NovelToon NovelToon
Hidden Lines

Hidden Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.

Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.

Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.

Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.

Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.

Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.

Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

031

Pintu kamar mandi terbuka perlahan. Michaela keluar dengan kimono handuk hitam yang membungkus tubuh rampingnya, menyisakan uap hangat yang samar-gamar menguar di sekitarnya.

Di atas ranjang king-size yang beberapa saat lalu menjadi saksi bisu ritual panas mereka, sebuah gaun dress sutra berwarna biru dongker yang elegan sudah terbentang rapi.

Di sampingnya, terdapat sepasang sepatu hak tinggi yang senada.

Killian berdiri tidak jauh dari sana, sudah berganti pakaian dengan setelan kasual berkelas—kemeja hitam rajut yang melekat pas di tubuh tegapnya, menonjolkan dada bidang dan bahu kokohnya.

"Apa tidak apa-apa kita makan di luar, Yin?" tanya Michaela, melangkah mendekat sambil memandangi gaun pilihan suaminya.

"Aku sedikit khawatir Mommy sudah menyuruh koki memasak banyak untuk menu makan malam kita nanti."

Killian menoleh, lalu seulas senyuman yang teramat hangat dan menawan terbit di wajah tampannya. Ia melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka, lalu melingkarkan tangannya di pinggang Michaela dengan kelembutan yang memabukkan.

"Tidak apa-apa, Sayang. Aku sudah mengatakannya pada Mommy lewat pesan teks tadi saat kau masih di kamar mandi. Kita akan keluar malam ini," ucap Killian, suaranya baritonnya terdengar begitu rendah dan menenangkan.

"Ada sebuah restoran favoritku yang menyajikan pemandangan kota terbaik dari atas bukit. Aku ingin mengenalkannya padamu sebagai tempat kencan resmi pertama kita setelah sumpah baru kita."

Michaela mendongak, menatap mata elang Killian yang tampak begitu tulus memujanya.

"Terima kasih, Yin."

Sambil menuntun Michaela untuk duduk di depan meja rias, Killian mengambil pengering rambut.

Dengan ketelatenan yang luar biasa, pria itu mulai mengeringkan rambut pirang madu milik Michaela yang masih basah.

Jari-jari tangannya yang besar dan kokoh bergerak dengan sangat lembut di sela-sela helaian rambut istrinya, memastikan tidak ada satu pun helai yang tertarik kasar.

Sepanjang proses itu, Killian tidak jarang menundukkan kepalanya, memberikan kecupan-kecupan manis di pelipis, di puncak kepala, hingga di ceruk leher Michaela, menyebarkan sensasi menggelitik yang membuat bulu kuduk wanita itu meremang.

Sempurna... Kau terlalu sempurna dalam berakting, Killian, gumam Michaela di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.

Tatapan matanya terkunci pada pantulan wajah mereka di cermin besar di hadapannya.

Demi Tuhan, Michaela tahu betul, jika ia tidak memiliki benteng yang kuat dan tidak menyadari kelicikan di balik senyuman pria ini, ia pasti sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada Killian Vale-Knight.

Kesempurnaan fisik, tutur kata, dan perhatian yang dimiliki Killian adalah racun dunia yang paling mematikan bagi hati wanita mana pun.

Setiap kali Killian mengecup keningnya dengan lembut, Michaela selalu berbisik pada hatinya sendiri dengan sangat keras: Jangan pernah jatuh pada pesonanya, Michaela.

Jangan pernah. Karena jika kau sampai jatuh cinta pada pria ini, rasanya bukan hanya akan sakit... tapi kau akan hancur.

Ini bukan sebuah pernikahan dengan cinta yang setara. Ini adalah papan catur, dan kau harus tetap menjadi pemainnya, bukan bidak yang dikorbankan.

...****...

Langkah kaki yang seirama terdengar menuruni tangga marmer megah Mansion Knight.

Killian berjalan dengan satu tangan merangkul posesif pinggang Michaela, sementara tangan Michaela bersandar nyaman di dada bidang suaminya.

Kemesraan hakiki yang mereka tunjukkan membuat suasana sore menjelang malam di ruang tengah mansion itu mendadak menjadi riuh.

Di dekat area ruang keluarga, keempat adik laki-laki Killian tampak sedang berkumpul.

Kehadiran sang pengantin baru langsung memicu senyum jahil di wajah-wajah tampan pewaris keluarga Knight tersebut.

Evander Vale-Knight, sang adik yang terkenal paling blak-blakan, langsung menyenggol lengan kembarannya dengan siku.

