Zeya Putri bekerja disuatu perusahaan terkenal dikota Jakarta. Zeya terpesona oleh ketampanan dari Arka Krisdya yang tak lain adalah atasannya dikantor itu. Meskipun terlihsat dingin dan kaku, Arka memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap anak-anak panti asuhan. Karena Arka merasa senasib dengan mereka. Begitu pula dengan Arka, ia pun jatuh pada pesona seorang Zeya. Bahkan sejak ia mengirimkan lamaran diperusahaan yang ia pimpin.
Namun Arka tersandung masalah dengan Dela Deffana, anak dari pemilik perusahaan sekaligus orang yang berjasa dihidupnya.
Dela seorang wanita cantik, kaya, berpendidikan tinggi. Ia tampak begitu sempurna. Namun sayang, Ia tak bisa mendapatkan hati Arka. Ia besekongkol dengan Randi, seorang pria terlihat sangar yang kebetulab juga menyukai Zeya.
Arka terpaksa harus menikahi Dela, karena suatu hal yang ternyata itu hanya jebakan Dela. Namun disisi lain ia pun tak mau kehilangan Zeya bahkan ingin memilikinya.
Sementara Zeya rela dinikahinya meskipun dia tau Arka telah menikahi Dela. Zeya menjadi istri keduanya.
Bagaimana kisah cinta mereka?
Apakah akhirnya mereka akan berpisah?
Ataukah kekuatan cinta Arka dan Zeya bisa membuat mereka bisa bersama dan saling menunggu?
Tentunya tanpa adanya duri didalam kehidupan mereka
Yuk baca ceritanya..
Jangan lupa like dan koment ya dear.. 😉🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Aneh
"Sampai sini aja mas"
Zeya turun tepat didepan komplek menuju rumahnya.
"Jauh nggak masuk kedalamnya?" tanya Randi
"Nggak kok" kata Zeya tersenyum
"Iya, makasih udah nemenin gue"
"Aku yang makasih udah ditraktir, udah dianterin pula"
"Hehe" Zeya tertawa
"Gue pulang dulu ya"
"Hati-hati ya mas"
"Zeyyy"
"Hmm, kenapa mas?"
"Nggak, nggak apa-apa"
"Gue pulang ya" pamitnya lagi
Zeya melambaikan tangannya pada Randi.
Randi mengendarai motornya dengan pelan. Ia merasakan sedikit sesak dihatinya. Bagaimana tidak ia menyukai seorang gadis namun gadis itu tak membalas perasaannya.
Namun ia harus terima karena memang perasaan itu tak bisa dipaksakan.
Setelah mengantar Zeya, ia tak langsung pulang. Randi sengaja gabung dengan teman-teman tongkrongannya. Sekitar tengah malam dia baru pulang.
Ia terus melajukan motornya. Randi membelokan motornya melewati jalan yang cukup sepi. Ia sengaja lewat dijalan lain yang tak biasa ia lewati.
Tak jauh terlihat ada sebuah mobil yang berjalan tak semestinya. Mobil itu bergerak ke kanan kiri tak tentu yang bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.
Siapa pengendara itu?
Apakah pengendara itu sedang mabuk? pikirnya
Randi mempercepat laju motornya. Setelah dekat dengan mobil itu ia pun kemudian mengetuk kaca mobil.
Tok Tok Tok
Mobil tetap tak mau berhenti. Ia melihat sosok wanita yang sedang menyetir mobil.
"Mbak turun" kata Randi setengah teriak
Si pengemudi tetap tak mau berhenti.
"Mbak turun dulu" teriaknya lagi
Dengan cepat Randi memotong jalan dan berhenti tepat didepan mobil itu. Mobil itu dengan spontan mengerem mendadak.
Randi turun dari motor dan berjalan kearah mobil itu. Pintu mobil dibuka dengan kasar oleh si pengendara. Keluarlah seorang wanita cantik. Rambutnya terlihat sedikit berantakan.
"Lu mau mati" kata wanita itu dengan galak
Wanita itu tak lain adalah Dela. Ia pulang tengah malam dari tempat hiburan malam.
"Mau lu apa?" katanya lagi
"Mbak bisa membahayakan pengguna jalan lain"
Randi bisa mencium bau alkohol dari tubuh Dela. Karena jarak mereka yang cukup dekat.
"Trus masalah buat lu"
"Jelas mas-" kata Randi terpotong
"Hoekkkkk" Dela memuntahkan isi perutnya ke pakaian Randi
"Hoekkkkk" Dela duduk berjongkok
Isi dalam perutnya seolah ingin keluar semua. Randi menatap Dela dengan perasaan campur antara kesal dan kasian juga. Ia tak bisa meninggalkan wanita ini dijalan dalam kondisi mabuk seperti ini.
Bagaimana pun ia punya rasa kasian apalagi terhadap wanita. Meskipun penampilannya yang bisa dibilang seperti preman. Ia tetaplah manusia yang punya hati juga.
