NovelToon NovelToon
Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rifda mawardani

Kisah ini lanjutan dari Cinta seindah senja di pesantren season 1.

"Kamu harus memilih di antara kita!" Husein membuka suara.

"Kamu harus memilih Aku atau Dia, Kakakku?" Husein menatap lekat Arum yang masih setia berdiri mematung di antara laki-laki yang memiliki sifat berbeda tapi wajah yang sama.

Arum adalah santri baru pindahan dari luar negeri, Dia memiliki sikap yang berbeda juga paras yang cantik mempesona. Karena perbedaan itulah yang membuat kedua putera pemilik pesantren jatuh cinta dan bersaing mendapatkan hatinya.

Siapakah yang akan dia pilih?

Dan bagaimana kisah mereka?

Ikuti terus kisah mereka di karyaku Cinta seindah senja di pesantren season 2.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rifda mawardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Di Sawah

"Husein, kamu ini ngagetin aja. Umik kira siapa yang dateng?" ujar Umik yang terkejut mendengar deheman Husein.

"Habis Umik sama Arum serius amat ngobrolnya, memang lagi bahas apa?" tanya Husein.

"Umik sama Arum lagi bahas orek tempe kesukaan Arum." Jawab Umik dengan senyum yang mengembang.

"Kamu suka orek tempe Arum?" tanya Husein yang tiba-tiba tertarik untuk membahas makanan kesukaan Arum.

"Iya Kak, orek tempe makanan paling top," Arum mengacungkan dua jempol ke arah Husein.

"Kalau kamu suka nanti Aku masakin, kamu mau aku masakin?" tawar Husein.

"Memang Kak Husein bisa masak orek tempe?" tanya Arum ragu.

"Bisalah, masakanku paling enak. Iyakan Umik?" Husein berbicara penuh dengan rasa percaya diri.

"Iya, tapi nanti saja masaknya. Lebih baik sekarang kalian belajar." Ucap Umik.

"Siap Umik, nanti beneran masakin orek tempe ya Kak." Pinta Arum menunjukkan wajah puppy eyesnya.

"Iya," jawab Husein.

"Mbak Hana!" panggil Husein ketika melihat Hana baru masuk dari depan membawa sekantong belanjaan di tangannya.

"Iya Mas Husein," sahut Hana.

"Nanti tolong siapin bahan-bahan buat orek tempe ya." Pinta Husein pada Hana sang haddam.

"Baik Mas Husein," sahut Hana seraya kembali berjalan menuju dapur.

"Ayo Arum!" ajak Husein berjalan mendahului Arum memberi kode agar Arum mengikuti langkahnya.

Husein mengajak Arum pergi menuju sebuah saung atau pondok kecil yang berada di pinggir sawah dekat pesantren, suasananya begitu asri dengan pemandangan indah dan terlihat beberapa orang tengah menanam padi.

Semilir angin dari sawah semakin memperlengkap kesempurnaan suasana di sana.

"Wahh ammazing, it's so beautiful." Ucap Arum dengan wajah berbinar, tercetak jelas kebahagiaan bercampur kekaguman yang tergambar di wajah Arum.

"Indah bukan?" cicit Hasan menaruh satu bangku lipat yang cukup untuk satu orang yang di bawa untuk Arum di tengah saung.

Arum yang mengerti jika Husein menyediakan bangku untuknya langsung naik ke atas saung dan duduk di depan bangku.

"Belajar dengan suasana seperti ini akan membuatmu mudah faham dan gak mudah lupa." Husein memberitahu alasan dia mengajak Arum ke tengah saung.

"Kamu benar, suasana seperti ini membuat semangatku semakin membara. Ayo mulai!" ucap Arum membuka buku yang tadi di bawa dan bersiap menulis dengan bulpen yang terselip di dalam buku.

Husein membuka buku yang dia bawa dan menunjukkan ke arah Arum.

"Coba lihat ini!" titah Husein.

terdapat tulisan huruf hijaiyah lengkap dengan penyalinan jika di tulis dengan huruf biasa, Arum mengamati setiap huruf yang tertulis.

"Alif sama dengan A, ba' sama dengan b," Arum terus mengeja setiap huruf yang tertulis seraya berusaha menghafalnya.

"Tulislah dulu! setelah itu baru kamu hafal." Dengan penuh penghayatan Arum menulis setiap huruf yang ada di buku, kemudian mulai menghafal.

"Hafallah semua huruf yang sudah kamu tulis, Aku memberimu waktu dua puluh menit. Apa waktu itu cukup untukmu?" tanya Husein.

"Tenang waktu segitu cukup kok buat Aku ngehafalin semua huruf ini." Ujar Arum meyakinkan Husein yang terlihat ragu.

"Baiklah, Aku tinggal ke sana dulu. Kalau sudah dua puluh menit Aku akan kembali." Pamit Husein berdiri meninggalkan Arum setelah mendapatkan persetujuan Arum, meski Arum cuma mengacungkan ibu jari ke hadapan Husein sebagai tanda persetujuannya.

Dengan begitu seriusnya Arum mempelajari materi yang di berikan oleh Husein, memahami serta menghafal setiap hurufnya.

"Oh jadi ini arti dari tulisan anak-anak waktu memaknai kitab." Gumam Arum, memngingat tulisan yang dia lihat waktu mengaji bersama Desy dan Sinta.

Arum terus belajar sampai dia merasa bisa dan hafal. Setelah selesai dengan tugasnya Arum mulai merasa kakinya kram terlalu lama bersila, Arum merenggangkan otot-otot yang kaku setelah itu berdiri menatap ke tengah sawah terlihat beberapa orang sedang menanam padi yang tadi dia lihat.

