NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 - Sama-sama suka

Mendengar penjelasan Fathan, Alea jadi geram. Dia berdiri bertolak pinggang berjalan bolak balik mengomel.

"Gila banget jadi mereka, ini namanya jebakan Batman. Mereka sengaja memberi bantuan supaya kamu gak bisa lepas gitu aja, sengaja mengancam kamu supaya kamu bisa menikahi dia. Uang, ancaman, ini udah keterlaluan Mas. Harusnya kamu lawan dong jangan diam aja, ini hidupmu, gak boleh diatur sama orang lain. Kamu mau nikah sama dia? Atau kamu memang cinta sama dia makanya gak nolak!" Alea memicing mata kesal.

"Enggak Yank, aku terpaksa gak cinta sama sekali. Itu yang sedang saat ini aku usahakan, balikin semua uang yang mereka keluarkan dan sedang cari cara supaya ibu gak masuk penjara. Aku yakin bukan ibu pelakunya, aku yakin ibu cuman di jebak orang."

"Harus dong, kamu harus lepas dari dia, enak aja mau milikin kamu setelah aku susah payah ngejar kamu lagi, gak bisa, kamu hanya milikku dan Azka," balas Alea tegas penuh keyakinan. Mendengar kenyataannya ia makin yakin untuk tidak melepaskan Fathan pada orang seperti Silvi.

Ucapan Alea membuat Fathan tersenyum, ia meraih pinggang Alea sampai tubuh wanitanya terjatuh ke atas pangkuannya.

Alea memekik kaget. "Mas! Lepasin! Kamu gila!" Dia panik takut ketahuan sama om nya dan takut di lihat Azka, walau hatinya senang dan jantung berdebar bisa dekat lagi dengan Fathan tapi tetap saja rasa takut ada.

"Iya, aku emang gila karena kamu. Aku senang kamu maafin aku, aku senang kamu gak menjauh dariku, dan aku senang kamu mau memperjuangkan aku lagi. Kamu benar, aku milikmu dan kamu juga milikku jadi tidak boleh ada orang yang mengambil milik kita." Fathan mempererat pelukannya, berdekatan sama Alea sangat meresahkan tapi berjauhan pun enggan.

"Mas jangan begini," lirih Alea ketika Fathan menelusupkan kepalanya ke lehernya, sialnya posisi seperti ini begitu intim.

"Aku kangen kamu." Suara pria itu terdengar parau, ia menghirup aroma wangi yang membuatnya candu, makin memeluk erat tubuh Alea dari belakang seraya memejamkan mata.

"Kita balikan yuk, aku gak bisa jauh dari kamu, aku mau berada disamping kamu, memelukmu setiap waktu tanpa takut kamu pergi lagi."

"Aku gak bisa," lirih Alea menahan gejolak rasa kata Fathan mencium lehernya. "Shhh Mas."

Sial, dia mendesis tidak bisa mengontrol suaranya. Dia tergoda, dia terlena, sulit menjauh dari dekapan Fathan.

"Yank." Fathan merasa hal yang sama, ini meresahkan baginya, keduanya sama-sama merindukan hangatnya pelukan, sama-sama enggan berjauhan, sama-sama tidak bisa menahan diri.

Alea berbalik duduk menyamping, keduanya tangannya merangkul leher Fathan dan mata mereka saling beradu pandang.

"Nikah yuk!" ajak Fathan sayu, tatapan itu beralih pada bibir Alea mengecupnya singkat.

"Beresin dulu masalah kamu baru aku mau nikah sama kamu, aku gak mau ya disebut pelakor," balas Alea mengerucutkan bibirnya. Dia kalah sama perasaan cintanya, tidak bisa berlama-lama menjauhi laki-laki yang sudah berhasil memporak porandakan hatinya.

Senyum di bibir Fathan mengembang, itu artinya Alea tidak menolaknya dan itu lebih dari cukup.

Kemudian dia menarik tubuh Alea memeluknya hangat. "Makasih yank, aku akan segera membereskannya dan setelah beres kita akan nikah lagi."

"Aku tunggu."

"Makasih udah mau nerima aku lagi, makasih udah maafin aku juga, makasih udah ngasih kesempatan aku buat nikahin kamu lagi, aku cinta sama kamu Azalea."

