Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran
“She so pretty right?” Sasya mengirimkan 2 buah foto hasil jepretanya keponsel rey membuat pria itu tersenyum
Senyuman rey terlihat jelas membuat semua orang yang saat ini hadir diruang meetin menegang karena melihat senyuman manis rey
Tommy melirik sedikit ponsel bosnya dan terkejut melihat gambar adinda disana”apa mereka pacaran?” Ucapnya dalam hati penasaran
Tommy memang tidak mengetahui hubungan rey dan adinda karena permintaan adinda sebelum mendapatkan restu dari keluarga besar rey maka mereka tidak akan mempulish pernikahan mereka apalagi adinda tidak ingin jika tommy merasa sungkan padanya
“Baiklah,, rapat hari ini mari kita akhiri disini saja, semua masukan yang kalian berikan akan saya pertimbangkan baik-baik jadi kalian bisa kembali bekerja!” Ucapnya lalu berjalan keluar lebih dulu dari ruang rapat dan tidak lupa semua orang menunduk hormat kearahnya sebelum rey benar-benar hilang dibalik pintu
****
Ditempat lain zyan yang cukup penasaran dengan isi plashdisk yang diberikan oleh rey tempo hari
Dengan keyakinan penuh ia mulai membuka folder yang dimaksud oleh rey… matanya membulat sempurna melihat isi folder yang ada diplashdisk itu
“Kurang ajar rey,,, kau sunguh ingin bermain-main denganku” ucapnya
Karena folder yang ia buka memang kosong tidak terdapat diveo maupun file apapun
Ia lalu pergi dari kurai kebesarannya dan berencana untuk pulang, sunguh penat sekali rasanya karena pekerjaannya begitu menumpuk saat rey tiba-tiba menarik sahamnya membuat perusahaan yang dipimpin oleh zyan menurun drastis
“Tuan anda mau kemana?” Tanya sang asisten yang sejak tadi ada disampingnya
“Saya mau pulang tolong urus sisanya arya!” Ucapnya berlalu pergi dari tempat itu
“Kau sangat bodoh zyan mahardika” ucapnya dalam hati melihat punggung zyan yang semakin menjauh
Arya kembali masuk kedalam ruang kerja zyan dan duduk dikursi kebesaran sang directur
“Sebentar lagi aku akan menempati kursi ini” ucapnya dan tertawa begitu kencang
Ceklekk
Berlin masuk dan kebingungan melihat arya hanya sendiri disana, padahal rencana awal ia ingin menemui zyan tapi tidak mungkin ia mengatakan itu kepada arya
“Sayang.,, kemarilah!” Ucap arya melaimbaikam tanganya kearah berlin
“dimana zyan?” Tanya berlin hati-hati
“Kenapa disaat ada aku kau malah menanyakan pria bodoh itu, kemarilah aku sangat merindukanmu” ucapnya dan mulai mencium rambut berlin yang saat ini tepat berada dihadapannya
“Arya,, nanti zyan tahu hubungan kita” berlin sedikit risih karena sentuhan arya entahlah mungkin karena ia sudah mulai mencintai zyan karena terlalu sering dengan pria itu apalagi zyan yang sangat memanjakannya
Tidak seperti arya yang tidak jarang bermain tangan, apalagi saat mereka melakukan hubungan intim arya begitu kasar diranjang
Hubungan mereka memang sudah berlalu sejak lama, jauh sebelum berlin menjalin hubungan dengan zyan, awal mula zyan dan berlin menjalin hubungan itu karena ide dari arya untuk memuluskan rencananya
“Jangan banyak bicara sayang.. ayo puaskan aku!! Aku ingin mencoba diruangan ini pasti sensasinya sangat berbeda” ucapnya dengan senyuman devil
“Sayang nanti zyan datang bagaimana?” Alasannya yang ingin menolak karena berlin sudah mulai lelah dengan sikap arya
“Pria bodoh itu tidak akan datang.. ayolahh!!!” arrya mengulurkan tanganya membuat berlin mau tidak mau menerima uluran tangan pria itu
