NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Komedi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Dua Belati

Suara derit roda penggilingan air tua berputar lambat di bawah jembatan kayu. Angin malam menyapu anak sungai, membawa aroma racun teratai darah yang keluar dari dua belati pendek di tangan Mu Qingxue.

Gadis berwajah pucat dengan sorot mata membunuh itu menatap Wei Changqing dengan kebingungan sekaligus kewaspadaan ekstrem.

"Kau... Wei Changqing dari Lembah Bambu Biru yang memenangkan turnamen siang tadi?" suara dingin Qingxue bergetar pelan. "Bagaimana kau bisa tahu apa misi rahasia yang baru saja kulakukan di dalam penginapan utara itu?"

Changqing berdiri tenang enam langkah di depan Qingxue. Pedang besi hitam kusamnya terhunus santai sambil memantulkan cahaya rembulan air sungai.

"Aku tahu lebih banyak dari yang bisa kau bayangkan," jawab Changqing lembut. "Aku tahu bahwa kau menyelinap ke sana bukan untuk mencuri, melainkan menaruh sebuah gulungan surat berkode rahasia di atas meja tetua Sekte Pedang Langit."

Mata Qingxue menyipit tajam bagaikan pisau es. "Karena kau sudah melihat dan mengetahui hal itu... kau tidak boleh hidup untuk melihat matahari terbit besok pagi!"

Jdharr!

Ledakan hawa membunuh tingkat Pendekar Tinggi Tahap 3 meledak penuh dari tubuh Mu Qingxue! Papan lantai kayu jembatan di bawah kakinya berderak dan retak. Ia melompat ke udara bagaikan kelelawar malam, kedua belatinya menari dalam bayangan merah darah yang membentuk jaring kematian mematikan!

"Jurus Pembunuhan Teratai Darah: Badai Kelopak Pemutus Jiwa!"

Puluhan bayangan pisau merah meluncur deras menutup seluruh ruang gerak Changqing. Serangan ini sepuluh kali lipat lebih cepat dan lebih akurat daripada ayunan sembilan naga emas Jiang Chen siang tadi. Inilah ketajaman sejati dari seorang pembunuh jenius yang hidup di garis batas kematian!

Namun, di hadapan jaring pisau pembunuhan itu, sepasang bola mata Changqing berkedip tenang. Di dalam pupil hitamnya, setitik cahaya hijau zamrud menyala redup—mengaktifkan persepsi lambat dari Mata Pedang Hijau.

Di mata Changqing, jaring pisau yang begitu cepat itu terlihat seperti kelopak bunga yang melayang lambat. Lebih penting lagi, persepsi Nirwana-nya menangkap keanehan fatal pada aliran Qi di dalam dada Mu Qingxue.

‘Aliran meridian jantungnya... bergemuruh tidak stabil dan memancarkan uap hitam beracun,’ batin Changqing menganalisis saat melompat menyambut serangan. ‘Dia memaksakan diri menggunakan jurus terlarang Klan Teratai Darah saat tubuhnya sendiri sedang mengalami keracunan kronis balik akibat metode latihan sesat sektenya.’

Trang! Cling! Trang!

Bilah pedang besi hitam Changqing menari dengan kecepatan dan kelembutan luar biasa di atas jembatan kayu!

Setiap kali belati merah Qingxue hendak menyayat organ vitalnya, ujung pedang hitam Changqing sudah terlebih dahulu berada di sana—mengetuk sisi tumpul pisau lawan, membelokkan lintasannya, dan meredam seluruh tenaga ledakannya tanpa satu pun benturan keras yang merusak pedang.

Sembilan belas pertukaran serangan terjadi dalam hitungan tiga tarikan napas!

Qingxue semakin frustrasi dan terkejut. Setiap serangan belati yang ia banggakan seolah-olah ditelan oleh lautan dalam yang tak berdasar. Pemuda berjubah abu-abu di depannya ini bergerak begitu santai, bahkan tidak memancarkan hawa membunuh sedikit pun seolah sedang mengajak anak kecil menari di halaman rumah!

"Mati!" raung Qingxue marah, menyalurkan seluruh sisa tenaga dalam beracunnya ke belati kanan untuk menusuk lurus ke jantung Changqing.

Namun, tepat saat ia memaksakan lonjakan tenaga dalam beracun itu...

Uhuk!

Wajah Mu Qingxue mendadak berubah hijau pucat. Rasa sakit yang teramat luar biasa meledak dari dalam organ jantungnya bagaikan ada seribu jarum besi panas yang menembus dadanya! Aliran tenaga dalamnya putus mendadak di tengah jalan.

Belati di tangan kanannya terlepas jatuh ke lantai kayu jembatan.

