NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Surat Tantangan Berdarah dan Grandmaster Jatuh dari Langit

​Keberhasilan luar biasa di KTT Kosmetik membuat saham Grup Kosmetik Su melonjak drastis pada sore harinya. Su Yuhan disibukkan dengan berbagai wawancara dan tanda tangan kontrak bersama perwakilan distributor internasional.

​Ye Chen, yang bertugas sebagai 'asisten', setia menemani istrinya hingga acara pameran ditutup pada pukul lima sore.

​"Kita kembali ke hotel sekarang?" tanya Yuhan, mengusap lehernya yang pegal saat mereka berjalan menuju mobil Rolls-Royce yang telah menunggu.

​Ye Chen membuka pintu mobil untuk istrinya. "Kau kembalilah lebih dulu ke kamar hotel bersama tim keamanan Master Tang. Berendamlah di air hangat dan istirahat. Aku ada urusan sebentar."

​Langkah Yuhan terhenti. Ia menatap wajah Ye Chen, mencari tahu apa yang disembunyikan suaminya. "Urusan apa? Keluarga Utama Su terang-terangan mengancam kita tadi pagi. Berbahaya bagimu berkeliling kota ini sendirian, Ye Chen."

​Ye Chen tersenyum lembut, lalu menyelipkan helaian rambut yang menutupi mata Yuhan. "Jangan khawatir. Aku hanya ingin pergi ke pasar antik Jiangbei untuk mencari hadiah kejutan untukmu. Aku berjanji akan kembali sebelum makan malam."

​Yuhan mengerucutkan bibirnya sedikit, terlihat enggan, namun akhirnya mengangguk. Ia menyentuh kalung giok di dadanya, teringat bahwa suaminya bukan lagi pria lemah yang bisa ditindas. "Hati-hati. Kalau terjadi sesuatu, segera telepon aku."

​Setelah mobil yang membawa Yuhan melaju menjauh, senyum di wajah Ye Chen perlahan memudar. Wajahnya kembali sedingin gletser.

​Ia memutar tubuhnya, tidak berjalan menuju pasar antik, melainkan melangkah santai menuju sebuah gang sempit yang diapit oleh dua gedung pencakar langit yang belum selesai dibangun. Gang itu sunyi, gelap, dan tidak terjangkau kamera CCTV kota.

​Saat Ye Chen baru berjalan sejauh sepuluh meter ke dalam gang, ia berhenti. Angin sore yang berhembus membawa aroma karat darah yang sangat pekat.

​Jleb!

​Sebuah pisau terbang (Kunai) berwarna hitam melesat dari kegelapan, menancap di dinding beton hanya satu inci dari telinga Ye Chen. Di ujung pisau itu, tertancap selembar kertas perkamen berbau amis darah.

​Ye Chen bahkan tidak berkedip. Ia dengan tenang mencabut pisau itu, mengambil kertasnya, dan membacanya.

​[Jika kau masih merasa dirimu seorang pria, datanglah ke Atap Gedung Konstruksi Menara Langit pukul enam sore. Jika kau menolak, nyawa istrimu yang akan menjadi gantinya. - Asosiasi Bela Diri Provinsi]

​"Jadi mereka menggunakan taktik murahan seperti ini," Ye Chen bergumam dingin. Kertas berdarah itu seketika hancur menjadi debu abu-abu di tangannya, terbakar oleh gesekan Qi Sejati.

​Gedung Konstruksi Menara Langit adalah sebuah megaproyek terbengkalai setinggi lima puluh lantai yang terletak tak jauh dari posisinya saat ini. Ye Chen tidak membuang waktu. Ia mengerahkan teknik Langkah Naga Terbang, tubuhnya berkelebat layaknya bayangan hantu, memanjat tangga darurat gedung tersebut dengan kecepatan yang menentang hukum gravitasi.

​Dalam waktu kurang dari tiga menit, Ye Chen telah berdiri di atap beton yang luas dan berangin kencang. Pemandangan seluruh Kota Jiangbei terlihat di bawahnya. Matahari mulai terbenam, mewarnai langit dengan semburat jingga darah.

​Di tengah atap itu, dua sosok pria berdiri dengan tangan terlipat di belakang punggung.

​Yang satu mengenakan jubah biru tua, rambutnya panjang diikat rapi. Ia adalah Master Qin, Tetua Ketiga dari Asosiasi Bela Diri. Yang lainnya adalah seorang pria kekar berkepala plontos dengan bekas luka sayatan pedang melintang di wajahnya—Master Lei, Tetua Keempat Asosiasi Bela Diri.

