NovelToon NovelToon
CINTA SATU MALAM DAN DUA PILIHAN

CINTA SATU MALAM DAN DUA PILIHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Little Fox_wdyrskwt

Di tengah puing-puing pernikahan kontraknya yang hancur dengan Revano Alessandro De Luca, CEO dingin dan kejam, Seraphina, wanita karir tangguh nan cantik, mencoba membangun hidupnya kembali.
Pernikahan itu sendiri berawal dari satu malam kelam di mana mereka berdua mabuk berat dan melakukan kesalahan yang tak terlupakan. Bayang-bayang Revano, yang menyimpan cinta terpendam dan penyesalan mendalam, masih menghantuinya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Damien, CEO konglomerat kaya raya sekaligus sahabat karib Revano.
Pertemuan tak terduga itu membangkitkan percikan cinta yang tak terduga, di antara pesona Damien yang hangat dan perhatian. Namun, bayangan cinta Revano yang membara, dan rahasia di balik pernikahan kontrak mereka, membuat Seraphina terjebak dalam pusaran kisah cinta segitiga yang penuh intrik dan duri. Mampukah Seraphina memilih antara kenangan masa lalu yang menyakitkan dan penuh penyesalan, dan janji masa depan yang penuh harap, Cinta manakah yang akan menang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Fox_wdyrskwt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

༺ ༻BAB 26-Meskipun Aku yang Kedua ༺ ༻

... ✧༺♥༻✧...

...✧༺♥༻✧...

Damien melangkah beberapa langkah, namun kemudian ia berhenti. Sesuatu menahannya. Ia berbalik dan berlari kembali ke arah Seraphina. Ia tidak bisa meninggalkan Seraphina dalam keadaan seperti itu.

Ia ingin berada di sisi Seraphina, memberinya dukungan dan kenyamanan. Ia memeluk Seraphina dengan erat, mencoba untuk memberikan sedikit kehangatan di tengah kesedihan yang mendalam.

Seraphina terkejut dengan tindakan Damien. Ia tidak menyangka Damien akan kembali. Ia merasa sedikit lega, sedikit nyaman, di dalam pelukan Damien. Ia membiarkan air matanya mengalir bebas, melepaskan semua beban dan kesedihan yang selama ini ia pendam.

Seraphina tersendu-sendu. "Aku… aku berusaha untuk melupakan mantan suamiku…"

"Aku berusaha untuk membuka hati lagi… "

"tapi… itu tidak bisa… Menerima cinta yang baru…"

"tak bisa menerima cinta baru itu lebih menyakitkan daripada sakit hati…"

Kata-kata Seraphina membuat hati Damien semakin remuk. Ia menyadari betapa dalam luka yang dialami Seraphina. Ia menyadari betapa sulitnya bagi Seraphina untuk move on dari masa lalunya.

Ia menyadari bahwa ia tidak bisa memaksa Seraphina untuk mencintainya. Ia hanya bisa memberikan dukungan dan kenyamanan untuk Seraphina.

Damien melepaskan pelukannya, namun tetap berada di dekat Seraphina. Ia menatap mata Seraphina dengan penuh pengertian dan kasih sayang.

Ia ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi. Ia ingin tahu siapa mantan suami Seraphina yang masih menghantui pikiran Seraphina.

Damien "Bisakah kau beri tahu aku siapa dia, Pina? "

"Siapa mantan suamimu?"

Seraphina menggelengkan kepalanya, air matanya masih mengalir. Ia terlihat sangat sedih dan ragu-ragu. Ia tidak ingin menceritakan tentang mantan suaminya.

Ia takut akan menyakiti Damien lebih dalam lagi. Ia takut akan membuka luka lama yang masih belum sembuh.

Seraphina "Maaf, Damien… aku tak bisa menceritakannya…"

Suaranya bergetar, menunjukkan betapa sulitnya baginya untuk menceritakan rahasia tersebut. Ia merasa terbebani oleh masa lalunya.

Ia merasa tidak mampu untuk berbagi rahasia tersebut dengan siapa pun. Ia merasa rahasia tersebut adalah bagian dari dirinya yang tidak bisa dipisahkan.

Damien menghela napas panjang. Ia mengerti bahwa Seraphina masih terikat oleh masa lalunya. Ia juga mengerti bahwa Seraphina tidak ingin menyakitinya.

Namun, cintanya kepada Seraphina begitu besar sehingga ia rela mengambil resiko. Ia ingin tetap berada di sisi Seraphina, meskipun ia harus menjadi yang kedua.

Damien "Baiklah… sebenarnya aku tidak suka penolakan…"

"hm… jadi bagaimana jika aku yang menjadi yang kedua?"

"Aku tahu hatimu masih penuh dengan masa lalu."

"Aku tidak meminta kau melupakannya malam ini."

"Aku hanya meminta kesempatan untuk berada di sisimu."