"Lihat itu, Cassander. Kakak sulung kita yang agung dan dingin sekarang benar-benar sudah bertransformasi menjadi budak cinta," goda Evander dengan kekehan renyah yang sengaja dikeraskan.

Cassander hanya tersenyum tipis, menggelengkan kepalanya melihat tingkah kembarannya. Namun, tatapannya melembut saat melihat kakaknya tampak begitu menjaga istrinya.

"Kau jangan terlalu banyak bicara, Evander. Suatu saat nanti, kau juga akan berakhir sama seperti Killian dan Millian... menjadi budak cinta yang bertekuk lutut pada seorang wanita," ucap Cassander lirih, penuh dengan nada ramalan yang sarat akan makna.

Sementara itu, Dorian dan Rowan, si kembar bungsu keluarga Knight yang masih menginjak usia remaja, hanya bisa mengendus geli.

Mereka menutupi tawa mereka dengan berpura-pura fokus pada layar ponsel masing-masing, merasa sedikit jengah namun bahagia melihat perubahan atmosfer di rumah mereka yang biasanya kaku.

Di ujung tangga, Mommy Suzzy dan sang Daddy, Kaelor, berdiri bersama.

Kaelor menatap putranya dengan pandangan yang sarat akan rasa lega.

"Kalian akan pergi ke mana, Sayang?" suara hangat Mommy menginterupsi langkah mesra mereka.

Killian menghentikan langkahnya tepat di hadapan sang ibu.

Dengan gerakan yang penuh kasih sayang, Killian menunduk dan mencium kedua pipi ibunya dengan takzim.

"Malam ini aku tidak makan malam di rumah, Mom. Kami berdua akan makan di luar. Aku ingin membawa Michaela ke restoran favoritku."

"Oh ya? Baiklah, bersenang-senanglah," jawab Suzzy dengan binar mata bahagia. Namun, wanita paruh baya itu tiba-tiba menepuk dahinya pelan. "Tapi tunggu sebentar, Sayang."

Suzzy menatap Michaela dengan pandangan penuh perhatian seorang ibu. "Jika makan di luar nanti, jangan minum minuman jus yang disediakan di restoran ya, Michaela... Mommy sudah membuatkan jus apel segar khusus untukmu sore ini. Lebih higienis dan bagus untuk pemulihan tubuhmu."

Suzzy langsung menoleh ke arah pelayan senior yang berdiri di dekat dapur. "Ambilkan botol tumbler jus yang sudah kusiapkan di lemari es."

Hanya dalam hitungan detik, pelayan itu kembali dengan sebuah tumbler mewah berisi jus apel segar buatan tangan sang ibu mertua.

Michaela tidak langsung menerimanya.

Sesuai dengan tata krama tersembunyi yang ia miliki, ia menoleh ke arah Killian terlebih dahulu tanpa bersuara.

Killian yang menangkap pandangan itu memberikan anggukan kecil dengan senyuman hangat, tanda bahwa ia mengizinkan.

"Terima kasih banyak, Mom. Aku akan meminumnya," ucap Michaela tulus, menerima tumbler tersebut.

...°°°°°°...

Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam mobil mewah yang dikemudikan oleh Killian sendiri.

Di tengah perjalanan yang sunyi, rasa haus yang mendadak menyerang tenggorokan Michaela membuatnya membuka tutup tumbler tersebut.

Aroma manis dan segar dari jus apel buatan Suzzy langsung menguar memenuhi kabin mobil.

Michaela meminum jus itu dengan perlahan. Rasa manis yang pas mengalir di tenggorokannya, menghantarkan rasa hangat ke dadanya.

Mommy benar-benar orang yang sangat baik, batin Michaela memulai, menatap keluar jendela mobil ke arah lampu-lampu jalanan.

Sejak ia keluar dari rumah sakit, Suzzy selalu membuatkannya jus segar setiap hari tanpa pernah absen, memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Seandainya... seandainya semua ini nyata... Batin Michaela sempat goyah selama beberapa detik.

Ada secercah keinginan kecil di sudut hatinya untuk benar-benar menjadi menantu di keluarga yang hangat ini.

Namun, ia segera menggelengkan kepalanya di dalam hati, menepis habis pemikiran naif itu.

Matanya melirik sekilas ke arah samping, menatap rahang kokoh Killian yang fokus menyetir dengan ekspresi wajah yang mendadak kembali dingin saat tidak ada orang lain yang melihat mereka.