"Mbak pulang kemana, biar gue antar"
"Gue nggak butuh, hoekkkkk" lagi-lagi Dela memutahkahkan isi perutnya
"Oke lu tunggu dimobil" katanya sambil memapah Dela masuk ke mobilnya
Dela yang lemas hanya menurut saja. Randi mengambil motornya kemudian menitipkannya ke sebuah warung pinggir jalan.
Kemudian ia kembali ke mobil Dela yang terparkir dipinggir jalan.
"Mbak, alamat mbak dimana?"
"Hmmm, gue di apartement Mena*ra Jakarta nomor X lantai sepuluh"
"Cepat anterin gue, nanti gue bayar" katanya ketus
Randi menghidupkan mesin mobil dan melajukannya. Ia tak habis pikir kenapa ada wanita pulang sendiri dalam kondisi mabuk dan mengendarai mobil. Tanpa ada yang mengantarkannya.
Ia masih terus melajukan mobil menuju apartement wanita itu. Karena sudah larut malam kondisi jalan pun tak terlalu banyak kendaraan.
Ia melirik kearah Dela. Tampak Dela sudah tertidur dengan pulas.
"Arkaaaa, kenapa kamu jahat sama aku" Dela meracau
Mungkin wanita ini telah dicampakkan oleh kekasihnya si laki-laki bernama Arka itu
Kasian sekali wanita ini batinnya
Padahal dia sempurna, cantik dan terlihat berkelas
"Mbak, mbak bangun"
"Kita sudah sampai di apartement"
Randi memanggil-manggil Dela. Namun tak ada sahutan darinya.
Ia mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Dela. Lagi-lagi tak ada gerakan dari Dela. Mungkin ia terlalu mabuk hingga tertidur pulas seperti ini.
Tak ada pilihan lain, ia harus menggendong Dela masuk kedalam apartement.
Ia pun masuk kedalam lift kemudian menekan tombol menuju lantai sepuluh.
Nafasnya terengah-engah, dan keringatnya mulai keluar.
Menyusahkan sekali
Dia terlihat kurus tapi lumayan membuat nafasku ngos-ngosan
Randi berjalan menyusuri koridor lantai sepuluh apartement Dela. Ia melihat nomor-nomor yang tertera pada pintu masing-masing kamar.
"Ini dia" pikirnya
"Mbak bangun, ini sudah sampai di apartement"
"Mbak" Randi mulai kesal
Bagaimana ini?
Pintunya menggunakan akses fingerprint!
Bagaimana aku bisa masuk
Tiba-tiba terlintas diotak Randi
Kenapa aku jadi bodoh begini
Wanita ini bukankah punya jari tangan yang dapat digunakan untuk membuka pintunya
Buru-buru ia meraih jari telunjuk Dela kemudian menempelkan ke mesin fingerprint.
Pintu pun terbuka. Randi masuk kedalam apartemen Dela yang mewah itu. Kemudian ia meletakan tubuh Dela diatas ranjang tidurnya.
Huftttt
Punggungku terasa mau patah
Ia membantu membuka high heels yang Dela pakai. Kemudian menaruh tasnya di nakas samping ranjangnya.
Ia menatap wajah Dela yang masih tertidur dengan pulas.
Bisa-bisanya wanita secantik dia begitu ceroboh
Pulang dalam kondisi mabuk seperti ini
Bagaimana kalau bertemu dengan laki-laki yang hanya menginginkan tubuhnya pikir Randi
Randi menghela nafas panjang.
Ia membalikan tubuhnya hendak melangkah pergi meninggalkan apartement Dela. Tiba-tiba tangannya ditarik kuat oleh seseorang yang tak lain adalah si gadis yang iya tolong, Dela.
"Jangan pergi, pleaseee" pintanya
"Hah?"
Matanya sedikit terbuka. Pinggang Randi dipeluk dari belakang. Randi hanya terdiam karena kaget.
Dela berdiri kemudian membalikan tubuh Randi kemudian menjatuhkan tubuh mereka berdua diranjang yang empuk itu.
Dia memeluk erat tubuhnya. Randi hanya menurut diperlalukan seperti itu oleh Dela.
Mereka berdua saling berhadapan. Mata Dela tampak sendu menatap Randi yang hanya diam. Ia bingung harus berbuat apa. Ia ingin melepaskan pelukan gadis itu. Namun Dela terlalu kuat memeluk tubuhnya. Hingga Randi susah bernafas.
"Emmmuachhhh aku sayang sama kamu"
Dela tiba-tiba mencium bibir Randi dengan cepat. Dan ia pun memejamkan matanya dan tertidur pulas lagi.
Sementara Randi masih terkejut dengan aksi ciuman yang dilakukan Dela padanya.
Ia benar-benar tak menyangka kalau malam ini akan mendapatkan ciuman dari seorang gadis yang tak dikenalnya.
Randi pelan-pelan melepaskan tubuhnya dari pelukan Dela. Kemudian ia pergi meninggalkan apartement itu.
Dijalan ia masih terus memikirkan kejadian yang dialaminya.
Setelah itu ia memesan ojek online menuju ke tempat ia menitipkan motornya.
****