Sinopsis :
Tak ku sangka saat aku mengembara jauh dari tempat asalku, aku menemukan cinta yang begitu besar dari seorang pria yang begitu di idam-idamkan banyak wanita.
Shaika Divana Agnes, seorang wanita biasa namun penuh talenta tidak pernah percaya cinta sebelumnya namun hatinya berhasil takluk dan terkena jeratan cinta. Pria itu adalah Kaisar Raka Bramasta. Di tempat nan jauh di seberang lautan, Shaika memulai kehidupan baru dan berhasil meletakan tahtanya di sana bersama pria yang dia cintai dan di dukung oleh orang-orang yang ditakdirkan untuk membuatnya bahagia.
Seperti apakah kisahnya ?
Ikuti cerita lengkap mereka dalam novel ini !
Tokoh Utama :
1. Shaika Divana Agnes
2. Kaisar Raka Bramasta
Tokoh Pendamping Utama :
1. Reno Naufandra Adipati
2. Sheira Pramudita Subegio
3. Naratama Zio Dewantara
4. Nirwana Sonya Adipati
5. Praja Danu Bramasta
6. Pratama Subegio
7. Endah Subegio
8. Erlangga Dewantara
9. Miranti Dewantara
10. Arjun Hardan Ziranja
11. Talia Ziranja
12. Kanaya Ratu Bevilda
13. Azen Aryaguna Adipati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita September, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSS-26
Shaika mendengar berita itu dengan seksama.
“Wah, bakalan heboh banget tahun ini disini?” gumam Shaika.
“Kok bisa yah pak Presiden yang hebat memiliki putra tunggal penjahat wanita seperti Naratama Zio Dewantara?” gumam Shaika lagi. Shaika teringat dengan apa yang dikatakan Liora waktu itu.
Dirumahnya, Kaisar juga tengah menonton siaran berita itu. Kaisar terdiam.
Ting
Kaisar mendengar ada pesan di HP nya masuk. pesan itu lalu dibuka dan dibacanya.
“Rapat anggota 3 hari lagi?” gumam Kaisar.
“Apa sebaiknya aku katakan saja yang sebenarnya pada Paman, aku menyesal membohongi Paman selama ini,” Kaisar menarik nafasnya dalam-dalam setelah mendapatkan pesan dari sekretaris umum partai Kerakyatan.
Kaisar adalah salah satu anggota partai sejak dua tahun yang lalu. Meskipun dia masih membantu Reno untuk menjadi salah satu selebritis di agensi Pamannya itu, tapi cita-citanya untuk terjun kedunia pemerintahan masih besar sampai sekarang.
Kaisar sempat ingin memberi tahu Reno masalah keanggotaannya dipartai, namun niat itu ia urungkan lagi demi menjaga perasaan Reno.
“Sudahlah, sebaiknya tidak usah kuberi tahu, aku kan hanya anggota biasa bukan anggota penting,” lagi-lagi Kaisar harus mengabaikan keinginannya.
Pagi kembali bersambut. Shaika dengan menaiki taksi, pagi ini berangkat kuliah.
Di Taksi.
Ting
Notifikasi pesan masuk di HP Shaika masuk.
From Kaisar
Semangat ya kuliahnya hari ini, nanti sore aku minta makanan lagi, ingat! garamnya tambahkan sedikit.❤️
Shaika tersenyum kecil membaca pesan dari Kaisar. Apalagi dalam pesan itu disisipkan emot love. Tapi Shaika tidak berniat membalas pesan Kaisar.
Setelah setengah jam menaiki taksi, akhirnya Shaika tiba juga dikampus. Shaika berjalan di koridor kampus menuju ruang kuliah. Ditengah langkahnya, Shaika melihat ada tiga mahasiswi dengan gaya sok sedang membully seorang mahasiswi lain di pojokan. Shaika menghentikan langkahnya sejenak.
“Ternyata apa yang dikatakan Kaisar benar, kampus ini benar-benar menyeramkan, apa mahasiswi itu dibully karena penampilan nya yang culun?” Shaika geleng-geleng kepala, namun Shaika tidak ingin ikut campur. Shaika lebih memilih mengabaikan apa yang dia lihat karena dia hanya mahasiswi baru.
Setelah sampai diruang kuliah, Shaika duduk dikursi paling belakang, bukan karena dia tidak ingin duduk dikursi depan, tapi kursi depan sudah penuh oleh mahasiswa dan mahasiswi lain.
Shaika mengedarkan matanya untuk mengamati orang-orang yang berada diruangan. Mereka semua saling mengabaikan. Suasana kelas sunyi senyap padahal banyak orangnya. Mereka yang lain hanya mengurusi urusan masing-masing tanpa bertegur sapa.
“Kok aku merinding ya kuliah di sini? apa aku sudah salah memilih kampus? tapi kampus ini kan kampus terbaik, bahkan kampus ini masuk jajaran top 50 kampus terbaik dunia, ternyata manusia yang ada didalamnya hanya peduli tentang belajar, sangat berbeda dengan kampusku dulu,” batin Shaika.
Shaika melihat dari arah pintu depan masuklah mahasiswi yang tadi dibully. Mahasiswi culun itu berjalan menuju kursi samping Shaika dengan menunduk. Tanpa memperdulikan Shaika, dia langsung duduk. Mahasiswi itu langsung mengeluarkan tablet belajarnya. Shaika sudah di beritahu oleh pihak kampus kemaren, kalah setiap mahasiswa dan mahasiswi yang berkuliah wajib membawa tablet setiap kali kuliah karena materi yang diberikan dosen berbentuk soft file.
“Hai, namaku Shaika?” Shaika mencoba berkenalan dengan gadis seusianya itu. Gadis itu sepertinya terkejut karena Shaika menyapanya bahkan mengajaknya berkenalan. Dengan malu-malu gadis itu menerima jabatan tangan Shaika.
“Hai juga, namaku Sheira,” jawabnya dengan suara lirih.
“Kok tangan kamu keringat dingin?” kata Shaika lagi. Gadis itu menunduk.
“Baru kali ini ada yang mengajakku kenalan, jadinya aku gugup,” jawabnya lagi dengan malu-malu.
Shaika seakan tidak percaya.
😢😢😢
udh kangen sm kisah mreka