​Keduanya memancarkan aura Pelepasan Qi Eksternal yang sangat tebal. Mereka adalah Grandmaster Sejati!

​Melihat Ye Chen muncul, Master Qin mendengus meremehkan. "Kau benar-benar berani datang sendirian, Bocah. Kudengar kau mencacatkan Master Wu. Kau pasti berpikir dirimu hebat."

​Ye Chen berjalan perlahan mendekat, mengabaikan angin kencang di ketinggian. "Kalian mengirim surat ancaman kepada istriku. Itu adalah kesalahan terbesar yang pernah kalian lakukan seumur hidup."

​"Kesalahan?" Master Lei tertawa menggelegar, suara tawanya mengandung Qi yang membuat kerikil-kerikil di atap beton itu bergetar. "Bocah arogan! Kau ini hanyalah kodok di dasar sumur yang kebetulan belajar satu atau dua jurus. Hari ini, kami berdua akan mencabut urat nadimu dan melemparkanmu dari lantai lima puluh ini!"

​Tanpa basa-basi lagi, Master Lei mengambil inisiatif. Ia menghentakkan kakinya.

​BOOM!

​Beton di bawah kakinya retak. Tubuhnya melesat ke depan layaknya peluru meriam. Tinjunya diselimuti oleh aura merah menyala—ini adalah Tinju Pemecah Gunung, teknik pamungkas yang mampu menghancurkan baja padat.

​"Mati kau, Keparat!" teriak Master Lei, meninju lurus ke arah dada Ye Chen.

​Angin tinju itu begitu kencang hingga menyobek udara. Namun, saat tinju itu berjarak setengah jengkal dari dada Ye Chen...

​Tap.

​Ye Chen hanya mengangkat tangan kanannya, dan dengan sangat santai, telapak tangannya menangkap tinju raksasa itu.

​Ledakan energi terjadi, mementalkan debu beton ke segala arah. Tapi... tubuh Ye Chen tidak bergeser satu milimeter pun! Ia berdiri diam seolah tinju yang bisa menghancurkan gunung itu hanyalah belaian angin sepoi-sepoi.

​"A-Apa?!" Mata Master Lei melotot tak percaya. Tinjunya yang dilapisi Qi Sejati terasa seperti menghantam dinding berlian yang tak tergoyahkan. "B-bagaimana mungkin?!"

​"Tinju Pemecah Gunung?" Ye Chen menyeringai sinis, menatap langsung ke mata Master Lei. "Lebih mirip tinju pemecah telur."

​Sebelum Master Lei bisa menarik tangannya kembali, tangan Ye Chen yang mencengkeram tinju itu memutar dengan kasar.

​KREKK!

​Suara tulang lengan yang patah berputar 180 derajat terdengar mengerikan.

​"AAAAARGHH!" Master Lei menjerit histeris. Seluruh aura merah di tubuhnya seketika buyar.

​Namun Ye Chen belum selesai. Tangannya yang lain meraih kerah jubah Master Lei, lalu dengan kekuatan fisik yang mengerikan, Ye Chen mengangkat pria seberat seratus kilogram itu ke udara, dan membantingnya ke lantai beton dengan lututnya sebagai tumpuan.

​KRAK!

​Tulang belakang Master Lei patah menjadi dua. Darah segar menyembur dari mulutnya. Salah satu dari sepuluh Grandmaster Sejati terkuat di Provinsi Jiangbei itu, lumpuh total hanya dalam waktu tiga detik!

​Master Qin, yang sejak tadi berniat membantu, membeku di tempat. Wajahnya yang arogan kini seputih kertas. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur dari dahinya.

​Ini... ini mustahil!

Bahkan Ketua Asosiasi Bela Diri pun tidak akan bisa mengalahkan Master Lei semudah ini! Kekuatan macam apa ini?!

​"G-Grandmaster Puncak?! K-kau berada di Tahap Grandmaster Puncak?!" Master Qin berteriak histeris, suaranya melengking karena teror.

​Ye Chen menendang tubuh Master Lei yang pingsan ke samping layaknya menendang karung sampah. Ia perlahan menoleh menatap Master Qin.

​"Kini giliranmu," ucap Ye Chen dingin.

​Menyadari ia berhadapan dengan monster, Master Qin tidak peduli lagi dengan harga diri. Ia membalikkan badan dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melarikan diri menuju tepi gedung! Ia berniat melompat ke gedung sebelah!

