NovelToon NovelToon
KINAN DAN RADIT

KINAN DAN RADIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:652k
Nilai: 4.8
Nama Author: Armasita Wardhojo

Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.

Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.

Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?

Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?

Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DEMI SHANJU

Pyaaarrrrrr..

Bunyi gelas terjatuh memecah keheningan di pantry. Kinan tak sengaja menjatuhkan gelas yang sedang ia lap. Segera ia berjongkok memungut pecahan-pecahan gelas yang terserak.

Terdengar suara langkah kaki sedang menghampiri Kinan. Langkah seorang wanita yang memakai sepatu heels mahal. Terlihat dari suara decit sepatunya yang tak seperti decit sepatu Kinan yang murah.

Sepatu heels berwarna oranye itu kini berada tepat di depan Kinan. Ia mendongak. Bu Merliana tersenyum kearahnya. Kinan segara berdiri dan menunduk.

"Apa yang sedang kau pikirkan hingga menjatuhkan gelas?"

"Maaf Bu, nanti akan saya ganti"

"Aku tak akan bertele-tele. Aku ingin cucuku tinggal bersamaku"

Kinan sontak menatap wajah Bu Merliana. Rupanya wanita paruh baya itu telah mengetahui tentang Shanju. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

"Kalau begitu ijinkan saya menikah dengan Raditya" ucapan spontan itu mengagetkan Bu Merliana. Kinan pun seakan tak percaya bahwa ia mampu untuk mengatakannya.

"Tidak mungkin"

"Maka tidak mungkin juga Shanju akan tinggal bersama anda. Dia adalah anak saya"

"Dia adalah anak Juliana"

"Kak Juliana memohon kepada saya untuk merawat anak ini. Saya terpaksa menikah dengan Shandy dan mengasuh Shanju seperti anak saya sendiri. Tidak mungkin saya bisa merelakan anda mengambil anak saya begitu saja"

Bu Merliana terdiam. Walau ia tahu, sangat egois untuk mengambil anak yang bertahun-tahun hidup sebagai anak orang lain. Shanju pasti menolak untuk tinggal dengannya. Apakah lebih baik untuknya jika ia tidak memaksa Kinan menyerahkan Shanju. Daripada ia harus malu melihat Raditya menikah dengan perempuan rendahan seperti Kinan. Harga dirinya sebagai konglomerat akan tercoreng. Dan bagaimana jika semua orang tahu bahwa Juliana mempunyai anak diluar nikah dengan seorang pemuda berandalan? Apakah tidak lebih baik jika ia berdiam diri saja? Seolah tak terjadi apa-apa.

"Baiklah kalau kau bersikeras untuk menahan anakmu. Namun jangan beritahu siapapun tentang Shanju dan Juliana. Siapapun! Aku tak ingin orang tahu apapun tentang mereka. Jika sampai kabar ini menyebar, aku tak segan-segan untuk menghancurkan hidupmu."

Mata Kinan berkaca-kaca. Ia tak menyangka ada seorang yang lebih mementingkan harga dirinya daripada anak dan cucunya. Bu Merliana mengeluarkan selembar cek. Ia lalu menyerahkan itu kepada Kinan. Kinan membaca isi dalam cek itu. Dua milyar.

"Pergilah dari hidup Raditya. Jauhi dia sejauh-jauhnya. Ia mencintaimu hanya karena kau merawat Shanju. Dia hanya berusaha membalas budimu untuk Juliana. Hanya itu. Selebihnya kau tak sebanding dengannya. Pergilah dengan uang itu"

Kinan mengembalikan cek yang ia terima.

"Saya permisi dulu Bu" ujarnya sambil berlalu. Bu Merliana menggenggam cek dengan geram. Cara itu ditolak Kinan mentah-mentah. Lalu apa yang harus ia lakukan? Ia masih berpikir bagaimana cara untuk memisahkan Radit dengan Kinan.

...***...

Shandy berlari kecil menuju gerbang sekolah. Sepertinya ia terlambat beberapa menit. Shanju pasti telah menunggunya. Namun ia tak menjumpai siapapun di depan sekolah. Ia pun mencari tahu, bertanya kepada setiap pedagang jajanan di depan sekolah. Nihil, tak ada yang tahu pasti kemana Shanju. Shandy pun akhirnya memasuki sekolah, mencoba untuk mencari anaknya, namun sepertinya sekolah telah benar-benar sepi. Ia sempat bertanya dengan salah satu guru, namun guru itu pun tak tahu. Merasa khawatir, ia pun menelepon Kinan.

"Halo"

"Kinan, kau dimana? Apakah kau menjemput Shanju?"

"Aku di kantor. Bukankah kau kemarin bilang kalau hari ini kau bisa menjemputnya?"

"Iya. Maafkan aku, aku terlambat menjemputnya, dan.." suara Shandy terdengar panik.

"Dan..?" batin Kinan menjadi tak enak.

"Aku tak menjumpainya di sekolah. Aku sudah mengelilingi sekolahnya namun tak ada anak sama sekali."

