Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesungguhan dani
"Ya sudah sekarang kita makan ya" Ajak Dani.
"Sudah jangan menangis terus nanti kamu keriput mau kulit kamu kendor semua" Goda Dani.
Begitulah Dani ia selalu bisa mendinginkan hati Ria, setiap celotehannya selalu membuat Ria tertawa selain romantis Dani selalu perhatian dengan Ria meski terkadang Ria suka mendiamkan Dani namun perhatian pengertian Dani bukannya berkurang yang ada makin bertambah perhatian dan pengertian ke pada Ria.
"Mmm mulai lagi deh kamu" Kata Ria.
"Ayo kita makan" Ajak Dani.
Mereka pun menyantap makanan yang tadi Ria masak.
Setelah selesai mereka merapihkan bekas makannya bersama, Dani yang mencuci piring Ria yang merapikan piring yang sudah di cuci Dani.
Tiba-tiba suara ponsel Dani berbunyi.
Deeeeerrrrttt
📲
"Tunggu sebentar ya" Ucapnya.
Dani meraih ponselnya menerima telpon masuk diponsel tertulis nama IBU
Dani membesarkan volume telponnya agar Ria juga ikut mendengarkan apa yang mereka bicarakan di telpon nanti.
Ria duduk disamping Dani mendengarkan obrolan mereka, Dani menyuruh Ria agar mendengarkannya setiap pembicaraan yang nanti akan di ucapkan oleh Ibunya.
Dia sangat yakin jika Ibunya benar-benar sudah merestui hubungan mereka jadi tidak mungkin Ibunya berbicara yang dapat menyakiti hati Ria.
Berbeda dengan Ria, ia sudah pasrah jika Ibunya Dani membicarakan suaatu hal yang membuat hatinya sedih.
Ria tidak berharap lebih jantungnya berdetak kencang ia sudah siap jika suatu saat suatu hal yang tidak ia inginkan terucap dari mulut Ibunya Dani.
"Dan tos dugi?(Dan sudah sampai?)" Kata seseorang diseberang sana.
"Atos Bu, ti tabuh tujuh
(Sudah Bu, dari jam tujuh)" Jawab Dani.
"Hun alhamdulillah tos dugi mah, kabogoh Dani ts di jajapkeun?
(Ya alhamdulillah sudah sampai mah, pacar Dani sudah di antar?)" Tanya Ibunya.
"Atos bu (Sudah Bu)".
Dani berbohong sambil memberi isyarat kepada Ria agar tak bersuara.
"Bejakeun nya hampura pisan kalakuan si Neng tong di pikaran bisi kasinggung, Ibu merestui kalian da jujur sabenerna awalna Ibu ge ragu ayeuna Ibu tos terima mungkin jodoh Dani takdir ti gusti Allah sing di pasih kalancaran ka payun na lamun Dani hayang enggal nikah sok ti ayeuna sungguh-sungguh damel na ngke mereun Dani jadi salaki anak batur kudu tanggung jawab ingat pesan Ibu nya (Bilangin ya maaf banget kelakuan si Neng jangan dipikirin takut kesinggung, Ibu merestui kalian jujur sebenarnya awalnya ibu juga ragu sekarang Ibu sudah terima mungkin jodoh Dani takdir dari Allah semoga dikasih kelancaran ke depannya kalau Dani ingin cepat nikah silahkan dari sekarang sungguh-sungguh kerjanya nanti Dani jadi suami anak orang tanggung jawab ingat pesan Ibu ya)" Pesan Ibunya.
"Alhamdulillah nuhun pisan, Dani lega hatur nuhun Bu (Alhamdulillah makasih banget, Dani lega terima kssih Bu)" Dani terharu sampai meneteskan air mata begitu pun Ria.
"Nya ntos atuh ntos heula nya, nging lila bobogohanna dosa
(Ya sudah atuh sudah dulu ya, jangan lama-lama pacarannya dosa)" Lalu Ibunya Dani menutup telponnya.
Mereka saling menatap beradu pandang satu sana lain, Ria yang mendengarkan ucapan Ibunya Dani tak kuasa meneteskan air mata harunya karena Ibunya bisa menerimanya dan mulai merestui hubungan mereka ke jenjang yang serius hal yang tidak pernah Ria bayangkan sama sekali bahkan diluar yang ia pikirkan tadi.