Damien menunjukkan sikapnya yang berani dan ugal-ugalan, dengan penuh keyakinan dan sedikit nekat.

Seraphina tertegun mendengar pengakuan Damien. Ia merasa sangat tersentuh oleh ketulusan dan pengorbanan Damien. Namun, ia juga merasa sangat bersalah. Ia tidak ingin menyakiti Damien lebih dalam lagi.

Seraphina "Damien… tapi kau akan terluka…"

"aku tak ingin menyakiti orang lain…"

Damien menutup mulut Seraphina dengan jarinya. "Ssttt… aku tahu resikonya…"

"tapi aku sangat mencintaimu, Pina. Aku mohon… terima aku."

Damien menatap Seraphina dengan penuh harap. Ia menunjukkan sikapnya yang ugal-ugalan, namun di balik itu semua tersimpan ketulusan dan cinta yang mendalam. Ia ingin Seraphina tahu betapa besar cintanya. Ia ingin Seraphina memberinya kesempatan.

Seraphina terdiam sejenak, menatap wajah Damien yang penuh harap. Ia terharu oleh pengorbanan Damien. Ia menyadari ketulusan cinta Damien.

Ia merasakan kehangatan dan kenyamanan di dalam pelukan Damien. Ia merasa sedikit ragu, sedikit bimbang, namun juga sedikit bahagia. Ia merasa hatinya mulai sedikit terbuka untuk Damien.

... ✧༺♥༻✧...

Setelah beberapa saat terdiam, Seraphina menarik napas dalam-dalam. Ia menghapus air matanya dan menatap Damien dengan lembut.

Seraphina "Damien…"

Suaranya masih bergetar, namun ia berusaha untuk tenang. Ia tahu bahwa keputusannya akan menentukan masa depan mereka. Ia tahu bahwa keputusannya akan menentukan kebahagiaan mereka.

Seraphina "Aku tidak bisa menjanjikan apa pun."

"Aku tidak tahu apakah aku bisa mencintaimu."

"Tapi... jika kau tidak keberatan menunggu, aku akan mencoba membuka hatiku."Kata-kata Seraphina membuat Damien tersenyum lega.

Ia merasa hatinya melayang ke langit. Ia merasa telah memenangkan pertarungan terberat dalam hidupnya. Ia merasa telah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Ia merasa telah mendapatkan cinta sejati.

Namun, perjalanan cinta mereka masih panjang. Masih banyak rintangan yang harus mereka hadapi. Masih banyak tantangan yang harus mereka lalui.

Masih banyak ujian yang harus mereka lewati. Namun, mereka berdua telah siap untuk menghadapi semua itu bersama-sama. Mereka berdua telah siap untuk memulai awal yang baru.

Damien memeluk Seraphina dengan erat, tubuhnya gemetar karena campuran rasa bahagia dan gugup. Ia memeluk Seraphina seakan ingin menyatukan dirinya dengan Seraphina, ingin menjadi satu dengan Seraphina. Ia takut kehilangan Seraphina. Ia takut Seraphina akan berubah pikiran.

Damien "Aku mohon… jangan… jangan tolak aku…"

"Aku… aku tak ingin kau pergi…"

"Aku ingin menjadi milikmu… meskipun aku yang kedua…"

Suaranya bergetar, menunjukkan betapa besar cintanya kepada Seraphina. Ia rela menjadi yang kedua, asalkan ia bisa tetap berada di sisi Seraphina. Ia rela berkorban apa pun, asalkan ia bisa bersama Seraphina.

Damien "Aku tahu ini terdengar gila… mungkin bodoh… tapi aku sungguh tulus…"

Damien tersenyum, senyum yang tulus dan penuh cinta. Ia menatap mata Seraphina dengan penuh harap. Ia ingin Seraphina tahu betapa besar cintanya. Ia ingin Seraphina menerima cintanya.

Tanpa menunggu jawaban Seraphina, Damien menggenggam tangan seraphina mencium punggung tangannya dengan lembut. Ciuman yang penuh cinta, penuh kasih sayang, penuh harapan.

Ciuman yang menunjukkan betapa besar cintanya kepada Seraphina. Ciuman yang menjadi simbol awal dari hubungan mereka yang baru.

Seraphina melepaskan diri dari pelukan Damien, matanya berkaca-kaca. Ia masih ragu. Ia masih takut akan menyakiti Damien.

Ia masih takut akan mengecewakan Damien. Ia masih takut akan menghianati Damien. Ia takut akan mengulangi kesalahan masa lalunya.

Seraphina "Lalu… bagaimana jika aku menyakitimu?"

"Mengecewakanmu? Bahkan… menghianatimu?"

Suaranya bergetar, menunjukkan betapa besar kekhawatirannya. Ia merasa tidak layak untuk mendapatkan cinta Damien. Ia merasa tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan.

