NovelToon NovelToon
Suamiku Kau Rebut, Kudapatkan Papamu

Suamiku Kau Rebut, Kudapatkan Papamu

Status: tamat
Genre:Duda / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Sebuah kisah tentang seorang istri yang dikhianati suami juga sahabat baiknya sendiri. Yuk mampir biar karya ini ramai kayak pasar global.

Karya ini merupakan karya Author di akun lain, yang gagal retensi. Dan kini Author alihkan di akun Hasna_Ramarta. Jadi, jika kalian pernah membaca dan merasa kisahnya sama, mungkin itu karya saya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Dibongkar

    Bima dan Mira saling pandang dengan wajah bingung, hal ini sudah diduga Sauza, mereka pasti bakal bingung menjawab. Kali ini Sauza ingin tahu apakah mereka berdua akan tetap menutupi atau berterus terang.

    "Sebenarnya bayi kami sudah ...." Ucapan Bima terpotong oleh Mira yang sengaja menyela.

    "Bayi kami sengaja kami tinggal bersama pengasuh dan buyutnya. Nenekku tidak ingin cucu buyutnya jauh darinya, jadi dia menahan bayi kami supaya tidak kami bawa," alasan Mira dengan wajah gelisah. Bima menatap ke arah Mira dengan wajah kesal, dia tidak habis pikir kenapa harus berbohong.

    Sauza menoleh ke arah Bima yang terlihat kesal dengan Mira yang berbohong.

    "Ya ampun, kalian ini tega berbohong demi sebuah harga diri di depanku," balas Sauza membuat Mira dan Bima tersentak.

    "Berbohong? Apa maksud Sauza, apakah Sauza sudah tahu kalau bayi kami meninggal?" batin Bima

    "Iya, kenapa kamu masih saja katakan kalau anak kalian masih ada? Bilang saja sejujurnya Mira, kamu masih belum ikhlas kehilangan Raja? Kalian masih bisa memiliki momongan, kalian masih muda." Pak Kendra menimpali.

    "Papa, Papa tidak usah ikut bicara," cegah Mira sembari mendelik ke arah sang papa.

    "Anak kalian sudah meninggal karena kelalaian kamu, kan Mira? Kenapa kamu sudah dipercaya sama Allah tapi justru tidak sepenuh hati menjadi orang tua?" Kata-kata Sauza seketika begitu menusuk jantung Mira, dia merasa tersalahkan dan dipermalukan oleh Sauza. Mira menduga, papanya sudah menceritakan bahwa Raja sudah meninggal.

    "Jangan ikut menghakimi aku, Sauza. Kamu tidak tahu hal yang sebenarnya terjadi dalam hidupku," cegah Mira tidak ingin Sauza lebih jauh mengungkit kisah lama diantara mereka. Jika tidak, maka Pak Kendra akan tahu hal yang sebenarnya dan dia akan diusir mati-matian oleh sang papa.

    "Aku tidak menghakimi kamu, Mira. Hanya saja, kamu sepertinya masih belum move on dari takdir. Harusnya kamu segera move on dan sebagai penggantinya, kalian bisa merencanakan kembali kehamilan anak kedua, bukan?" singgung Sauza terus menerus membuat Mira benar-benar merasa terancam dan jengah. Sauza sengaja mengulur waktu dengan mengungkit kematian anak Mira dan Bima sebelum ia menceritakan cerita inti dari obrolan di meja makan ini.

    Mira lagi-lagi mendengus, dia tidak suka berlama-lama berada di dekat Sauza.

    "Sepertinya aku harus segera memasuki kamar, aku sudah ngantuk." Mira mulai bangkit, tapi Pak Kendra menahannya.

    "Hargai papa dan mama sambungmu, Mira. Meskipun dia sama-sama seusia kamu, tapi tolong hargain dia. Sesekali kita ngobrol di sini dan membahas masa lalu, itu tidak masalah bukan? Jangan malah menghindar dan ingin pergi," tukas Pak Kendra marah. Mira diam dan terpaksa duduk kembali seraya di dalam hati berharap agar Sauza tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya.

    "Baiklah, Mas, supaya tidak mengulur waktu dan tidak mengganggu waktu tidur Mira dan Bima, alangkah baiknya Za menceritakan kenapa tadi sore Za bisa kecebur kolam renang."

