelidiki mas Ringgo sampai-sampai aku lupa bayar ongkos ojek.

"ya ampun mas maafkan aku, aku benar-benar lupa?" Aku meminta maaf kepada Roland, baru menyadari belum membayar ongkos ojek kepada mas Ronald.

"ada apa dik Rianti, mas perhatikan terlihat aneh sekali pagi ini? mas Roland bertanya, mengungkapkan perasaan herannya ke padaku.

"tidak apa-pa kok mas, aku merasa perutku terasa sangat lapar mas. Aku mau sarapan dahulu di sini mas." Aku menjawab pertanyaan mas Roland dengan tersenyum menutupi tujuanku sebenarnya.

Aku sengaja berhenti di warung itu bukan untuk makan, tapi untuk mengawasi mas Ringgo. Aku merasa curiga kepadanya, aneh melihat keberadaannya di bank di jam kerja seperti saat ini. Aku harus menyelidiki dan mengawasi mas Ringgo mulai saat ini, ternyata banyak fakta mengejutkan yang tidak aku ketahui selama ini.

"oh iya, mas sudah sarapan apa belum? kalau belum kita sarapan bersama di sini, gak usah khawatir nanti saya bayarin." Aku berkata kepada mas Roland seraya menawarkan untuk sarapan bersama.

"tidak usah, mas tidak lapar dik" mas Roland berkata menolak tawaranku.

"ayolah mas tidak usah malu." Aku memaksanya untuk ikut sarapan denganku, akhirnya mas Roland menerima ajakan sarapan bersamaku.

"mbak sini." Aku berkata kepada pemilik warung

supaya mendekat ke arah kami.

"ya mbak, ada yang bisa saya bantu? pemilik warung bertanya kepadaku setelah berada cukup dekat dengan kami.

"saya pesan mie rebus lengkap dua ya." Aku memanggil pemilik warung yang sejak tadi duduk memandang kami, menunggu kami memesan sesuatu.

"baiklah, mbak tunggu sebentar ya." pemilik warung bergegas ke belakang membuatkan pesanan kami.

Sekitar sepuluh menit, pemilik warung membawa pesanan ke meja kami. Aku lapar melihat mie rebus yang di hidang oleh si pemilik warung, kelihatannya enak sekali. Aku langsung mengambil sendok dan segera memakan mie rebus ke dalam mulutku.

"aduh panasnya.....!" Aku berseru menahan panas, aku berusaha tidak mengeluarkan mie yang terlanjur masuk ke mulutku. Aku merasa lidahku terasa melepuh karena panasnya kuah mie yang aku makan tadi. Aku melihat mas Roland tersenyum ke arahku.

"kenapa dek, panas ya? katanya masih dengan senyum yang tersungging di bibirnya. Aku merasa sangat kesal kepadanya, jangankan kasihan melihatku tapi malah tersenyum meledek ke arahku.

"makanya kalau makan itu pelan-pelan saja, jangan buru-buru seperti gak makan seminggu aja" mas Roland memberi nasehat kepadaku seraya tersenyum, tapi aku melihat dan mendengar dia tengah mengejekku. aku bertambah kesal kepadanya.

"hmmmmm..." jawabku kesal tanpa menoleh ke

arahnya. Aku terus mengaduk-aduk mie yang ada di hadapanku supaya cepat dingin.

Aku melayangkan pandanganku ke lapangan parkir yang berada di depan bank. Aku terus mengawasi mobil mas Ringgo yang terparkir di sana, tapi aku tak melihat mas Ringgo di sana. Mas Ringgo pasti sedang berada di dalam Bank, lama betul dia di dalam sana.

Sedang asik menikmati mie rebus, aku menangkap sesosok bayangan yang sangat aku kenal keluar dari bank. Aku melihat mas Ringgo keluar dari bank dengan seorang wanita, dia berjalan seraya memegang erat lengan mas Ringgo.

Aku merasa sakit hati melihat semua itu, aku merasa sangat terluka dengan perlakuan mas Ringgo. Aku semakin membenci mereka berdua, rasa dendam kembali membara di hatiku.

"mas jadi begini kelakuanmu kalau sedang di luar rumah." Aku berkata lirih dalam hati, sakit sekali rasanya luka yang berhasil mereka berikan di hatiku.

