NovelToon NovelToon
Brondong Gila,Bulan

Brondong Gila,Bulan

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Cintamanis / Cintapertama / Berondong / Playboy / Tamat
Popularitas:131.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Realrf

Sang Dewi Nemesis Hukum Nolite, yang jutek harus berkelahi dengan berondong teknik yang Playboy itu. Iyuuuuh .. nggak banget!!!!!


Tapi bagaimana kalau takdir berkata lain, pertemuan dan kebersamaan keduanya yag seolah sengaja di atur oleh semesta.

"Mau lo sebenernya apa sih? Gue ini bukan pacar lo Cakra, kita udah nggak ada hubungan apa-apa!" Teriak Aluna tertahan karena mereka ada di perpustakaan.

Pria itu hanya tersenyum, menatap wajah cantik Aluna dengan lamat. Seolah mengabadikan tiap lekuk wajah, tapi helai rambut dan tarikan nafas Aluna yang terlihat sangat indah dan sayang untuk dilewatkan.

"Gue bukan pacar lo dan nggak akan pernah jadi pacar lo. Cakra!" Pekik Aluna sambil menghentakkan kakinya di lantai.

"Tapi kan waktu itu Kakak setuju mau jadi pacar aku," pria itu memasang ajah polos dengn mata berkedip imut.

"Kalau lo nggak nekat manjat tiang bendera dan nggak mau turun sebelum gue nuritin keinginan gila lo itu!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Muak

Setelah disambut dengan penuh cinta oleh Cakra ditambah suasana kelas terasa seperti neraka bagi Aluna hari ini. Mata kuliah Analisis Data Kriminal yang seharusnya berakhir jam satu, molor sampai hampir jam dua. Dosen yang super cerewet, ditambah tugas yang cukup berat. Otak Aluna benar-benar sudah seperti benang kusut.

Belum lagi materi simulasi sidang ke dua yang belum juga rampung, gara-gara kelompoknya yang susah sekali untuk diajak diskusi. Selalu saja ada alasan untuk tidak datang saat berkumpul, bahkan Aluna sudah memilih menggunakan video call agar memudahkan kelompoknya berdiskusi tanpa harus tatap wajah secara langsung. Tapi tetap saja ada anggota dengan sejuta alasannya untuk absen tidak hadir.

"Lun, jadi ke kita kerja kelompok?" tanya Dion yang tiba-tiba duduk di samping Aluna.

Helaan nafas panjang terdengar berat dari sang dewi nemesis. Dion bisa merasakan apa yang Aluna rasakan sekarang.

"Menurut lo gimana?" Aluna menoleh melemparkan pertanyaan yang dijawab gelengan oleh Dion.

Satu- persatu manusia di kelas itu mulai keluar karen kelas sudah selesai dan dosen juga sudah meninggalkan kelas sepuluh menit yang lalu. Tapi Aluna dan Dion masih betah duduk di sana meratapi nasib kelompok mereka.

"Bisa tuker anggota aja nggak sih," celetuk Dion setelah hening beberapa saat.

"Nggak usah aneh-aneh Dion, nggak mungkin juga kita tuker, mau tuker sama siapa coba?" Aluna menopang dagunya dengan tatapan kosong.

Dion terdiam hanya jarinya saja yang mengetuk meja.

"Lun, kita lakukan rencana cadangan kita, gue nggak bisa kalau terus begini," ujar Dion.

"Yakin?" suara Aluna terdengar berat seolah tidak mampu untuk melakukan rencana yang Dion maksud.

"Yakin banget, gue udah nggak perduli lagi. Lakukan rencana itu mulai besok, tiga hari lagi sidang, kita nggak punya banyak waktu," tukas Dion tanpa ragu.

"Lun, kita nggak ada pilihan lain," imbuh Dion meyakinkan Aluna yang terlihat bimbang.

"Oke... " sahut Aluna dengn berat hati.

Dion tersenyum, ia bangkit dari kursi lalu berkata, "Mau bareng pulang?"

Aluna menggeleng tanpa menoleh.

"Gue bawa mobil," jawab Aluna.

"Em .. Lun gue mau nunjukin sesuatu," ujar Dion yang membuat Aluna menoleh.

"Apa?"

Alih-alih menjawab Dion justru membuka resleting jaketnya.

"Tara!"

Mata Aluna melotot melihat kaos ungu yang Dion pakai.

"Cakra love Luna, Cakra love Luna, awokawok!" seru Dion sambil goyang ubur-ubur ala spongebob.

"Dion! diem atau gue sambit lo!" teriak Aluna dengan tumpukan berkas yang sudah ia angkat tinggi.

Dion lekas berlari tunggang langgang kearah pintu keluar dengan tertawa puas, kapan lgi dia bisa meledek dewi nemesis, ya kan.

"Kenapa hari ini semua orang jadi gila," keluh Aluna frustasi.

