NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan.

Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.

Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut.

Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.

Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Kombinasi Maut Dua Dimensi

Long Feng, yang belum pernah menghadapi senjata api atau proyektil mekanis bertenaga pegas modern, terlambat menyadari bahaya laten tersebut. Saraf bertarungnya menangkap ancaman, tetapi momentum tubuhnya terlalu berat untuk berbelok di atas lumpur es yang licin.

Sleb! Ting!

Sebelum kedua jarum beracun itu menembus kulit dada Long Feng, sebilah belati perak runcing melesat secepat kilat dari arah langit, menghantam salah satu jarum hingga terpental di udara dengan bunyi denting halus. Bersamaan dengan itu, sesosok tubuh ramping berpakaian pelindung perak gelap meluncur turun dari dahan pohon pinus tebing, langsung menendang lengan kiri Davin dengan putaran kaki taktis yang sangat kuat.

Bugh!

Tembakan jarum kedua meleset jauh, menancap di batang pohon hingga kayu pohon tersebut langsung menghitam dan membusuk seketika.

Lin Meilin telah mendarat dengan anggun di samping Long Feng. Belati perang keduanya sudah tergenggam erat di tangan kanan, sementara tangan kirinya masih mempertahankan sisa aliran Qi menengah yang memancarkan pendaran hijau tipis. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke arah Davin dengan kebengisan yang tak terbantahkan.

"Meilin! Kenapa kau turun?!" Long Feng berteriak dengan nada cemburu posesif yang bercampur panik, refleks menarik tubuh ramping Meilin ke belakang punggung bidangnya untuk menjadikannya tameng. "Aku sudah katakan biarkan aku yang memotong kepalanya!"

"Diam dan lihat senjatanya, Long Feng," potong Meilin cepat, suaranya sangat dingin namun penuh koordinasi militer. "Pria ini tidak bertarung dengan aturan duniamu. Jika aku tidak turun, jantungmu sudah berhenti berdetak sejak dua detik yang lalu karena jarum mekanis itu."

Long Feng melirik ke arah pohon yang membusuk akibat racun jarum Davin, dan seketika ia menyadari bahwa ia baru saja meremehkan kelicikan musuh dari masa depan istrinya. Rasa bersalah karena gagal melindungi Meilin dengan sempurna justru memicu gairah protektifnya naik ke tingkat ekstrim.

Davin berdiri tegak kembali, menyeka debu es di pelindung bajunya. Tatapan matanya yang semula dingin mendadak berubah menjadi sangat tajam saat menatap Meilin yang kini berdiri bersanding dengan kaisar.

"Luar biasa, Meilin. Di masa depan kau adalah agen top yang bergerak sendirian tanpa emosi. Tetapi di zaman terbelakang ini, kau justru melompat turun demi menyelamatkan seorang pria kuno?" Davin terkekeh sinis, menyembunyikan keterkejutan mentalnya melihat koordinasi taktis di antara keduanya. "Kau telah melupakan aturan emas organisasi The Ghost: jangan pernah melibatkan perasaan dalam misi."

"Aturan organisasi kita sudah mati sejak kau menembak dadaku di London, Davin," balas Meilin, suaranya sangat datar namun menusuk hingga ke tulang. "Di dunia ini, aku bukan lagi pion organisasi yang bisa kau khianati. Aku adalah Permaisuri Agung Dinasti Long, dan pria di sampingku ini adalah orang yang akan memastikan jasadmu membusuk di bawah tumpukan salju lembah ini."

Meilin menoleh sedikit ke arah Long Feng, memberikan isyarat kode mata taktis. "Long Feng, gunakan serangan beratmu untuk menekan pergerakan pedang besarnya di sisi kanan. Aku akan menyusup lewat zona buta kirinya menggunakan belati beracun."

Mendengar Meilin menyebut dirinya sebagai 'prianya' dan menegaskan statusnya secara terbuka di depan musuh masa lalunya, amarah cemburu di dalam dada Kaisar Long Feng seketika menguap, digantikan oleh kebanggaan dan gairah cinta yang luar biasa meluap-luap. Aliansi taktis di antara mereka berdua kini telah mencapai taraf sinkronisasi yang sempurna.

"Sesuai perintahmu, Permaisuriku," bisik Long Feng dengan suara bariton serak yang sarat akan dominasi mutlak.

Bum!

Long Feng menerjang maju kembali dengan pengerahan Qi emas penuh, mengayunkan pedang sucinya dalam serangkaian tebasan beruntun yang mengincar sisi kanan tubuh Davin dengan kekuatan destruktif yang masif. Davin terpaksa mengangkat pedang besar kepalanya serigala untuk menahan gempuran berat tersebut, membuat kedua lengannya bergetar hebat menahan tekanan kekuatan dalam sang kaisar dewa perang.

