NovelToon NovelToon
Jodohku Yang Luar Biasa

Jodohku Yang Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Poligami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: zien

Ririn, seorang gadis sederhana yang tiba-tiba mendapat lamaran dari Devan yang merupakan direktur perusahaan tempat Ririn bekerja.

Devan, seorang direktur perusahaan sekaligus seorang suami dari wanita bernama Citra.

Citra, seorang istri yang baik tetapi malang nasibnya. Dokter telah memvonisnya mandul, tidak bisa mempunyai anak. Karena rasa sayang luar biasa pada suaminya, Citra menyuruh suaminya yaitu Devan untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan.

Bagaimana kelanjutan cerita Ririn, Devan dan Citra? Yuk baca novel ini sampai tamat😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberi Kebahagiaan Itu Indah

Setelah mereka selesai melaksanakan sholat ashar, ... Ririn, Emak dan kedua adiknya bersiap-siap akan pergi jalan-jalan. Amran dan Tami sangat girang ketika tahu akan dibawa jalan-jalan ke mall.

"Bi Isah, aku mau bawa adik-adikku jalan-jalan. ditinggal dulu ya Bi, assalamualaikum," Ririn pamit dulu sama Bi Isah, walau Bu Isah bekerja sebagai asisten rumah tangga, tapi Ririn memperlakukannya sama seperti anggota keluarganya.

"Pa Memet kita ke BIP aja, disitu lengkap segala ada."

"Baik Bu," seperti biasa Pa Memet selalu menjawab dengan kalimat pendek.

"Duh, si Ade kelihatan seneng gitu," Ririn menggoda Amran yang duduk di samping Pa Memet.

"Ya iyalah Teteh... kita mah sangat jarang bisa jalan-jalan bareng begini."

"Pa Memet, tadi hafal jalan ke rumah ibu saya?" tanya Ririn.

"Hafal Bu."

"Minggu depan Pa Memet jemput keluarga saya dari rumah di Cimahi ya Pak?" kata Ririn kemudian.

"Baik Bu."

"Asyik ... Minggu depan Ade boleh ke rumah Teteh lagi." Amran sangat girang mendengarnya.

"Tapi ada syaratnya, semua tugas sekolah harus beres nggak ditunggak... walaupun sekolah masih online, Ade tetep harus belajar sungguh-sungguh... ya?!"

"Tami juga ya?! Insya Allah Teteh biayain kuliah Tami, belajar yang rajin biar keterima SNMPTN, atau kalau nggak berarti ikutan UTBK untuk ikutan SBMPTN, kalau belum keterima juga berarti ikutan Seleksi Mandiri. Nah ini semua, perlu kerja keras kamu dalam belajar, kamu harus meningkatkan kadar kerajinanmu bukan cuma dua kali lipat tapi harus bisa lima kali lipat... ingat peribahasa bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tami jangan menyia-nyiakan kesempatan."

"Iya Teteh... Tami akan berusaha keras."

"Bu, sudah sampai, turun didepan sini saja biar saya cari tempat parkir yang kosong," kata Pa Memet.

"Oh, iya sudah sampai, ayo semuanya turun".

"Ade, hati-hati kepisah kalau mau belok ada yang mau dilihat harus ngasih tahu Teteh."

Ririn menggandeng tangan ibunya. "Kalau Emak ada yang ingin dibeli, bilang sama Teteh." Emak hanya mengangguk sambil tersenyum.

Ririn berbelok ke toko pakaian. "Ade ayo pilih baju yang kamu suka!"

Amran tampak kebingungan memilih baju.

"Ade kalau bingung milihnya, biar Teteh yang milihin ya?" Ririn memilihkan baju yang ia rasa cocok untuk adiknya. Ririn tidak suka berlama-lama dalam memilih baju yang akan dibeli.

"Iya Teh itu bagus," kata Amran.

"Sekarang kita kebagian pakaian perempuan, giliran Tami sama Emak yang milih, Ade ikutin kita ya."

"Teteh bajunya bagus-bagus, boleh pilih dua?" Tami mengeluarkan jurus kemaruknya.

"Deuh kamu mah mampang-mumpung, iya atuh boleh." Ririn mencubit pipi Tami.