"Kau jangan bercanda"

"Apa kau punya nomor telepon teman-temannya? apakah mungkin ia pergi kerumah temannya?"

"Sebentar, akan kuhubungi mereka satu persatu. Carilah lebih jauh lagi, mungkin ia berjalan pulang sendirian"

"Baiklah"

Shandy mulai berlari menyusuri jalan yang biasa dilalui Shanju jalan kaki. Pikirannya kalut namun ia mencoba untuk tenang. Tiba-tiba sebuah telepon dari nomor tak dikenal meneleponnya. Shandy awalnya ragu untuk menerimanya namun ia akhirnya menjawab juga.

"Halo"

"Bawakan aku uangnya atau aku harus menjual organ anak ini untuk mendapatkan uangku sendiri" ancam seorang diseberang telepon. Shandy terdiam. Ia menelan air ludahnya, keringat bercucuran dari balik perban yang melilit kepalanya.

"Apa maksudmu?" tanya Shandy mencoba untuk meyakinkan diri.

"Ayah.." ucap Shanju dengan terisak. "Aku takut" ucapnya lagi diiringi suara tawa laki-laki.

"Aku tunggu hingga besok pagi. Kau bawakan uang itu atau kau tak akan mendengar suara itu lagi"

Telepon dimatikan. Badan Shandy gemetar. Jadi selama ini ia diikuti oleh mafia rentenir itu. Sempat ia menyesal karena telah menemui Shanju, jika ia tetap menghilang mungkin anak itu baik-baik saja. Sial! Shandy menendang kaleng kosong di depannya. Ia mencoba untuk berpikir, dan Kinan adalah orang pertama yang ia pikirkan. Ia lalu berlari menuju kantor perempuan itu.

...***...

Kinan hanya terdiam mendengarkan cerita Shandy yang dengan tergesa datang menemuinya di kantor. Di Pantry, ada Bang Miko dan Kinan saja. Bang Miko sengaja mengunci pantry karena Shandy bicara dengan serius.

"Kenapa tidak kau saja yang diculik dan dibunuh? kenapa harus anakku?" bentak Kinan kehilangan kontrol emosinya. Shandy terdiam. Ia tak bisa menjelaskan lebih jauh lagi, ia sadar ia bersalah.

"Aku tak tahu jika mereka membututiku hingga ke sekolah Shanju."

"Lalu bagaimana kalian mendapatkan uang sebanyak itu sekarang?" tanya Bang Miko yang ikut panik.

"Aku akan menjual organku sekarang. Aku tahu dimana klinik yang melakukan praktek ilegal itu."

"Itu artinya kau akan mati mas. Kau sudah menjual satu ginjalmu. Sudah, ayo kita pikirkan solusi lainnya" ujar Kinan. Shandy terdiam, tak menyangka Kinan masih memikirkannya. Bang Miko melongo. Ia tak menyangka pria berbadan fit dan sehat itu mempunyai satu ginjal. Apakah dia setengah siluman? pikirnya.

"Dua milyar ya.." Kinan menggumam pelan. Ia teringat sesuatu. Ia lalu memandang Bang Miko.

"Apakah Bu Merliana sudah pulang?"

"Dia masih ada di ruangan Boss" jawab Bang Miko. Kinan segera berlari keluar.

"Apa yang akan kau lakukan?" Shandy meraih tangan Kinan untuk menghentikannya.

"Tunggulah di luar, ayo kita selamatkan anak kita sekarang juga" kata Kinan sembari melepaskan tangan Shandy. Ia pun bergegas keluar. Shandy tercengang, tanpa ia sadari air matanya menetes di pipinya.

"Kau menangis?" tanya Bang Miko.

"Ketika ia bilang "Ayo selamatkan anak kita!" rasanya hatiku bergetar hebat. Setelah apa yang telah kuperbuat, ia bahkan tak menyimpan dendam padaku."

"Kinan memang wanita berhati baik yang pernah kutemui. Aku menyesal menyuruhnya untuk berpisah dengan Boss"

"Mereka putus?" tanya Shandy. Bang Miko hanya mengangguk sedih.

...***...

Raditya berdiri menatap jendela, sedang Bu Merliana duduk di kursi kerja Radit. Radit nampak sudah bosan mendengar ocehan dari ibunya yang tak kunjung pulang bahkan ketika ia sudah mengusirnya.

"Besok kalau kau tak mau pergi ke butik Hareza Wang, aku akan menyuruh mereka datang kesini untuk mengukur jas pernikahanmu"

"Sudah kubilang aku tak akan menikah dengan Nuri. Aku hanya akan menikah dengan Kinan"

"Kinan..Kinan..Kinan..wanita itu terus yang kau sebut. Apa kau buta Radit? Ia hanya wanita murahan yang mendekatimu karena uangmu. Ia tak ubahnya seperti Shandy yang merayu kakakmu untuk bersamanya."

"Kinan tidak seperti itu.."

