NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Pembalasan Dendam Mantan Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

Lima tahun lalu, Adeline Wijaya dijebak oleh adik tirinya sendiri hingga keguguran dan diusir oleh suaminya, Bramantara, dalam kondisi sekarat. Semua orang mengira Adeline telah tewas di dasar jurang.Lima tahun kemudian, ia kembali ke Kota Jakarta dengan identitas baru sebagai Elena Vance, seorang desainer perhiasan kelas dunia yang genius dan kejam. Tujuannya hanya satu: menghancurkan mereka yang telah merebut kebahagiaannya.Demi melancarkan aksinya, Elena mendekati Nicholas Syailendra, CEO tertinggi di balik konglomerat nomor satu sekaligus musuh bebuyutan mantan suaminya.

Nicholas menawarkan kesepakatan: "Jadilah istriku, dan aku akan memberikan dunia untukmu membalas dendam." Namun, Elena tidak tahu bahwa di balik pernikahan kontrak itu, ada rahasia masa lalu yang jauh lebih besar yang siap menguji hatinya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

happy reading guys

------------------------------

BAB 23: Sekutu Rahasia dari Balik Penjara

Kekalahan memalukan di ruang sidang utama keluarga Syailendra semalam membuat aliansi Sarah Syailendra dan Utama Group benar-benar terdesak di ujung tanduk. Pagi ini, bursa efek Jakarta dibuka dengan berita mengerikan: Nicholas Syailendra mulai melakukan aksi akuisisi paksa terhadap sisa saham Utama Group. Di tengah kepanikan massal itu, sebuah mobil sedan gelap melaju diam-diam meninggalkan hiruk-pikuk pusat kota, menuju ke arah Lembaga Pemasyarakatan Khusus Wanita di pinggiran Jakarta.

Cklek.

Pintu ruang kunjungan privat berpembatas kaca tebal ditarik terbuka dari luar. Clarissa Utama melangkah masuk dengan kacamata hitam yang menyembunyikan sepasang matanya yang sembap karena kurang tidur. Ia duduk di kursi besi, menatap dingin ke arah sosok wanita yang baru saja digiring masuk oleh petugas sipir dengan pakaian tahanan berwarna oranye kusam.

Sosok itu adalah Siska Wijaya. Mantan nyonya muda Bram Corp yang dulu selalu tampil glamor, kini tampak kuyu dengan rambut acak-acakan dan kulit yang pucat tanpa riasan. Namun, begitu melihat Clarissa duduk di hadapannya, sepasang mata Siska yang memerah seketika memancarkan kilat kebencian yang amat mendalam.

Siska mengangkat gagang telepon interkom di dinding, menempelkannya ke telinga dengan tangan yang terikat borgol besi yang dingin. "Siapa kamu? Mau apa seorang putri dari Utama Group datang menemui narapidana seperti aku?" desis Siska, suaranya parau namun sarat akan intrik yang tajam.

Clarissa ikut mengangkat gagang telepon di sisinya, menyunggingkan sebuah senyuman miring yang penuh keputusasaan bercampur amarah. "Aku adalah orang yang punya musuh yang sama denganmu, Siska. Wanita bernama Elena Vance... atau haruskah kita sebut dia dengan nama Adeline Wijaya?"

Deg!

Mendengar nama Adeline disebut, cengkeraman tangan Siska pada gagang telepon seketika mengencang hingga buku-buku jarinya memutih. "Jalang sialan itu... jadi dia benar-benar masih hidup dan sekarang menggunakan nama Elena Vance untuk menghancurkanku?!" raung Siska histeris, napasnya memburu menahan dendam kesumat yang membakar dadanya setiap malam di dalam sel yang pengap.

