NovelToon NovelToon
Suamiku Seorang Berondong

Suamiku Seorang Berondong

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Berondong / Tamat
Popularitas:431.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Elis Hasibuan

'Apa - apaan ini?'

Aira Tanisa terkejut saat melihat lelaki yang baru saja menikahinya.

Lelaki itu adalah salah satu juniornya di kampus! Disaat Aira sudah menginjak semester 7, lelaki itu baru menjadi maba di kampus mereka!

Brian Santoso.

Lelaki yang dulu adalah mahasiswa dengan sikap dinginnya.

Dan sekarang Lelaki dingin itu telah resmi menikahinya!

Aira sangat lemas memikirkan semua ini. Bagaimana ia menghabiskan setiap harinya dengan lelaki berondong yang dingin itu?

Terlebih saat mereka menikah karena dijodohkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Hasibuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

"Aira."

Langkah Aira yang ingin memasuki ruangannya sontak berhenti saat panggilan itu terdengar di telinganya. Ia berbalik dan melihat orang yang memangilnya. Senyuman kecil tersungging di mulutnya melihat sosok itu.

Arsen sang General manager yang menjadi perbincangan antara ia dan Brian di dalam mobil tadi.

"Selamat pagi Pak Arsen." Aira langsung menyapa dengan sopan.

"Kita akan mulai rapat dalam setengah jam." Arsen mengingatkan dan melangkah perlahan menuju Aira.

"Iya pak. Kami dari bagian marketing sudah siap dengan semua perencanaan yang akan kami beritahu nanti." Aira menjawab dan sedikit tersentak saat Arsen berhenti dalam jarak yang cukup dekat di depannya.

"Ada masalah pak?" Aira bersuara dan mundur selangkah.

Sengaja memberikan jarak pada mereka. Tidak ingin ada yang membuat gosip di antara mereka. Apalagi Aira tidak ingin Brian kembali mencurigainya dengan Arsen.

Suaminya itu ternyata sangat posesif dan pencemburu. Hal yang baru saja Aira pahami. Setelah menjalani pernikahan hampir sebulan dengan Brian. Aira bisa mempelajari sifat Brian lebih dalam.

Jika Brian tahu soal ini. Entah apa lagi yang akan di lakukan oleh lelaki itu. Bahkan pagi ini ia tidak bisa menang berdebat dengannya dan berakhir berangkat bersama Brian ke kantor.

"Tidak ada masalah." Arsen memperhatikan Aira dengan seksama.

Sedikit risih di perhatikan penuh selidik. Aira semakin tidak nyaman dengan kedekatan mereka.

"Kenapa kamu datang dari lantai atas dan menggunakan lift khusus direksi?"Arsen bertanya dengan nada yang lebih pelan.

Tubuh Aira sontak menegang kaku saat ucapan itu menembus telinganya. Ia merasa waktu saat ini sedang menjadikannya pusat perhatian. Dan Aira tidak menyukai itu.

"Itu karena pak Brian tadi memerintahkan saya ikut dengannya ke ruangan beliau pak." Aira tersenyum kecil dan menjawab pertanyaan itu sehalus mungkin. Tidak ingin terlihat gugup sedikitpun.

"Selesai dari ruangan pak Brian, ia menyuruh saya menggunakan lift direksi. Karena lift yang di peruntukkan untuk para karyawan pasti sibuk di jam seperti ini. Saya tentu setuju karena tidak ingin terlambat di ruangan saya." Aira kembali menjelaskan.

"Itu artinya kamu belum mengisi absen pagimu saat ke ruangan pak Brian?'' Arsen kembali bertanya.

"Iya pak." Aira mengangguk dengan cepat.

"Pak Brian meminta penjelasan soal laporan marketing 6 bulan yang lalu. Ada ketidakcocokan yang membuatnya sedikit bingung. Karena itu saya ikut dengannya dan menjelaskan semua." Aira semakin mahir memberikan kebohongan pada Arsen.

Dengan sikap percaya diri dan ucapan santai itu pasti tidka akan membuat Arsen curiga padanya. Ia yakin itu.

"Baiklah." Arsen akhirnya mengangguk dengan semua penjelasan Aira.

"Semoga kamu bisa bekerja dan bersikap profesional di perusahaan ini. Karena jika ada gosip yang tidak mengenakkan pasti akan membuat kinerjamu diragukan nantinya. Apalagi jika ada yang menggosipkan kamu dekat dengan CEO baru kita. " Arsen mengingatkan dengan senyuman.

"Saya memang sangat menjaga sikap dan profesional saya dalam bekerja pak." Aira mengangguk perlahan.

"Karena itu saya tidak mau dekat dengan siapapun di perusahaan ini. Saya memandang semua sama rata. Tidak ada yang spesial bagi saya. Semua hanya rekan kerja. Dan kita harus bisa bersikap profesional. Bukankah begitu?" Aira tersenyum dan menatap Arsen dengan berani.