Aku terus memandang kemesraan dia antara mereka dari warung tempat kami makan. Mereka tampak begitu bahagia, semua itu tergambar dari senyuman yang terlukis dari bibir mereka. Mereka menikmati kebagian diatas rasa sakit dari luka yang mereka berikan kepadaku.

Tanpa sadar aku mengepalkan tanganku, Aku tak sadar memukul meja agak keras membuat mas Roland memandang heran ke arahku.

"kenapa dik?" mas Roland bertanya seraya memandang ke arahku. Dia ikut memandang ke arah pandanganku, ke lapangan parkir yang ada di depan bank.

"tidak apa-apa mas, saya tidak sengaja melakukannya." Aku berkata kepada mas Roland, pandangan mataku terus tertuju pada mereka yang sedang menaiki mobil Ringgo. Tak lama kemudian, mereka terlihat pergi meninggalkan bank.

Aku segera menghabiskan makananku, kemudian memanggil pemilik warung.

"berapa mbak." Aku bertanya kepadanya.

"keduanya dua puluh lima ribu mbak" pemilik warung berkata menyebutkan harga yang harus aku bayar. Aku segera menyerahkan uang untuk membayarnya.

"mas, ini uang untuk ongkos ojek tadi." Aku menyerahkan uang sebesar lima puluh ribu dan bergegas meninggalkan mas Roland yang masih menikmati sarapannya.

Aku bergegas menuju bank segera membuka rekening untuk mengamankan uang mas Ringgo yang berhasil aku curi dari ATMnya. Aku tidak lagi memikirkan rasa sakit hatiku karena melihat kemesraan antara mereka tadi.

" nanti, aku cari tahu apa yang mereka lakukan di sini." Aku berkata sendiri seraya masuk ke dalam Bank. Biarkan saja mereka merasa bahagia sekarang, nanti aku pastikan giliran mereka untuk menangis.

1
yessyleasmi Spd
terlalu banyak pengulangan kata2 bahkan kalimat, sehingga monoton tuk dibaca.
Salam Kenal: makasih komen dan koreksinya kak, semoga di bab berikutnya akan lebih baik lagi
total 1 replies
R_Ela Syakira
Kurang ajar ya si Ringgo beraninya bohong kalau aku jadi wanitanya kupetes-petes kelapanya
eenmangung
koq ceritanya tdk dipertemukan dgn papa kandungx rianti.
Warni Tanjung
aku suka cerita nya, tapi kok jarang up.. ya?
nurliana fitriyanti
up lagi Thor...
Ellya Salam
cakep sekali rianti cara kerja mu aku setuju
Suntinah Ahmad
akak bagus karyanya 😍🥰
Salam Kenal: makasih dek, silahkan baca kelanjutannya. semoga mendapat inspirasi dalam menulis
total 1 replies
Isabell Serinah
lanjut lagi plseeee 👍
Misik Japar
bgus thor cm trll bnyak nyebut kata"dik"nya. smngat
Keyboard Harapan
aku hadir kakak baru satu bab kisahmu meninggalkan air mata dipipiku🤧🤧🤧
Riskiya ahmad
itu artiya si ratu ular gak ada lagi urat malu x wkwkwk
Riskiya ahmad
sama saja gak ada bidanya😩😩😩😩
Isabell Serinah
up lagi
Nora Delfina
mampus ratu ular pelakor
Nora Delfina
mampus pelakor
enhy
semoga ratu cepat kena karma yng sangat buruk
Wiwit Listiani
makan tuh si ratu yang kau ratukan...sekarang dia menganggap mu sampah karena tak bisa lagi memenuhi keinginannya . cepet Thor . kasih rianti jodoh yang lebih wow... biar Ringgo makin kejang2 melihatnya...
Isabell Serinah
up lagi plseeee 🤣👍
Yeni Wahyu Widiasih
wowwww....apajah uang segitu buat si ratu ular?????
sedangkan istrix hanya dpt jatah 1,5 juta aja tiap bulan sampe2 jadi buruh cuci diam2...
Wiwit Listiani: dan lebih parahnya uang yang di makan uang istrinya . uang keluarga istrinya.
total 1 replies
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!