Kisah ini menceritakan tentang seorang wanita yatim piatu bernama Viona yang dijodohkan dengan Farel yang menjadi penerus kakeknya pada sebuah perusahaan tambang Batu Bara.
Farel adalah seorang lelaki yang pada awalnya hanya berpura-pura mencintai Viona.
Menjalani pernikahan yang begitu menyiksa batin. Menguatkan hati melihat perselingkuhan suaminya.
Dan terjerumus dalam kenyataan pernikahan yang di atur oleh mertuanya.
Tapi, pada akhirnya Viona mendapatkan kembali cinta suaminya.
Namun, ia harus menghadapi penyakit Alzheimer-Demensia yang mengancam jiwanya saat sedang mengandung.
Perjuangan Viona melawan penyakit yang membuatnya melupakan suaminya.
Akhir kisah cinta Viona yang berada di ambang kematian.
Dibaca yah, mohon krisan membangun untuk author 🙏🤩
Semoga ngoni samua suka nehh 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MYH 27
Fani pamit untuk pulang dan akan segera menjelaskan semua peristiwa itu kepada adiknya, Farel. Sebenarnya Fani sedikit merasa ragu jika Farel bisa menerima perbuatan yang ia dan Sarah lakukan. Namun, hanya ini yang bisa ia perbuat untuk mengontrol sikap egois adiknya yang kurang sabaran dalam menghadapi penyakit Viona.
Farel dan Bagas melihat mobil kakanya keluar dari gerbang rumah yang di tinggali Viona. Mereka mengikuti Fani dari belakang hingga akhirnya Fani masuk ke gerbang rumah Farel.
Saat kakanya keluar dari mobil, Farel pun segera keluar dan menggenggam tangan kakaknya, seperti mengerti maksud adiknya Farel. Fani menuntun adiknya masuk ke ruang tamu. Bagas segera mengambilkan minuman untuk ke dua bosnya.
"Jelaskan semuanya padaku kak. Tanpa terlewatkan satu hal pun."
"Pertama kakak ingin minta maaf Farel. Mungkin pelajaran untukmu sudah sangat berlebihan. Namun, satu hal yang bisa membuat kakak yakin hingga saat ini. Perasaanmu untuknya masih tetaplah sama. Perjuanganmu untuknya masih tetap tidak berubah. Dan, hatimu tidak mendua. Kau bisa marah Farel. Namun, kakak hanya ingin yang terbaik untukmu. Kakak akan menyatukan kalian bertiga, karena kakak yakin kau tidak akan lagi menahan sikap keras dan egoismu."
#Fani
Saat Viona dinyatakan keguguran dan bayinya meninggal, itu semua adalah usul dari Wisnu. Sebenarnya Wisnu ingin membawa Viona dan bayi kalian dalam keadaan apapun. Asalkan Viona bisa bahagia bersama bayinya meski bayi itu bukan anak Wisnu. Wisnu hanya tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat Viona tergelatak di teras rumah di saat cuaca sangat tidak bersahabat, saat itu Wisnu berpikir pasti kejadian itu karena perbuatanmu Farel. Namun ia juga tidak ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Wisnu meminta bantuan Sarah, karna mereka memang saling mengenal. Dan Sarah menghubungi kakak saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sarah pun berpikir untuk membawa Viona dan bayinya dengan me-reka kejadian itu. Setelah itu Wisnu pergi. Wisnu selalu menanyakan kabar Viona dan bayi kalian, hingga sampai pada hari dimana ia dijodohkan oleh orangtuanya. Hari itu pula menjadi hari terakhir ia menanyakan kabar Viona dan bayi Zen.
Papa dan Mama tidak mengetahui kejadian ini. Hingga hari dimana papa dan mama kecelakaan, adalah hari dimana mereka mengetahui tentang keberadaan Viona dan bayi kalian. Ternyata mama selalu menempatkan orang suruhannya mengikuti kemanapun kakak pergi. Karna mama takut terjadi hal yang tidak baik terhadapku. orang suruhan Mama yang selalu mengikuti kakak melihat kakak selalu menuju ke jalan rumah Viona. Karena penasaran, mereka ternyata mengikuti kakak saat bertemu dengan Viona.
Sebelum esoknya papa dan mama kecelakaan, papa dan mama mengunjungi Viona dan bayi Zen. Kakak sama sekali tidak mengetahui keberadan papa dan mama. Saat itu mama tiba-tiba saja sudah berada di belakang kakak, mama langsung memeluk Viona dan bayi Zen. Dan papa meminta penjelasan kakak.
