NovelToon NovelToon
(Not) Beautiful Marriage

(Not) Beautiful Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Saras Arindu

Nikah muda sesungguhnya tidak begitu masalah buat Arin, tapi kenapa harus mendadak? Tanpa pesta dan terkesan buru-buru. Apalagi calon suaminya yang tidak dikenalnya, ralat, tidak ia ketahui sama sekali, bahkan hanya untuk nama.

Dihari H, ia dikejutkan dengan satu hal bahwa suaminya adalah kakak dari mantan terindahnya. Kenyataan itu membuatnya merasa aneh dan berpikir bahwa ia sedang dipermainkan.

Tapi tanpa Arin sadari seiring berjalannya waktu, tingkahnyalah yang seakan mempermainkan kakak beradik itu.

Penasaran bagaimana kisahnya? Bagaimana Arin mempertahankan pernikahannya dan menyatukan dua bersaudara yang bersitegang karenanya? Jika ingin tahu jawabannya, mari baca dari awal sampai akhir.
***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saras Arindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Sudah dua minggu setelah kepergian Kenzi, dan belum ada kabar apa-apa dari laki-laki itu. Dan kejadian telepon asing itu hanya Arin simpan sendiri. Ia tidak menceritakan pada siapa pun karena nomor asing yang harusnya bisa dihubungi kembali hilang begitu saja. Ia juga tidak mau kalau hal itu malah membuat mertuanya khawatir, pada dirinya ataupun pada suaminya. Ia berniat menceritakan jika kejadian itu terulang lebih dari tiga kali.

"Pagi, Ma," sapa Arin pada Hanna yang sudah berkutat di dapur. "Maaf, tadi urusan dengan kamar mandi berlangsung lebih lama," jelas Arin perihal keterlambatannya turun ke dapur yang disertai kekehan diakhir kalimatnya.

Hanna tersenyum maklum. Ia tahu menantunya itu akhir-akhir ini sedang disibukkan dengan tugas-tugas kuliah. "Sudah berapa malam kamu begadang?" Arin mengangkat kepalanya menatap Hanna. "Wajahmu pucat. Jangan terlalu sering begadang, nanti kamu sakit."

Arin tersenyum dan mengangguk. Tidak ada Kenzi, ada Ibunya yang juga perhatian terhadapnya. Oh dan jangan lupakan ada Ryan juga didekatnya.

Saat sarapan sesuatu tak terduga terjadi. Arin mual saat hendak memasukkan nasi goreng ke dalam mulut. Tanpa meminta izin ataupun meminta maaf, Arin langsung melesat ke kamar mandi yang berada di dapur. Samar-samar suara yang mual Arin di kamar mandi terdengar sampai di ruang makan.

Beberapa menit kemudian Arin muncul dengan wajah lebih pucat dari sebelumnya. "Maaf, sepertinya sedang masuk angin. Sejak subuh tadi mual terus," katanya merasa tak enak hati.

"Sudah, tidak apa. Lanjutkan sarapanmu! Papa sudah selesai." Dika berdiri. Pergi meninggalkan nasi gorengnya yang baru habis sepertiga. Hal itu semakin membuat Arin merasa bersalah.

"Tidak usah merasa bersalah, Papamu memang dari awal tidak enak makan. Dia sedikit gelisah memikirkan putra sulungnya, suamimu," ujar Hanna menenangkan setelah menangkap apa yang dirasakan Arin lewat ekspresi wajahnya. "Kamu tidak ada kuliah hari ini, kan?" Arin mengangguk. "Kalau begitu setelah sarapan, antar Arin periksa ke Om Evan!" perintah Hanna yang ditujukan pada Ryan.

"Kenapa tidak panggil Om Evan ke sini saja, Ma?" bantah Ryan tersirat.

Hanna berdecak. "Kamu ini, seperti tidak tahu saja kalau jadwal Om Evan selalu padat,” matanya melototi Ryan sebelum berlalu menyusul Dika.

Setelah kepergian Hanna, tinggallah Ryan dan Arin. Mereka melanjutkan makan dalam diam. Ralat, bukan mereka melainkan hanya Ryan. Hanya Ryan yang melanjutkan sarapan karena Arin memilih menggeser piringnya dan mengambil sebuah kiwi dan beberapa buah strawbery sebagai pengganti sarapannya.