Damien tersenyum lembut, mengusap kedua pipi Seraphina dengan lembut. Ia ingin menghapus air mata Seraphina. Ia ingin menenangkan Seraphina. Ia ingin meyakinkan Seraphina bahwa ia akan selalu ada untuk Seraphina.

Damien mengusap pipi Seraphina lembut. "Mencintaimu adalah pilihanku…"

"bahkan mempercayaimu adalah pilihanku juga…"

"Jika suatu hari kau mengecewakanku..."

"Jika suatu hari kau membuatku terluka..."

"Aku tidak akan menyalahkanmu." Seraphina menatap Damien seloah terkejut dengan apa yang ia katakan.

"Karena sejak awal, memilih untuk mencintaimu adalah keputusanku."Damien tersenyum meskipun ia tau bahwa wanita yang ia cintai saat ini masih takut jika ia melukai seseorang.

"Dan mempercayaimu juga keputusanku."

Suaranya tenang, tetapi penuh keyakinan. Ia menunjukkan kepada Seraphina bahwa cintanya tulus dan tanpa syarat.

Ia menunjukkan kepada Seraphina bahwa ia siap menerima segala risiko. Ia menunjukkan kepada Seraphina bahwa ia siap untuk menghadapi apa pun bersama Seraphina.

Seraphina menatap mata Damien dalam-dalam. Ia melihat ketulusan dan keyakinan di mata Damien. Ia merasakan kehangatan dan kenyamanan di dalam hati.

Ia merasa sedikit ragu, sedikit bimbang, namun juga sedikit bahagia. Ia merasa hatinya mulai sedikit terbuka untuk Damien.

Setelah beberapa saat terdiam, Seraphina menarik napas dalam-dalam. Ia menghapus air matanya dan menatap Damien dengan lembut. Ia tersenyum, senyum yang tulus dan penuh cinta.

Seraphina "Baiklah… aku akan memberimu kesempatan…"

Suaranya masih bergetar, namun ia berusaha untuk tenang. Ia tahu bahwa keputusannya akan menentukan masa depan mereka. Ia tahu bahwa keputusannya akan menentukan kebahagiaan mereka.

Namun, ia juga tahu bahwa ia telah menemukan seseorang yang benar-benar mencintainya. Seseorang yang rela berkorban untuknya. Seseorang yang siap menerima segala kekurangannya.

Damien tersenyum lega, memeluk Seraphina dengan erat. Ia merasa hatinya melayang ke langit. Ia merasa telah memenangkan pertarungan terberat dalam hidupnya. Ia merasa telah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Ia merasa telah mendapatkan cinta sejati.

Namun saat Seraphina menganggukkan kepalanya pelan, entah mengapa bayangan seseorang kembali muncul di benaknya.

Seorang pria yang pernah menjadi rumah baginya.

Seorang pria yang pernah ia cintai lebih dari dirinya sendiri.

Revano.

Nama itu kembali bergaung di dalam hatinya.

Seraphina tersenyum kepada Damien.

Namun jauh di dalam lubuk hatinya, ada bagian yang masih belum bisa ia lepaskan. Dan untuk pertama kalinya, Seraphina merasa bersalah.

Karena di saat Damien sedang berjuang masuk ke dalam hatinya...

Ada seseorang yang bahkan belum pernah benar-benar keluar dari sana.

Damien kembali mencium punggung tangan Seraphina dan memeluknya. "Terima kasih, Pina… Aku berjanji akan selalu ada untukmu… selalu mencintaimu… dan selalu mempercayaimu…"

Mereka berdua saling memandang, mata mereka berkaca-kaca karena haru. Mereka berdua saling tersenyum, senyum yang tulus dan penuh cinta. Mereka berdua telah memulai awal yang baru. Awal yang penuh dengan harapan, cinta, dan kebahagiaan.

...✧༺♥༻✧...

...BERSAMBUNG......

1
MayAyunda
keren 👍👍
Rain Aricia
Ya terus kenapa dicegah tadi/Sob/
Rain Aricia
Knp kalian cerai?
Little Fox🦊_wdyrskwt: jika lanjut baca akan temukan jawaban nya 🤭
total 1 replies
Mega Siregar
lanjutkan Thor💪
ARIES ♈
baca komenku 🤣🤣🤣
ARIES ♈
aku dah mpirrrr 💃🏻💃🏻💃🏻
Anastyah
baru mulai malah perpisahan /Facepalm//Sweat/
Anastyah
pano pano kau sangat bodoh
Abu Yub
lajut thor /Pray/semangat/Ok/like/Good/komen/Rose/
Abu Yub
komen
Abu Yub
like
Abu Yub
lanjut/Pray/
Abu Yub
mampir lagi
Abu Yub
lanjut/Pray/
Abu Yub
mampir thor
ARIES ♈
aku sudah mampir beb...🥰🥰🥰
Little Fox🦊_wdyrskwt: uwaaauuu/Drool//Drool//Drool/ lope lope
total 1 replies
『Meyyra™』
Mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!