"Kamu dengerkan barusan Ibu membicarakan apa? kamu mengerti kan yang dimaksud Ibu itu apa? aku tahu kamu ngerti sunda, selama kamu di kampung kamu sengaja kan bilang tidak mengerti agar kamu tahu apa yang dibicarakan keluarga aku biar tidak di tutupi dari kami" Ibu jari Dani mengelus pipi Ria.
"Maafkan aku berbohong tapi aku..".
"Aku mengerti" Potong Dani.
"Aku sungguh-sungguh ingin menikahi kamu yank, aku sayang kamu" Tambahnya dengan nada lirihdan bersungguh-sungguh.
"Aku juga sayang kamu say" Kata Ria ia menangis campur bahagia.
"Sudah aku katakan semua akan baik-baik saja, jadi tetaplah di sisiku apa pun jika dihadapi bersama semua akan terasa ringan" Kata Dani.
"Maafkan aku" Kata Ria.
"Sekarang cepat sana kamu mandi takut aku ketularan au aceeeeemmm" Goda Dani.
"Mmm mulai deh kamu sekarang pinter ngegombal ya" Kata Ria kesal.
"Haha ayolah cepat mandi" Perintah Dani.
"Kamu juga bau, belum mandi juga hidung kamu yang dekat mulut jadi kamu mencium diri kamu sendiri bau itu timbulnya dari diri kamu bukan dari aku" Balas Ria.
"Kan aku bau karena ketularan kamu, tadi kita berdekatan kamu lupa?" Goda Dani kembali.
"Daannii, nyebelin banget sih kamu" Teriak Ria.
Ria mengejar Dani yang berlari karena Ria memukul Dani dengan handuk, mereka berlarian kesana kesini membuat suasana yang tadinya menegang menjadi baik kembali.
Mereka tertawa bercanda seperti biasa terkadang mereka sering tidak akur namun tidak membutuhkan waktu yang lama mereka akur kembali.
Setidaknya bagi Ria itu secercah cahaya menuju kebahagiaan hubungannya bersama Dani.
Ria merasa bahagia telah menemukan Dani membawa Dani masuk kedalam kehidupannya, laki-laki yang menjadi idaman setiap wanita yang sebelumnya belum pernah ia merasakan seperti ini.
Setelah Ria selesai mandi, lalu begantian dengan Dani.
"Ajat ngajakin kita datang untuk party, Rasyd maksa kita datang" Kata Dani.
"Acara apa?" Tanya Ria.
"Sebelumnya Ajat sudah bilang sebelum kita libur mau mengundang aku harus datang bersama kamu dia mau rayain ulang tahunnya" Kata Dani.
"Pesta atau gimana?" Tanya Ria.
"Cuma acara bakar-bakar itu sih yang dia bilang" Kata Dani.
"Owwwwwhhh".
"Kok owh sih, kamu ikut juga kan? nanti kita berangkat bareng" Kata Dani.
"Kalau begitu kita harus beli hadiah sekarang" Kata Ria.
"Oke, hayo kita ke mall" Ajak Dani.
"Memangnya kamu tidak capek, nanti saja sekarang kamu istirahat dulu" Kata Ria.
"Bagi aku kalau bersama kamu terus aku tidak pernah merasa lelah yank serius" Goda Dani.
"Kenapa sih sekarang kamu jadi pinter banget ngegombal siapa yang mengajari mu" Kata Ria.
"Haha itu murni kata-kata tulus bukan rayuan sayang".
"Sama saja bagi aku".
"Haha, ayo kita berangkat" Ajak Dani.
"Oke aku siap-siap tunggu sebentar" Kata Ria.
Baru saja mulut Dani ingin berbicara sudah di tutup oleh tangan Ria.
"Diam, kamu pasti akan ngegombal lagi" Kata Ria menebak.
Dani tertawa melihat tingkah Ria, bagaimana tidak Ria sudah menutup tangannya terlebih dahulu sebelum ia berbicara.
Ria pergi meninggalkan Dani yang sedang tertawa karena menertawakan sikap Ria barusan.
Setelah Ria selesai bersiap-siap, mereka segera pergi menuju mall untuk membeli hadiah untuk Ajat nanti malam.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..