NovelToon NovelToon
Jangan Pergi Dariku

Jangan Pergi Dariku

Status: tamat
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍

Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 INSIDEN??

"Hallo. Johan! ada waktu untuk pertemuan antara keluarga, kami mengundang anda dan putri anda yaitu Luna untuk hadir nanti malam". Wilda berkata dari dalam telepon

" mohon maaf, ibu wilda, anak saya mengalami insiden penculikan dan sekarang masih berada di ruang rawat di rumah sakit". Jawabnya lantang

"Hah? bagaimana bisa? apa yang telah terjadi menimpa putri anda!? ". tanya wilda kaget mendengar anaknya johan mengalami insiden

" sulit untuk di jelaskan. nanti saya akan menceritakan. tapi untuk saat ini saya harus menemani anak saya dulu. mohon maaf ibu wilda saya sudahi dulu telepon nya". Izin Johan untuk mengakhiri teleponan

"Baik kalau begitu! selamat siang". Ucap wilda

" selamat siang juga". Di balas oleh johan

    Wilda pun menutup telepon dari johan, lalu sejenak terdiam memikirkan sesuatu. Sekilas wilda kepikiran pada anak laki-laki nya yaitu Rajab yang masih ada di kantor. Wilda pun menghubungi anak laki-laki nya mengangkat telepon di tempelin telinga kanan.

   Di kantor ____

   Rajab yang sedang fokus berkerja di layar leptop nya.

Berdering

    Suara nada dering ponsel membuat Rajab berhenti sejenak lalu melihat ke ponsel. yang ternyata ibunya yang menelepon dirinya, sejenak berfikir merasa heran terhadap ibunya hingga Rajab bertanya-tanya dengan isi pikiran nya. Kemudian Rajab angkat telepon dari ibunya lalu menjawab___

"Hallo ibu". Jawab Rajab.

" Rajab! kamu tahu, kalau Luna sekarang berada di rumah sakit. dia di rawat". Wilda berkata pada anaknya

"Hah? bagaimana bisa? ". Tanya Rajab bingung

" iya.. kata Om johan, Luna mengalami penculikan ibu tidak tahu lebih detail nya seperti apa. Coba kamu menjenguk Luna ke rumah sakit sekarang ". minta Wilda pada sang anak

" Baik ibu". Rajab menutup telepon dari ibunya. Ia bangkit melangkah jalan meninggalkan ruang kantor nya.

   Beberapa menit kemudian Rajab sampai di gedung rumah sakit. kini Rajab melangkah jalan di dalam lorong rumah sakit. Rajab berjalan menyusuri lorong mencari kamar rawat. Dari kejauhan terlihat johan berserta Luna melangkah jalan di lorong juga, mengarah ke Rajab. sepertinya Luna sudah di perbolehkan untuk pulang. Rajab yang melihat dari kejauhan pun menghampiri mereka.

"Om!! Luna! ". Panggil Rajab pada mereka berdua

" Rajab! ". Di jawab oleh johan

" Apa kamu baik-baik saja? ". Tanya Rajab pada Luna dengan ekpresi datar namun sedikit khawatir

" Aku baik-baik saja. bagaimana kamu bisa tahu aku ada di sini? ". Tanya balik Luna heran

" ibuku! memberitahu ku. kalau kamu ada di rumah sakit, ibu juga menyuruh ku untuk kesini, hanya memastikan kalau kamu baik-baik saja". Jawab Rajab senyum tipis

"oh!! ".

" Sebentar Ayah mau bayar Armistarsi dulu. Rajab tolong jaga putri saya sebentar iya". Minta Johan pada Rajab

"Iya, om! ". Balas Rajab

   Johan pun melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.

   Mereka berdua pun melangkah di sisi lorong kebetulan ada bangku duduk di sana. Mereka berdua pun berbarengan duduk di bangku duduk dengan rasa canggung di antara mereka berdua. Lama menunggu kembali nya ayah nya Luna yang masih belum datang.

   Dari tadi Luna dan Rajab hanya terdiam duduk di sertai rasa canggung. Kemudian johan datang terlihat tergesa-gesa. Mereka berdua pun bangkit menyabut johan.

