NovelToon NovelToon
Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Anak Genius / Mafia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Naomi Clarisse tak pernah iri pada kehidupan sang kakak. Meski selalu dibandingkan dan diperlakukan tidak adil, ia memilih bekerja keras demi keluarganya.
Namun hidupnya berubah dalam semalam ketika Alicia Grace, kakaknya sendiri, menjebaknya di kamar hotel bersama Nathaniel Wijaya, pewaris keluarga mafia yang dikenal dingin dan tak mengenal ampun.
Sebuah fitnah menghancurkan nama baik Naomi. Di saat Alicia menghilang bersama pria pilihannya, Nathaniel yang dipenuhi amarah memaksa Naomi menggantikan posisi sang kakak di altar pernikahan.
Pernikahan itu adalah hukuman bagi Nathaniel.
Dan mimpi buruk bagi Naomi.
Ketika satu per satu rahasia mulai terungkap, Naomi harus memilih: terus menjadi korban, atau melawan demi mengungkap dalang di balik fitnah yang telah merenggut hidupnya.

Tunggu kelanjutannya hanya di Novel Toon atau Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Sebuah Jawaban

Sore mulai merambat pelan. Cahaya matahari yang sejak tadi menerangi halaman Wijaya Mansion perlahan berubah menjadi semburat jingga. Bayangan pepohonan memanjang di atas hamparan rumput yang terawat rapi, sementara embusan angin sore membuat tirai putih di ruang tamu bergoyang lembut.

Naomi masih duduk terdiam di dekat jendela.

Cangkir teh hangat yang tadi dibuatkan pelayan kini telah kehilangan uapnya. Permukaannya bahkan mulai dingin, menandakan sudah cukup lama dibiarkan begitu saja tanpa disentuh.

Tatapan Naomi kosong menembus kaca jendela. Namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Sejak panggilan telepon itu berakhir, perasaannya tak pernah benar-benar tenang. Ada kegelisahan yang terus mengusik, membuat dadanya terasa sesak dan pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan yang ingin ia hindari.

Semakin ia berusaha melupakannya, semakin jelas suara itu terdengar di telinganya. Tanpa sadar, jemarinya saling menggenggam erat di atas pangkuan. Ujung-ujung jarinya terasa dingin, sementara napasnya beberapa kali terembus berat.

"Naomi."

Suara lembut itu membuat tubuhnya sedikit tersentak. Ia buru-buru menyimpan ponsel ke dalam saku rok, lalu menoleh.

"Ma..."

Rieke berjalan mendekat dengan langkah tenang. Wanita paruh baya itu membawa senyum lembut yang selalu berhasil menghadirkan rasa nyaman bagi siapa pun yang melihatnya.

Tanpa banyak bicara, ia duduk di samping Naomi. "Sedari tadi Mama melihat kamu hanya diam di sini. Melamun terus."

Naomi berusaha mengulas senyum. "Tidak apa-apa, Ma."

Rieke memandang wajah menantunya beberapa saat. Tatapan itu penuh kelembutan, tetapi juga seolah mampu membaca kegelisahan yang sedang disembunyikan.

"Kalau memang tidak apa-apa... wajahmu tidak akan sepucat ini."

Naomi spontan menyentuh pipinya sendiri. Benarkah dirinya terlihat seburuk itu? Ia menundukkan kepala pelan. Bibirnya beberapa kali terbuka, seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun setiap kali kata-kata hampir keluar, bayangan ancaman Alicia kembali muncul di benaknya.

Jika ia bercerita... apakah justru akan menyeret keluarga Wijaya ke dalam bahaya?

Melihat Naomi terus terdiam, Rieke tidak memaksanya menjawab. Wanita itu hanya mengulurkan tangan, lalu menggenggam lembut punggung tangan Naomi dan sentuhan sederhana itu terasa begitu hangat.

"Kalau suatu saat kamu ingin bercerita... Mama akan mendengarkan."

Tak ada pertanyaan desakan hanya sebuah kalimat sederhana yang justru membuat dada Naomi terasa sesak sudah sangat lama ia tidak merasakan perhatian yang begitu tulus.

Sejak kecil, hampir semua masalah harus ia hadapi sendiri. Bahkan ketika hidupnya hancur karena ulah Alicia, tak ada seorang pun yang benar-benar mendengarkan penjelasannya.

Kini tanpa ia sadari ada seseorang yang menawarkan tempat untuk bersandar membuat kelopak mata Naomi terasa menghangat.

Hampir saja ia menceritakan semuanya namun bayangan suara Alicia kembali terngiang.

"Berhentilah mencari tahu tentangku."

Naomi menghela napas pelan. Ia akhirnya mengurungkan niatnya. "Terima kasih, Ma."

Rieke mengusap lembut punggung tangan Naomi sebelum tersenyum. "Jangan memikul semuanya sendirian. Seberat apa pun masalahnya... selalu ada jalan kalau dihadapi bersama."

Naomi hanya mampu mengangguk pelan. Beberapa saat kemudian Rieke berdiri.

"Sore ini Mama mau melihat Leon belajar dulu."

"Iya, Ma."

Setelah mengusap lembut bahu Naomi, Rieke melangkah meninggalkan ruang tamu. Naomi memandangi punggung wanita itu hingga menghilang di balik lorong.

Ruangan kembali sunyi. Ia menarik napas panjang, lalu mengangkat wajah menatap langit sore yang mulai berubah keemasan.

