NovelToon NovelToon
Novel Mecha "GEAR TEARS"

Novel Mecha "GEAR TEARS"

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Kehidupan Tentara
Popularitas:354
Nilai: 5
Nama Author: KIRA

GEAR TEARS
Novel Bertema Mecha Militer

Di dunia yang telah hancur oleh kemunculan makhluk misterius bernama Cataclysm, umat manusia hanya mampu bertahan hidup di dalam kubah raksasa yang disebut Station. Untuk melindungi peradaban yang tersisa, organisasi militer The Hawk membentuk pasukan elit Grey Wings, para pilot yang mengendalikan robot tempur raksasa bernama Neo Gear.

Shin, seorang pilot muda Grey Wings Station 05, menjalani hidupnya seperti pilot lainnya hingga bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Belial. Dengan tanduk biru, ekor panjang, dan kekuatan yang melampaui manusia biasa, Belial menyimpan rahasia yang dapat mengubah segalanya: ia adalah seorang hybrid manusia dan Cataclysm.

Di tengah meningkatnya serangan Cataclysm dan konspirasi yang tersembunyi di balik organisasi The Hawk, Shin dan Belial perlahan membangun ikatan yang seharusnya tidak pernah ada. Namun, ketika masa lalu yang telah lama dikubur mulai bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KIRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3 "Sayap Kematian Diatas Kabut"

CHAPTER 3

Suara alarm bahaya tiba-tiba menggema di seluruh stasiun, bercampur dengan lampu merah yang berkedip di setiap sudut, memutus ketenangan malam pasca perdebatan panas antara Sua dan Belial di ruang komunal. Lantai bergetar ringan, membuat para personel Grey Wings bergegas meninggalkan pos masing-masing dan dalam hitungan detik semua sudah berkumpul di ruang briefing dengan napas memburu. Holo-layar di tengah ruangan menyala, memproyeksikan peta tiga dimensi dengan titik merah berkedip cepat mendekati zona ventilator udara luar Station 5. “Cataclysm terdeteksi mendekat ke arah ventilator utama Station 5,” suara Komandan Ace berat dan terukur, namun sorot matanya tajam saat jemarinya mengetuk layar, memunculkan siluet makhluk terbang dengan bentang sayap masif. “Kelas Angels tipe Avian... bernama Avest... pergerakannya sangat lincah di udara,” Lie memiringkan kepala sambil menyipitkan mata, “Wah... bentuknya seperti burung pemangsa raksasa... badai kabut di luar luar biasa tebal malam ini.”

Zhou terkekeh dengan mata menyala penuh antusiasme, “Yeah, sangat mudah! Akan kami selesaikan kurang dari satu jam.” Komandan Ace segera berbalik, menatap Belial yang bersandar di dinding dengan tatapan tegas, “Eagle belum dapat surat resmi dari The Hawk... jadi kau sengaja tidak diizinkan untuk meluncur kali ini, Belial.” Belial hanya mendengus sinis sambil melipat tangan, “Huh... bahkan walau dengan izin pun aku tidak sudi membantu tim lemah seperti kalian.” Sua yang mendengarnya langsung tersulut emosi, kedua tangannya mengepal erat, “Kau—!” namun Shin dengan cepat memegang pundak Sua untuk menenangkannya sebelum keributan meluas.

Neo Gear pun diluncurkan ke luar kubah, menembus badai kabut tebal yang menyelimuti area sekitar ventilator udara raksasa. Pertempuran langsung berjalan kacau karena Avest terbang sangat cepat di atas kabut badai, memanfaatkan ketinggian untuk menukik dan mencakar baja-baja stasiun. Tim 05 (terutama Swan milik Sua, Phoenix milik Huah, dan Feng Huang milik Zhou) langsung kesulitan karena Neo Gear mereka berbasis darat dan tidak dirancang untuk pertempuran udara murni. Huah berteriak frustrasi lewat radio komunikasi karena tombak Phoenix miliknya meleset jauh, “Hey Zhou! Jaga posisi sayap kananmu! Formasi udara kita berantakan tahu!” Zhou yang panik membalas dengan nada tinggi, “Aku sedang mencoba menembaknya, Huah! Makhluk ini bergerak terlalu cepat secepat angin!”

Dari ruang kontrol stasiun, Belial menonton layar monitor dengan tatapan sinis dan dingin, “Pergerakan kalian sangat buruk dan berantakan... dasar burung-burung rumahan yang payah,” gumamnya meremehkan. Di medan laga, kondisi semakin kritis ketika Avest menukik tajam, bersiap menghancurkan turbin ventilator utama yang bisa membuat seluruh stasiun kehabisan oksigen. Melihat situasi yang hampir gagal itu, Shin yang mengendalikan Raven tiba-tiba mengambil keputusan nekat; dia memacu pendorong Raven ke batas maksimal, melompat tinggi dari ujung menara stasiun menembus kabut badai, langsung mengarah ke jalur terbang monster tersebut. “Shin! Apa yang kau lakukan?! Itu bunuh diri!” teriak Sua dengan nada histeris di radio.

Di udara, dalam hitungan detik yang menegangkan, Raven berhasil mencengkeram erat pangkal sayap kiri Avest. Makhluk itu menjerit melengking, berputar-putar di udara dengan liar mencoba mengempaskan Raven jatuh ke jurang magma di bawah mereka. Shin menahan rasa pusing yang luar biasa di kokpitnya saat sensor Raven berbunyi nyaring tanda kerusakan struktur akibat cakar makhluk itu. Dengan sisa tenaga dan fokusnya, Shin menggerakkan lengan kanan Raven, menghantamkan belati getar mekanisnya tepat ke arah dada Avest, menembus kulit chitin tebalnya dan menghancurkan core di dalamnya dalam satu tusukan fatal. Ledakan energi Cataclysm meledak di udara, membuat Raven terlempar dan jatuh menghantam landasan stasiun dengan keras, menyisakan luka-luka robek pada zirah bajunya dan asap mengepul dari mesin pendorong.

Setelah misi darurat yang menegangkan itu selesai dan seluruh robot kembali ke hangar, para pilot beristirahat dengan tubuh kelelahan. Malamnya, Shin berjalan ke arah balkon luar stasiun untuk mencari angin segar, tubuhnya masih terasa nyeri akibat benturan keras tadi. Di sana, ia kembali melihat Belial sedang duduk di ujung pagar pembatas balkon dengan kaki menggantung ke arah kegelapan dunia luar. Shin berjalan mendekat dengan perlahan, namun sebelum dia sempat menyapa, Belial berbicara tanpa menoleh, “Taktik nekat yang bodoh... melompat tanpa perhitungan seperti itu di atas kabut, kau benar-benar cari mati.” Shin tersenyum tipis, bersandar di pagar di sebelah Belial, “Tapi setidaknya stasiun ini aman, dan tim kita selamat.”

Belial berbalik sedikit, menatap mata Shin dengan sorot yang tidak sedingin biasanya, “Jangan pedulikan orang yang tidak mempedulikanmu... di saat kematian tiba, tidak akan ada yang peduli pada orang lain... tapi harus kuakui, kenekatanmu tadi lumayan juga untuk ukuran pilot amatir.” Kata-kata Belial itu menggantung di udara, membuat hati Shin terasa sedikit hangat; dialog di balkon malam itu terasa jauh lebih berarti karena mereka baru saja melewati batas antara hidup dan mati bersama, membuat kedekatan yang mulai tumbuh di antara keduanya terasa didapatkan dari sebuah proses yang nyata.

1
Noir
Gokill
KIRA: makasihh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!