NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Lin Liu berdiri ragu di depan lorong menuju kamar mandi wanita lantai tiga, memastikan tidak ada orang yang memperhatikannya sebelum melangkah mendekat. Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi itu terbuka sedikit, dan tangan Huang Ruoxi menyembul keluar, menariknya masuk ke sebuah ruang tunggu kecil di sampingnya yang ternyata kosong.

"Kenapa kau menyuruhku ke sini? Kalau ada yang lihat, bisa jadi masalah," bisik Lin Liu, masih waspada menoleh ke sekeliling.

"Diam dan dengarkan saja," Huang Ruoxi menyilangkan tangan di depan dada, tatapannya kembali tajam seperti biasa, meskipun kali ini ada sesuatu yang berbeda—semacam ketulusan yang tersembunyi di balik nada ketusnya. "Aku tidak suka berutang budi sama orang. Tadi kau sudah menahan diri di depan Liu Feng demi aku, jadi sekarang aku mau membalasnya."

Lin Liu mengerutkan kening, bingung. "Membalas bagaimana?"

Huang Ruoxi menghela napas, seperti sedang berhadapan dengan murid yang lambat memahami pelajaran sederhana. "Penampilanmu itu benar-benar memalukan, tahu. Kalau kau terus berpakaian seperti badut begitu, kau akan terus diremehkan orang, di mana pun kau berada."

"Aku tahu, aku sudah sadar sendiri," Lin Liu menjawab lirih, teringat kembali ejekan Liu Feng tadi.

"Makanya, aku akan ajari kau cara berpakaian yang benar," Huang Ruoxi melangkah maju, mengambil kalung emas imitasi yang masih tergantung di leher Lin Liu dan melepasnya tanpa ragu. "Pertama, buang benda murahan mencolok seperti ini. Perhiasan berlebihan bukan tanda kaya, itu tanda tidak percaya diri."

Lin Liu terdiam, membiarkan gadis itu melanjutkan tanpa protes, meskipun ada rasa canggung yang menjalar karena jarak mereka yang tiba-tiba begitu dekat.

"Kedua," Huang Ruoxi melepas kacamata hitam besar Lin Liu, menatapnya sejenak sebelum meletakkannya ke dalam tas Lin Liu, "jangan pakai kacamata hitam di dalam ruangan. Itu bukan gaya, itu terlihat aneh dan mencurigakan."

"Terus warna baju ini kenapa? Aku pikir kombinasi ini mencolok, jadi kelihatan menarik," Lin Liu bertanya, menunjuk kemeja oranye dan celana hijau armynya.

Huang Ruoxi menahan diri untuk tidak tertawa, meskipun sudut bibirnya berkedut menahan geli. "Warna mencolok itu bukan berarti bagus. Kau harus pilih warna yang senada, tidak perlu semuanya terang sekaligus. Kemeja polos warna netral, dipadukan celana yang simpel, itu sudah cukup untuk terlihat rapi tanpa berlebihan."

Dia mengeluarkan ponselnya, menunjukkan beberapa referensi gaya berpakaian sederhana kepada Lin Liu, menjelaskan dengan detail seperti seorang guru yang tanpa sadar mulai menikmati perannya. Lin Liu mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk, merasakan sesuatu yang hangat menjalar di dadanya melihat gadis yang tadinya begitu angkuh kini bersusah payah membantunya tanpa diminta.

"Kenapa kau mau repot-repot mengajari aku semua ini?" tanya Lin Liu akhirnya, tidak tahan dengan rasa penasarannya.

Huang Ruoxi terdiam sejenak, wajahnya sedikit memerah, meskipun dia buru-buru membuang muka menyembunyikannya. "B-bukan karena aku peduli padamu atau semacamnya. Aku hanya tidak mau nama baikku ikut tercoreng kalau ada yang tahu aku pernah bicara dengan orang berpenampilan seperti badut."

Lin Liu menahan senyum melihat tingkah gadis itu, entah kenapa merasa geli sekaligus terhibur. "Terserah alasannya apa, terima kasih sudah mau membantu."

Huang Ruoxi mendengus, namun tidak membantah lebih jauh. Dia baru saja hendak melanjutkan penjelasannya ketika suara langkah kaki tergesa terdengar mendekat dari luar ruang tunggu itu, disertai suara familiar yang membuat keduanya membeku seketika.

"Ruoxi? Kau di dalam? Ayah dengar kau bicara dengan seseorang."

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!