Aira jelas tahu maksud perkataan Arsen yang memperingatkan ia. Dan Aira sedikit kesal dengan perkataan Arsen.

Ia tidak suka dengan sikap Arsen yang terlalu mengaturnya. Mereka hanya rekan kerja. Dan Arsen adalah atasannya.

Tapi bukan berarti jika Arsen bisa ikut campur dalam kehidupan pribadinya bukan? Aira tersenyum menutupi kekesalan yang melingkupi hatinya. Ia mulai risih dengan sikap Arsen ini.

"Ya?" Tersentak dengan jawaban AIra, Arsen tidak menyangka jika Aira akan menjawab seperti itu.

Ucapan Aira seolah menegaskan jika ia tidak tertarik dengan siapapun di perusahaan ini. Dan terdengar jelas kalimat penegasan, jika Aira tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan siapapun di perusahaan ini.

"Baguslah jika kamu memiliki prinsip itu." Arsen akhirnya mengangguk.

"Kalau begitu saya akan ke ruangan saya pak. Saya harus mempersiapkan beberapa berkas yang harus saya bawa untuk rapat itu." Aira mundur dua langkah.

"Takutnya nanti terlambat menuju ruang rapat." Ia juga menambahkan.

"Baiklah." Arsen akhirnya setuju.

Lelaki itu akhirnya berbalik dan pergi dari depan ruangan Aira. Dengan wanita itu yang menatap tajam.

Aira segera masuk ke ruangannya dan meletakkan tasnya di atas meja kerjanya.

"Profesional sialan!" Aira mengumpat kuat dengan penuh amarah.

"Ia saja berulang kali mendekat dengan alasan pekerjaan. Aku semakin yakin jika memiliki niat lain padaku." Aira menggerutu dan tidak menahan kekesalannya.

"Aku harus menjauh dan memberikan jarak untuk lelaki itu. Di kira aku tertarik padanya? Dia bukan tipeku!" Aira berseru masih penuh emosi.

"Masih bagus juga suami berondongku itu." Ia juga kembali mendumel.

Tapi Aira seketika tersentak medengar perkataannya sendiri. Apa yang barusan ia katakan? Ia memuji Brian?

Aira melotot sebentar dan menepuk keningnya. Sepertinya ia telah kesambet sikap Brian yang suka berbicara seenaknya.

"Bisa gila aku, jika mulai terpikat dengan Brian." Aira menghela nafas dengan berat.

Aira menghempaskan tubuhnya ke kursi dan memejamkan mata. Ia perlu menenangkan diri sejenak. Sebelum bertarung di ruang rapat nanti.

.........................................

1
Siska Sutartini
sudah saatnya. publikasi lah Aira. ngeyel amat dibilangin Arsyad. gosip aja dipikirin, perasaan org2 terdekat gak dipikirin. egois itu namanya aira
Siska Sutartini
ya ampun aira, itu suamimu loh udah halal, emang jatahnya masih honeymoon, lah ini malah ngantor
Nina Bobok
jasjosjis
Nina Bobok
aiaranya yang kenakalan .....
falea sezi
novel g jelas ada istri yg g perduli sama suami heran tololl skip aja. lah
falea sezi
Aira perawan tua sok bgt y
Ira Nadira
bagusss bgt, apa lagi adegan ranjangnya😋😋😋
Ira Nadira
tadi di bab berapa gitu lupa, katanya tinggal Aira doang yg blm nikah.. yg dia kaka2nya udh pd sold out thorer
Ira Nadira
wowww haredang thoreee🤣
Ira Nadira
seru-seru seruuuu😍😍
Darmaa
dasar lu kebiasaan
mheldaaa
ya cepat sekali tamatnya
Elis Hasibuan: baca cerita yang selanjutnya ya readers.....
total 1 replies
mheldaaa
ak sudah baca2 berulang2 kali , tetap mantap crtanya dan ak suka🥹
nuraeinieni
happy ending,,,,👍,,;hanya arshad dan riana belum nikah
nuraeinieni: apa judul nya
total 2 replies
Melda indah
terimakasih author novel nya sangat menghibur jauh dari plakor dan drama drama dramatis 😍
༺⬙⃟⛅𝓙𝑬𝓜𝑨📴: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 2 replies
Rtwy
Soo sweet 😍😍😍😘
Lisa Halik
😍bagus thor happy ending
Elis Hasibuan: baca cerita yang selanjutnya ya readers.....
total 1 replies
partini
❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍
partini: udah Thor
total 2 replies
Melda indah
sangat bagus , recommended banget ceritanya ringan sangat menghibur apalagi kebucinan Brian ke Aira uwuuuu banget 🥰😍
Melda indah
selamat ibu dan ayah baru telah lahir baby boy nya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!