Klotak!

Tubuh gadis itu kehilangan keseimbangan, meluncur jatuh terhuyung ke depan ke arah bilah pedang hitam Changqing yang sedang terhunus!

Di dalam masa depan dunia persilatan, pada momen kelemahan inilah lawan-lawan Mu Qingxue akan langsung menusukkan pedang mereka menembus dada sang iblis wanita tanpa ampun.

Namun Wei Changqing bukan pendekar biasa. Ia adalah pria yang telah memutar balik waktu untuk menyelamatkan dunia dan orang-orang yang terluka oleh kejamnya perang.

Sring... klik!

Dengan kecepatan kilat, Changqing memutar pergelangan tangannya menyarungkan kembali pedang besi hitamnya ke dalam sarung kayu tepat sebelum tubuh Qingxue menabraknya!

Lalu, tangan kiri Changqing meluncur ke depan—bukan untuk memukul atau mencekik, melainkan menangkap pinggang sutra hitam gadis yang jatuh terhuyung itu dengan lembut dan menopang tubuhnya agar tidak menghantam kayu jembatan yang keras.

"A-Ah..." Qingxue mengerang kesakitan di pelukan lengan Changqing, tangan kirinya mencengkeram dadanya sendiri yang berdetak tidak beraturan. Darah hitam pekat menetes dari sudut bibirnya.

Ia mendongak menatap pemuda yang menopang tubuhnya dengan mata kaget tak percaya. "K-Kenapa... kenapa kau tidak membunuhku...? Aku baru saja... berusaha mencabut nyawamu..."

Changqing membaringkan tubuh Qingxue dengan hati-hati di atas lantai kayu yang bersih di dekat dinding penggilingan air. Ia menatap wajah pucat gadis itu dengan sorot mata yang sangat tenang dan penuh belas kasih.

"Aku tidak membunuh orang yang sedang dijebak oleh takdirnya sendiri," ucap Changqing dengan suara yang begitu hangat dan dalam.

Changqing merogoh balik jubahnya, lalu mengeluarkan sebuah gulungan kertas kecil yang telah ia ambil secara rahasia menggunakan teknik meringankan tubuh yang sangat cepat saat melewati jendela ruang arsip Sekte Pedang Langit sebelumnya.

Ia meletakkan gulungan surat itu di depan mata Qingxue yang meredup.

"Surat perintah yang kau letakkan di kamar tetua Sekte Pedang Langit tadi malam bukanlah perintah asli dari gurumu di Klan Teratai Darah," jelas Changqing tenang. "Cap stempel darah pada surat ini adalah palsu—dibuat oleh pengintai pihak ketiga yang sengaja menyusup ke klanmu untuk mengadu domba kedua sekte besar ini agar saling menghancurkan."

Mata Mu Qingxue membelalak lebar melihat cap palsu di surat itu. Napasnya tercekat. Ia menyadari bahwa dirinya hanyalah pion yang dimanfaatkan untuk memicu perang besar!

"Dan selain dijebak oleh surat palsu itu..." lanjut Changqing sambil berlutut di samping Qingxue, tangan kanannya mengalirkan hawa tenaga dalam Nirwana yang hangat ke atas pergelangan tangan gadis itu. "...meridian jantungmu saat ini sedang ditekan oleh racun balik dari Jurus Teratai Darah yang kau latih secara keliru."

Qingxue merasakan kehangatan yang sangat nyaman mengalir dari telapak tangan Changqing masuk ke dalam nadinya yang sakit. Rasa perih di jantungnya mereda secara ajaib. Gadis pembunuh yang tidak pernah merasakan kasih sayang atau pengampunan seumur hidupnya itu menatap wajah Changqing dengan air mata bergetar di sudut matanya.

"Siapa... siapa kau sebenarnya, Wei Changqing...?" bisik Qingxue lemah sebelum kesadarannya perlahan memudar ke dalam pingsan yang tenang di bawah pelukan sang legenda.

1
Arman Jaya
alur ceritanya bagus..
lanjutkan Thor.....👍👍🙏
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jhon
mantap thor👍
Suhartini Wahono
suka jg.....😍👍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jimmi
Aku sangat menyukai cerita ini😍😍😍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fatih Al
lanjut lagi🙏🙏
Fatih Al
mantap thor💪
Budi Xiao
Lanjut, semangat thor👍
Celestial Quill
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, vote supaya novel ini semakin dikenal dan semangat author untuk update juga semakin besar. Terimakasih sudah membaca🙏
Raju: ta akan lupa thor...
terimakasih atas cersil mu.
semoga cersil ini menjadi rate 3 teratas.
total 1 replies
Fatih Al
Cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!