"Emak udah dapet? Tolong sekalian pilihin buat Bi Asih." Ternyata Emak itu seperti Ririn ... eh salah deh, Ririn itu seperti Emak, tidak lama kalau memilih baju, toh memang disitu bajunya bagus-bagus.

Ririn menelpon Pak Memet. "Pak, tolong masuk kedalam toko ya... Saya ada di toko Y, Pak Memet tolong tunggu didepan tokonya."

"Ayo sekarang kita bayar dulu ke kasir," Ririn membayar belanjaannya dengan kartu yang diberikan oleh Devan.

Didepan toko Y, Pak Memet sudah berdiri menunggu.

"Pak tolong bawa belanjaan ini, tolong masukkan ke dalam mobil, nanti Pak Memet kesini lagi, saya mau bawa ibu saya ke supermarket yang itu, Bapak nanti tunggu lagi didepannya... santai saja Pak nggak usah buru-buru, soalnya saya mau berkeliling dulu."

"Baik Bu," Pak Memet berlalu membawa belanjaan yang diberikan oleh Ririn.

"Ayo kita masuk ke supermarket itu," Ririn menggiring keluarganya masuk kedalam supermarket.

Amran dengan sigap mengambil kereta dorong.

"Ayo pilih barang sesuai keperluan ya," kata Ririn memberi komando.

Mereka berkeliling dari ujung sampai ke ujung. Tak terasa kereta dorong sudah penuh dengan berbagai macam barang.

"Ayo sekarang bayar ke kasir." Amran menurut mendorong kereta kearah kasir.

Tak lama kemudian mereka keluar dari supermarket dan menghasilkan empat kresek besar belanjaan. Untung saja Pak Memet sudah setia menunggu. Mereka menyerahkan kresek-kresek itu pada Pak Memet untuk dimasukkan kedalam mobil.

"Sekarang kita makan dulu sambil istirahat, sok pilih mau makan di mana." Ririn menunjukkan restoran-restoran yang berjejer didalam mall itu.

"Tuh ada restoran fried chicken, restoran bebek oven, restoran seafood, restoran ayam dan bebek penyet, sok mau yang mana?"

"Ah itu aja Teh, ayam dan bebek penyet aja," kata Tami.

"Emak, gimana setuju?" Ririn balik bertanya pada Emak.

"Iya, Emak mah ikut aja."

"Ayo atuh, kita masuk kesitu."

Mereka memilih duduk di sudut dan segera memesan. Semuanya memesan bebek penyet dengan minuman yang berbeda jenis.

"Ade, kamu mah aneh pesen minumannya, bukan lihat bentukannya kayak gimana, malah lihat harganya yang paling mahal," kata Ririn mengomentari pesanan Amran.

.

"Teteh... kan mumpung sama Teteh, jadi aku pengen nyobain makanan sama minumannya yang paling mahal. Kalau uang sendiri mah aku kan pasti sayang...hehehe," Amran terkekeh.

"Kalau bukan ditempat umum udah ku pletak tuh jidatmu," kata Ririn.

"Mas..."Ririn mengacungkan tangannya, kemudian seorang pelayan mendekatinya. Ririn memesan makanan dan minuman untuk dibungkus, oleh-oleh buat Pak Memet dan Bi Isah.

"Mak, aku lupa beliin baju buat Pak Memet," Ririn berbisik pada Emak.

"Kamu mau beliin apa Teh?"

"Kemeja aja yang gampang."

"Alhamdulillaah... Makasih makanannya Teteh, enak-enak, Ade sampai kenyang" Amran paling duluan tandas makanan dan minumannya.

Ririn tersenyum melihat adiknya itu. "Makanya nanti sering-sering ke rumah Teteh, nanti Teteh traktir makanan yang enak-enak."

Amran mengacungkan jempolnya. "Okey Teteh."

"Aku juga Teteh ya," Tami nggak mau kalah.

"Iya,.. Emak juga ya."

"Udah pada selesai makannya ya?... Ayo kita pulang," Ririn membayar dahulu makanannya dan mengambil pesanan yang tadi minta dibungkus.

"Pak Memet saya mau pulang, saya tunggu dimana ya?"

"Tunggu didepan mall saja nanti saya bawa mobilnya kesitu Bu," jawab Pak Memet dari seberang sana.

