NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Miliarder Timur Tengah / CEO / Tamat
Popularitas:987.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rere ernie

Alena Prameswari percaya bahwa cinta bisa mengubah segalanya.

Tapi setelah tiga tahun menikah dengan Arga Mahendra, ia sadar bahwa kesetiaan tak akan berarti bila hanya satu pihak yang berjuang.

Saat pengkhianatan terbongkar, Alena memilih pergi. Ia menerima proyek desain di Dubai... tempat baru, awal baru.

Tanpa disangka pertemuan profesional dengan seorang pangeran muda, Fadil Al-Rashid, membuka lembaran hidup yang tak pernah ia bayangkan.

Fadil bukan hanya pria miliarder yang memujanya dengan segala kemewahan,
tetapi juga sosok yang menghargai luka-luka kecil yang dulu diabaikan.

Namun cinta baru tak selalu mudah.
Ada jarak budaya, gengsi, dan masa lalu yang belum benar-benar selesai. Tapi kali ini, Alena tak lari. Ia berdiri untuk dirinya sendiri... dan untuk cinta yang lebih sehat.

Akankah akhirnya Alena bisa bahagia?

Kisah ini adalah journey untuk wanita yang tersakiti...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 32.

Kantor Perusahaan Fadil – Lantai Eksekutif

Khalid berdiri tegap, namun sorot matanya rapuh. Fadil menutup berkas di tangannya lalu memberi isyarat duduk, tetapi Khalid tetap pada posisinya.

“Aku minta maaf, Fadil. Aku baru mengetahui bahwa kecelakaan ayahmu… bukan takdir. Ayahku-lah yang mencabut nyawa Paman Rashid.“

Fadil mematung, ia menatap sepupunya itu dalam diam beberapa detik yang terasa panjang.

“Aku tak tahu harus bilang apa,” ujar Fadil akhirnya. “Aku terima maafmu, apa tejadi sesuatu di istana?“

Khalid mengangguk, lalu dia menceritakan semuanya. Tentang penangkapan ayahnya dan juga tentang kematian ayah Fadil.

Khalid mengepalkan tangan. “Dulu, aku ingin menjadi pangeran yang pantas dibanggakan. Tapi ternyata… aku hanya mewarisi dosa-dosa ayahku.”

Wajah Khalid tampak menahan diri agar tidak goyah.

Sementara Fadil berdiri, mendekat.

“Kau bahkan melawan ayahmu sendiri demi kebenaran, itu sudah lebih dari cukup.“

Khalid tersenyum lemah. “Dewan sudah memutuskan mencoretku dari calon putra mahkota. Dan… aku mengerti.”

“Kau masih saudaraku, aku tak akan membiarkan kau berjalan sendirian sekarang.” Fadil menepuk bahu sang sepupu.

Khalid merasakan dadanya sedikit ringan.

“Terima kasih, Fadil.”

“Sekarang pulang, istirahatlah. Eh, tapi ngomong-ngomong... aku dengar dari Alena kau mendekati sahabatnya? Benar?“

Khalid langsung terdiam… wajahnya memanas sedikit.

“Berita menyebar begitu cepat, ya?” gumamnya.

“Aku punya calon istri yang baik, dia sangat bangga menjodohkan kalian,” jawab Fadil enteng.

Khalid terkekeh.

Namun alih-alih pulang, Khalid mendatangi ayahnya di penjara khusus anggota kerajaan.

Pangeran Aziz menatap putranya dari balik jeruji.

Tatapan mata pria tua itu penuh racun.

“Kau pikir kau pahlawan? Tidak! Kau hanya anak bodoh yang menghancurkan garis keturunanmu sendiri!”

Khalid diam, namun wajahnya tidak gentar.

“Jika kekuasaan harus dibangun di atas kematian keluarga…” Ia menatap lurus mata ayahnya. “Maka aku lebih memilih tidak memiliki apa pun.”

Pangeran Aziz meraung marah, namun Khalid berbalik pergi tanpa ragu.

Pintu baja menutup. Suara itu bergema... akhir dari sebuah tirani dan keserakahan.

Keesokan Harinya, di cafe yang sama seperti beberapa hari lalu.

Noura berdiri di depan kaca café sambil bersumpah dalam hati untuk tidak terpesona saat Khalid datang.