"Kamu makan buah pagi-pagi?" protes Ryan tiba-tiba saat Arin sudah menghabiskan separuh buah kiwinya.

"Memangnya kenapa? Ada yang salah?" balas Arin tanpa menoleh dan lebih fokus pada buah kiwinya. "Oh iya, nanti nggak perlu antar aku ke dokter. Aku nggak papa kok."

"Siapa yang mau antar kamu ke dokter? Mama itu suruh antar kamu ke Om Evan."

Arin berdecak. "Memangnya keluargamu punya berapa kenalan dengan orang bernama Evan selain yang berprofesi sebagai dokter itu." Ia berdiri meninggalkan Ryan diruang makan.

"Oh, sudah tahu." Gumam Ryan sambil berlalu dari sana.

Setelah Ryan pergi, Arin datang lagi bersama seorang wanita parubaya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumah besar itu. Meski dengan kondisi tubuh yang bisa dikatakan kurang sehat, Arin tetap membantu membereskan bekas makan mereka seperti biasa. Setelah beres barulah ia meninggalkan dapur dan ruang makan.

Didalam kamar, wanita yang berwajah pucat dan mengaku masuk angin tadi bukannya istirahat tapi membuka file dokumen yang dibuatnya semalam. Memeriksa ulang dan memastikan susunan serta isinya tidak ada yang salah sebelum ia konsulkan kepada asisten pembimbing dan dicoret-coret. Jika ada yang dicoret bahkan hanya satu huruf saja itu akan sangat menyesakkan dada bagi para praktikan.

Belum ada setengah jam berkutat dengan laptopnya ketika ketukan dan suara Ryan terdengar dari luar kamar. Arin menyahut seraya bangkit untuk membukakan pintu dan bertanya ada apa. Dan pertanyaan ada apanya itu dibalas decakan oleh Ryan dan disertai kalimat yang cukup panjang. Yang hanya Arin ingat adalah laki-laki itu akan diomeli oleh mertuanya jika tahu ia dibiarkan sakit dan tak terurus. Iya, intinya seperti itu. Dan masih dengan keras kepala Arin menolak karena merasa baik-baik saja. Namun hal itu dibalas dengan pelototan tajam oleh Ryan membuat Arin dengan setengah hati bersiap pergi.

...

1
💝🧚SHA_QUANDRA 😇
Kenzi pergi selama itu psti karena merasa sakit hati liat bininya yg msh bermanja2 ke mantan. Lagian si bini jg gk bs menempatkan diri dgn sewajarnya. Gak tahu batasan. Polos sih polos tp ini terkesan bodoh si arin. Mending kenzi cari bini aja lg.
fifid dwi ariani
trus bersyukur
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus berkarya
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sehat
Fitriyani Puji
ini crita nya galih sembuh dan menikah ama risda ato bagemana ini
Fitriyani Puji
kamu ngak tau aja di hamil pertama arin tidak tkut kluar mlm untuk cari makn ,jangn bilang erin di culik galih lagi
Fitriyani Puji
ini ank ngak ada dwasa nya ya ya jelas emosi kalo kerj d gangu mndeng kalo di sayang ini kaya ayam di cabuyi bulu nya kalo aku udah tk tendang
Fitriyani Puji
kenapa ngak lngsong aja ngak usah seassn 2
Fitriyani Puji
jangan lagi ada konflik ya seasen 2 biar kn mereka bahagia jangan ada lagi kemelut
Fitriyani Puji
trnyata kenzi suami pengertian semoga slalu tentram dan bahagia amiin
Fitriyani Puji
hhhhh gokil mereka
Fitriyani Puji
lsnjut thor jangan ada konflik baru lagi
Fitriyani Puji
kenapa mati thor dia belum menyesali perbuatan jahat nya pada ank sendiri hadeeeeh
Fitriyani Puji
bagemana bisa ank kandong berasa ank tiri ternyata kenzi sudah menderita sejk balita semoga kedepanya dia bahagia dengan kluarga kecil nya amiin
Fitriyani Puji
oalah ibu macam apa itu msak ngak merasa dia ank sendiri anh deh
Fitriyani Puji
ah rahasia apa lagi thor kenapa bnyak sekali teka teki nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!