Ketika hendak keluar mall, Ririn melihat Yoko yang menjual pakaian pria.

"Tunggu sebentar aja disini ya," Ririn meminta keluarganya menunggu didepan toko pakaian pria tersebut. Tak lama Ririn sudah keluar lagi sambil membawa plastik belanjaan.

"Ayo, kata Pak Memet kita tunggu aja didepan mall, nanti kita dijemput disitu."

Ada mungkin sepuluh menit mereka menunggu mobil, agak lama karena jalannya harus memutar, akhirnya mobil yang ditunggu hadir juga didepan mereka.

Mereka semua masuk kedalam mobil.

"Rasa-rasanya tadi tidak banyak berkeliling didalam mall, tetapi kaki terasa pegal juga," Ririn bergumam.

"Iya Emak juga begitu," Emak ikut mengiyakan.

Dua puluh menit kemudian, mereka semua tiba dihalaman rumah Ririn.

"Alhamdulillaah sudah sampai, ayo cepat sholat maghrib dulu, jangan sampai keburu habis waktunya," kata Ririn.

"Pak Memet, tolong bawa belanjaannya kedalam rumah, ... nah kalau yang ini khusus buat Pak Memet," Ririn menyerahkan kresek berisi makanan dan kemeja.

"Oh makasih banyak Bu," Pa Memet terlihat sangat senang menerimanya.

Pintu depan terbuka, Bi Isah yang sudah tahu keluarga majikannya pulang, segera membukakan pintu dan membantu Pak Memet mengangkat barang belanjaan kedalam rumah.

"Bi, ini buat Bibi," Ririn menyerahkan kresek yang berisi pakaian hasil pilihan Emak dan bungkusan makanan.

"Wah apa ini? Terima kasih Bu," sama halnya dengan Pa Memet, Bi Isah pun terlihat sangat senang menerima pemberiannya.

"Alhamdulillaah... aku bisa diberikan kesempatan untuk memberi kebahagiaan untuk keluargaku," gumam Ririn dalam hatinya.

*********************************************

terima kasih sudah membaca novel ini, mohon beri dukungan author dengan memberikan rate, vote, comment n like ya 😘😘😘

*********************************************

1
Naimatul Jannati
blum ada lnjutannya thor ririn sm mas devan
kohuna kojana
jempol
Sri Mulya
lanjut
Susantri
kayaknya hanya citra ja yg da dihati Devan..bilang I love u ja hny ma Citra ma Ririn hny kt syg gk lebih..kesal AQ ma Devan lama2..
mizuki
makin kesini ceritanya jadi monoton yg gak perlu di ceritain jangan di tulis dong thor😴😴😴
mizuki
Mak sama anak sama matrenya....maknya ngerestui anaknya nikah sama suami orang biar bisa hidup enak
mizuki
Ternyata si ririn matre juga ya..
Ucy (ig. ucynovel)
aku baru mampir thor

ceritanya kyk keseharian bagus 👍
anggita
👌✌,,
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama...
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
seru cerita nya
Fiwanaka
aku mampir Thor...
mampir juga di karya ku ya Tangis Gadis Tegar dan Dikhianati tapi Dicintai karya Fiwanaka
terimakasih
Fiwanaka
aku mampir Thor saling dukung ya thor
N13
btw ini cerita dilanjutkan / nggak ya
N13
Citraaaaa mulu yg diprioritaskan, sepertinya cuma citra yg punya rasa cemburu, jadi seolah2 citra yg jd korban,,,, helowwww
yg maksa minta devan nikah lagi sopo,,, devan jelas² saranin adopsi, citra ngeyelll !!!
akh sumpah kasian aku mah sama Ririn, sekolah yg tinggi Rin, trus berkarier, buka usaha ato apa,,, hempaskan lah Devan n Citra,,, seumur hidup makan ati klu kayak gitu ceritanya,,,
N13
ya iyalah citra dan devan sdh liburan 2x,,, Ririn ?????
N13
nah jd apalagi pertimbangan nya,,, ceraikan Ririn, Ririn jg wanita biasa, yg butuh dicintai
N13
ya sdh minta Devan ceraikan Ririn,,, disini Ririn korban Ego mu Citra,,, biarlah Ririn bebas, kasian mentang² istri kedua harus banyak nahan rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!