Kakak ceritakan semua. Akhirnya papa pun mengerti dan menjelaskannya ke mama. Hari itu mama dan papa meminta kakak untuk mengambil gambar mereka berempat. Papa dan mama sangat bahagia. Cucu pertama mereka, yang akan menjadi penerus keluarga kita. Bayi Zen hampir tidak pernah lepas dari pelukan mama dan papa
Hari itu kakak mulai merasa tenang, karena papa dan mama tidak marah dengan kami. Mama mengikuti skenario kami, karena memang rencananya saat usia Zen satu tahun, kami akan mempertemukan kalian.
Pada esok subuhnya, kami berpamitan dengan Viona untuk kembali menjagamu. Namun saat kami sampai dan berpisah di bandara, mama dan papa mengalami kecelakaan itu. Kecelakaan yang sama persis di alami Viona dan Wisnu.
Dan saat mengetahui papa dan mama meninggal, Viona sempat drop hampir 3 bulan. Kakak dan Sarah bahkan sangat kewalahan harus menjagamu di sini dan menjaga Viona di sana. Tapi untungnya kondisi tubuh Viona stabil sampai hari ini. Dan, mengapa kakak tetap menahan Viona di sana hingga genap satu tahun usia Zen? Karena kondisi tubuh Viona lebih sehat dan penyakit Viona jarang kambuh terkecuali ia teringat kejadian di hari kecelakaan yang kau buat
Farel termenung dengan penjelasan Fani. Air matanya menetes, ia merasa sangat rindu dengan orangtuanya yang hanya sehari merasakan kebersamaan dengan menantu dan cucu tersayangnya namun ajal lebih dekat. Ia pun sangat merindui kekasih hatinya. Ia berharap Viona mau menerima kehadirannya lagi. Ia mungkin marah dengan pengakuan kakaknya, namun semuanya tertutupi dengan rasa syukurnya karena kehadiran Viona dan bayinya.
"Kak, apa aku bisa menemui Viona dan anakku?"
"Iya, tentu saja. Viona sudah siap untuk hari ini."
"Tapi, tadi di bandara?"
"Dia hanya terkejut, dan ingatannya sedikit menurun karena itu. Tapi setelah meninggalkanmu beberapa langkah ke depan ia tiba-tiba sadar bahwa itu adalah kau suaminya. Namun dia tidak berbalik arah karena ia masih bingung apa yang harus ia lakukan."
"Jadi, menurut dokter apa ia akan baik-baik saja saat bersamaku?"
"Tergantung sikapmu padanya, farel."
"Baiklah, antarkan aku ke rumahnya!"
Fani mengantarkan Farel ke rumah Viona. Selama dalam perjalanan Farel masih meragu untuk bertemu dengan Viona. Ia gugup juga takut jika Viona akan drop saat melihat kehadirannya. Namun ia harus bertemu dengan pujaan hatinya. Ia sudah sangat rindu
"Apa kau gugup Farel?" Tanya Fani memecah lamunan Farel
"Iya. "
"Tenanglah, Viona pasti akan menerimamu kembali."
Mobil mereka pun sampai di kediaman Viona. Dari luar gerbang rumah Farel sudah bisa mendengar suara Viona yang sedang mengajak putranya bermain di luar rumah. Campur aduk yang di rasakan Farel. Mobil masuk ke pekarangan rumah, Viona yang memeluk bayinya di temani Lily mengarahkan pandangan ke mobil yang masuk. Mobil Fani.
"Wahh, aunty Fani balik lagi sayang." ucap Viona ke bayi Zen
"Mungkin ada yang tertinggal yah?" tanya Lily
"Coba kamu periksa di dalam Li mungkin saja ada barangnya yang tertinggal!"
Viona hendak mendekat ke mobil Fani, namun langkahnya terhenti saat dia melihat Farel. Jantungnya berdetak sangat cepat, namun sesuatu yang bergejolak di dalam dadanya, yah itu lah rindu. Hati kecil Viona ternyata sangat merindukan suaminya.
Farel mulai ragu untuk mendekati Viona, namun saat Viona tersenyum dan meneteskan air matanya, keberanian Farel pun lebih besar untuk segera mendekap istri dan anaknya.
Farel melangkah dengan langkah yang panjang, ia segera memeluk pujaan hatinya dan bayinya yang berada dalam pelukan Viona. Farel menangis sejadi jadinya. Ia sangat merindukan benar benar sangat merindukan anak dan istrinya yang dikiranya sudah meninggal setahun lalu karena perbuatannya.
Viona tak kalah bahagianya. Akhirnya setelah menahan kerinduannya, ia bisa bertemu dengan suaminya lagi. Farel menciumi kedua wajah orang yang sangat di cintainya. Viona memberikan Bayi Zen ke dalam pelukan Farel agar Farel bisa memeluk anak mereka.
Tapi saat bayi Zen sudah berada dalam pelukan Farel...
- bersambung
udah aku kasi like juga
berarti tamat wes.
kl ganti istri wes gk seru neh