NovelToon NovelToon
" MY BROTHER MY HUSBAND "

" MY BROTHER MY HUSBAND "

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:330.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syarifah Nur Hasanah

Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .

Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .

Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Anne menatap kepergian brankar yang membawa Airy ke dalam ruangan operasi . Kecemasan kini terpampang jelas di wajah cantiknya . Harapannya hanya satu , yakni kesembuhan putri kecilnya itu .

" Anne , semoga operasi Airy berjalan lancar yah " Ucap seseorang yang baru saja tiba dan berdiri di belakang Anne .

Anne membalikkan badannya . " Ada apa kamu kesini lagi ? " Tanya Anne dengan nada ketus pada orang itu .

" Apa salahnya jika aku mengkhawatirkan Airy " Jawab orang yang ternyata adalah Alden .

" Tidak perlu , pergi dari sini , jangan ganggu aku dan keluargaku lagi " Usir Anne seraya menatap Alden dengan tatapan tidak suka .

" Tolong maafkan aku atas ucapan ku Anne , aku tidak bermaksud merendahkan mu "

" Tolong pergi , jangan berharap apapun dari anak-anakku dan aku , Allen sudah kembali dan dia telah membiayai anak-anaknya " Jelas Anne .

Alden tertegun mendengar apa yang barusan di ucapkan Anne . Apa yang ditakutinya kini telah terjadi . Dimana Allen akan datang dan menemui Anne serta anak-anaknya . Namun , dibalik itu semua Alden merasa ada kejanggalan . Bagaimana Allen akan kembali pada Anne dalam kondisi ingatannya yang telah hilang .

" Dia tidak mungkin mengingatmu lagi Anne . Dia amnesia " Ucap Alden berusaha meyakinkan Anne .

" Tidak , dia akan mengingat semuanya nanti .Dia hanya perlu waktu " Tegas Anne .

" Anne , tolong dengarkan aku ! " Alden mencoba terus memohon .

" Pergi ! " Usir Anne dengan nada yang lebih tinggi lagi .

" Ku mohon " Alden hampir bersimpuh di hadapan Anne .

" Tolooong .. Tolooong ... " Teriak Anne .

Mendengar teriakan Anne yang menggelegar , Alden segera pergi dari tempat itu dan meninggalkan Anne sendirian . Ada rasa kecewa dalam hatinya , karena perasaannya yang tidak pernah terbalaskan oleh wanita itu .

🌫️

Gerald merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya yang berukuran king size. sorot matanya masih menatap lekat langit-langit kamarnya . Rasa sakit , penat , dan bingung kini beradu satu di dalam pikirannya . Malam nanti ia akan menghadiri pertemuan dengan para anggotanya . Baginya pertemuan kali ini bukan pertemuan biasa , namun lewat pertemuan ini ia akan mengekspose seorang wanita yang nantinya akan ia jadikan tameng untuk melindunginya dari perjodohan yang akan di laksanakan oleh keluarga besar Erika dan paman Sean .

Ya , kali ini Anne memang harus ikut andil karena Gerald telah membayarnya untuk melakukan hal itu .

Diraihnya smartphone yang ia letakkan di atas nakas , jemarinya perlahan mengetik sebuah pesan untuk wanita bayarannya itu .

Gerald

Bersiaplah , aku akan menjemputmu

petang nanti .

Ia menghembuskan nafasnya perlahan dan mencoba menetralkan alam pikirannya . Semua tentu bisa dilalui walau terasa sulit . Tanda tanya besar yang selalu ada dalam benaknya pasti akan menemukan jawaban dengan sendirinya .

Matanya perlahan terpejam , lambat-laun ia mulai memasuki alam bawah sadarnya .

" Kak Allen happy birthday " Ucap gadis yang berusia 8 tahun itu .

Gerald hanya menatap wajah yang tampak berseri-seri itu . Senyuman termanis terus tersungging di bibir mungilnya dengan sepotong kue tart coklat yang dari tadi menduduki tangan kecilnya .