Gadis berambut panjang warna coklat gelap itu pun akhirnya keluar dari kelas. Langkah Aluna terasa sangat berat, kepalanya berdenyut nyeri, seakan mau meledak. Tumpukan berkas di tasnya terasa seperti batu bata yang menyala. Bahunya merosot seirng tarikan nafas yang begitu berat. Ya Tuhan Kenapa berat sekali rasanya ...

Sebelum pulang ia memutuskan untuk ngadem di kantin, menikmati segelas avocado lava dengan extra coklat mungkin bisa membuat moodnya sedikit membaik. Sebenarnya lun ingin susu caramel di kantin FaPet, tapi Aluna sangat malas untuk berjalan sejauh itu.

Kantinnya fakultas hukum sore itu ramai seperti biasanya. Tapi Aluna nggak peduli. Dia hanya butuh makan dan hening. Duduklah dia di pojok, mencoba meluruskan punggung dan menenangkan diri.

Gadis itu memejamkan mata, menghindari pemandangan yang membuat otaknya kembali mendidih.

Ungu. Ungu. Ungu.

Warna favoritnya itu tiba-tiba menjadi warna yang paling tidak ingin ia lihat. Hampir setiap mahasiswa yang berpapasan dengannya hari ini memaki kaos warna ungu dengan motif tulisan kalimat Cakra cinta Luna dalam lima bahasa berbeda.

Cakra loves Luna (inggris)

Cakra ama a Luna (Spanyol)

Cakra aime Luna (Perancis)

Cakra ài Luna (China, mandarin)

Cakra wa Luna o ai shiteru(Jepang)

Cakra neun Luna eul sarang haeyo (Koreo)

Dari ujung lorong sampai kasir, semua mahasiswa rasanya kompak memakai kaos warna ungu, membuat Aluna mabuk sampai ingin muntah.

Aluna menghela napas. Panjang. Dalam. Nyaris mendesis. “Demi Tuhan... ADA APA DENGAN ORANG-ORANG INI?”

Bukannya dingin otak Aluna malah semakin menyala sekarang. Gadis itupun memutuskan untuk mendinginkan diri di rumah saja, baru saja berniat bangun dari bangku tiba-tiba saja Wilona datang dan duduk di sampingnya dengan wajah tengil.

"Luna!" Terik Willona penuh semangat.

"Apa," sahut Aluna malas.

"Nolite hari ini ungu banget ya, lo pasti suka. Brondong lo se-effort ini lho, masa lo nggak mau kasih dia penghargaan pacar terbaik," cerocos Willona.

"Ya nanti gue kasih dia penghargaan tertinggi, gue sangkutin di ujung roket NASA, biar enyah dari bumi ini," ketus Aluna sebal.

"Wii .... ngeri. Tapi apa lo nggak ada perasan sedikitpun buat si ikan cakalang ini?"

Aluna menggeleng.

"Di gue nggak cocok, bikin gatal-gatal bruntusan. Lo aja kalau mau sama si kuman itu," ujar Aluna dengan wajah sebal.

"Tapi Lun apa sebelum ini kalian punya hubungan? Rasanya aneh kalau dia baru kenal sama lo tapi sudah se-effort ini, jujur sama gue. Ada cerita apa lo sama si kuman cakalang itu di masa lalu?"

Willona memegang bahu Aluna memaksa sahabatnya itu menghadap ke arahnya.

"Jawab Luna, jawab gue," Willona mendramatisir ucapannya seperti telenovela.

Aluna memutar matanya jengah lalu mengeliat melepaskan tangan Willona dari bahunya.

"Iya-iya nanti gue cerita tapi nggak sekarang, gue capek, muak, letih, lesu, emosi," sahut Aluna dengan wajah lelah.

"Udah ah gue mau pulang."

"Ikut," rengek Willona

Belum sempat pantat dua gadis cantik itu LDR dengan bangku, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan satu piring nasi ayam bakar diletakkan di mejanya. Lalu satu mangkok bakso urat. Lalu semangkuk ramen pedas. Es teh jumbo. Bubur sumsum. Pudding cokelat. Bahkan sate taichan, avocado lava, Es boba, siomay pun ikut-ikutan datang.

Aluna mendongak. Di depannya, para penjual kantin berdiri berjajar rapi, tersenyum ramah.

"In... ini semua pesanan siapa?” tanya Aluna terbata saking terkejutnya.

Penjual bubur sumsum menjawab dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya, “Pesanan Cakra, Kak! Katanya, semua ini buat Kakak Cantik, biar nggak capek!”

Willona langsung ngakak.

“Waduh, Cakra niat banget! Suka deh cowok yang totalitas gini. Gimana, Lun? Klepek-klepek belum?” goda Willona ambil menaik turunkan alisnya.

Aluna memejamkan mata. Menghitung dalam hati dengan tangan yang mengepal berusaha menahan diri untuk tidak membalikan meja yang ada di depannya.

Baru saja mulut Aluna terbuka, suara berat dengan nada riang terdengar nyaring mendekat.

“Luna, Ona pulang bareng yok, gue traktir MARUGAME!”

