NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: MENCARI PELAKU

Setelah membelah jalanan Jakarta dengan kecepatan di atas rata-rata, mobil mewah Devan akhirnya berhenti tepat di depan lobi darurat sebuah rumah sakit ternama.

Dengan napas memburu dan kepanikan yang memuncak, Arka langsung membuka pintu, menggendong tubuh ringkih adiknya, dan berlari kencang menerobos pintu kaca IGD.

“Sebelah sini, letakkan di ranjang ini!” ujar salah satu dokter jaga yang sigap melihat situasi darurat tersebut.

Dengan dada yang naik turun tidak beraturan, Arka membaringkan tubuh Anaya di atas brankar IGD. Dokter dan perawat langsung bergerak cepat memeriksa keadaan adiknya.

Arka mundur beberapa langkah, lalu netranya menangkap sosok Arin yang berdiri mematung di sudut ruangan dengan pandangan kosong.

Kejadian di toilet tadi membuat Arka paham; bukan hanya adiknya yang butuh penanganan medis saat ini, tetapi kondisi psikologis teman adiknya itu juga sedang berada di ambang batas.

“Ikut gue,” ucap Arka melembutkan suaranya. Ia menarik pelan tangan Arin.

Gadis itu tidak memberontak, hanya diam pasrah dan mengekor ke mana pun langkah kaki Arka membawanya.

Arka menuntun Arin ke bilik pemeriksaan sebelah. “Kamu juga harus diperiksa, hm?” bisik Arka pelan, menatap lurus ke dalam manik mata Arin yang masih tampak linglung.

“Dok, tolong periksa juga teman saya ini,” ujar Arka kepada perawat jaga.

Setelah memastikan Arin ditangani, Arka melangkah keluar ruangan. Ia merogoh ponselnya, lalu melakukan panggilan telepon kepada sang ayah.

“Dad... Adek masuk rumah sakit,” ujar Arka to the point. Ada kepanikan luar biasa yang berusaha keras ia redam di balik suaranya.

“Apa maksud kamu?! Kenapa Princess bisa berada di rumah sakit?!” tanya Daddy Hendra di seberang telepon, suaranya seketika meninggi di tengah ruang rapat kantornya.

“Daddy datanglah sekarang bersama Mommy. Biar Arka yang bereskan semuanya di sini bersama Devan,” ucap Arka dengan nada dingin tanpa bantahan. Rahangnya mengeras, tatapannya menatap kosong ke lantai rumah sakit.

“Arka mau orang yang udah celakain adik Arka... mati di tangan Arka.”

Mendengar penuturan sang putra sulung, Hendra tertegun. Aura membunuh dari Arka terasa begitu pekat bahkan hanya melalui sambungan telepon.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Boy?” tanya Hendra, mendadak dirayapi kegelisahan yang hebat.

“Ada seseorang yang sengaja ingin bermain-main dengan keluarga kita, Dad,” ucap Arka datar, namun sarat akan ancaman mematikan.

“Baiklah, Daddy segera ke sana.”

Sambungan telepon terputus.

Di kantornya, Hendra langsung membatalkan semua jadwal rapat penting hari itu. Pria paruh baya itu bergegas turun ke parkiran, mengendarai mobilnya pulang ke mansion demi menjemput sang istri.

Setibanya di mansion, tanpa banyak penjelasan, Hendra langsung menuntun Siska masuk ke dalam mobil.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, atmosfer di dalam mobil terasa begitu tegang dan mencekam.

“Dad, ini sebenarnya ada apa? Kenapa Daddy tiba-tiba pulang dan langsung bawa Mommy ke rumah sakit?” tanya Siska bingung sekaligus cemas melihat raut wajah suaminya yang mengeras kaku memegang kemudi.

Hendra tidak menjawab. Matanya fokus menatap jalanan di depan dengan cengkeraman tangan pada setir yang kian mengerat.

“Siapa yang sakit, Dad? Tolong jawab Mommy,” tanyanya lagi, mulai dirayapi perasaan tidak enak.

“Sebentar lagi kita sampai, Mom,” jawab Hendra berat, sama sekali tidak menjawab pertanyaan Siska secara langsung karena ia tidak ingin istrinya itu syok sebelum mereka tiba di tempat tujuan.