Tepat saat fokus pertahanan Davin terkunci sepenuhnya oleh Long Feng di sisi kanan, Meilin bergerak secepat bayangan hantu. Ia merunduk rendah di atas lumpur es, melesat masuk ke sisi kiri Davin yang terbuka lebar. Menggunakan teknik beladiri intelijen modern yang dipadukan dengan kecepatan Qi, ia mengayunkan belati perak beracunnya ke arah urat nadi paha Davin.

Sleb!

"Ugh!" Davin mengerang kesakitan saat mata pisau Meilin berhasil merobek celah pelindung pahanya, meninggalkan luka sayatan sedalam dua sentimeter yang langsung mengalirkan darah kehitaman akibat efek racun kelumpuhan instan kecubung liar.

Davin terhuyung mundur dengan kaki kirinya yang mendadak lemas dan baal. Ia menyadari bahwa kombinasi maut dua dimensi antara kekuatan dalam puncak milik Long Feng dan keahlian eksekusi taktis milik Meilin adalah sesuatu yang tidak akan bisa ia menangkan dalam kondisi bertarung jarak dekat seperti ini.

"Mundur! Lindungi formasi belakang!" teriak Davin dengan panik sambil melemparkan sebuah bom asap fosfor hitam ke atas tanah untuk menyamarkan pelariannya ke arah barisan kavaleri Bei yang tersisa.

Asap hitam tebal seketika meledak, menutupi pandangan mata. Long Feng hendak menerjang menembus asap untuk memburu Davin, namun Meilin dengan cepat menahan lengan kekarnya.

"Jangan mengejar ke dalam asap tanpa persiapan, Yang Mulia," ujar Meilin, napasnya tetap stabil penuh perhitungan dingin. "Racun di pahanya akan menyebar dalam waktu dua belas jam. Formasi kavaleri mereka sudah runtuh dan jalur logistik mereka telah musnah. Kemenangan di Celah Guanshan ini sudah berada di tangan kita. Kita akan memburu sisa pasukannya saat fajar berikutnya tiba."

Long Feng menatap asap hitam yang perlahan menipis, lalu menoleh memandang Meilin yang masih menggenggam lengannya. Tanpa memedulikan sisa perang riuh di sekitar lembah, kaisar langsung menarik tubuh ramping Meilin ke dalam dekapan lengan kekarnya yang hangat, memeluknya dengan sangat erat dan posesif di bawah guyuran salju fajar.

"Kau aman, Rubah Kecil. Itu adalah satu-satunya hal yang paling penting bagiku malam ini," bisik Long Feng dengan suara baritonnya yang berat, merapatkan wajahnya ke leher Meilin dengan gairah kepemilikan yang kian mengunci takdir mereka berdua di medan perang perbatasan barat ini.

Kemenangan di Celah Guanshan malam itu dirayakan dengan gemuruh sorak-sorai dari puluhan ribu prajurit Pasukan Serigala Hitam. Sisa-sisa kavaleri besi Kerajaan Bei kocar-kacir mundur ke wilayah utara, sementara pasukan pemberontak klan Hua menyerah masal setelah kehilangan komandan dan seluruh suplai makanan mereka. Badai salju yang sempat mengamuk perlahan mereda, menyisakan keheningan malam perbatasan yang membeku.

Namun, di dalam tenda militer pribadi milik Kaisar yang terletak di puncak bukit pertahanan, atmosfernya terasa jauh lebih panas dan menegangkan.

Lin Meilin baru saja selesai menanggalkan pelat pelindung perak gelapnya. Kini, ia hanya mengenakan jubah dalam sutra putih longgar yang memperlihatkan lekuk tubuh rampingnya dengan jelas. Rambut hitam panjangnya yang halus terurai bebas, mengalir hingga ke pinggang. Tangan kanannya sedang mengusap sisa jelaga di belati perangkanya saat tirai tenda disibak dengan kasar dari luar.

1
Ayudya
semangat long Feng dan limeilin🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Shen shandian luo
waktu dan masa nya juga berubah2 melullu
Shen shandian luo
kok aneh ya masak sama kaisarnya gak kenal...kan udah liat wajah nya waktu menyelamatkan dari racun..kadang2 alurnya berantakan...
Sulati Cus
pajak yg mengenakkan buat kaisar ... modus nya bisa ar🤣
Amber Mist: 🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Ayudya
meilin persiapkan diri mu dan jangan mau lagi di tindas
Ayudya
wao meilin dan long Feng saling serang🫣🫣🫣🫣🫣🫣
Ayudya
babat habis semua tikus itu ratu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
semangat ratu dan balaskan semua rasa sakit itu🥰🥰🥰🥰🥰
Amber Mist
betul sekali 😍
paijo londo
pasti Baginda raja suaminya sendiri 🤔
paijo londo
mampir thor
Amber Mist: Terima kasih uda mampir😍
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Amber Mist: Terima kasih kak uda berkunjung ke lapak aku, baca juga cerita aku yang lain ya kak, follback ya kak🥰
total 1 replies
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
Amber Mist: Mantap kak, lanjut ya kak, 😍
total 4 replies
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!