    Mira terbelalak saat Sauza berkata barusan, dia takut kalau Sauza menceritakan hal sebenarnya tentang insiden keceburnya Sauza. Mira cukup gelisah.

    "Iya Sayang, ceritakanlah! Mas pun ingin tahu kenapa kamu bisa kecebur dan jatuh, padahal pintu pagar roof top itu tidak mudah lepas kalau tidak ada yang sengaja membukanya?" Pak Kendra tidak sabar mendengar hal apa yang menjadi penyebab Sauza tadi jatuh ke kolam renang.

    "Baiklah." Sauza terdiam beberapa saat sebelum memulai ceritanya.

    Sedangkan Mira, hatinya sudah dilanda was-was. Tapi dia tidak takut, dia akan menyangkal semua tuduhan Sauza jika Sauza terlanjur menceritakan siapa yang menyebabkan dirinya jatuh ke kolam renang.

    "Sebetulnya, Za tadi jatuh ke kolam renang, semua karena ulah Mira. Mira sengaja mendorong tubuh Za ke kolam renang supaya jatuh. Mira sengaja membuka pintu pagar roof top saat tubuh Za sudah berada di bibir pintu pagar. Rencana Mira berhasil, dan jatuhlah Za ke dalam kolam renang, padahal Mira tahu kalau Za sebenarnya tidak bisa berenang," tutur Sauza menjelaskan dengan sejujurnya.

    "Tidak, itu bukan sengaja, Papa. Papa jangan percaya begitu saja dengan omongan perempuan ular ini. Dia itu berbohong, hanya ingin mengadu domba aku ke Papa," sangkal Mira menggebu-gebu.

     "Mira, diamlah dulu. Papa ingin tahu ceritanya dari istri papa dulu. Kalau kamu tidak merasa, kenapa kamu mesti marah terhadap istri papa?" seh Pak Kendra.

    "Sayang, apa kejadiannya benar-benar seperti yang kamu ceritakan barusan?" Pak Kendra menatap Sauza dalam.

     "Iya, Mas, itu benar. Za didorong Mira dengan sengaja. Mira membuka pintu pagar roof top dan mendorong tubuh Za dengan paksa, padahal Za sudah memohon jangan mendorong," cerita Sauza lagi tanpa rasa takut.

    "Apa!!!! Kamu mendorong istri papa dengan sengaja? Kamu mau mencelakakan istri papa, Mira? Apa alasannya? Kamu iri karena papa menikah lagi dengan perempuan lain selain mama?" pekik Pak Kendra dengan mata melotot.

    "Ti~tidak. Mana mungkin aku sengaja, kalaupun iya itu terjadi, itu sudah pasti tidak sengaja. Papa jangan gampang percaya begitu saja perkataan ibu tiri. Bukankah Papa tahu, kebanyakan ibu tiri di negara kita seperti apa? Mereka kejam-kejam dan pandai mendramatisir masalah. Sama halnya yang dilakukan Sauza saat ini, dia mencoba menuduh aku sengaja mendorongnya dari rooftop," sangkal Mira lagi berkelit. Sauza mendengus kesal dengan sangkalan Mira.

    "Baiklah, kalau Mira masih menyangkal, kita lihat saja bukti CCTV tadi sore. Mang Damar, tolong ambilkan rekaman CCTV tadi sore!" titah Sauza dengan mata lurus ke arah Mira penuh kemenangan.

    "Kalau semua itu benar, maka papa tidak segan-segan mengusirmu dari rumah ini Mira. Tidak seharusnya kamu iri pada istri papa lalu mencelakainya," dengus Pak Kendra marah.

    "Tidak hanya itu, apakah Mas Kendra ingin tahu siapa orang yang sudah menghancurkan rumah tangga Za?" Sauza beralih pada suaminya.

     "Katakan, Sayang, siapa yang sudah menghancurkan rumah tanggamu yang terdahulu? Aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang." Pak Kendra penasaran.

      Mira dan Bima saling lempar tatap, wajah keduanya memperlihatkan rasa takut, terlebih saat mendengar ucapan Pak Kendra barusan.

    "Maaf, Pah. Aku ingin ke kamar mandi, kebelet." Mira langsung berdiri dan segera membalikkan badan, seperti ingin menghindar. Sedangkan Bima, meskipun dia sama takutnya seperti Mira, tapi Bima sudah siap jika mertuanya itu marah besar padanya atau mengusirnya dari rumah ini. Semua pernikahan dengan Mira, bagi Bima sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Bima pasrah dan tetap bertahan di kursi makan itu.