Jangan bodoh, Michaela. Killian tidak mencintaimu. Pernikahan ini, kemesraan di depan keluarganya... semuanya hanya bagian dari rantai emas yang ia gunakan untuk mengikatmu, batinnya kembali mengeras, menelan sisa jus apel itu bersama dengan pahitnya realitas yang ia jalani.

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

Jauh dari kemegahan dan kehangatan Mansion Knight di atas bukit, suasana yang teramat kontras dan pekat akan aura depresi terjadi di sebuah perumahan mewah.

Tempat itu adalah markas dari sindikat Madam's Roses.

Brakk!!!!

Suara tamparan keras atau hantaman vas bunga plastik yang membentur dinding terdengar nyaring di dalam ruangan kerja bernuansa merah marun itu.

Madam Margareth berdiri dengan napas yang memburu, matanya yang dilapisi riasan tebal melotot tajam ke arah seorang wanita yang bersimpuh di lantai dengan tubuh bergetar.

"Ini sudah ketiga kalinya, Cecilia! Tiga kali dalam minggu ini kau gagal melayani pelanggan-pelanggan pentingku dengan baik!!" teriak Madam Margareth, suaranya melengking penuh kemurkaan yang tak tertahankan.

Cecilia Lynch yang asli menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya.

Tubuhnya yang hanya dibalut gaun malam tipis tampak gemetar hebat. Bekas-bekas luka memar baru di bahu dan lehernya terlihat sangat kontras di bawah pencahayaan lampu ruangan yang remang.

"Maafkan aku, Madam... Tolong maafkan aku," tangis Cecilia pecah, suaranya terdengar sangat parau dan putus asa.

"Aku tidak bermaksud merusak reputasi tempat ini. Tapi... kenapa akhir-akhir ini aku selalu mendapatkan pelanggan yang benar-benar kasar? Mereka memperlakukanku seperti..."

Cecilia mendongak dengan mata yang sembab, menatap Madam Margareth dengan pandangan memohon yang teramat sangat.

"Madam, bisakah... bisakah aku kembali saja ke tugasku yang lama? Izinkan aku kembali untuk mencari target pria kaya yang bisa kutipu seperti dulu? Aku... aku benar-benar belum siap mental jika harus kembali melayani pria di atas ranjang kamar-kamar itu secara langsung..."

Madam Margareth hanya mendengus kasar, memalingkan wajahnya tanpa ada sedikit pun rasa belas kasihan.

Bagi wanita berhati iblis itu, Cecilia telah melakukan kesalahan fatal karena penghianatan nya dan situasi saat ini adalah konsekuensi yang harus dibayar.

Dari sudut ruangan, berdiri di balik bayangan pilar kayu yang gelap, Gabriella Margareth hanya bisa berdiri mematung menyaksikan pemandangan menyedihkan itu.

Di dalam hatinya, ada secercah rasa kasihan yang mendalam yang terbit untuk sahabatnya, Cecilia.

Gabriella tahu betul bahwa pelanggan-pelanggan kasar yang didapatkan Cecilia akhir-akhir ini bukanlah sebuah kebetulan.

Itu adalah hukuman terselubung dari ibunya, Madam Margareth, atas kemurkaan sang Madam.

Sejujurnya, Gabriella selalu merasa teramat miris setiap kali melangkahkan kaki di dalam mansion mewah milik ibunya ini.

Menatap semua wanita muda yang terjebak di sini, yang kehilangan harga diri mereka setiap malam demi tumpukan lembaran dolar untuk memperkaya ibunya. Gabriella menyadari bahwa dirinya sendiri termasuk dalam kategori yang "cukup beruntung" di dalam neraka ini.

Karena posisinya sebagai anak kandung sekaligus agen strategi utama dengan kemampuan bela diri tingkat tinggi, Madam Margareth tidak akan pernah mengizinkan atau menurunkan derajat Gabriella untuk melayani pria di atas ranjang seperti yang dilakukan oleh gadis-gadis lain di mansion ini.

Tugas Gabriella hanyalah menggait, memanipulasi, dan memeras pria-pria kaya dari kalangan atas melalui pesona dan kecerdasannya.

Namun, di tengah rasa mirisnya terhadap Cecilia, pikiran Gabriella mendadak terlempar kembali pada sosok adik kembarnya, Michaela Hokked.

Baru tadi sore, sebelum ia kembali ke mansion ibunya, Gabriella diam-diam pergi ke bank untuk mengirimkan sejumlah uang dalam nominal yang sangat besar ke rekening ayahnya di San Francisco. Itu adalah kiriman uang ketiga yang ia lakukan dalam bulan ini.