"Luna!! maafkan ayah tidak bisa mengantarkan kamu ke rumah. barusan ayah dapat telepon ada meeting penting di kantor. Dimana asisten pribadi kamu? ". Jelas johan lalu menayangkan Asisten nya yaitu Vendra

" Oh! Dia izin sebentar mau ke rumah temannya. aku izinin pergi. ya sudah kalau ayah tidak bisa mengantarkan aku pulang tidak apa-apa, aku akan naik Taksi saja". Jawab Luna di perjelas

"Nak Rajab! bisa kamu antar kan putri saya ke rumah, saya masih trauma dan khawatir terhadap anak saya yang semakin tidak aman". Minta Johan pada Rajab.

" Ayah...!! ". Di balas oleh Luna dengan ekpresi wajah tidak suka

" Luna!! ayah masih khawatir dan masih tidak tenang. ayah tidak mau kamu pulang sendirian ". Ucap johan pada anaknya

" Baik Om! saya akan mengantarkan Luna sampai rumah dengan aman ". Jawab Rajab senyum tipis

" Baiklah kalau begitu! terimakasih Rajab". Ucap johan pada Rajab. "ayah Harus pergi sekarang. kamu hati-hati. hubungi ayah kalau terjadi sesuatu". Minta Johan pada anaknya sambil pamit pergi.

   Luna hanya menganggukkan kepala dengan ekpresi bete. Ayahnya pun pergi meninggalkan mereka berdua.

" Ayo! ". Ajak Rajab senyum

" Iya! ". Jawab Luna dengan ekpresi datarnya

   mereka berdua pun melangkah jalan meninggalkan lorong.

   Tidak lama kemudian Luna mengajak Rajab untuk masuk kedalam rumah nya, lalu mempersilahkan untuk duduk di kursi sofa.

" Sebentar iya! ". Minta Luna untuk pergi ke dapur

" Iya". Jawab Rajab sambil duduk di sofa.

   Luna melangkah jalan ke arah dapur. Rajab yang lagi duduk hanya diam menunggu.

   Tidak lama beberapa menit kemudian Luna datang membawa kan air gelas minum untuk Rajab. Rajab melihat sambil bangkit. Saat hendak menyerah segelas air minum pada Rajab_____

Bruk

"Argghhh! ". Tiba-tiba saja Luna tidak sengaja tersandung oleh kaki kursi yang hendak melangkah, membuat Luna hampir jatuh. Tapi Rajab sigap menangkap tubuh Luna hingga segelas air tumpah kena pakaian jas Rajab hingga basah.

" Apa kamu baik-baik saja". Ucap Rajab panik sambil membantu berdiri

Luna terkejut segelas air tumpah kena baju Rajab terlihat pakaian yang di kenankannya basah.

"Ya ampun! maaf ". Ucap Luna panik merasa bersalah.

" iya! tidak apa-apa". Jawab Rajab bertingkah baik-baik saja.

"baju nya basah". Ucap Luna merasa menyesal. " ehh... ganti baju saja. takutnya jadi tidak nyaman di kamunya". Ujar Luna

    Kemudian sekarang Rajab berada di dalam kamar Luna sudah mengenakan handuk di pinggang. Tubuh badan atasnya tidak memakai pakaian terlihat telanjang, melihat perut kotak roti sobek serta bahu lebar nya hingga dada yang berotot gagah terlihat jelas yang hanya mengenakan handuk di pinggang.

   Tidak lama Luna datang membawakan baju kemeja pada Rajab.

"ini baju punya ayahku, pakai". Minta Luna sambil memberikan baju pada Rajab

   Rajab mengambil baju di tangan Luna. Luna yang melihat tubuh Rajab hanya terdiam kaku sedikit tercengang melihat tubuh Rajab yang berotot, air ludah di tenggorokan nya mencoba menelan pelan namun rasa tergoda, Luna terhipnotis melihat kekar tubuh Rajab yang gagah itu.

   Saat Rajab sibuk buka kancing baju kemeja yang ia pegang, melirik ke wajah Luna yang hanya terdiam kaku melihat tubuh nya. Ekpresi heran di wajah Rajab.

   Tangan kanan Rajab meraih satu jari sentuh dagunya Luna lalu angkat menghadap kedepan, melihat wajah Rajab. Rajab tersenyum tipis melihat wajah Luna yang tiba-tiba bertingkah aneh. Rajab mengerti melihat ekpresi wajah Luna, ia tahu apa yang di inginkan Luna padanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!