"Lama sekali, sampai Aku selesai mereka masih belum selesai." Gumam Arum yang melihat para petani masih belum selesai dengan kegiatan menanamnya.

Dari kejauhan terlihat Husein sedang mengobrol dengan beberapa orang yang sedang duduk istirahat di bawah pohon pisang.

Perlahan namun pasti, Arum berjalan menuju tempat Husein berada.

"Kak Husein!" panggil Arum setelah sampai di dekat Husein berada.

Husein yang sejak tadi asyik mengobrol malah semakin tak menghiraukan kehadiran Arum yang mulai mendekat.

"Kakak!!!!" Arum sedikit berteriak agar Husein mendengar dan tahu keberadaannya.

"Arum," lirih Husein meninggalkan beberapa orang yang tadi mengobrol dengannya.

Husein berjalan mendekat ke arah Arum yang masih setia berdiri menunggu Husein mendekat.

"Kamu kok ke sini?" tanya Husein.

"Aku sudah selesai," karena bosan menunggu akhirnya Arum putuskan untuk berjalan mendekat ke arah Husein berdiri.

"Kembalilah ke saung! saya akan ikut denganmu." Titah Husein yang kini berjalan menuju saung memberi isyarat agar Arum mengikutinya dari belakang.

Husein menulis sebuah soal di buku Arum, "kerjakan soal ini!" titah Husein mengembalikan kembali buku Arum yang tadi dia ambil alih.

"Baiklah, ini soal mudah Aku pasti bisa mengerjakannya!" Ujar Arum penuh semangat.

Dengan penuh ketelitian Arum mengisi setiap soal yang di berikan oleh husein dengan begitu haty-haty agar tidak ada yang salah.

Husein tersenyum tipis menatap Arum yang sedang serius mengisi setiap soal yang dia berikan.

Arum yang memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata bisa mengerjakan setiap soal yang di berikan Husein dengan jawaban yang sempurna.

"Ini!" Arum menyerahkan buku yang tadi sudah di kerjakannya.

Husein kembali tersenyum melihat Arum yang terlihat cemas

"Nilaimu sempurna, teruslah bersemangat seperti ini dalam mencari ilmu! maka kebahagiaan dunia dan akhirat akan kamu dapatkan! dan kamu akan bisa memaknai kitab seperti temanmu yang lain." Husein menjelaskan fungsi dari huruf hijaiyyah yang baru saja di kerjakan.

Arum sedikit mengerti fungsi dari setiap huruf yang telah dia kerjakan. Dan Arum mulai mengerti.

"Baiklah Kak, besok kita belajar lagi." Arum yang sejak tadi memang sudah tak sabar ingin melihat orang-orang yang sedang menanam padi pun mulai berdiri.

"Kak, ayo ke tengah sawah!" ajak Arum berjalan lebih dulu mendekati beberapa orang yang sedang berada di tengah sawah.

"Sudah lama sejak Aku pindah ke Australi, Aku tak bisa melihat pemandangan seindah ini Kakak." Ujar Arum yang terus berjalan menuju tengah sawah.

Husein yang mengerti dengan sikap Arum yang saat ini terlihat begitu bahagia membuat Husein hanya bisa pasrah mengikuti kemauan gadis cantik yang kini sedang berjalan tepat di hadapannya.

"Kalau kamu merasa senang di sini, maka nikmatilah suasananya." Ujar Husein yang kini berjalan kembali ke tengah sawah meninggalkan Arum yang masih diam melihat keindahan sawah.

1
@lan
mantab thor
kkholifah17SQ
haha terlalu jelas Thor "dua gunung kembar yang putih dengan puncak merah muda yang menonjol lumayan besar" 🤣🤣🤣
kkholifah17SQ
terlalu jelas Thor"belalai panjang yang menegak"🤣🤣🤣
kkholifah17SQ
😆😆terlalu jelas Thor, "gua berbukit yang di tumbuhi rerumputan" 🤣
"menikmati manis nya madu dua gunung kembar yang terpampang nyata" 🤣
kkholifah17SQ
kayak nya tadi di awal yang nyuruh arum manggil husen mas itu husen sendiri tapi kok di sini husen nya jadi komplen ya🙏
Suliyatun
semoga Hasan berjodoh dgn Arum..
Mira azira Zira
apa cuma aku yang setuju kalo arum sama husein,?😆
Muh Kamal
cerita yg bagus banget
Syakira Er
huda itu adek sepupu hasan dan husein ka, krna waktu arif dan imah nikah, uqi baru melahirkan
Marwah
semangat pengantin baru
Indrijati Saptarita
anak husein lelaki apa prempuan... koq menggantung....
lanjuuuuuuuuttt yuukkk.....
Indrijati Saptarita
dilanjuuuuuttt....
Indrijati Saptarita
tiap orang beda character, walau kembar sekalipun....
Indrijati Saptarita
lama pergerakannya yaa... critanya di tempat... pergerakan terlalu lambat....
Indrijati Saptarita
jaman digital masih surat-suratan kertas..... opo tumon....
lanjuuuttttt.....
Indrijati Saptarita
alhamdulillaah gercep huda... jd dessy ga bimbang lagi....
Indrijati Saptarita
kelamaan....
Indrijati Saptarita
duuhhh adiknya zain siapa yaa....
Indrijati Saptarita
kelamaan akh arum ngomongnya....
padahal wkt di danau kan santai, bukannya ngomong....
Indrijati Saptarita
syafakillaah laa basa' thohurun, in syaa Allaah....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!