***

Setibanya di rumah sakit, Hendra langsung menuntun langkah sang istri menuju area kamar VIP karena Anaya telah dipindahkan dari ruang IGD.

Tepat di depan pintu kamar rawat, pemandangan tegang langsung menyambut mereka.

Di sana sudah berdiri Arka, Devan, serta seorang siswi perempuan—Arin—yang tampak terguncang hebat di samping sepasang pria dan wanita paruh baya yang diyakini sebagai orang tuanya.

“Bunda... Adek Arin baik-baik aja, kan, Bunda?”

“Naya nggak akan tinggalin Arin kayak Ara, kan, Bunda? Naya anak kuat...”

“Naya kan hebat... Arin yakin Naya pasti nggak akan ninggalin Arin.”

Racauan menyedihkan dari bibir Arin yang bergetar berpadu dengan tetesan air mata yang deras. Kalimat-kalimat pilu itu seketika mampu membuat siapa saja yang mendengarnya ikut merasakan sesak, termasuk Hendra dan Siska yang baru saja menapakkan kaki di koridor tersebut.

“Abang! Mana Adek?!” tanya Mommy Siska, memutus atensi dengan raut wajah yang luar biasa panik.

“Di dalam, Mom. Sudah diperiksa dokter dan syukurlah keadaannya sekarang sudah aman,” jawab Arka. Suaranya terdengar sangat dingin, nyaris tak beremosi.

Melihat perubahan drastis pada tatapan putra sulungnya, Siska seketika tahu bahwa ada hal yang sangat tidak beres di sini.

“Mommy dan Daddy masuklah ke dalam. Ajak Arin dan orang tuanya juga. Arka dan Devan harus pergi sekarang,” ucap Arka lagi dengan sorot mata setajam silet yang seolah siap menghunus siapa saja.

Tanpa menunggu jawaban atau persetujuan dari kedua orang tuanya, dua pemuda jangkung itu langsung berbalik badan, melangkah lebar meninggalkan area lorong rumah sakit dengan aura mengintimidasi yang pekat.

“Panggil anak-anak ke markas. Gue mau hari ini juga pelakunya dapet,” ucap Arka datar di sela langkah lebarnya menuju parkiran. Devan hanya mengangguk tegas sebagai jawaban.

Meskipun dalam hierarki perkumpulan mereka Devan adalah ketuanya, namun Arka memiliki hak penuh untuk menggerakkan massa.

Bagaimanapun, mereka berdua adalah pendiri utama RAVLOSKA dengan Arka yang menduduki posisi sebagai wakil ketua.

Jika permata berharga milik sang wakil diusik, maka seluruh anggota tidak akan tinggal diam.

Suasana di markas besar mendadak tegang. Setelah mendapat panggilan darurat, Reno, Gavin, dan Bintang sudah tiba lebih dulu.

Mereka kini berkumpul di dalam ruangan khusus yang kedap suara, duduk mengelilingi meja oval untuk membahas dalang di balik kejadian yang menimpa Anaya.

Pintu ruangan terbuka kasar,

menampilkan sosok Devan dan Arka yang datang dengan raut wajah yang siap mematangkan amarah.

“Vin, buka laptop lo. Gue bantu buka akses paksa untuk CCTV koridor arah toilet gedung belakang,” perintah Arka to the point seraya mendudukkan diri di kursi utama.

Suaranya datar, namun sarat akan tekanan yang mutlak.

Gavin yang mengerti situasi darurat ini hanya berdeham pendek sebagai jawaban.

“Hm.”

Jemari terampil Gavin langsung menari dengan cepat di atas papan ketik laptopnya, mulai meretas sistem keamanan digital SMA Pradipta International demi menyeret sang pelaku keluar dari persembunyiannya.

***

Setelah sepuluh menit ketegangan yang menyiksa berlalu, Gavin dan Arka akhirnya berhasil menjebol pertahanan sistem keamanan sekolah dan mendapatkan rekaman CCTV yang mereka cari.

Begitu tombol play ditekan, kelima pasang mata di ruangan itu langsung terpaku pada layar laptop.

