Kenalin,gua Nata Ghifari Ananjar.
Umur 18 tahun dan punya abang namanya
Rafa Ghifari Ananjar.
Abang gua ganteng ,banyak cewe yang nempel bahkan sampai nenek -nenek sekalipun nge- fans sama dia.
Abang gua paling suka tebar pesona didepan umum ,beda banget sama gua yang jengah liat kelakuannya.Walaupun begitu
gua sayang sama abang gua,begitupun sebaliknya.Dan
satu hal yang paling males buat gua,yaitu nganter abang gua yang keinginannya selalu aneh-aneh,kaya orang ngidam.Kalo nganter nya jalan kaki,gua harus ridho dikejar nyampe ngos-ngosan oleh ibu dan bapak kompleks ,yang lihat gua kaya maling.
Apabila gua kena sama kejaran mereka,bakalan abis ni muka gua ,bahkan nama gua juga bakalan tak kalah terkenal sama abang gua.
Dan gua juga diberi gelar" Tak kalah Tampan" oleh cewe-cewe yang bikin gua ilfil sama mereka.
Dah lah yah bang neng,ikutin aja kisahnya, Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Targedi Belanja di Mall
Pekerjaan mereka sudah selesai dengan sangat memuaskan.
Kepenatan mereka sudah terbayar dengan semakin eratnya persahabatan.
Malam ini mereka sedang berkumpul diruang tamu dikelilingi dengan berbagai fasilitas kumplit dan kenyamanan ruangan itu sendiri.
Mereka sangat berbahagia dengan apa yang mereka lakukan kali ini,ternyata tidak ada yang sia-sia atas dasar kebersamaan.Karena mereka menyadari,sesederhana apapun cara kita memperlakukan orang lain dengan ketulusan dan kebersamaan maka tiada masa yang akan berkahir dengan sia -sia.
"Sudah...sudah tertawanya apa kalian pada gak laper?"Tanya Nata pada teman-temannya yang kini sedang tertawa karena ulah Rizki dan Rafgan .
"Benar juga ,kalau gitu tunggu apalagi ?ayo kita cari makan"Jawab David yang kini sudah berdiri dengan antusias.
"Kalian aja lah yang pergi,gue males gerak.Tapi beliin gue makanan yang enak juga ya heheheh"Sahut Aaric nyengir
"Ini nih yang bikin negara gak maju-maju,banyak permintaan tapi gak ada usaha"ujar Reza sambil melemparkan bantal kursi ke arah Aaric.
"Yah kan gue juga punya rasa males Sukirman,gue juga penat nih"Balas Aaric dengan santainya.
"Males aja teros,gimana mau bangun negara hanya dengan sebuah mimpi yang gak akan tercapai(tidur)"Sindir Reza kembali yang diberi tepuk tangan oleh teman-teman disekelilingnya.
"Tumben lo pinter za?"Wilfred
"Dari dulu kali"Sahut Reza sambil menyapu rambutnya ke belakang .
"Oke mendingan gue aja yang berangkat,kalian diam aja disini.Nikmati aja tuh game nya"Papar Nata kali ini yang
memberikan sebuah solusi.
"Gue ikut"David
"Baiklah"Nata
"Yaudah kalian tunggu aja disini ya"Titah Nata
"Jangan pada debat,awas aja kalo kita pulang ke rumah ruangan ini ancur"Canda David yang diberi anggukan para temannya pertanda mereka mengerti.
"Yaudah kalo itu mau kalian ,selow aja gue bakal jagain para kunyuk ini ko"Ujar Wilfred enteng
"Sialan lo ngatain kita kunyuk"Lais
"Gak ngaca ya mas?"Reza
"Udah deh kalian berangkat,jangan pada dengerin para anak kingkong ini deh.
Gak ada faedahnya"Rafgan
"hahah yaudah deh kita berangkat ,jagain rumahnya Nata ya bro"Titah David
"Asiappp"Sahut mereka serempak.
Nata dan David pun pergi meninggalkan rumah Nata untuk mencari makanan dengan menggunakan sebuah mobil milik David,yang dimana supirnya Nata dan penumpangnya adalah David.
Di dalam mobil mereka berbincang dengan akrab walau Nata dan David baru berkenalan selama berberapa hari kebelakang.
"Oh iya Nat,gue mau nanya"David
"Silahkan"Nata
"Gue denger lo sering dikejar sama para cewe ya?"tanya David
Srakkkkkkk....
Dug.....
Suara mobil di rem secara mendadak membuat kepala David terkantuk dashboard dengan keras.
"Aduhh....ada apa sih Nat ?nge- rem tanpa izin lo,sakit nih pala gue?"Sahut David mengusap -ngusap pala mulusnya dengan tangan kasarnya.
"Upss... sorry"Nata
"Enak aja lo"Sahut David tak terima.
Nata pun kini melajukan mobilnya kembali lalu mengerem mobilnya secara mendadak yang lagi-lagi membuat David terkantuk kaca mobil.
Srakkk
duk....
"ASTAGA,GUE LUPA BAWA MASKER Dav"Teriak Nata sambil menepuk jidatnya tanpa merasa bersalah.
