NovelToon NovelToon
SANG UTUSAN

SANG UTUSAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:937
Nilai: 5
Nama Author: Alenda

Selepas Kematian kedua orangnya, kehidupan yang lebih kejam harus dihadapinya. Namun tanpa disangka, Wira yang tak memiliki ilmu kanuragan sedikitpun, nyatanya dipilih oleh Dewata untuk melawan bangsa Iblis yang hendak menguasai Bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alenda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Di Penginapan

Begitu tiba di penginapan, mereka lantas berhenti dan tidak langsung masuk ke dalam.

"Selesaikan dengan cepat. Jangan sampai kejadian ini terdengar pihak istana! Target kalian seorang pemuda tampan dan gadis cantik," ucap seorang pengawal Raden Sanjaya.

"Baik, Tuan. Kami sudah biasa melakukan tugas seperti ini," jawab salah seorang yang disewa para pengawal Raden Sanjaya.

20 orang yang disewa itupun bergerak memasuki penginapan. Sementara 4 pengawal Raden Sanjaya tetap berada di luar menunggu orang-orang yang disewanya melakukan pekerjaannya.

Setelah melumpuhkan penjaga penginapan, 20 orang itupun langsung bergerak menyisir setiap kamar.

Sementara itu di luar, 7 orang prajurit yang ditugaskan Lesmana untuk mengawasi dari jauh penginapan tempat Wira dan Sinta menginap, merasa curiga dengan hadirnya begitu banyak orang yang di tempat itu. Ketujuh prajurit itupun akhirnya berinisiatif untuk mendatangi penginapan tersebut.

"Ada prajurit datang!" ucap seorang pengawal Raden Sanjaya. Kebingungan jelas terlihat di wajahnya dengan kedatangan para prajurit itu.

"Kita harus segera pergi dari tempat ini sebelum para prajurit itu datang. Raden Sanjaya akan mendapat masalah besar jika pihak istana mengetahuinya!" sahut yang lainnya.

Keempat pengawal Raden Sanjaya itu langsung bergerak menjauhi penginapan. Mereka tidak mengira jika malam yang selarut itu masih ada prajurit yang berpatroli.

Kecurigaan para prajurit yang ditugaskan Lesmana semakin besar dengan berlarinya para pengawal Raden Sanjaya. Jika tidak terjadi apa-apa di penginapan itu, mereka tidak mungkin melarikan diri.

Para prajurit itu kemudian memutuskan untuk tidak mengejar empat orang yang melarikan diri. Tapi mereka langsung menuju penginapan untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Sementara itu di dalam penginapan, Wira yang sudah tertidur, samar-samar mendengar keributan dari kamar lain. Dia langsung terbangun setelah terdengar pintu kamarnya digedor dari luar.

"Siapapun yang ada di dalam, cepat keluar!"

"Ada apa lagi ini," gumam Wira dalam hati. Dia bangkit dan mengambil pedangnya lalu berjalan menuju pintu.

Begitu melihat sosok pemuda tampan yang membuka pintu, dua orang yang menggedor pintu kamar Wira langsung melihat ke dalam kamar. Sinta yang juga terbangun dengan suara gedoran keras itu, memandang ke arah pintu untuk melihat siapa yang melakukannya.

"Mereka ada di sini!" seru salah seorang yang menyisir kamar tersebut dengan keras untuk memanggil teman-temannya.

Mereka berdua sangat yakin jika yang dicari sudah ketemu. Keyakinan mereka berdua didasarkan dengan adanya gadis yang cantik jelita di dalam kamar itu.

Seketika 18 orang lainnya langsung berkerumun di depan kamar Wira. Berbagai senjata tajam juga sudah terhunus di tangan mereka masing-masing.

"Kalian berdua ikut kami baik-baik dan jangan melawan jika tidak ingin terluka!" perintah salah seorang dari orang sewaan itu.

"Ada masalah apa ini? Kalian mau mengajak kami kemana?" tanya Wira. Pemuda itu bingung dengan perintah lelaki tersebut. Dia menduga jika kejadian kali ini ada hubungannya dengan siang tadi saat dia menghajar 6 orang.

"Jangan banyak tanya! Ikut kami baik-baik atau kami terpaksa melakukan kekerasan!"

"Aku tidak akan ikut kalian jika kalian tidak menjawab pertanyaanku!" sahut Wira. Dia langsung memegang gagang pedangnya setelah tahu niat buruk orang-orang itu.

"Bangsat! Rupanya kau mau mati!" bentak orang yang lain. Dia langsung mengayunkan pedangnya ke arah Wira. Namun belum sempat bilah pedang itu mengenai sasaran, Wira terlebih dahulu mencabut pedangnya dan menebas tangan lelaki yang menyerangnya hingga putus.

