Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Karena kondisinya sudah membaik, Helena tidak perlu dirawat lagi di rumah sakit, sehingga dia memutuskan untuk segera pulang.
Namun, begitu dia pulang ke mansion, dia sama sekali tidak melihat ada Arjuna disana.
"Kemana dia? Kenapa dia belum pulang juga?"
Helena tiba-tiba teringat dengan perkataan Zora yang mengatakan bahwa dia melihat Arjuna yang begitu akrab dengan Calista. Entah mengapa dia merasa kesal.
Dia semakin kesal karena Arjuna sama sekali pergi menjenguknya saat dia berada di rumah sakit.
Dia awalnya ingin menelpon Arjuna, tapi dia mengurungkan niatnya.
Dia pun menghela nafas dalam-dalam. "Untuk apa juga aku berharap padanya? Dia mau perhatian atau gak juga, itu hak dia. Dia saat ini mau dengan siapapun juga itu hak dia."
...****************...
Arjuna sangat menyadari ternyata di zaman modern ini, hidupnya sangat ketergantungan pada kalung liontin miliknya, tanpa memakai kalung tersebut, dia telah kehilangan kekuatan supernaturalnya. Sehingga, kini kekuatan fisiknya hanya seperti manusia biasa.
Tapi meskipun begitu, dia tetap tidak merasa berkecil hati. Malam ini dia mencoba latihan bertarung, meskipun hanya menggunakan kekuatan fisik saja.
Dia melatih nafasnya agar tetap tenang, menarik dan menghembuskannya dengan perlahan agar tenaganya tidak cepat habis.
Kemudian dia berlatih menjaga keseimbangan tubuhnya, berdiri dengan satu kaki menumpu tanah, membiasakan tubuh tetap tegak dan stabil.
Setelah itu dia bergerak maju-mundur, melatih kecepatan gerakannya dalam menghadapi musuh.
Lalu dia mendekati tumpukan batu bata di sebuah lapangan terbuka itu. Dia mengepalkan tangannya dengan erat, mengerahkan seluruh tenaga di lengannya, lalu menghantamkan kepalan tangan ke arah batu bata itu.
BUGH!
Batu bata itu pecah terbelah dua.
KRAK!
Tangan Arjuna terasa perih dan panas, tapi dia tidak peduli. Dia kembali menghantam batu bata berikutnya berulang kali, hingga kepalan tangannya memerah.
BUGH!
BUGH!
Setelah berlatih cukup lama, waktu tak terasa sudah pukul dua belas malam, Arjuna memutus untuk pulang.
"Aku memang gak boleh ketergantungan pada kalung itu. Meskipun hanya menggunakan kekuatan fisik saja, aku harus bisa. Lagipula, semua lawanku adalah manusia biasa, mereka juga sama denganku, hanya mengandalkan kekuatan fisik."
Arjuna yang baru memasuki mansion, dia berhenti bicara saat dia melihat Helena yang sedang tertidur di sofa ruang tengah.
Dia sangat terkejut, dia pikir Helena masih berada di rumah sakit.
"Kenapa dia tidur disini? Apa mungkin... dia sedang menunggu kepulanganku?"
Arjuna menggelengkan kepalanya, dia rasa semua itu tidak mungkin. Dia sangat menyadari, dia mata Helena, dia hanyalah seorang pria yang aneh. Helena tidak mungkin memiliki perasaan padanya.
Arjuna berniat membangunkan Helena, tapi hatinya tak tega saat melihat wajahnya yang tampak lelah. Karena itu, dia perlahan mengangkat tubuh gadis itu untuk memindahkannya ke kamar.
Mungkin karena punggungnya masih terluka, sehingga dia sedikit meringis. Akibat terkena hantaman lampu gantung saat dia melindungi gadis itu.
Setelah sampai di kamar, Arjuna membaringkan tubuh Helena di atas ranjang.
Namun, tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan tubuhnya, hampir menindih tubuh gadis itu, beruntung dia segera menahannya dengan kedua lengan yang menumpu di tepi ranjang.
Jantungnya seketika berdegup kencang. Dia menelan saliva dengan susah payah saat menyadari betapa dekat wajah mereka saat ini. Jarak wajah mereka hanya tersisa sekitar lima sentimeter, bahkan bibir mereka hampir saja bersentuhan.
Bibir Helena yang tipis itu sangat terlihat menggoda, membuat hatinya bergetar hebat. Dia ingin semakin menundukkan wajahnya.
Namun, seketika itu juga Arjuna tersadar. Dia buru-buru menegakan kembali tubuhnya. Dia tidak boleh berbuat kurang ajar. Helena pasti akan menghajarnya kalau sampai dia nekad mencium bibir gadis itu.
"Tahan, Arjuna. Tahan."
Dia segera melafalkan mantra pengusir setan, agar tidak merasuki pikiran kotornya, sambil buru-buru keluar dari kamar gadis itu.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...