" Aku buat kue sendiri " Ucapnya sumringah .

Gerald terus menatap gadis itu seakan tak ingin berkedip sedikitpun .

" Theresa ! " Bentak seorang wanita yang baru saja memasuki kamar itu.

Sontak bentakan itu membuat gadis kecil itu ketakutan dan segera bersembunyi di belakang Gerald .

" Tidak ada hari tanpa merepotkan orang . Bawa pergi saja adikmu yang sakit-sakitan ini , aku sudah muak dengan kalian "

Ucapan wanita itu seakan membakar amarah Gerald seketika . Namun entah mengapa lidahnya mendadak keluh untuk membuka suara . Hatinya teriris tak terima jika gadis itu di perlakukan dengan kasar apa lagi sampai mengeluarkan kalimat yang sungguh menyayat hati .

" Aku lelah hidup bersama kalian yang sama sekali tidak berguna . Ikut saja Arthur ke lubang kematiannya , agar aku bisa hidup dengan tenang " Timpal wanita itu lagi .

" Maafkan aku Bu " Ucap gadis yang tengah berdiri dengan ketakutan di belakang Gerald .

Hatinya semakin sakit seiring dengan amarah yang turut memenuhi perasaannya . " Siapa wanita itu ? Siapa gadis kecil ini ? Ada apa dengan mereka ? Dan ada apa dengan diriku yang mendadak tidak bisa melakukan apapun layaknya patung " Pertanyaan itu kini muncul seketika .

Gerald terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin yang mengucur di tubuhnya . Kaos yang ia kenakan pun sudah basah bag di guyur air hujan . Nafasnya memburu ketika mengingat kembali apa yang telah di mimpikan nya . Mimpi itu seperti nyata dan pernah dilaluinya , wajah gadis dan wanita itu begitu familiar .

Gerald berusaha bangkit dan duduk bersandar di kepala ranjangnya seraya memijat-mijat dahinya perlahan . Sakit kepalanya seakan tak ada habisnya .

Dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul lima sore . Diputuskannya untuk berendam air hangat dengan sedikit aroma terapi agar pening di kepalanya segera menghilang dan ia akan segera menjemput Anne .

Setelah semuanya selesai , Gerald segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Arron dan Airy di rawat .

Dari tadi Anne hanya duduk memandangi putri kecilnya yang baru selesai di operasi beberapa jam yang lalu . Tangan kanannya menggenggam jemari mungil anak itu , sementara tangan kirinya sibuk mengelus-elus rambut panjang itu .

" Apa kau sudah siap ? " Suara bariton yang tidak asing itu membuat Anne terlonjak kaget dari duduknya .

" Be , belum " Jawab Anne dengan perasaan takut ketika matanya bertemu dengan mata berwarna hazel itu .

" Haish , mandilah biar aku yang menjaga Airy " Ucap Gerald seraya mengambil tempat duduk di samping Airy .

Anne segera memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya dalam waktu sekitar 20 menit . Anne keluar dengan mengenakan dress hitam di atas lutut dengan rambut yang masih basah .

Gerald memandangi wanita yang tengah mengeringkan rambut dengan handuk itu dari atas sampai ke bawah .

" Bisa-bisanya kamu mandinya dengan santainya , sementara aku sudah menunggu lama " Tukas Gerald dengan nada tidak bersahabat .

Gerald dengan sikap manis dan perhatiannya kini mendadak berubah menjadi Gerald yang menakutkan . Anne hanya menunduk merasa bersalah pada pria itu .

" Sudah ayo pergi ! " Gerald memegangi tangan Anne dan melangkah keluar dari ruangan itu .

" Tunggu ! " Anne menghentikan langkah Gerald yang seakan ingin menyeretnya .

" Ada apa lagi ? " Gerald memajang raut wajah yang semakin kesal .