Melihat detik-demi-detik rekaman di mana Clara membuntuti Anaya, mengunci pintu bilik, hingga menyiramnya tanpa belas kasihan, urat-urat kemarahan di sekujur tubuh Arka seketika menonjol.

Rahangnya mengatup begitu rapat seiring dengan badai amarah yang siap meledak kapan saja.

Brak!

Arka menggebrak meja oval di depannya hingga menimbulkan dentuman keras.

“Cewek anj*ng! Berani-braninya dia celakain adek gue! Gue pastiin hidup lo hancur di tangan gue, bitch!” murka Arka, menatap tajam sosok Clara di layar digital dengan kilat kebencian yang mendalam.

Di sisi lain, seluruh anggota inti

RAVLOSKA pun ikut dibuat geram bukan main oleh aksi perundungan yang keji itu. Terutama Devan. Tatapan mata elang sang Ketua mendadak menggelap, memancarkan aura dingin yang mematikan.

Ada gejolak asing yang menuntutnya untuk menghancurkan Clara saat itu juga. Hatinya tidak terima, sangat tidak terima karena ada orang lain yang berani mengusik dan menyakiti gadis kecil yang tanpa sadar sudah ia klaim sebagai miliknya.

“Malam ini, jalankan misi,” celetuk Devan dengan suara baritonnya yang rendah, memecah keheningan di sela rasa murka yang menggerogoti dadanya.

“Gue yang turun tangan langsung,” sahut Arka datar, namun kalimat itu sarat akan dendam. Sebagai seorang abang, ia sendiri yang akan menyeret Clara ke dalam penyesalan terdalamnya.

...‼️‼️...

( CLARA SIAP-SIAP DI DATENGIN BABANG ARKA YA NANTI MALEM HIHI 😈😈)

...****************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB 34..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
Noey Aprilia
Emang hantu....jd siap2 jjritan krna d gntayangin sm naya.....🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
hey paman dan bibi gila kanaya datang untuk membalas apa yg sudah dilakukan
fatmawati (pipit)
mungkin kah dokter itu kaki tangan dari keluarga clara
Renn
akhirnya aku bisa baca degem lagi 🙈
Sandhyaruntala: Welcome back kak🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Wooww...
s polos yg brubah jd bar2....tp lbh suka alice sih....dia berani dn tegas,mskpn anaya jg mnggemaskn kl lg mode polos....
fatmawati (pipit)
anaya skrg sudah berubah menjadi dingin dan kaku
mungkin gk kalau naya itu diluar polos tapi didalam di psikopat
partini
gadis polosnya udah ganti ini Thor
Noey Aprilia
Mnimal dia bs mlindungi drinya sndri...ga kya pas lg polos,ngalah trs sking baiknya....kl ky gni kn mkin seru....
fatmawati (pipit)
double yg ini 🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): OK ku tunggu selanjutnya
total 2 replies
fatmawati (pipit)
alter ego anaya bangun sisi Lain dari anaya yg akan membuat saudara² terpaku 🤣🤣🤣🤣
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
ukuran badan Naya seberapa sih Thor ko main pangku aja
Sandhyaruntala: Kecil 🤭 ukuran dia itu petit emang yang kesannya imut imut gitu🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Woowww...
cwek lugu trnyta pnya sisi lain yg brbhya...ayo bls tu cwek gila,bkin dia kapok sklian....
fatmawati (pipit)
double 🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit): iyalah🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
fatmawati (pipit)
naya punya alter ego, yg muncul saat tidak naya mau menyerah
partini
wow gas hajar balik
Sandhyaruntala
Huhu kasian itu anak nggak tau apa apa jadi korban
Dewiendahsetiowati
semoga ada yang nolong anak yang disiksa Alena
fatmawati (pipit)
bagus critanya, juga plot twist ya bikin deg deg kan lhooo
siapa ya musuh dari keluarga anaya
Mom Ilaa
penasaran siapa ya
Sandhyaruntala: Makin di baca makin seru loh kak🤭
Ayo lanjutt ke bab berikutnya🔥🔥
total 1 replies
Mom Ilaa
devan mulai ada rasa kah
Sandhyaruntala: Hayooooo hehehe, pesona degem nggak kaleng kaleng🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!