"Malam ini... aku harus mengatakan semuanya kepada Nathan."

Apa pun yang akan terjadi setelah itu, ia tidak ingin lagi menyimpan ketakutan seorang diri.

☘️☘️☘️☘️

Di waktu yang hampir bersamaan...

Nathan baru saja menyelesaikan rapat terakhirnya.

Beberapa direktur keluar satu per satu dari ruang rapat sambil membawa berkas masing-masing. Pintu perlahan tertutup, menyisakan keheningan di ruangan yang sejak pagi dipenuhi berbagai pembahasan bisnis.

Nathan kembali ke ruang kerjanya.

Ia meletakkan map di atas meja, lalu melonggarkan sedikit dasinya.

Di luar, matahari mulai condong ke barat. Cahaya jingga masuk melalui dinding kaca yang membentang dari lantai hingga langit-langit, memantulkan bayangan kota yang mulai dipenuhi lalu lalang kendaraan.

Tok... tok...

"Masuk."

Asisten pribadinya melangkah masuk. "Pak."

Nathan mengangkat pandangan. "Ada perkembangan?"

Pria itu mengangguk. "Tim kita masih mengikuti pergerakan Adrian."

Nathan menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Lalu?"

"Asisten Adrian beberapa kali terlihat bertemu dengan orang-orang yang berbeda. Sebagian besar pertemuan berlangsung singkat dan dilakukan di tempat umum. Tim kami masih berusaha mengidentifikasi siapa saja mereka."

Nathan mengangguk pelan. "Teruskan. Asal jangan gegabah."

"Saya mengerti, Pak."

Setelah asistennya keluar, ruang kerja kembali dipenuhi keheningan.

Nathan berdiri dari kursinya, lalu berjalan mendekati dinding kaca yang membentang di sisi ruangan. Di bawah sana, kendaraan mulai memenuhi jalanan ibu kota, sementara aktivitas kota tetap berjalan seperti biasa.

Ia memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.

Instingnya mengatakan bahwa penyelidikan ini tidak akan sesederhana persaingan bisnis.

Semakin banyak informasi yang berhasil dikumpulkan, semakin jelas terlihat bahwa seseorang telah menyusun semuanya dengan sangat rapi. Hampir tidak ada celah yang bisa dijadikan titik awal.

Nathan mengembuskan napas pelan.

"Kalau memang ini sebuah permainan..."

"...berarti lawanku sudah menyiapkannya sejak lama."

Tatapannya perlahan mengeras. Ia tidak takut menghadapi persaingan bisnis. Namun jika semua ini mulai menyentuh keluarganya... ia tidak akan tinggal diam.

Nathan meraih kunci mobil di atas meja. Sudah cukup untuk hari ini. Sisanya akan ia lanjutkan besok dan satu hal sudah ia putuskan.

Apa pun yang sedang direncanakan Adrian, ia akan menghentikannya sebelum semuanya terlambat.

Bersambung ...

1
Nar Sih
brati ada penyusup msuk suruhan alicia ,
Nar Sih
mungkin kah satpam tersebut suruhan alicia ,untuk memata,,i naomi hnya kak ayu yg tau
guest1053527528
siapa yg mata2 Thor dan semoga Naomi segara dapat orangx
Nar Sih
semagat nathan dan naomi💪
Nar Sih
semagat 💪 nathan ,cpt selesai kan mslh mu dgn si adrian biar semua nya tenang
Nar Sih
semagat naomi💪
Nar Sih
cerita lah pada nathan ,naomi tentang ancaman alicia mingkin suami mu bisa membantu mslh ini
mama
apa aq bilang nathan itu CEO terbodoh🤣..ada musuh di dlm perusahaan aj gk tau🤭..setelah bangkrut baru dah tau si nathan klu musuh ny ad dideket ny🤣
Nar Sih
hti,,nathan musuh di dekat mu ,waspadalah
Nar Sih
siap kak semoga lolos di 20 bab💪
Ayumarhumah: Aamiin Kak ....🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Nar Sih
satu mslh tentang msa lalu natan dan alicia sgra terungkap
Mita Paramita
bahasa Naomi manggil Nathan tuan terlalu baku jadi kesan ny kayak majikan dan budaknya 🤣🤣🤣
Ayumarhumah: biarkan saja kak nanti ada saatnya berubah🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
sip naomi sgra kirim poto kakak mu ke suami mu biar tau
Mita Paramita
ternyata Nathan duda beranak satu ya🤣🤣🤣
Mita Paramita
Alicia kakak laknat 🤣🤣🤣jebak adiknya sendiri
Nar Sih
semoga ini awal perubahan yg lebih baik dari suami mu naomi
Nar Sih
semoga dgn selesai dan terbongkar nya mslh leon yg ngk berslh ,bisa membuat hubungan ayah dan ank lebih baik lgi
mama
hmmm dasarnya kepala sekolah ny oon pisan,makany jgn asal nuduh duluu... cek lah CCTV-nya biar gk asal main hukum aj tu si nathan dan marah2 leon
Nar Sih
ahir nya kbnran terungkap ,dan bnr kan kata naomi ,leon gk slh ,natan yg kurang perhaitaan ke putra nya yg bikin leon diam
Oma Gavin
makanya nathan jadi ortu jangan arisan merasa dirimu selalu benar snak sendiri jadi korban sekarang rasakan leon sudah terlanjur membenci mu sampai kapanpun ingatan leon tetap ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!