“Aku hanya akan bicara tiga puluh menit saja. Lalu pulang, selesai.”

Namun begitu Khalid masuk, dengan kemeja hitam sederhana dan senyum yang… terlalu menenangkan.

Noura melongo sepersekian detik sebelum buru-buru menyangkal.

“TIDAK! Aku tetap benci pangeran!”

Khalid berdiri di depannya. “Terima kasih sudah datang.”

“Aku hanya tak ingin kamu terus mengirimiku pesan, berisik!” Sahut Noura cepat, pura-pura angkuh.

“Baik, aku mengerti. Sekarang, pesan minuman.“ Ucap Khalid sambil duduk.

Noura mengangkat dagu. “Aku akan pesan yang paling mahal.”

Khalid tersenyum. “Sudah kubilang… aku tidak keberatan dengan sesuatu yang mahal.”

Noura mendelik.

Khalid menatap wanita itu, kali ini tanpa menggoda. Hanya ada... ketulusan.

“Aku menunggu jawaban mu.”

Senyap sejenak, Noura merasakan dadanya bergetar. Tetapi ia buru-buru menutupi semua itu dengan tatapan tajam.

“Aku belum bisa jawab, karena aku belum suka sama kamu.“

“Aku tidak butuh kau cepat-cepat menyukaiku, aku hanya ingin kesempatan… untuk mengenalmu.”

Noura kehilangan kata-kata.

.

.

.

Sementara itu di Istana…

Ammar berdiri di hadapan seluruh dewan kerajaan. Hari ini, masa depan negeri akan berubah.

Ruang sidang utama dipenuhi para bangsawan dan dewan tertinggi. Pilar-pilar tinggi menjulang, dan tirai merah marun melambangkan kekuasaan yang diwariskan turun-temurun. Di tengah ruangan Ammar berdiri tegap, mengenakan seragam kerajaan dengan lencana keluarga yang belum resmi melekat sebagai Putra Mahkota.

Seorang penasihat tertua—Syekh Rasyd, maju selangkah. Sorot matanya tajam, seakan mampu menyayat keyakinan siapa pun yang berdiri di depannya.

“Pangeran Ammar.” Ucapnya lantang dan tanpa basa-basi.

“Kerajaan membutuhkan pemimpin yang memahami hati rakyat, bukan hanya mahkota di kepala. Bila engkau ditetapkan sebagai Putra Mahkota, apa hal pertama yang akan engkau ubah untuk negerimu?”

Semua orang menahan nafas menunggu jawaban.

Ammar hanya menarik satu tarikan napas pelan, ia tidak menunduk atau menunjukkan keraguan sedikitpun.

“Aku akan membuka akses kesehatan untuk perempuan di desa-desa perbatasan,” jawab Ammar tegas.

“Negeri ini kuat karena para ibu. Jika mereka sehat dan terlindungi, masa depan kita juga.”

Beberapa bangsawan berbisik satu sama lain. Ada yang tidak menyukai jawaban yang terlalu 'berpihak pada rakyat kecil'.

Syekh Rasyd kembali bertanya, suaranya meninggi sedikit.

“Dan jika Dewan menolak kebijakan mu? Jika kekuatan lama menghalangi langkahmu?”

Ammar menatap semua orang dengan penuh keyakinan.

“Aku akan datang kembali ke Dewan. Berkali-kali… sampai mereka mendengar alasan yang benar. Kekerasan bukan menjadi pilihan pertamaku, tapi aku tidak akan menyerah.”

Di kursi tamu kehormatan, Putri Yumna menggenggam kedua tangannya erat. Matanya berbinar penuh kebanggaan, ia orang pertama yang percaya Ammar mampu memikul tanggung jawab itu.

Saat istirahat sidang…

Yumna mendekat dengan senyum yang menenangkan badai di hati Ammar.

“Jawaban yang indah, aku bangga padamu.”

Ammar mengangguk kecil, tapi suaranya merendah. “Doakan aku kuat sampai akhir, Yumna. Aku tau, tidak semua orang mendukungku dan mungkin menunggu aku jatuh.”

Yumna memegang tangan pria itu erat. “Selama aku ada di sisimu, tidak ada yang bisa menjatuhkan mu.”