William datang dengan wajah secerah sang surya, membawa minuman di tangan. Aluna menoleh. Reflek. Dan...

Boom!

Kaos ungu. Tulisan mencolok: “CAKRA LOVE LUNA 4EVER!"

“WILLIAM!” Aluna berdiri, wajahnya merah padam. “Kenapa lo juga pakai KAOS INI, NGGAK PUNYA BAJU LAIN LO?!” mata Aluna menatap nyalang , nafasnya naik turun menahan muak.

“Eh, ini dikasih sama anak-anak kampus, katanya biar seru-seruan... Lucu kan?” kilah William.

"Terserah!" teriak Aluna frustasi.

"Lo ikut si willi aja, gue mau pulang sendiri," ketus Aluna.

Dia memutar badan, mengambil tasnya, dan berjalan keluar tanpa sepatah kata. Penjual kantin saling pandang dengan raut wajah bingung. Willona msih berusaha menahan tawanya.

Sementara William, dia masih tidak sadar bahwa dia nyaris membuat gadis paling stress se-Nolite itu nyaris meledak kayak gunung berapi.

1
Ella
kak aku lagi makan loh, malah kebayang ingus itu
falea sezi
novel kebanyakan promo. novel lain.
Realrf: saling bantu antar author kak
total 1 replies
Apis
keren thor ceritanya aku suka 😊
Realrf: ma acih, jangan lupa mampir di Mendadak Papa, kisah cinta Om Hail ada di sana 🥰🥰
total 1 replies
Siska Sutartini
dih si abi bikin smua orang esmosi jiwa. wkwkwk pake nanya Google salah lagi querynya. apa gak naik spanning smua org 🤣🤣🤣 makan tuh mangga muda buat kamu abi
Siska Sutartini
cakra punya trauma masalalu ketika mamanya kecelakaan keknya deh, ditambah disalahin terus sama bapaknya yg harusnya jadi ortu yg melindungi + kluarga ibunya juga nyalahin dia karna mamanya meninggal akibat kecelakaan tersebut. itu luka psikis
Aishiteru❤‍🔥
alhamdulillah...
happy ending...
di tunggu karya selanjutnya yaa kak author..
🪷Pembaca Goib🪷
makasih yaa udah kasih aku bacaan yang keren banget..
di tunggu karya-karya selanjutnya...
Dessy Poetry
hah ternyata cakra bukan anak kandung nya
Dessy Poetry
setelah bertahun-tahun mendem itu semua nya
Dessy Poetry
hmm bukan nya gak bisa tapi emang gak pernah di dengarkan
Isma Isma
baguss ceritanya bikin nagiss 😭😭
Anie Nhie
Kisah Tyara keren Tuh/Kiss/,, Balas dendamnya ke Alexa pasti bakal seru bgt,/Smile//Smile/
Anie Nhie
Yah Aka Luna udah tamat z,,gak kerasa ya,, tapi kisahnya Aka Luna pokoknya harus dilanjut,,pengen liat Aka sma Luna Menikah,hidup bahagia dan memiliki anak banyak,,/Chuckle//Chuckle//Chuckle/

Terima kasih buat kisah Aka Luna,,/Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
bukan hanya tentang Aka yg super duper Ngejar Luna tapi tentang bagaimana perjuangan Aka bisa sembuh,mengobati Lukanya serta bagaimana cintanya Aka dan Luna yg tetao kuat meskipun badai besar menerjang mereka,,tetap saling menggenggam dan selalu saling menguatkan,,,/Smile//Smile//Smile/
Anie Nhie
saat Aka kecil ternyata Aka pernah ketemu Luna ya,pantas z Aka manggil dia My Moon karena Aluna itu bagai bulan yg menerangi hari kelamnya Aka,,,Luna kyk Malaikat Penolong Aka ya,,/Smile//Smile//Smile/
mom's Vie'
cuman sampai disini cerita Aka. ma. Luna.....??
pengen lebih dong , Thor... minimal sampai Aka dan Luna. nikah laaaah....
mksh untk. cerita Aka dan Luna nya.... sukses selalu untk karya² nya, Thor.... 😘😘😘
Bungsu Julid
aihh kok tamat sih? ihhh kan masih penasaran aku tuh aka sama Luna nya huaaa/Sob//Sob/
Bungsu Julid
pantesan ya Cakra sampe seeffort ini ngejar2 Aluna org Aluna itu org pertama yg selalu ada buat aka di saat keluarga nya sendiri menghakimi aka kayak gitu
kamu emg kuat aka
Bungsu Julid
aduduh so sweet nya aka bikin salting deh ehh padahal.luna kan ya knpa aku jadi ikutan salting gak jelas gini untung aja aku gak salto gara2 salting /Curse/
Jasmine
Gak relaaaaa masa pasangan bucin aka dan Luna udahan sihh 🥹🥹
tapi gpp deh setidaknya happy ending semoga ada kelanjutannya aka dan Luna menikah 🤭
Isma Isma
/Sob//Sob//Sob/kasian Cakra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!