"Benar. Dia tidak hanya hidup, tapi dia sudah resmi menikah kontrak dengan Nicholas Syailendra dan sekarang menjadi Nyonya Muda Syailendra," ucap Clarissa, suaranya merendah penuh racun. "Siang ini, dia sedang mempersiapkan pameran internal akbar untuk merilis proyek perhiasan 'Black Diamond Dynasty' di kantor pusat. Jika proyek itu sukses, posisinya di keluarga Syailendra akan permanen dan Utama Group milik keluargaku akan hancur total."

Clarissa mencondongkan tubuhnya ke depan kaca pembatas, menatap tajam ke dalam manik mata Siska. "Aku tahu kamu yang menjebaknya satu bulan lalu di hotel. Aku butuh kartu mati masa lalu Adeline yang tidak diketahui oleh Nicholas. Berikan aku senjata untuk menghancurkan reputasinya di depan publik siang ini, dan aku berjanji akan menyewa tim pengacara tertinggi untuk mengeluarkanmu dari tempat busuk ini sebelum minggu berakhir."

Siska terdiam sejenak. Otaknya yang licik segera berputar hebat. Sebuah tawa melengking yang terdengar sangat mengerikan dan gila mendadak keluar dari bibir Siska yang pecah-pecah.

"Harta... kekuasaan... Adeline selalu mengira dia bisa menghapus masa lalunya yang menjijikkan hanya dengan berganti nama," bisik Siska dengan pandangan mata yang berkilat kejam. "Nicholas Syailendra boleh saja memalsukan paspor dan dokumen keuangannya di Prancis. Tapi Nicholas tidak akan pernah bisa menghapus draf rekam medis asli Adeline dari rumah sakit daerah lima tahun lalu."

Clarissa mengernyitkan dahinya. "Rekam medis apa maksudmu, Siska?!"

"Lima tahun lalu, sebelum Adeline menikah dengan Bramantara, dia pernah mengalami kecelakaan parah di luar kota yang menyebabkan ingatan masa kecilnya trauma," desis Siska, senyumannya semakin melebar penuh kedengkian yang menjijikkan. "Dan yang paling penting... di dalam draf medis itu tercantum golongan darah langka Adeline yang asli, yaitu Rh-Negative. Golongan darah yang hanya dimiliki oleh satu dari jutaan orang di Asia. Nicholas mungkin bisa mengubah sidik jari atau struktur wajah Elena lewat operasi, tapi dia tidak akan pernah bisa mengubah golongan darah di dalam tubuh wanita itu!"

Siska mengetuk kaca pembatas dengan kukunya yang patah secara provokatif. "Siang ini, divisi Syailendra Jewelry mewajibkan seluruh jajaran direksi untuk melakukan tes draf kesehatan asuransi tahunan sebelum pameran dimulai. Sampaikan pada ibumu, Sarah Syailendra... tukar draf sampel darah Elena Vance di laboratorium kantor dengan draf medis lima tahun lalu ini. Begitu hasil golongan darah langka itu keluar secara sinkron di layar proyektor pameran... seluruh dunia akan tahu bahwa Elena Vance adalah Adeline Wijaya yang memalsukan identitas internasional demi memeras Syailendra Group!"

Clarissa Utama membelalakkan matanya samar karena terkejut. Siasat dari balik penjara ini benar-benar luar biasa kejam dan tanpa celah. "Ide yang sangat genius, Siska. Di mana draf dokumen asli itu disimpan?"

"Di dalam brankas tua di rumah masa kecilku. Kodenya adalah tanggal kematian ibunya," bisik Siska kejam. "Ambil dokumen itu, dan mari kita lihat bagaimana Nicholas Syailendra akan membuang wanita jalang itu ke jalanan setelah tahu dia telah ditipu oleh hantu masa lalu."

------------------------------

Dua jam kemudian, di dalam laboratorium desain eksklusif lantai lima puluh gedung pusat Syailendra Group, suasana menjelang pameran akbar terasa sangat sibuk. Elena Vance berdiri anggun di depan sebuah manekin yang mengenakan gaun malam sutra putih gading rancangan khusus yang akan ia kenakan di atas panggung pameran nanti. Gaun itu bertabur berlian hitam langka yang berkilau mistis, merepresentasikan mahakarya 'Black Diamond Dynasty'.