Tatapan Ammar melembut.

Di aula istana, lonceng kembali dipukul. Sidang dilanjutkan, rakyat menonton melalui siaran resmi kerajaan.

Dan Ammar… bersiap menghadapi ujian berikutnya.

Uji Kebijaksanaan telah dimulai.

Uji Keberanian menanti di depan.

Mahkota belum berada di kepalanya, tapi seluruh beban dunia sudah terasa di pundaknya.

1
Sandisalbiah
mereka hanya di karunia masing² satu anak saja?...
Sandisalbiah
manusia yg terlalu berambisi, menyangka bisa menggenggam semuanya tp justru tdk dapat memiliki apapun.. Layla terlalu percaya diri hingga menyepelekan lainya dan masih belum sadar kalau dia sudah kehilangan segalanya krn arogansinya...
Sandisalbiah
jika Fadil naik jd kandidat putra mahkota jelas Alena akan tersingkir... krn dewan istana pasti akan menolaknya
Elwin Hanner
aku juga kalau suami kaya gitu dah tinggalin aja biar tau rasa
Sandisalbiah
kau itu terlalu sombong akan dirimu sendiri Nadine.. krn dulu kau mampu mengalihkan dunia Arga SESAAT, kau jd merasa jumawah akan selalu bisa mengalahkan Alana.. jgn lupa kau hanya mengalihkan perhatian Arga tp tetap kau tdk pernah jd seseorang yg dia pilih yg artinya.. kau tdk begitu penting dan tdk juga berharga..
Sandisalbiah
Nadine dan layla bila di gabungkan bakal jd duet maut ini... para perempuan dgn obsesi tinggi dan bonus sgn sifat iri dengki.. lengkap sudah peran antagonis yg mematikan
Sandisalbiah
inilah yg sedari awal di khawatirkan dr hubungan mereka berdua... di tentang oleh pihak istana, setatus sosial yg berbeda dan parahnya munculnya seseorang dgn obsesi dan ambisi gilanya dan nanti ujungnya keselamatan dan hati Alana yg bakal jd taruhannya..
Sandisalbiah
perempuan kalau udah terobsesi bakal menghalalkan segala cara buat dapetin apa yg dia mau...
Sandisalbiah
Fadil tipe pria yg lembut dan tdk menggebu, justru itu nilai lebihnya perhatian tulus tp tdk memaksa terkesan seperti malu malu tapi pasti dan perempuan dgn perasa yg lembut sangat faham dan nyaman dgn sinyal seperti ini.. TETAPI.. apakah akhirnya akan bahagia..?
Sandisalbiah
lumrahnya perempuan mendapat perhatian lebih pasti hatinya akan tercetak tp.. Fadil itu beneran jauh dr jangkauan, statusnya sebagai Pangeran dan setatus Alana yg rajel.. bakal ada luka baru nantinya diantara keduanya, bahkan dulu tunangan Fadil juga di celakai keluarganya kan... ini bakal mengancam keselamatan Alana juga kan.. harusnya Fadil tau resiko itu
Sandisalbiah
takutnya Alena akan terluka lagi dan mu GKIN makin dalam.. Fadil sosok yg sulit buat di gapai..
Siti Saodah
kalo saudara sepupu itu memang boleh nikah,,apalagi di timur tengah itu kebanyakan menikah sama sepupu nya,,itu gak lumrah di sana
Siti Saodah
kok Amina gak kaya ibu nya yang bar bar dan pemberani
Siti Saodah
pada akhir nya putri Layla tidak akan mendapatkan siapa pun karena ke egoisan nya sendiri,,akhir nya dia hanya gigit jari
Siti Saodah
🤣🤣🤣 saya malah ngakak duluan thor baca komenan nya teh Maya 🙏
Siti Saodah
sama sama membenci Alena tanpa alasan yang jelas,,dua manusia yang tak punya akhlak
Siti Saodah
dasar Mak lampir,,dari niat nya aja bukan mau kerja tapi pingin menyingkirkan Alena,,pelakor gak tau diri
Siti Saodah
harus nya gugat cerai dulu
Siti Saodah
katanya kalo pagi nya gitu lagi mau cari tau tapi kenyataan nya diam aja
Lesmana
wow ternyt itu motif nya toh😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!