Teriakan melolong kesakitan langsung terdengar dengan begitu keras setelah lelaki yang menyerang Wira kehilangan salah satu lengannya.

"Bajingan tengik! Jangan biarkan dia hidup. Bunuh dia!" teriak teman lelaki naas itu memberi perintah.

Situasi pintu yang sempit membuat orang-orang yang disewa untuk menculik Sinta kesulitan menyerang. Dan itu memudahkan Wira untuk menyerang orang yang paling depan.

Di saat bersamaan, 7 orang yang ditugaskan Lesmana sudah memasuki penginapan.

"Berhenti!" Seorang prajurit berteriak dengan keras setelah melihat beberapa jasad sudah tergeletak di depan pintu kamar.

Beberapa orang yang masih menunggu kesempatan untuk menyerang Wira, langsung menolehkan kepalanya.

"Sial! Ada prajurit datang!" ucap seorang dari mereka terkejut.

"Apa yang harus kita lakukan? Kalau kita kabur juga tidak mungkin. Para prajurit itu menutup jalan keluar kita!" tanya yang lain.

Belum sempat ada yang memberi jawaban, teriakan kematian kembali terdengar menyayat. Sudah 7 orang yang tewas di tangan Wira dengan cepat. Jasad ketujuh orang itu terlihat bertumpukan di depan pintu kamar. Darah yang keluar dari ketujuh orang yang tewas dengan luka terbuka itu langsung menggenang di lantai penginapan.

Wira keluar dari kamar dengan pedang berlumuran darah. Matanya menyorot tajam ke arah 13 orang lainnya yang masih hidup.

"Kalian sudah membuat masalah denganku! Aku tidak akan membiarkan kalian hidup lebih lama!" bentak Wira.

Posisi dilema benar-benar dirasakan 13 orang yang tersisa. Di satu sisi, para prajurit sudah menutup jalan keluar. Di sisi lain, seorang pemuda yang sudah membunuh 7 teman mereka dengan mudah, sudah bersiap untuk mencabut nyawa satu-satunya yang mereka miliki.

Keputusan akhirnya diambil dengan cepat. 13 orang itu menyerang 7 prajurit yang berada di pintu keluar. Mereka tidak berpikir untuk melawan pemuda tersebut, karena kematian sudah pasti akan mereka dapatkan. Jadi kesempatan untuk bisa keluar hidup-hidup dari penginapan itu hanyalah dengan menerobos para prajurit.

Pertempuran kecil pun terjadi. 7 orang prajurit yang tidak menyangka akan diserang, langsung mencabut senjata mereka masing-masing dan melakukan perlawanan.

Melihat para penyerangnya bergerak menyerang para prajurit itu, pemuda itu tidak tinggal diam. Dia langsung mengejar dan ikut dalam kancah pertarungan.

Belum sempat melayangkan serangan, Wira merasakan sebuah serangan yang berkekuatan cukup besar terarah kepadanya. Dengan refleks cepat, dia menggunakan pedangnya untuk melakukan tangkisan.

Blaaaar!

Benturan dua energi itupun menimbulkan ledakan yang terdengar keras di dalam penginapan tersebut. Bukan hanya itu, saking kuatnya tekanan yang muncul, penginapan itu sampai bergetar lumayan kuat.

Wira terdorong beberapa langkah ke belakang. Dia tidak menduga serangan yang terarah kepadanya sekuat itu. Merasakan rasa asin mengalir dari sudut bibirnya, Wira mengelapnya dengan punggung tangan kirinya.

Matanya terarah tajam ke depan setelah asap yang mengepul akibat benturan dua energi itu menghilang. Dilihatnya sesosok lelaki setengah baya berbaju hitam menyeringai kepadanya. Di tangan lelaki itu, tergenggam sebuah tongkat yang juga berwarna hitam, senada dengan warna pakaiannya.

"Kau sudah membunuh murid-muridku, Anak muda! Kau harus menebus nyawa mereka dengan nyawamu!"

"Salah mereka sendiri berani mencari masalah denganku! Dan yang perlu kau tahu, kau pun akan merasakan kematian juga sama seperti mereka!" sahut Wira geram.

"Kau berani berbicara seperti itu di depan ketua Perguruan Macan Hitam adalah sebuah penghinaan yang besar. Aku pastikan kau akan menyesal, Anak Muda!" Seusai berbicara, lelaki itu kemudian mengangkat tongkatnya ke atas dan memutarnya beberapa kali. Dalam satu tarikan nafas, tubuhnya melesat maju menyerang Wira. Tongkat di tangannya langsung dia tebaskan dengan begitu kuat ke arah kepala pemuda tersebut.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Gas🚬🗿
Vina Manis: belum🤣
total 3 replies
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Bagus lagi kalau namanya BAHLILudin 👍🏻☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!