Mereka mulai berciuman seperti biasa jika arya akan melakukannya dengan penuh gairah diawal, berlin mulai terbuai munafik jika ia tidak menikmati setiap sentuhan lembut yang arya berikan disaat akan memulai ritual penyatuan
“Aaahhh aaahhhh pelan sedikit arya kau menyakitiku!” Keluhnya karena arya memang bermain begitu ganas dan mulai tidak terkontrol
Inilah yang tidak disukai oleh berlin disaat dirinya mulai kesakitan tapi arya malah semakin mengebu,
“Aaahhh kau begitu nikmat berlin!!! Pllaaaakkkk!!!” Arya memukul pantat berlin
“Aaaahhhh ssssttt “ berlin menggigit bibir bawahnya memang begitu sakit pukulan arya tapi arya mulai bermain lembut kembali karena melihat berlin mulai meneteskan air mata membuat berlin mulai mendesah nikmat
Tanpa mereka sadari jika seseorang menyaksikan apa yang sudah mereka lakukan didalam sana.. orang itu adalah zyan
Sebenarnya zyan sudah membuka plashdisk yang rey berikan dirumahnya malam itu juga
Rey juga mengirimkan pesan jika orang terdekatnyalah yang sudah menghiyanatinya, karena ingin memastikan zyan akhirnya memiliki rencana meninggalkan plasdisk itu dengan sengaja dimeja kerjanya lalu diam-diam pria itu memasang cctv tersembunyi
Dan seperti apa yang rey katakan jika plashdisk itu memang sengaja ditukar oleh asisten kepercayaannya sendiri
Bahkan zyan sudah meminta detail keuangan kepada manager marketing langsung tanpa melalui arya secara sembunyi-sembunyi
Dan hasilnya memang membuatnya sakit kepala, sesuai data yang diberikan oleh rey jika perusahaanya dilanda korupsi besar-besaran
Tapi yang membuat zyan lebih sakit adalah ia baru tau jika arya bekerjasama dengan kekasihnya berlin untuk menghancurkannya
Rasa amarah begitu ia rasakan ia ingin menghancurkan kedua orang itu secepatnya
“Tunggu saja kalian akan merasakan neraka yang sesungguhnya” ucapnya dan menytup laptopnya ia sunguh tidak kuat melihat hubungan intin kedua orang itu
Zyan pergi kerumah utama mahardika, dengan tatapan sayu ia mendekat kearah sang mama yang saat ini duduk bersama sang papa
“Mama..” mendengar suara anaknya mama rita melihat kearahnya
“Zyan..?” Mama rita bangun dan menghampiri putra tunggalnya itu dan memeluknya
Zyan perlahan menangis dipelukan sang mama, hatinya hancur, sedih karena perbuatan 2 orang yng begitu ia percaya selama ini
Mahardika hanya menatap datar kearah sang putra, ia tidak mau mendekat apalagi bertegur sapa rasa kecewanya kepada putranya sudah begitu dalam
“Maa,,, maafkan zyan ma” pandangan zyan kini beralih kepada sang papa yang masih diam dan terlihat enggan melihat kearahnya
“Paa.”
Mahardika menatap putranya pria paruh baya itu menghembuskan nafasnya kasar
“Ada apa?? Terahir kau datang kau begitu semangat menentang kami lalu kenapa kau menangis seperti anak kecil?” Sindir mahardika membuat sang anak menunduk
“Pa,, apa yang papa katakan benar mereka menghianatiku pa” ucapnya kembali
Mahardika tersenyum akhirnya mata putranya terbuka juga.. “kau baru menyadari?? Kau bahkan membuang wanita yang begitu sempurna demi wanita murahan itu zyan!!”
Zyan mendongakan kepalanya benar apa yang dikatakan oleh papanya… adinda.. kini ia mengingat nama itu seharusnya ia menerima pilihan kedua orang tuanya itu bukan malah menentangnya
Apalagi selama ini gadis itu begitu baik padanya,,
“Aku akan meminta maaf padanya pa”
“Tidak usah!! Jangan menganggunya lagi biarkan dia bahagia kau sudah cukup menyakitinya!!” Tolak mahardika lalu pergi meninggalkan putranya bersama sang mama
Happy reading💫💫💫