Dan yang membuat dada Gabriella terasa sesak adalah respons yang ia terima dari seberang telepon beberapa jam lalu.

Pria tua yang merupakan ayah kandungnya itu kembali berteriak, memaki, dan mengatakan bahwa uang ratusan ribu dolar yang dikirimkan Gabriella itu masih tidak cukup untuk membayar utang judinya.

Benar-benar pria tua tidak tahu diri...batin Gabriella, mengepalkan tangannya di dalam saku celana hitamnya dengan rasa muak yang teramat sangat.

Mengingat kerakusan dan kekejaman ayahnya di San Francisco, Gabriella benar-benar tidak berani membayangkan, bagaimana beratnya penderitaan yang harus ditanggung sendirian oleh adik kembarnya, Michaela, selama bertahun-tahun hidup bersama pria tua itu demi menghidupinya.

Kau sudah menderita terlalu banyak di masa lalu, Micha, batin Gabriella, matanya menatap kosong ke arah lantai marmer.

Jika sekarang kau harus tinggal bersama keluarga Knight dan menganggapku sebagai musuhmu... biarlah tetap seperti itu. Setidaknya, pria Knight itu memperlakukanmu seperti seorang ratu, jauh lebih baik daripada pria tua di San Francisco yang selalu memperlakukanmu seperti budak pencari uang.

1
Mita Paramita
😍😍😍
nayla tsaqif
Ini badainya udah berlalu belom,,,?? gk ada badai madam roses kan,,?? Barang kali madam tua itu tantrum,, 😌
Bakul Lingerie
Millian ga hadir? jgn2 Cecilia hamil sama Millian😅.. eh
Rosdianah 🌷: hihihi Millian Lapak sebelah ada cerita nya sendiri ya kak, Judulnya "My Fake Knight" 🫶🏻
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Author Up besok ya kak🫶
total 1 replies
Bakul Lingerie
aku liat sinopsisnya berasa lagi baca novel terjemahan.. menarik...lanjooot
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
sup ayam dan jus melon 🤔🤔🤔kombinasi sempurna tuh, jadi laper nih ngebayangiin nya🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Hahah kak reader bisa aja 😅
total 1 replies
Sarinah Quinn
ceritanya pasti akan lebih rumit lagi bagi Michaela 😢 karena kalau nanti killian sudah mencintai nya maka Cecilia asli akan muncul dan mengambil tempat Michaela lebih menyakitkan lagi killian tidak bisa membedakan keduanya Krn wajah yang sama. kasian Michaela thor kenapa sih dia tidak mengaku SJ sebagai Michaela bukan Cecilia.... pokoknya jangan buat Michaela menderita lagi thor 🙏🙏🙏
Rosdianah 🌷: author ikut maunya kak reader 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mita Paramita
udah jatoh ketiban tangga nih killian 😭😭😭 nyesek banget mesti melepas Mischa 🤣🤣🤣lagian jangan gengsi kalo suka sama istrinya kn sekarang situasi udah diujung tanduk nih 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: ntar menyesal 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
killian panik kehilangan micha 🤣🤣🤣 gimana kalo kontrak nikah udh berakhir mungkin gak mau cerai nih 😈😈😈
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Yg paling sedih disini,, rahim micha memiliki masalah pasca kcelakaan hasil sabotasemu yin,, dan kau memperburuknya dg obat kontrasepsi,, kau hampir menghancurkan harta berharga seorang wanita,,mommy pasti kecewa luar biasa, putranya menjadi seorang monster😌kutuk aja mom,, kutuk yin jadi marcusuar,, 😌
Rosdianah 🌷: huhuhu 🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ehmmm hamil gak yah🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: aman kak🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
hahaaha semua rencana killian ketauan semua🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Mom memang paling peka🤭
total 1 replies
Mita Paramita
akhirnya micha bisa lepas dari killian berkat momy Suzy 🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: mommy best🥳🤭
total 1 replies
Mita Paramita
killian gagal total rencana licik ny udah dibongkar orang tua ny 🤣🤣🤣 semoga micha cepet Hamidun 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: hehehe iya kak
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 keren visual nya
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Good job daddy mommy,, 👏👏👏🥰
Rosdianah 🌷: yeee🥳
total 1 replies
Ainun Mahya
mana nih lanjutannya kak😄
Rosdianah 🌷: Nanti malam ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor yang banyak 🤣🤣🤣
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: author silent 🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Kael, Pergi yg jauh sama kakakmu gaby !! Biar yin gila,,, 😌sebelum berpisah jujurlah ttg semuanya kpd mommy suzzy,, biar yin di hukum gantung sama mommy🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!