"Eh ogeb,udah dua kali lo ngerem mendadak.Kalo ngajak mati jangan kaya gini dong caranya"Kesal David yang membuat Nata terkekeh tak berdosa.
"hehehhe Sakit ya?"Tanya Nata polos
"Ya sakit lah gebleg"umpat David yang kini masih mengelus-ngelus kepalanya yang sedikit merah dan benjol.
"Lagian lo kenapa sih gak bawa masker aja kaget?"Tanya David
"Gue sering dikejar cewe"Nata
"APA?"teriak David
"Biasa aja kali"Nata
"Hehe sorry..sorry..sorry.Lagian kenapa sih lo sering di kejar cewe?"Tanya David yang mulai antusias dengan topik pembicaraanya.
"Tak Kalah Tampan"Ucap Nata dingin.
"Maksudnya gimana sih?"David
"Ya gitu"Nata
"Kalo ngomong yang jelas dong donat"David
"Gue Nata bukan donat"Elak Nata yang tak terima dirinya dibilang donat.
"Ya makannya jawab dong pertanyaan gua!"David
"Huh..baiklah"
"Gue dikejar karna katanya gue tak kalah tampan dari para artis dan abang gua"Jawab Nata yang berhasil membuat David terkejut.
"APA?KO BISA?PADAHAL GUE SAMA LO JUGA TAMPANAN GUA"Teriak David yang lagi -lagi membuat Nata berdecak kesal.
"Gak tau"Jawab Nata sekenanya.
"Oh yaudah ,terus urusan Devian gimana?"Tanya David merubah topik pembicaraanya.
"Gue udah atur"Nata
"Lo udah tau penyebab Devian ingin hancurin keluarga lo?"Tanya David kembali
"Belum,gue akan selidiki sendiri"Nata
"Gue bantu"David
"Gak usah"Nata
"Kenapa?"Tanya David yang kini menaikan sebelah alisnya.
"Gue gak mau orang lain kena imbasnya sama urusan gue"Nata
"Kan sekarang kita temen Nat"David berkata solid
"Terus?"Nata malah bertanya
"Gue mau bantu dan lo jangan sungkan,gue gak mau nerima penolakan"Ujar David dengan tegas yang membuat Nata hanya bisa pasrah.
"huft...gue takut ngerepotin orang,lagian masalah ini sangat berbahaya.Kalo lo bantuin gue,lo juga pasti kena ancaman"Papar Nata yang mulai gelisah.
"Tenang gue punya paman seorang detektif,mungkin dia bisa lacak lebih jauh informasi tentang Devian"kata David menenangkan.
"Tapi gue gak mau lo kena masalah juga David.Lagian lo temen baru gue"Tolak Nata
"Terus apa urusannya dengan gue yang baru jadi temen lo?"David
"huh..baiklah"ucap Nata yang tau dirinya akan kalah oleh perkataan David yang bersikeras untuk membantu dirinya.
"Nah gitu dong"
Sahut David yang kini merasa senang karena dapat membantu Nata untuk menyelamatkan keluarganya.
Srakkkk
Duk.....
Lagi-lagi David terkantuk karena Nata mengerem secara mendadak kembali yang membuat David benar -benar jengkel dibuatnya.
"Dasar anak kadal,udah tiga kali lo jedotin pala gue ke dashboard,kalo gini mah gue mendingan milih mati mendadak aja"Umpat David habis-habisan
"Udah nyampe"Ujar Nata tanpa menghiraukan umpatan temannya yang sudah dibikin benjol keningnya karena ulahnya berberapa kali.
"Bilang dong ,ayo turun"Ajak David
"Ayo"Ucap Nata menerima ajakan David dengan sedikit rasa khawatir.
"Sial,pasti kali ini gue bakal dikejar lagi"Batin Nata yang melihat banyak cewe sedang berbelanja disebuah mall yang mereka kunjungi.
Benar saja Firasat Nata saat ini.Mereka mengerubungi Nata dan David dengan teriakan dan ocehan yang saling bersahut-sahutan,tanpa mempedulikan pasangannya di belakang yang sedang berkoar habis-habisan.
"Wahhhhh ganteng banget nih cowok"
"Jadi pacar aku yu mas"
"Aaaaa nikah aja lah yu biar cepet"
"Oppa ku"
"Eh Vina...berani-beraninya ya lo hianatin gue"
"Tania balik lo sini"
Begitulah suara para cewe beserta pasangannya yang membuat Nata semakin pusing.Sedangkan David merasa takjub karena dirinya kini dikelilingi oleh cewe-cewe cantik yang David kira sedang memuji ketampanan dirinya.
"Gila ,ternyata banyak juga yang fans gue"Batin David dengan bangga,tanpa melihat Nata yang sudah sangat kesal.
Hello !Everybody!
Gimana nih komen kalian untuk part ini?
kalo banyak kekurangan kasih tau ya!!!
See you next time kakak:)
aku akan membantumu menyelesaikan misterinya
KEMANA AJA KAU THOR😭😭
SEMANGAT DONG!!!! 🔛🔥
JANGAN PHP'IN KITA SEMUA DONG THOR LANJUTIN DONG CERITANYA😭
AWAS KALO GK DI UP AKU GENTAYANGIN RUMAH MU👿
semangat 😊