" Rambutku " Ucap Anne yang mengisyaratkan bahwa rambutnya belum sempat disisir rapih .

Gerald mendengus kesal seraya mengusap wajahnya dengan kasar . Tatapannya kini berubah menjadi tatapan maut pada Anne .

" Aku memintamu cepat untuk ke salon dulu Anne " Celetuk Gerald yang mulai naik pitam .

" Emm baiklah " Anne hanya menuruti perintah suaminya itu .

" Arron , ibu minta kamu jaga Airy yah " Titah Anne pada putranya yang sedari tadi tertawa geli melihat tingkah ibunya dan Gerald .

" Baik Bu " Jawab Arron dengan patuhnya .

Dengan kondisi Arron yang sudah pulih , tentulah ia sudah bisa dipercayakan untuk menjaga adik perempuannya itu .

Anne segera pergi mengikuti Gerald yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Anne di belakangnya . Tidak ada lagi tatapan bersahabat yang terpancar dari netra pria berusia 28 tahun itu selain tatapan yang menakutkan lagi mengerikan .

***

" Ubah penampilannya sesuai dengan permintaanku tadi " Ucap Gerald dengan nada dan raut muka yang datar .

Pelayan itu hanya menyambut permintaan Gerald dengan anggukan disertai senyumnya yang penuh ketakutan dan segera melaksanakan apa yang diperintahkan Gerald .

" Baiklah nyonya , ini pakaian yang harus anda pakai . Ini sudah di pilihkan oleh Tuan Gerald , semoga sesuai dengan apa yang anda harapkan " Ucap si pelayan pada Anne .

" Aku yakin ini pasti bagus , santai lah nona . Aku tidak seperti si Gerald yang menyeramkan itu " Anne mencoba meyakinkan si pelayanan yang terlihat sangat gugup menghadapi pelanggannya .

" Emm terimakasih nyonya , tetapi suatu kehormatan bagi saya melayani seorang ketua mafia seperti kekasih anda . Maka dari itu , saya harus sangat berhati-hati dan memberikan pelayanan yang terbaik " Jelas sang pelayan .

Anne membulatkan matanya kaget dengan apa yang baru saja di ucapkan pelayan itu . ' Ketua Mafia ' . Bukankah dulu pria itu sangat tidak ingin terlibat dengan dunia mafia yang di anggapnya dunia hitam .

" Apa yang sudah mencuci otakmu hingga seperti Allen " Batin Anne yang masih tidak menyangka dengan gelar suaminya itu sekarang .

1
Dafila Nurul
bagus sih ceritanya. tp sebel sm sifat allen yg ga tegas
Dewi Maia
baru mo mulai baca thor. . nanti kalo ceritanya klop dihati aku brondong ❤️❤️❤️+
Selvi Wondal
semangat Thor🙏
NAZERA ZIAN
kasihan ane klw tau kenyataanx..
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???
NAZERA ZIAN
anne n allen senasip sepenanggung...
NAZERA ZIAN
ternyata allan kaya bgt ya thor...
NAZERA ZIAN
awal yg indah..💟💟💟
NAZERA ZIAN
sepertix bagus ceritax...
NAZERA ZIAN
menyimak....
Uti Gaol
waduch sudah ku duga pasti ulah claudya dasar pelakor
Uti Gaol
onoooo ae thoor2
Uti Gaol
hadech adaaaa aja si thor
Uti Gaol
satu kata oon
Uti Gaol
,kemana chriestoper thor hadirkan lg
Uti Gaol
alhamdulillaaah lega hatikuuu
Uti Gaol
jujurlah pada arron ann pasti dia mengerti
Uti Gaol
dasar lacknad kau kevin dasar bodoh kau allen kog gini ceritanya thor hatiku sakiiit
Uti Gaol
pergi yg jauh aja ann
Uti Gaol
waduch ono ae kasihan anne
Uti Gaol
yach terpisah dengan anak2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!