Tiba-tiba pintu terbuka. Radit dan Bu Merliana sontak melihat siapa yang membukanya. Kinan dengan nafas tersengal menghampiri mereka. Radit menatap Kinan, seperti ada hal penting yang ingin ia sampaikan.

"Bu Merliana, saya akan menerima uang itu. Saya akan menjauhi anak anda sejauh-jauhnya. Saya akan benar-benar menghilang dari hidupnya untuk selama-lamanya" ucap Kinan dengan suara parau.

Bu Merliana terbahak. Ia pun mengeluarkan cek yang masih ia simpan di tasnya.

"Ini, ternyata kau memang semurahan itu!" ujarnya sembari melemparkan cek itu ke lantai. Kinan melangkah maju untuk memungutnya. Radit masih terdiam, walau ia masih belum paham dengan apa yang terjadi namun kata-kata Kinan tadi menusuk hatinya. Tatapan matanya berubah menjadi sangat dingin. Seolah kembali menjadi Radit yang dulu.

"Pak Raditya, saya mengundurkan diri mulai hari ini. Terima kasih untuk segalanya." suara Kinan tercekat ketika mengatakannya. Ia melirik Radit. Pria itu tak mengindahkannya, ia justru berbalik badan dan menatap jendela.

"Baguslah. Pergilah sekarang!" sahut Bu Merliana. Kinan melangkah pergi, membuka pintu dengan perlahan, sebelum ia benar-benar menutupnya ia sempat melihat Radit. Pria itu masih mematung melihat jendela. Air mata Kinan menetes tanpa ia sadari. Hatinya berharap Radit merasakan apa yang rasakan saat ini. Maafkan aku, Raditya!

Kinan kembali ke Pantry, ia mengambil tas ranselnya dengan gontai. Bang Miko yang melihat kesedihan di wajah Kinan ikut merasa terluka. Ia kecewa tak bisa membantu sahabatnya yang sedang kesulitan.

"Jangan ceritakan ini kepada Raditya, Bang. Kau harus berjanji padaku. Karena aku harus segera menemukan Shanju"

"Baiklah! Ini kunci motorku, bawalah! Kau akan lebih cepat sampai" Bang Miko menyerahkan kunci motor kepada Kinan. Kinan memeluk Bang Miko. Entah sudah berapa kali pria itu membantu hidup Kinan. Ia merasa sangat beruntung mempunyai teman seperti Bang Miko.

"Kalau Boss tahu aku memelukmu lagi, aku akan dipecat" bisik Bang Miko. Kinan tertawa kecil.

"Tenang saja, ia tak akan marah lagi. Aku pergi, Bang" pamit Kinan.

"Hati-hati, jika kau membutuhkan bantuan segera telepon aku. Ponselku menyala 24 jam untukmu"

Kinan melambaikan tangan sembari tersenyum. Ia harus segera bertemu Shanju.

Bertahanlah Nak, Ibu menjemputmu.

...***...

1
💦tiatiandra💦
bagus banget... singkat tapi mengena di hati... Alhamdulillah sejauh ini tidak ada istilah yg menjengkelkan seperti "mension" dan "hiks"... /Joyful/ sukses selalu Thor...
Armasita Wardhojo: thank you yaa❤️❤️
total 1 replies
💦tiatiandra💦
benar2 kisah masa lalu yang tak terduga...
Kusmia Mia
ini lanjutan ke episode selanjutnya ko jyk diputuskan HD dak nyambung
Riyantie Yanzz
🤣🤣🤣🤣🤣 sirik Bosque
Armasita Wardhojo
Terimakasih mbak untuk semua komentar komentarnya ❤️
Hesty Mamiena Hg
Selamat Kinan.. hidupmu berubah drastis dlm semalam 🤭
Hesty Mamiena Hg
Akhirnya Bu Merliana sadar juga, sebelum kehilangan anak utk kedua kalinya 🙂
Hesty Mamiena Hg
ikutan sedih 😔
Hesty Mamiena Hg
Ternyata Shandy pria yg tampan, baik dan setia.. hanya nasibnya aja yang buruk ☹️
Hesty Mamiena Hg
Kasih sayang Kinan melebihi nenek kandung Shanju sendiri 😔
Hesty Mamiena Hg
Kirain nyonya besar ini udah berubah. Gk taunya 😒
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Hesty Mamiena Hg
Mau dipecat kayaknya nih /Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
wkwkwk 😂🤭
Hesty Mamiena Hg
Siapa tuh Dahlia? Jangan2 ibunya Kinan 🤔
Hesty Mamiena Hg
Begitupun Radit akan memperjuangkan cintanya..
Hesty Mamiena Hg
Oo.. Jadi Shandy itu licik, pengecut dan pecundang..
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?
Hesty Mamiena Hg
Mungkin Shandy nih?
Hesty Mamiena Hg
Untung Nuri bertemu orang baik, syukurlah.. Mungkin itu Bima abangnya Kinan?
*k🎧ki€*
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
Shanju nya nangis krn apa nak? Krn bahagia atau sedih? 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!