    "Manusia-manusia di depan Mas inilah pelakunya. Mira adalah sahabat aku, yang merebut suami aku dengan sengaja menggoda mantan suami aku dulu. Dan laki-laki di depan kita ini adalan, mantan suami aku yang telah tega memilih Mira lalu menghancurkan rumah tangga kami yang awalnya adem ayem. Hanya karena alasan aku belum bisa memberikannya anak, dia tega tenggelam dalam rayuan Mira, sahabatku," tutur Sauza menggebu-gebu tanpa rasa gentar, membuat langkah Mira tertahan dan membuat Pak Kendra terbelalak tidak percaya.

    "Apa? Apakah semua yang kamu katakan serius, Sayang? Mira adalah perebut suamimu dan Bima adalah mantan suamimu?" kejut Pak Kendra menatap Sauza tidak percaya. Sauza mengangguk penuh keyakinan membuat Pak Kendra merasa lemas dan tidak bertenaga, dia shock.

     Kini, mata Pak Kendra bergulir ke arah Mira dan Bima bergantian. Sorot matanya tajam menyiratkan kemarahan.

1
nayoon
manusia apa jurikk ini
Nasir: Hhehehe... iya Kak, juriggggghhhh...... 😆😆😆
total 1 replies
Iskurnia
rumah tangga biasa
Nasir: Lanjut ya Kaj....
total 1 replies
Yenisia Afila
ceraikan saja suami pengecut dan bodoh seperti itu
Umi Maryam
semoga ga sauza langsung yamil daoet kembar sepasang.🙏🤲🏻🤲🏻
Umi Maryam
kenapa atih pa kendra bikin drama nya keterlaluan kalau begitumah bohong mencintai sauza teh
Nasir: Iya. Banyak drama...
total 1 replies
Umi Maryam
harus nya kamu bilang gara2 anak gadis oamu pa yg gatel yg udah ngerbit suami saya gitu dong bahwa bima itu mantan kamu dan cewe mantan sahabat kamu itu anak bapa ...
Umi Maryam
bagus neng jadi perempuan jangan menye2 harus badas bila perlu libas tuh suami tukang selingkuh dan pelakor nya ....
Nasir: Sipp... lanjut sampai tamat Kak... 🙏🙏
total 1 replies
Ana Akhwat
Laki lakinya terlalu ketuaan
Nasir: Hehhe... iya Kak, kan Papanya si pelakor... 🙏🙏
total 1 replies
Alta Kenz
bener bgt sauza hrs gitu ceritakan semua kelakuan nya biar tau rasa itu di bima n Mira
evi pusparini trianti
disini aja kak
Tutik Sekawan
Luar biasa
Nasir: Trmksh.
total 1 replies
Soraya
mksh thor karyanya👍
Nasir: Sama2 Kak...
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Nasir: Silahkan Kak. Smg betah ya.
total 1 replies
Lina Mei
bagus...
Nasir: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
moral hazard
makasih thor..keren
Nasir: Masya Allah mksh byk Kak sudah hadir. 🥰🥰🥰. Hadir juga di kisah lain ya. Masih byk judul lain kak di profil saya.
total 1 replies
Katherina Ajawaila
sepertinya seru juga y Thour, poligami atau pelakor berkeliaran/Tongue/
Katherina Ajawaila: oke, mks outhour
total 2 replies
Katherina Ajawaila
Akhirnya yg di. nanti " dtng juga , ngk ada lg bahasa mandul" . sukses mas Kendra dan Sauzasemoga baby nya kembar aja ya Thour 😘
Katherina Ajawaila: aku suka cerita nya outhour, jgn tersinggung ya thour kalau mulut ku asal nyablak gemes liat para pelakor yg kampungan ngk punya attitude😘
total 2 replies
Katherina Ajawaila
keren Mira buat kejutan tapi pas sadar bikin ulah lg lompat aja dr Apartemen biar lewat kalau pendek ya pling patah" doank /Skull/
Katherina Ajawaila
Mantap biar sadar diri pelacur jgn arogan, sombong pada hal ngk tau anak siapa /Toasted/
Katherina Ajawaila
Mira edan, untung Jamal. di mandat sm Bpk, jadi ada yg bisa di andalkan, di dwpirtasi aja tuh mira ke mana ke /Skull/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!