​Namun, kecepatan Langkah Naga Terbang Ye Chen jauh di atas nalar. Dalam satu kedipan mata, Ye Chen telah berdiri tepat di depan Master Qin, menghalangi jalurnya.

​"Kau ingin terbang?" tanya Ye Chen sinis. Tangan kanannya melesat, mencekik leher Master Qin, mengangkat tubuh Grandmaster itu hingga kakinya menendang-nendang udara.

​"Ugh! L-lepaskan! A-Asosiasi Bela Diri tidak akan... mengampunimu!" Master Qin tercekik, wajahnya membiru.

​Ye Chen melangkah maju hingga mereka berada tepat di ujung atap gedung berlantai lima puluh itu. Angin senja menerpa wajah mereka. Di bawah sana, mobil-mobil terlihat seukuran semut.

​"Aku juga tidak akan mengampuni kalian," bisik Ye Chen di telinga Master Qin. "Sampaikan salamku pada dewa kematian."

​Ye Chen membuka cengkeramannya.

​Tubuh Master Qin jatuh bebas dari ketinggian lebih dari seratus meter. Jeritan putus asanya bergema membelah langit senja Kota Jiangbei, sebelum akhirnya terdengar suara benturan tumpul di jalanan aspal sunyi di bawah sana.

​Dua Grandmaster Sejati... mati dan lumpuh dalam waktu kurang dari lima menit!

​Ye Chen berdiri di tepi gedung, menatap matahari terbenam. Napasnya sedikit berat, dan ia terbatuk pelan, mengeluarkan setitik darah dari bibirnya. Penggunaan Qi Sejati dalam ledakan instan tadi sedikit melukai meridiannya yang belum pulih.

​Tubuh fisik ini benar-benar menjengkelkan, batin Ye Chen sambil menghapus darah di bibirnya. Aku harus mendapatkan Teratai Salju Berdarah itu besok di pelelangan. Jika tidak, akan sangat sulit menghadapi Ketua Asosiasi Bela Diri jika dia muncul.

​Tanpa membuang waktu, Ye Chen berbalik dan menghilang ke dalam bayang-bayang tangga darurat, meninggalkan tubuh Master Lei yang sekarat sebagai 'hadiah' balasan untuk Keluarga Utama Su.

​Malam itu, di kediaman Keluarga Utama Su.

​Su Zheng sedang menikmati makan malam sambil menunggu kabar kematian Ye Chen dari Asosiasi Bela Diri. Ia yakin, kali ini menantu sampah itu tidak akan lolos.

​Namun, ketenangannya hancur berkeping-keping saat pintu ruang makan didobrak terbuka.

​Penatua Gu masuk dengan wajah sepucat mayat, seluruh tubuhnya gemetar. Di belakangnya, beberapa pengawal membawa tandu berisi sesosok tubuh berlumuran darah, yang tulang belakangnya membengkok mengerikan. Itu adalah Master Lei.

​"T-Tuan Besar..." suara Penatua Gu bergetar hebat. "M-Master Lei lumpuh total! D-dan... polisi baru saja menemukan jasad Master Qin di jalan tol, hancur berkeping-keping karena jatuh dari gedung!"

​Prang!

​Piring porselen di tangan Su Zheng jatuh dan hancur. Kepala keluarga yang ditakuti itu mendadak merasa kakinya kehilangan tenaga, jatuh terduduk di kursinya.

​"Kedua Grandmaster... kalah?!" Su Zheng bergumam ngeri. Matanya menatap tubuh Master Lei yang sekarat.

​Ketakutan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya mulai merayapi jiwanya. Menantu sampah macam apa yang dilawan oleh keluarganya ini?! Ini bukan serangga, ini adalah naga iblis pembawa maut!

​"T-Tuan Besar! Apa yang harus kita lakukan?!" Penatua Gu panik. "Ye Chen pasti akan segera datang ke kemari!"

​Su Zheng mengepalkan tangannya kuat-kuat, matanya memerah karena putus asa sekaligus kebencian gila.

​"Panggil... panggil Ketua Asosiasi Bela Diri!" Su Zheng menggeram. "Berikan padanya tiga puluh persen saham Keluarga Su! Berikan apa pun yang dia mau! Sang Ketua adalah legenda yang telah menembus Alam Semi-Ilahi. Hanya dia satu-satunya yang bisa membunuh monster itu!"

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!