Bibir Alea tersenyum membalas dekapan Fathan, dia tidak menjawab tapi anggukan kepalanya menjadi jawaban atas ucapan Fathan. Dia tidak menyesal pernah berbuat ulah, tidak pernah menyesal mengejar, justru dia senang pada akhirnya cintanya kembali meskipun banyak rintangan yang harus mereka hadapi kedepannya.

Beberapa saat keduanya diam menikmati pelukan masing-masing, menumpahkan segala rindu yang kini terobati, menyalurkan rasa cinta dalam dekapan. Hati keduanya sama-sama bahagia dan berjanji untuk saling menjaga serta berkomunikasi lagi agar tidak ada kesalahpahaman di masa depan.

"Ekhem!" Sampai deheman keras seseorang mengagetkan keduanya.

Mereka menoleh dan Alea terbelalak malu langsung berdiri dari pangkuan Fathan. "O-om."

Keduanya sama-sama malu kepergok bermesraan di dapur, tatapan tajam Gavin begitu menusuk menghunus jantung.

"Om i-ini salah saya," seru Fathan ikut berdiri disampingnya Alea. "Jangan salahkan Alea, saya yang memaksa datang kesini dan ..."

"Dan mencoba merayu keponakan saya," potong Gavin cepat. Dia menghela nafas panjang, ini tidak bisa dibiarkan, mereka bisa makin berbuat khilaf jika terus begini.

"Kita bicara di depan!" ujarnya tegas bernada perintah seolah tidak bisa dibantah lalu berjalan menuju ruang keluarga.

Alea dan Fathan saling lirik.

"Aku takut," ucap Alea panik sekaligus malu.

Jerai tangannya di genggam lembut sama Fathan. "Kita hadapi bersama."

"Kalau Om Gavin gak restuin kita gimana?" lirihnya pelan.

"Kita gak akan tahu sebelum mendengar penjelasan Om kamu, ayo kita ke depan." Alea menghela nafas kemudian mengangguk.

Setibanya di depan, keduanya sudah duduk saling berdampingan dan di depannya Gavin terus menatap mereka silih bergantian.

"Fathan, saya sudah bilang jangan dulu menemui Alea sampai masalahmu selesai, lalu ini apa? Kalian berdua tanpa memikirkan Azka, gimana jika anak itu lihat kelakuan kalian?"

Yang bersangkutan menunduk merasa bersalah sama perbuatanya.

"Saya salah Om, saya khawatir sama keadaan Alea setelah mendengar cerita Om Andre. Saya juga yang memaksa Alea padahal dia sudah meminta saya berhenti, tapi saya tergoda sama Alea," jawab Fathan jujur.

Gavin mencebik kesal, beraninya pria itu bicara seperti itu. "Kamu tahu kalian belum menikah?"

"Tahu Om, makanya saya ajak Alea balikan, terus jawabannya dia mau Om," sahut Fathan mendongak tersenyum senang.

Alea makin menunduk gelisah, yang ia takutkan mendapat penolakan dari Gavin selaku om nya.

"Kalian .. Om gak habis pikir sama kamu Alea, mudah marah eh di rayu malah tergoda lagi. Emang dasarnya bucin sulit menjauh, om gak tahu lagi harus bersikap seperti apa." Gavin menghela nafas panjang, menjaga Alea jauh lebih besar tanggungjawabnya tapi melihat Alea bahagia bersama pilihannya Gavin tidak bisa berbuat apa-apa.

"Maaf Om, aku cinta sama Mas Fathan."

"Tahu makanya kamu mau menerima dia lagi dan mau memaafkan dia, ck, cinta membuat orang buta." Gavin duduk tegak, raut wajahnya berubah serius. "Om sudah memutuskan."

Alena dan Fathan berubah tegang, situasinya begitu mencekam takut keputusan Gavin mengecewakan bagi keduanya.

"Cie nungguin ya?" celetuk Gavin terkekeh.

Alea mencebik kesal, "ayolah Om, ini serius loh."

"Kalian harus menikah secepatnya."

"Alhamdulillah." Seru keduanya bernafas lega dan bahagia pada akhirnya bisa kembali bersama.

"Tapi yang menikahkan Alea harus ayah kandungnya bukan Om."

Deg.

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!