Sret.

Pintu laboratorium didorong terbuka, dan seorang perawat medis berseragam putih melangkah masuk membawa sebuah nampan berisi tabung sampel darah. "Nyonya Muda Elena, maaf mengganggu waktunya. Ini adalah giliran Anda untuk melakukan pengambilan sampel darah wajib untuk draf asuransi kesehatan tahunan komisaris sebelum acara dimulai," ucap perawat itu dengan ramah sembari menundukkan kepalanya hormat.

Elena hanya mengangguk pelan. Ia menyingsingkan lengan jas merah marunnya, membiarkan jarum suntik itu menembus kulit lengan putih susunya selama beberapa detik hingga tabung kecil itu terisi penuh oleh cairan merah pekat.

"Terima kasih, Nyonya Muda. Hasil analisis laboratorium akan langsung diintegrasikan ke dalam draf sistem komputer utama pameran dalam waktu tiga puluh menit," ucap perawat itu sembari merapikan peralatannya, lalu melangkah keluar dari ruangan.

Namun, Elena tidak menyadari bahwa begitu perawat itu berbelok ke arah koridor lift darurat yang sepi, sosok Sarah Syailendra sudah berdiri menunggu di sana dengan wajah yang dipenuhi oleh senyuman licik yang mengerikan. Sarah merebut nampan sampel tersebut, lalu menyerahkan sebuah draf map hitam berisi dokumen medis lima tahun lalu milik Adeline dari Prancis kepada asisten laboratorium yang sudah disuapnya ratusan juta.

"Pastikan hasil golongan darah langka ini meledak tepat di saat Nicholas membuka draf presentasi pameran di atas panggung nanti," desis Sarah kejam di dalam kegelapan koridor lift.

------------------------------

Tiga puluh menit berlalu dengan cepat. Ruang pameran utama sudah dipenuhi oleh ratusan tamu undangan konglomerat, dewan direksi, dan puluhan wartawan media internasional. Nicholas Syailendra duduk di kursi pimpinan barisan depan dengan aura tirani yang mendominasi, menanti kedatangan istrinya.

Sementara itu, Elena kembali ke ruang laboratorium desainnya untuk mengenakan gaun pengantin berlian hitamnya. Namun, begitu ia mendorong pintu ruangan dan melangkah masuk, langkah kaki Elena seketika membeku mematung di ambang pintu.

Sepasang mata indahnya membelalak lebar diserang oleh rasa syok dan horor yang teramat sangat.

Di tengah ruangan, gaun pengantin mahakarya sutra putih gading yang akan dikenakannya di atas panggung sudah hancur berantakan. Kain sutra mahalnya disobek secara brutal dari atas hingga bawah menggunakan pisau tajam, membuat ribuan pecahan berlian hitam langka di bagian dadanya terlepas dan berserakan mengerikan di atas lantai marmer. Di atas robekan gaun yang hancur itu, sebuah tulisan besar berwarna merah darah segar tercoret tegas di dinding ruangan:

‘KAMU TIDAK AKAN BISA BERSEMBUNYI LAGI, ADELINE WIJAYA. SELAMAT DATANG DI NERAKA DUNIAMU.’

Elena menahan napasnya yang mendadak sesak, tubuhnya gemetar hebat menahan gelojak trauma masa lalu yang kembali menghantam isi otaknya secara brutal. Tepat di saat yang sama, suara riuh pengumuman pembukaan pameran dari pengeras suara di luar ruangan sudah mulai menggema keras, menandakan bahwa Nicholas akan segera menekan tombol proyektor utama di atas panggung dalam hitungan detik. Babak baru dari kepunahan total sandiwara di atas kertas emas kini telah resmi mengunci Elena di dalam sangkar jebakan maut yang mematikan.

------------------------------

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!